
" Ini gue " Ucap pria itu lalu Tasya membuka matanya dan alangkah terkejutnya dirinya pria itu bukanlah penculik melainkan Zergan.
" Zergan " Kata Tasya. Kemudian Zergan membalas dengan senyuman.
" Lo jalan? Tumben ngak naik mobil atau ojek online " Ujar Zergan heran.
" Ah iya tadi, Gue dianter sama abang. Tapi.. gara - gara mobilnya mogok jadinya gue jalan kaki untuk pulang " Ujar Tasya jujur memberitau yang sebenarnya.
" Mau gue anter pulang? " Tanya Zergan. Tasya nampak berfikir untuk menolak atau menerima tawaran teman masa SMA nya itu.
" ZERGAN! " panggil seorang pria paruh baya dengan tongkat ditangan kanannya. Zergan menoleh kearah pria paruh baya itu yang sedang berdiri disamping mobil miliknya.
" Kita kesana yuk. Ngak enak gue ninggalin lo disini " Kata Zergan lalu Tasya langsung mengangguk setuju karena dirinya merasa kalau ada seseorang yang mengintainya dari tadi. Dan Mereka langsung berjalan kearah pria paruh baya itu.
Sementara Varo yang dari tadi memperhatikan kejadian itu tak henti - henti nya ketawa, sampai - sampai air matanya keluar. " Ayo jalankan mobilnya. Yang ada saya malah kentut karena kebanyakan ketawa " Perintah Varo kepada supir yang menjadi anak buahnya.
Anak buahnya yang menjadi supir langsung tancap gas karena mendengar perintah bosnya. Memang apa yang dikatakan bosnya benar kalau Varo memiliki kebiasaan kentut kalau kebanyakan tertawa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kenalin dad ini Tasya " Ucap Zergan mengenalkan Tasya kepada daddynya.
" Tasya om " Kata Tasya lalu mengulurkan tangan nya sambil tersenyum ramah dan disambut hangat oleh daddy Zergan yang juga menyauti uluran tangan Tasya.
" Kamu mau pulang bareng papa ngk? " Tanya pria paruh baya itu.
" Memangnya ibu mana? " Tanya Zergan yang menanyakan dimana ibunya.
Kaca mobil turun secara perlahan " Sayang ibu disini " Ucap wanita paruh baya itu dari dalam mobil sambil melambaikan tangannya dan melempar senyum ramahnya kepada Tasya.
Tasya juga tersenyum ramah kepada ibu Zergan. " Zergan ngak bareng daddy sama ibu deh. Soalnya kasian Tasya pulang jalan ngak ada yang anter " Ujar Zergan dengan tujuan meminta izin.
" Yaudah boleh. Hati - hati ya " Ucap pria paruh baya itu lalu masuk kedalam mobilnya.
" Ibu sama daddy juga hati - hati " Ucap Zergan, lalu daddy Zergan menyuruh supirnya menjalankan mobil.
Zergan memang memiliki agama yang bertolak belakang dari Tasya yang notabene nya beragama islam sementara Zergan dan keluarganya menganut agama kristen katolik.
Tasya dan Zergan sudah berada didalam mobil dari tadi percakapan ringan terus dilakukan. " Memangnya setiap hari minggu aja ya lo kegereja? " Tanya Tasya.
" Iya, tapi.. kadang juga kalau ada keluarga yang nikah gue kesana " Jawab Zergan dan Tasya mengerti mengangguk - anggukan kepalanya.
Mobil Zergan sudah berada didepan rumah Tasya. Tak terasa waktu yang hanya lima belas menit untuk mengobrol didalam mobil sudah harus terhenti karena Tasya harus masuk kedalam rumahnya. Dan Zergan yang sempat ditawari untuk masuk langsung menolak dengan alasan ada kerjaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dua minggu kemudian.
Dari insiden beberapa minggu yang lalu tempat Keyla dan Natalie sudah dipisahkan karena kalau misalkan ditaruh ditempat yang sama kemungkinan akan terjadi lagi hal yang dapat merugikan mereka.
Suasana kantor RJA Group saat ini sedang sibuk - sibuknya. Entah ini sebuah kebetulan atau hanya kemungkinan, RJA Group mendapat banyak sekali investor dari luar negeri atau pun luar kota.
Sehingga Tasya sampai kesusahan untuk mencatat nama perusahaan apa saja yang menjadi investor baru di RJA Group. Tasya melihat jam tangannya yang menunjukan pukul sepuluh pagi.
" Baru jam sepuluh aja sudah bikin capek " Gumam Tasya lalu menyeka keringatnya menggunakan tisue yang berada dimeja kerjanya.
Padahal ruangan yang ditempati oleh dirinya itu ber-AC tapi suasana pagi ini panas sekali. Mungkin karena dirinya banyak mondar - mandir turun lift dan naik lift untuk mengambil berkas - berkas diruangan yang berada dilantai bawah.
Tasya meminum air botol nya. Dan langsung beranjak dari kursinya kemudian berjalan kearah ruangan bosnya. " Pak, sekarang jadwal kita untuk kunjungan keproyek danau cosmos " Kata Tasya memberitau bosnya.
Rangga mengangguk dan merapikan berkasnya lalu beralih merapikan kemeja nya yang mengkerut kemudian mengambil jas yang tergantung dikursi lalu memakainya.
" Ayo " Ucap Rangga berjalan lebih dulu dan Tasya langsung mengekorinya dari belakang.
Beberapa menit perjalanan menuju proyek danau cosmos, akhirnya mereka sudah sampai disana. Rangga langsung turun dari mobilnya dan berjalan menemui mandor proyek.
" Pak Rangga, wahh akhirnya kita bertemu " Ucap mandor proyek itu berbicara formal. Dan saling berjabat tangan.
" Bagaimana? apa semuanya lancar? " Tanya Rangga kepada mandor itu.
Dari kejauhan Tasya datang sambil memgang dua helm proyek ditangannya. " Maaf pak, bapak lupa pake ini " Ujar Tasya lalu memberikan helm proyek itu kepada Rangga.
Rangga menerima dengan anggukan dan senyuman. Tiba - tiba anggin kencang bertiup sehingga debu - debu berterbangan tak lupa juga rambut Tasya yang belum dikuncir kuda ikut berterbangan.
Debu - debu itu masuk kemata Tasya sehingga membuat matanya kelilipan. Tasya mengucek - ngucek matanya. Rangga yang melihat itu langsung memegang tangan Tasya dan meniup mata Tasya yang kelilipan.
" Aduhh.. aduh.. pak " Ucap Tasya ketika Rangga meniup matanya.
Setelah Rangga selesai meniup matanya Tasya mengedipkan kedua matanya. " Gimana? sudah ngak perih lagi? " Tanya Rangga.
" Iya pak sudah normal lagi kok " Ucap Tasya lalu tersenyum kepada Rangga dan dibalas senyuman juga oleh Rangga.
" Mari pak kita lanjut untuk melihat - lihat " Ucap mandor itu lalu dibalas anggukan oleh Rangga.
Tasya yang masih menguncir rambutnya ditinggal ditempat oleh Rangga. Dirinya tidak mau lagi rambut panjangnya berterbangan sehingga menjadi kusut. Helm proyek sudah dipasangnya tapi matanya tidak sengaja menatap kuli bangunan yang sedang membawa dua ember.
" Bukannya itu Fahri. Tapi.. kenapa bisa disini? terus.. kenapa jadi kuli bangunan? " Tanya Tasya kepada dirinya sendiri sambil melihat Fahri yang sedang menuangkan air dari emeber yang dibawanya kepasir dan semen.
Rangga yang kehilangan jejak Tasya langsung celingak - celinguk melihat kesegala arah. Dikiranya Tasya tadi mengikuti dirinya dari belakang, tapi ternyata tidak. " Dimana dia? " Tanya Rangga kepada dirinya sendiri.
Rangga mengambil ponselnya yang berada dikanting jas lalu menghubungi Tasya. Tasya yang merasakan ponselnya bergetar langsung mengambilnya dari kantong blazer.
Terlihat nama Rangga disana. " Aduh... pasti gue dicariin " Ucap Tasya lalu memasukan ponselnya kembali kedalam kantong blazer dan segera menyusul bosnya yang terlihat sedang berdiri jauh disamping alat pengecoran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jam makan siang telah datang. Tasya dan Rangga baru saja pulang dari tempat proyek danau cosmos.
" Kita berhenti direstoran atau caffe dekat sini aja pak " Perintah Rangga terhadap supirnya.
" Baik tuan " Jawab supirnya.
Tasya yang dari hanya diam memikirkan kejadian ditempat proyek membuat Rangga bingung. " Kamu kenapa? " Tanya Rangga sambil memegang pundak Tasya.
Lamunan Tasya buyar seketika. " Aaa.. apa pak? " Tanya Tasya.
" Kamu kenapa? " Tanya Rangga mengulangi pertanyaan nya.
" Ah enggak.. enggak apa - apa kok " Jawab Tasya lalu tersenyum.
Rangga menganguk mengiyakan. " Aneh.. " Ucap batin Rangga.
~ Bersambung ~