
Sore hari sekitar jam empat sesuai janji jenny ingin mengajak Tasya pergi jalan - jalan di hari libur mereka akhir nya memutuskan pergi untuk berlibur ke pantai untuk menikmati suasan sore dan melihat matahari tenggelam.
Pantai Senja . Semua orang yang sedang berlibur sangat ramai di pantai ini tak heran juga banyak para pedangang yang memilih untuk berdagang di pantai ini karena jumlah pengunjung yang sangat ramai di hari libur .
" Sya " Panggil jenny kepada Tasya yang sedang asik memfoto pantai .
" Iya , kenapa ? " Tanya nya dan beralih menghatap temannya itu .
" Maaf ya kalau selama ini gue jarang banget ngasih kabar sama lo bahkan untuk ngechat lo aja gue ngak sempat " Ucapnya sambil tersenyum bukan karena senang melainkan rasa bersalahnya selama ini jarang memberi kabar kepada temannya bahkan bisa di bilang sahabat.
Tasya yang mendengar ucapan dari mulut temannya itu langsung tersenyum . " Hmmm , ngak papa kok " sambil memengang bahu sebelah kanan jenny . " Gue tau kalau lo itu kan sibuk ngurus perusahaan keluarga lo " Ucapnya memberi pengertian dengan tulus.
Jenny juga yang mendengar penuturan dari mulut Tasya langsung tersenyum bukan karena senang bisa dimengerti oleh sahabatnya itu melainkan senyum karena rasa bersalahnya selama ini . Karena mereka dulu sebelum lulus kuliah selalu kemana - mana bersama bahkan tinggal di satu apartemen yang sama namun sekarang karena keadaan lah yang membuat mereka jauh dan tidak akrab seperti dulu lagi . " Makasi ya " Ucapnya lalu memeluk Tasya , dan mereka berdua saling berpelukan dalam diam sambil mengukir senyum diwajah masing - masing.
Senja yang begitu indah sudah nampak dilangit . Semua orang yang berada di pantai langsung mengabadikan momen yang indah secara alami itu menggunakan kamera ponsel mereka .
Detik demi detik berlalu sekarang langit tidak lagi menampakan senja nya melainkan langit sudah menampakan sisi gelap nya yang tertutupi awan . Cuaca pun sudah mulai dingin Tasya dan Jenny langsung memutuskan untuk pergi dari pantai tempat mereka saling melepas rindu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini mereka sudah didalam mobil .
Rambut yang tadi agak sedikit berantakan dikarenakan hembusan angin langsung dirapikan oleh Jenny di kaca gantung yang berada dalam mobilnya . " Lo mau kemana lagi sekarang ? " Tanya nya setelah merapikan sedikit rambutnya.
" Mending pulang aja deh , soalnya gue besok ada meeting pagi " Jawab Tasya .
Jenny langsung mengangguk mengerti dengan ucapan Tasya . " Okelah , Juga kan hari ini sudah cukup juga " Ucapnya sambil tersenyum.
Mobil pun pergi meninggalkan pantai yang tadi mereka kunjungi berdua . Tidak ada obrolan didalam mobil hanya ada suara musik yang berputar . Jenny sedang konsentrasi mengemudi sambil menyanyi kan lirik lagu yang sedang diputar sedangkan Tasya berbeda dengan Jenny , Tasya hanya diam sambil memandang ke arah luar jendela yang terbuka .
Jenny yang melihat itu langsung memberhentikan nyanyian nya pandangannya beralih ke wajah Tasya yang sendu melihat keluar jendela mobil entah sedang memikirkan apa . " Lo kenapa sya ? " Tanya nya sambil melihat ke arah depan.
Entah sedang memikirkan apa dirinya yang ditanya oleh sahabatnya itu hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Jenny .
" Tasya... " Panggilnya karena heran kepada perubahan mood yang dirasakan sahabatnya . Bukannya tadi dia merasa senang saat berada di pantai ? lalu kenapa sekarang dia memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Jenny ? .
Tasya yang mendengar itu langsung menghapus air mata yang sedikit mengalir dari pelupuk matanya dan langsung mengalihkan pandangannya kepada Jenny . " Iya jen kenapa ? " Tanya nya sambil tersenyum seolah menyembunyikan kesedihannya .
Jenny memilih untuk menepikan mobil nya kesebelah kiri jalan . " Lo kenapa ? " Tanya nya sambil menggenggam tangan Tasya .
Senyum itulah yang tergambar diwajahnya . " Enggak gue enggak papa kok " Jawabnya dengan santai.
Jenny yang mendengar penuturan itu merasa ada yang janggal pada diri Tasya karena dia melihat kalau mata Tasya sedang berbohong kepadanya namun dengan segera dia menghapus fikiran negatif yang terbayang difikiran nya . " Lo yakin ? " Tanya nya lagi agar lebih meyakinkan bahwa apa yang difikirkan nya itu salah.
Tasya mengangguk sebagai jawab ' iya gue ngak papa ' sambil memunculkan senyumnya untuk meyakinkan sahabatnya itu . " Iya jen ".
" Hmmm yaudah deh gue percaya " Ucapnya dan kemudian langsung menyalakan mesin mobilnya lagi . Mobil yang berwarna merah itu pergi meninggalkan bahu jalan yang sempat menjadi tempat pemberhentiannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya sampailah mereka didepan rumah Tasya .
"Gue duluan ya " Ucapnya dari dalam mobil .
" Iya " Ucapnya sambil tersenyum.
Mobil pun pergi meninggalkan area depan rumah Tasya dengan cepat . Tasya yang sedang mencari kunci di dalam tasnya langsung dikagetkan dengan orang yang tiba - tiba melempar batu berlapiskan kertas ke arahya .
Kekanan Kekiri Tasya melihat siapa orang yang sudah melempar batu kepadanya namun tidak ada satu orang pun yang dilihatnya . Karena rasa penasaran akhirnya Tasya mengambil batu yang dilempar tadi.
Dibukanya kertas yang melapisi batu itu , matanya melotot melihat tulisan yang dituliskan dikertas itu
' jauhi Rangga ' itu yang tertulis diatas kertas itu .
Dengan cepat dirinya merobek kertas yang berisikan ancaman kepada dirinya dan melempar batu itu kearah semak semak yang berada disebelah rumahnya . Betapa takutnya Tasya saat ini dengan cepat dirinya langsung membuka pintu dan masuk kedalam rumahnya dengan tergesa - gesa tidak lupa pula dirinya mengunci pintu .
Dikamar Tasya saat ini dirinya diam sambil menatap cermin rias didepannya . " Bunda , Ayah kalian kapan kesini .. Tasya takut " Gumamnya didalam hati sambil mengeluarkan air mata dari pelupuk matanya.
Ntah siapa yang sedang menerornya saat ini .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kolam berenang mansion utama.
Seorang pria sedang berenang dimalam yang berhawa dingin ini ntah sudah berapa lama dirinya berenang beberapa menit kemudian dirinya muncul keatas permukaan air kolam renang . " Hah " helanya karena lelah menahan nafas didalam air . Pria itu merapikan rambutnya yang bahas karena air kebelakang dan setelah itu matanya melihat seorang gadis yang sedang berdiri mematung melihat dirinya dengan wajah yang datar seperti biasa jika memandang dirinya seorang.
" Hai ! " Sapanya pada gadis yang melihatnya sambil tersenyum .
Tidak ada respon dari gadis itu malahan setelah disapa dirinya lansung pergi dan meninggalkan pria itu sendiri dari kolam renang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi pun tiba sesuai agenda Tasya hari ini bahwa dirinya akan ada meeting perusahaan yang biasa pada setiap bulan untuk melihat kinerja karyawan dan melihat pendapatan perusahaan pada bulan ini.
Tasya yang sedang asik menjelaskan presentasinya mengenai jumlah saham pada minggu ketiga dibulan ini tiba - tiba dirinya merasa pusing dan mual ingin muntah .
" Kenapa berhenti ? " Tanya Rangga karena tumben disaat sedang presentasi Tasya tiba - tiba menghentikan penjelasannya .
" Maaf pak saya harus ketoilet sebentar " Jawabnya lalu pergi meninggalkan ruang meeting seorang diri tanpa menunggu jawaban dari bosnya.
Rangga yang melihat itu langsung ikut juga izin ketoilet untuk menyusul Tasya dan rapat pun diserah kepada karyawan lain untuk menjelaskan dan dirinya digantikan oleh Reyhan yang juga berada disana .
Hoek .. hoek .. suara Tasya dari dalam kamar mandi Rangga yang mendengar itu hanya diam didepan pintu karena kalau pun masuk dirinya tidak berhak masuk kedalam sana karena itu adalah toilet perempuan akhirnya dirinya pun memutuskan untuk menunggu diluar .
" Gue kenapa sih ? " Tanya Tasya didalam hati sambil melihat cermin yang berada diatas washtafel .
Krek .. pintu pun terbuka Tasya yang sedang asik merapikan kemejanya tidak sadar kalau bosnya sudah berdiri disampingnya .
" Kamu kenapa ? " Tanya nya sambil memasukan tangannya kedalam saku celana kiri dan kanan dengan tampang yang dingin.
Tasya yang mendengar itu langsung memberhentikan aktivitasnya dan mengalihkan pandangan kearah suara yang menanyainya tadi . " Ba - bapak kenapa bisa disini ? " Tanya terkejud .
" Ngak boleh ya ? " Tanya nya lagi.
" Bukannya begitu pak , maksud saya .. siapa yang gantiin bapak meeting ? " Tanya Tasya dengan wajah yang terlihat sedikit pucat walau sudah diolesi make - up tipis seperti biasanya .
" Reyhan " Jawabnya singkat .
Tasya yang sudah mengetahui jawabannya langsung mengangguk mengerti dan pergi meninggalkan bosnya yang berada di belakangnya . Bukannya tidak sopan Tasya hanya malu saja nanti jika dirinya dilihat mengobrol berdua dilorong yang kelihatannya sepi.
" Tidak sopan sekali sih ! " Geram Rangga .
~ Bersambung ~