My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
72



Dilihat dari wajahnya kalau wajah Tasya ada kerutan yang menandakan bahwa dia sedang bingung kedua tangannya juga saling menggenggam erat. Jari - jarinya bertaut hanya kedua jari jempolnya yang saling bergesekan.


" Gue.. mau.. jawab.. " Tasya menjeda ucapannya dirinya takut kalau - kalau ternyata keputusannya akan membuat dirinya menyesal dikemudian hari.


Namun, tidak ada angin tidak ada awan para banci kaleng masuk kedalam caffe sambil bernyanyi dengan gayanya yang letoy nan lenjeh. " Euh.. eyke, mau nyanyi. Dengerin.. teyus ntar dikasih duit ya.. " Ucap banci kaleng itu dengan gaya bicaranya yang mendayu - dayu.


" Ichhh.. ada kakak ganteng nich! ***** boleh kah? " Ucap teman banci kaleng yang lain. Namun banci kaleng yang berbicara ini tidak punya rambut tapi.. anehnya malah ada pita yang ditempel dikepalanya menggunakan lakban bening. Gila memang.


Tasya yang melihat Rangga digoda hanya bisa menyembunyikan tawanya yang sewaktu - waktu pasti akan meledak. Satu, dua, tiga.. dan adegan yang menjijikkan terjadi. Dagu mulus Rangga dicolek oleh banci kaleng yang mengajaknya berfoto tadi.


Rangga marah dan jijik. Tatapan nya sinis memandang tiga banci kaleng yang tanpa ada izin nya masuk kedalam caffe. " Setan! Ngak sudi gue dicolek sama lo! " Teriak Rangga marah. Sumpah demi Rangga yang ngebet banget nikah sama Tasya. Rangga jijik dan ingin sekali membersihkan dagunya dengan air kembang tuju rupa.


" Pelayan! " Panggil Rangga dengan suara yang tinggi sambil berkacak pinggang dan mengamati para banci kaleng yang sedang sibuk dengan urusan mereka masing - masing.


Pelayan yang dipanggil langsung berlari terburu - buru karena habis dari dalam dapur. " I - iya tuan " Ucap pelayan itu terbata - bata sambil meremas apron merah nya.


" Usir mereka! " Suruh Rangga kesal.


" Baik tuan " Ucap Pelayan itu, pelayan itu melaksanakan apa yang disuruh oleh Rangga tadi. Tapi sayang karena sifat para banci kaleng itu yang gila pelayan tersebut kuwalahan mengusir mereka.


" Ih.. apasih you dorong - dorong " Ucap banci kaleng itu kesal sambil meronta - ronta untuk melepaskan tangannya yang dipegang oleh dua pelayan disamping kanan dan kirinya.


" Tau ih.. kita kan mau ngamen. Terus dapet money dech.. " Saut banci kaleng yang lain berbicara dengan raut wajah yang dibuat - buat.


" Lepas! lepas!. Ih... ngak suka gelay.. " Saut banci kaleng yang satunya dengan nada yang dilebaykan dan didayu.


Akhirnya dengan kekuatan enam orang pelayan yang mengusir mereka, para banci kaleng pergi lari ngiprit karena tadi disemprot pake selang yang dialiri air keran. Para banci kaleng itu kesal dan terlihat dari ujung jalan sana mereka melakukan tarian yang membuat siapa saja bergidik ngeri, karena mereka gila.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arghhh sudah lah. Acara nya tadi di caffe gagal. Rangga kesal sekesal - kesalnya dengan para banci itu. Karena bisa - bisanya mereka merusak momen yang ditunggu - tunggu.


Berulang kali Rangga mengumpat saat menyetir. Dan Tasya yang dari tadi disampinya hanya bisa diam dan tersemyum seperti mengejek. " Yaelah.. perkara banci kaleng doang sampe kesel kaya gini " Ucap Tasya dengan niatan agar Rangga mau berhenti berbicara kotor.


" Ya gue marah! ganggu aja! mana tadi momen yang paling gue tunggu! " Ucap Rangga menekankan ucapannya karena marah.


" Yaudah si, ikhlas aja kali kalau dicolek " Saut Tasya kemudian lalu merilik Rangga saat pandangannya sedang lurus kedepan menatap jalanan yang penuh sesak oleh kendaraan. Maklum aja malmingan.


Rangga laangsung bergidik ngeri, apabila mengingat kejadian yang tadi Rangga ingin musnah saja. Karena secara tidak langsung harga dirinya turun. Rangga mendengus kesal dan kemudian situasi didalam mobil sunyi.


Mobil yang digunakan oleh Rangga sudah terparkir didepan rumah orang tua Tasya. Iya rumah orang tuanya bukan Tasya nya. Karena tadi Tasya bilang ingin menginap dirumah orang tuanya, mumpung besok hari libur.


" Makasi ya " Ucap Tasya lalu dijawab anggukan oleh Rangga dari dalam mobil. Karena sudah dijawab anggukan Tasya langsung melangkah untuk membuka gerbang tapi sebelum dirinya membuka gerbang Tasya berbalik dan badannya dibuat bersender digerbang.


Tasya tersenyum kearah Rangga. " Rangga. Gue mau " Jawab Tasya lalu sesegera mungkin masuk dan membuka gerbang nya yang kebetulan belum dikunci. Pipi Tasya saat ini sudah bersemu merah tapi bukan semerah cabe.


Rangga terdiam mendengar apa yang baru saja Tasya ucapkan. Oke, kali ini otak Rangga sedikit ngebug dan harus diperbarui. Kening Rangga berkerut dan alisnya saling menyatu. " Maksudnya?... " Ucap Rangga bermolog pada dirinya sendiri.


Dan delapan detik kemudian Rangga baru mengerti matanya melotot kemudian setelah matanya melotot bibir Rangga tersenyum. " Hah! gue ngak mimpi kan?! Beneran?! " Tanya Rangga tidak percaya sambil memengang kedua pipinya.


Tasya melihat mobil Rangga berjalan dari dalam kamar nya yang ada di lantai dua. Sambil tersenyum mesem - mesem Tasya melihat mobil Rangga yang sudah pergi meninggalkan area depan rumah orang tuanya.


Cieeee yang mau nikah! Otw debay berapa ni?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi yang indah di hari ini, membuat dua orang insan dari tadi tidak hentinya senyum. Bahkan para karyawan kantor dibuat melongo karena Rangga dan Tasya berjalan menuju ruangan mereka dengan bergandengan tangan. Aduh.. udah kayak mau nyebrang zebra cros aja.


" Gila sih gila! mereka pacaran woy! " Pekik karyawan magang yang ada di perusahaan RJA Group.


" Yah.. gue hati gue potek dong " Ucap Karyawan yang lain menyauti dan terlihat murung karena hatinya sedang patah.


" Harus disebar ini, harus! " Tekan Meta si karyawan mulut dispacth lambe yang langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya.


Ya.. begitulah gosip karyawan yang sedang terjadi pagi ini. Ada yang hatinya potek, ada yang iri, ada juga yang julid. Sementara untuk dua orang yang sedang dimabuk cinta yaitu Rangga dan Tasya, mereka berdua tidak hentinya menebar senyum antara satu sama lainnya.


Mereka berdua sudah memasuki ruangan CEO. Namun sebelum Tasya lanjut berjalan menuju ruangannya tangannya langsung ditarik sehingga dirinya jatuh menunruk dada bidang Rangga. Tasya langsung membenarkan posisinya. Lalu menongakkan pandangannya menatap Rangga.Orang pendek mah gitu deritanya.


" Kenapa? " Tanya Tasya bingung.


" Hari ini kamu jangan kerja. Soalnya aku ngak mau liat kamu cape pas kita nikah nanti " Ucap Rangga yang sudah merubah gaya bicaranya.


Tasya yang mendengar kata aku kamu yang keluar dari mulut Rangga langsung tersenyum. Tapi setelah itu tangan kanan nya begerak memukul lengan Rangga. Dan.. pukulan Tasya tidak sakit.


" Aduh.. " Ucap Rangga mengada - ngada.


" Kan kalau soal itu masih lama. Jadi ngak papa kan kalau gue kerja " Protes Tasya tidak terima.


" No.. no.. no.. Jangan pake kata lo gue. Sekarang harus pake kata aku, kamu " Ucap Rangga berbicara dengan gaya tubuh yang mirip dengan ucapannya seperti saat dirinya berkata aku, Rangga menunjuk dirinya sendiri. Dan saat menunjuk kamu, Rangga menunjuk Tasya.


Tasya tersenyum geli mendengar apa yang Rangga ucapkan. " Iya deh.. aku nurut " Ucap Tasya.


~ Berambung ~


Waw.. cinta manis mereka udah dimulai nih


Jadi tinggal nunggu wedding day aja.


Like nya om, tante


Komen nya kakak


Rate nya juga semuanya.


See u again, semuanya.