
" Tapi kan pak ini sudah - " Ucapannya langsung terhenti seketika .
" Diemin aja digerebek sama warga biar kamunya ngak ngoceh - ngoceh lagi ! " Tandasnya karena dari tadi sudah muak mendengar segala ocehan dari Tasya .
" Apa !! . Bapak rela digrebek sama warga !! " Kejutnya dengan ucapan si bos yang tidak habis fikir .
" Kalau iya kenapa ? marah ? atau malah suka hah? " Tanya nya tanpa berfikir terlebih dahulu dan asik melihat ponselnya dari tadi.
" Tamu datang bukannya malah disiapin minuman gitu . Inimalah ditanya - tanya kamu kira saya penjahat apa ! " Ketus nya lagi sambil menaikan kedua alisnya dan mengerutkan keningnya .
" Ya bapak sih yang- " Ucapannya terputus saat akan mau protes dikarenakan Ucapan bos nya .
" Yang yang yang.. sana buatkan saya minuman ! " Perintahnya yang sudah tidak dapat diganggu gugat lagi.
Tasya yang mendengar itu hanya mendengus kesal karena kalau mau melawan lagi pasti bosnya yang akan menang dan pergi dari ruang tamu menuju dapur untuk membuatkan minuman.
Sesampainya di dapur Tasya langsung mengacak rambutnya karena bingung harus melakukan apa untuk mengusir bos nya itu . " Hah... Gila ya tu orang ! ngak tau jam berapa sekarang malah maen masuk kerumah orang ! tanpa permisi lagi !! " Tekannya pada akhir kalimat .
Karena merasa tenggorokannya haus Tasya menuangkan air minum yang berada di samping dan meminumnya sampai habis setelah itu tiba - tiba muncul diotak kecilnya bahwa ada rencana yang sudah dipersiapkannya.
Tasya menuangkan lima sendok gula kedalam gelas yang sudah terisi oleh air panas dan teh yang akan diaduk . " Oke lo liat aja nanti lo bakal diabetes gara gara ini " Sambil tersenyum licik karena mungkin rencana nya ini bakal berhasil membuat bos nya pergi dengan cara yang halus.
Setelah selesai membuat minuman untuk bosnya Tasya segera keluar dari dapur sambil membawa nampan yang diatasnya ditaruh minuman teh hangat yang dibuatnya sangat manis seperti permen .
" Maaf menunggu lama pak . Silakan dinikmati tehnya " Sambil menaruh teh diatas meja dan tersenyum tanpa dosa .
Rangga yang melihat perubahan raut muka diwajah Tasya langsung bertanya . " Ngapain kamu senyum - senyum begitu " Tanya nya dengan heran.
" Kan senyum itu ibadah pak " Jawabnya dengan santai seolah tidak akan ada yang terjadi berikutnya . " Silakan diminum tehnya pak " Ucap nya mempersilahkan bos nya meminum teh buatannya masih dengan senyum yang terukir di wajahnya.
Rangga yang mendengar itu langsung meminum teh yang berada di cangkir itu tanpa rasa curiga sedikit pun . Byurrr semburan teh hangat langsung keluar dari mulutnya . Baju kaos yang dipakinya pun terlihat basah sedikit karena semburan dari mulutnya. Dengan tatapan elang nya Rangga yang melihat Tasya menahan tawanya namun masih dengan raut wajah yang tersenyum bahagia karena rencana mungkin akan berhasil.
Dengan posisi berdiri dan berkacak pinggang Rangga memprotes Tasya . " Kamu mau bikin saya diabetes !! " ketusnya dengan nada marah .
" Diabetes ? " Ucapnya berpura - pura seperti orang bodoh . " Diabetes itu apa ya pak ? nama hewan bukan si ? " Ucapnya sambil berfikir dan menjadi orang yang bodoh dihadapan bosnya.
Rangga geram mendengar jawaban dari sekertaris nya itu yang tiba - tiba bersikap bodoh didepannya saat ini . "Akhhhh.. !! " Geramnya sambil menggaruk - garuk rambutnya . " Kamu ini gimana sih ! kuliah sampai S2 tapi diabetes aja ngak tau !! " Hardiknya kepada Tasya . Tasya yang mendengar itu malah mengelengkan kepalanya . Bodoh - bodoh sekali dirinya kali ini.
Kesal semakin kesal dirinya dibuat oleh sekertaris nya itu. " Memangnya diabetes itu apa pak ? " Tanya Tasya kemudian seolah menjadi anak TK yang tidak mengerti apa - apa.
Rangga semakin kesal dengan peetanyaan itu ia memijat - mijat keningnya karena terasa pusing akibat ulah sekertaris nya . " Diabetes itu penyakit !! " Bentaknya .
Tasya yang mendengar itu langsung mengangguk - anggukan kepalanya . Sekarang dirinya sudah mengerti apa yang dimaksud dengan diabetes. " Oh penyakit ternyata , saya kira nama hewan hehe " Tertawa renyah layaknya orang yang tidak berdosa .
Tasya yang melihat itu langsung bersorak sorak gembira karena telah berhasil membuat bos nya itu pergi . Sungguh lega rasanya Tasya menghadapi bosnya dengan mudah apalagi kali ini rencana nya cukup bagus untuk menyelesaikan masalah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat ini Tasya sudah dikamar dan sudah membereskan minuman yang rasanya manis sekali . Sepanjang menaiki anak tangga dia tidak henti - hentinya tertawa geli atas sikapnya yang pura - pura bodoh .
" Akh... akhirnya gue bisa lanjut tidur lagi " Lega sekali rasanya sudah berhasil mengerjai bosnya. " Kapok dah tu si bos datang kerumah gue " Ucapnya lagi sambil memandang langit - langit kamarnya yang sudah gelap.
Tidur yang Tasya rasakan pada malam harinya sangat nyenyak dan alhasil paginya kali ini sangat bersemangat dan indah . Tasya duduk dipinggiran kasur didekat nakasnya ia mengecek ponselnya dan melihat sekarang sudah jam lima lebih dengan cepatnya dia mengambil handuk dan mandi agar dirinya lebih segar .
Dua puluh menit berlalu Tasya langsung keluar dari kamar mandi dan bersiap - siap memakai pakainnya serta make up yang tipis karena dirinya tau kalau hari ini dia akan pergi jalan - jalan bersama teman lama nya jenny . Ah rindu sekali rasanya bertemu jenny karena satu tahun belakangan ini mereka sibuk dengan urusan masing - masing jangankan untuk ketemu untuk telponan atau mengirimi saja jarang hanya satu atau empat kali saja selebihnya mereka putus komunikasi.
" Beli bubur aja kali ya ? " Pikirnya karena tidak tau mau makan apa sepagi ini mau masak tapi sayangnya isi kulkas sudah habis kalaupun nungguin tukang sayur datangnya nanti jam delapan jadi Tasya memutuskan untuk membeli bubur di depan kompelk perumahannya . Sekalian olahraga pagi gitu.
Karena cuaca dipagi hari berembun dan dingin jadi Tasya keluar menggunakan blezer rajut untuk melindungi tubuhnya dari embun pagi . Semua sudah siap Tasya langsung pergi berjalan membeli bubur sendirian.
Tidak sepi memang suasana dikomplek perumahan Tasya saat ini semua tetangga sudah bangun dan melakukan aktivitas pagi di hari libur seperti olahraga pagi , menyiram tanaman , atau bahkan mengobrol dengan tetangga yang lain.
Para pemuda yang tadi malam melihat Tasya dan Rangga sontak langsung menyapa Tasya . " Kak Tasya " Ucap nya menyapa . Tasya memang cukup kenal dengan orang - orang disekitar komplek nya maka tidak jarang ada orang yang menyapanya kalau bertemu didalam area komplek atau diluar seperti saat dijalan.
Tasy yang mendengar nama nya dipanggil langsung memberhentikan langkahnya . " Hai Arka " Ucap Tasya membalas sapaan dari Arka nama salah satu pemuda itu sambil tersenyum ramah.
" Hati - hati ya kak " Ucapnya kemudian.
" Iya " Jawabnya dan langsung melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti .
Para warga nampak ramai terlihat membeli bubur bukannya hanya dari komplek nya saja ada juga yang dari kompelk lain . " Bang bubur kacang hijaunya satu ya " Ucapnya memberitau pesanannya.
" Oke ditunggu " Jawabnya.
Hanya menunggu satu menit saja bubur yang dipesannya sudah jadi . Tidak hanya membeli bubur saja Tasya juga membeli beberapa jajanan pasar yang dijual disana dengan harga yang sangat murah .
" Makasi ya bang ini uangnya " Sambil memberikan uang pas sepuluh ribuan .
" Terimakasi mba " Jawabnya Sambil tersenyum ramah.
~ Bersambung ~
Tahap revisi jadi jangan heran kalau ada yang berubah di chapter selanjutnya .
Like , komen , and Vote