
Saat ini Winda dan Tasya sedang berjalan menuju rungan meeting. Awalnya tadi Tasya ingin keruangan meeting dengan Rangga tapi apa daya, pekerjaan yang menghalang.
" Cieee, yang sekarang sudah jadi pacarnya pak bos " Goda Winda sambil tersennyum jahil lalu menyenggol lengan Tasya dengan lengannya.
Tasya yang digoda seperti itu langsung tersenyum. " Apa sih mbak! " Balas Tasya sewot karena merasa malu.
" Baru berapa tahun sya? kayanya.. udah dua tahunan nih.. " Lanjut Winda menggoda.
" Astaga mbak. Baru satu bulan loh.. " Ralat Tasya histeris karena ucapan Winda tidak sesuai kenyataan.
Winda yang meendengar jawaban dari Tasya langsung manggut - manggut mengerti sambil tersenyum jahil. Tasya yang ditatap seperti oleh Winda langsung gelagapan. Takut - takut dikira bohong padahalkan jujur. " Serius mbak! " Ucap Tasya lalu jarinya diangkat dua seperti gaya sedang berfoto.
Winda terkekeh. " Iya, iya.. " Balas Winda sambil mengangguk dan menatap serius.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah lima menit berlalu, dan dari tadi sampai sekarang yang dilakukan Zergan adalah mengetuk - ngetuk meja dengan pulpen sambil menatap Arga, yang notabene nya adalah Tangan kanannya. Arga diam menatap Zergan datar namun dengan alis yang naik sebelah.
" Pak " Tegur Arga agar Zergan tidak lama melamun lagi.
Zergan yang mendengar Arga menegurnya langsung berdehem dan berdiri dari kursinya. " Ngapain lo kesini? " Tanya Zergan sewot.
" Kan, bapak yang suruh saya kesini " Jawab Arga.
Zergan langsung terkekeh seperti orang gila lalu setelah itu berdehem dan bersikap cool. " Oh iya - iya. Hemmm sorry tadi pikiran gue travelling " Ucap Zergan agar Arga tidak menganggapnya gila dan sinting. Dan dengan intonasi yang menjeda - jeda ucapannya sebentar.
" Foto - foto Tasya sama Rangga mana? " Tanya Zergan menatap sinis dan serius.
" Foto? saya belum cetak pak " Jawab Arga jujur.
Zergan mendengus kesal. " Sana pergi. Cetak fotonya! dari tadi gue suruh lo ngak denger! dasar budeg! " Ketus Zergan dan memerintahkan Arga pergi.
Demi rumput yang dimakan sapi! Arga sekarang berusaha tersenyum sopan dan menunduk kan badannya padahal jauh didalam hatinya Arga sangat kesal dengan temannya yang menjadi atasannya. Dan ya.. kapan Zergan suruh dia cetak foto? terus kapan juga Zergan nyuruh dari tadi! orang dari tadi Zergan diem melamun!. " Tasya nikah sama orang lain mati lo! " Ucap batin Arga yang menyumpahi Zergan.
Zergan memandang Arga lekat - lekat. " Ngapain lo masih disini? " tanya Zergan sinis.
" Baik pak, saya permisi " Ucap Arga lalu menunduk hormat. Setelah keluar dari ruangan Zergan, Arga memandang kesal pintu ruangan milik Zergan.
" Kayanya.. tu orang psikis nya keganggu deh " gumam Arga menatap kesal kearah pintu yang sudah tertutul rapat oleh nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Meeting sudah selesai beberapa menit yang lalu. Dan semua orang yang keluar dari ruangan meeting langsung kembali lagi keruangannya masing - masing. Dan untuk Winda dan Tasya, mereka berdua langsung berpisah jalan setelah meeting selesai.
" Duluan ya sya " Ucap Winda pamit dan dijawab iya oleh Tasya.
Dan kini sekarang Rangga dan Tasya sedang berada didalam lift berdua. Tasya merasa mood nya hari ini sedang tidak enak dan sejak masuk kedalam lift Tasya hanya diam dan sesekali menatap Rangga dengan tatapan kesal.
" Kenapa sih? aku ganteng ya " Tanya dan goda Rangga untuk membuat si mbak pacar ketawa. Tapi sayang sih.. gagal. Ahahaha.
" Najis! ganteng dari mana nya! lebih gantengan aja bang Varo " Ketus Tasya menjawab tidak suka lalu memanyunkan bibirnya.
" Kok gitu sih! gini - gini ya.. pacar kamu juga banyak yang naksir " Ucap Rangga yang sombong.
" Bodo amat! " Jawab Tasya singkat dan ketus. Ngak tau gitu kayanya sih.. hawa - hawa nya hari ini Tasya ribut terus sama Rangga.
Ting.. pintu lift pun terbuka. Tasya dengan langkah cepat mendahului Rangga keluar. Dirinya tidak peduli, dengan Rangga yang dari tadi berusaha baik kepada dirinya.
Tasya membuka pintu ruangan dengan kasar lalu menutupnya dengan keras. Sampai - sampi Rangga yang masih tertinggal dilur terkejut dengan tingkah pacar nya itu. Rangga mengelus dadanya. " Bisa - bisa jantungan gue " Ucap Rangga.
Saat Rangga sudah masuk kedalam ruangannya dengan langkah santai dirinya berjalan keruangan Tasya. Dirinya tau bahwa pacar nya yang aduhai itu sedang kehilangan mood baiknya.
" Aku masuk ya.. " Izin Rangga lalu langsung membuka pintu dan masuk kedalam ruangan Tasya. Yang pertama kali Rangga lihat bukanlah Tasya yang sedang kerja melainkan Tasyang sedang menaruh kepalanya dilipatan tangannya.
" Ngapain sih? " Tanya Tasya tidak suka kalau Rangga masuk kedalam ruangan.
" Kenapa lemes gitu? " Tanya Rangga yang bukan malah menjawab pertanyaan Tasya. Kemudian Rangga berjongkok didepan Tasya dan mengelus pipinya.
" Kalau capek bilang. Mau liburan? ayo.. besok kita bisa liburan " Ajak dan ucap Rangga yang begitu perhatian.
Tasya sangat menikmati elusan jari jempol Rangga dipipinya. Tasya memejamkan matanya sebentar, lalu mengubah posisinya menghadap Rangga yang berjongkok didepannya. " Mau liburan ngak? Ke raja ampat yuk! " Tawar dan ajak Rangga.
Tasya menggeleng sambil tersenyum. Sumpah Tasya saat ini malas sekali berbicara. " Terus mau apa? Dari tadi lemes terus " Ujar Rangga sekaligus bertanya. Kurang perhatian apa tuh..
" Aku main kerumah kamu boleh? " Tanya Tasya yang seperti nya rindu dengan calon mertuanya. Apalagi papa Adi yang suka bercanda.
" Boleh dong " Jawab Rangga bersemangat sambil tersenyum.
" Kapan mau kerumah? " Lanjut Rangga lagi bertanya.
" Sekarang mau? " Tanya Tasya yang belum menjawab pertanyaan Rangga.
Rangga menjawab dengan anggukan sambil tersenyum. Tasya menjulurkan tangannya kearah Rangga. " Bagunin " Rengek Tasya dengan nada manja lalu tersenyum manis.
Rangga tersenyum lalu terkekeh. " Manja banget sihh... " Ucap Rangga lalu membantu Tasya berdiri dengan menggapai jari jemari Tasya. Nikah ayo nikah!.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Zergan saat ini sedang kesal sekelas kesalnya. Sampai - sampai foto Tasya dan Rangga yang sedang makan direstoran diremas sampai berbentuk bola berukuran kecil. Tadi setelah foto itu diantar oleh Arga dan Zergan melihatnya, Zergan langsung mengumpat dan menyalahkan Arga. Kan.. kesian Arga nya ngan salah apa - apa.
" Kok bisa sih mereka pacaran?! " Gumam Zergan sebal bertanya kepada dirinya sendiri.
" Ini ngak bisa didiemin! " Tegas Zergan lalu menekan tombol interkom dan menyuruh Arga masuk kedalam ruangan nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suara mesin mobil terdengar oleh papa Adi yang sedang menyiram tanaman siang hari ini di taman samping rumah.
Tasya dan Rangga langsung keluar dari dalam mobil secara bersamaan dan meninggalkan supir untuk memarkirkan mobil di garasi.
" Ayo " Ucap Rangga sambil mengandeng tangan Tasya.
Mereke berdua langsung masuk kedalam rumah tanpa memberi salam, percuma juga kalau mereka memberi salam toh juha ngak akan didenger. Secara kan, rumah nya Rangga gede kaya museum.
Mama Erina yang baru saja diberitahu oleh pelayan bahwa Tasya dan Rangga datang, langsung datang dengan tergopoh - gopoh dengaan apron yang masih dipakai.
" Asataga... kok ngak bilang sih.. kalau mau dateng! " Pekik Mamma Erina histeris karena calon menantunya datang bersama anak tertuanya. Tasua tersenyum kearah mama Erina tapi berbeda dengan Rangga yang memasang ekspresi malu, karena mamanya itu heboh.
Sementara dari arah pintu depan terlihat papa Adi yang baru saja selesai dari acara berkebunnya. " Tumben pulang nya cepet. Bukaannya tadi mau lembur? " Tanya papa Adi sambil berjalan kearah tiga orang yang sedang berkumpul itu.
Tasya yang melihat papa Adi datang menghampiri mereka, langsung menyalamj tangan papa Adi. Aduh.. calon menantu yang baik.
~ Bersambung ~