
Author balik... yuhuuu, nikmati ceritanya like kalau suka, komen sepuas - puasnya, rate bintang lima, vote kalau masi ada vote nya.
📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓
Author harap kalian enjoy saat membaca novel ini.
📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BRAKKK....
Zergan tersungkur kebawah saat mendapatkan tinjuan dipipi kirinya. Rangga? Iya! dia lah yang meninju Zergan sampai tersungkur kelantai. Darah segar mengalir dibibir nya.
Tasya yang melihat itu terkejut bukan kepalang sama hal nya dengan karyawan yang menyaksikan itu. Segera Tasya menolong Zergan yang masih diam terseungkur dilantai.
" Pak!! " Kata Tasya sambil melihat tidak suka terhadap bosnya.
Zergan memegang sudut bibirnya yang menguluarkan darah, sakit? tentu! siapa yang tidak sakit bila dipukuli seperti itu apalagi sampai sudut bagian bawah bibirnya berdarah.
" Ngapain kamu tolongin orang br*ngs*k kaya dia?! " Tanya Rangga dengan nada bicara yang marah.
Zergan yang tidak terima dikatan breksek oleh Rangga segera menarik kerah kemeja yang Rangga gunakan. " Maksud lo apa hah! " Tanya Zergan dengan tangan yang semakin kencang menggenggam kemeja milik Rangga.
" Benerkan gue, kalau lo itu laki - laki yang br*ngs*k! " Ucap Rangga lagi mengngulangi kata kotor nya.
BUGH..
Tangan yang tidak bisa ditahan oleh Zergan langsung melayang menghampiri pipi Rangga. Jelas, sama hal nya dengan Zergan tadi. Rangga langsung tersungkur kebawah.
" Stop!! " Teriak Tasya yang melihat bos nya tersungkur kelantai.
Rangga langsung bangkit dan memukul kembali pipi Zergan, darah semakin banyak mengalir dari sudut bibir Zergan. Namun kali ini Zergan tidak tersungkur kembali kelantai, Zergan menggerakkan rahangnya yang sakit karena ulah Rangga.
" B*jing*n lo! , ngapain waktu itu lo perkosa dia? " Tanya Rangga dengan nada bicara yang sangat marah, degup jantungnya menggebu - gebu karena kemarahan yang dihadapinya saat ini.
Tasya yang mendengar bosnya berkata seperti itu langsung bertanya karena dirinya tidak mengerti kemana arah bicara bosnya saat ini. " Maksud bapak? " kata Tasya dengan raut wajah yang bingung.
Rangga tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh Tasya. Sekarang dirinya benar - benar sedang marah dan menatap Zergan dengan tatapan yang membunuh.
Zergan tersenyum meremahkan ucapan Rangga. " Lo salah selama ini! " Ucap Zergan memperbaiki apa yang diucapkan oleh Rangga. " Lo fikir gue bakal lakuin hal itu keorang yang gue suka? " Kata Zergan beralih menatap Tasya.
Semua orang terkejut bukan kepalang. Para karyawan yang berkumpul berbisik - bisik. " Gila, masa iya pak Zergan suka sama Tasya " Kata karyawan itu.
" Heh, lo kaya ngak tau Tasya aja " Sindir karyawan itu sambil menatap Tasya dengan tatapan benci sebenci bencinya. Meta, ya itu adalah nama karyawan yang berkata seperti itu
" Emang Tasya kenapa? " Tanya karyawan yang lain ikut bergabung diacara bergosip dua karyawan tadi.
Dengan gayanya yang menyilangkan tangan meta berbicara. " Gue kasi tau ya, sebenarnya Tasya itu wanita penghibur! " Ucap Meta membeberkan fakta yang belum jelas kepastiannya.
Karyawan yang lainnya kaget begitu mendengar apa yang diucapkan oleh Meta barusan. " Usstt.. usstt, udah diem jangan ngomong yang enggak - enggak " Saut Winda yang tak sengaja ikut mendengar ucapan Meta.
" Emang bener kok ! " Jawab Meta nyolot dan memberikan tatapn tidak suka terhadap Winda.
Winda malas menanggapi omongan kacang, yang baru saja dikatakan oleh Meta. " Terserah lo aja mau bilang apa, tapi gue ngak percaya! " Tegas Winda diakhir kalimatnya.
" Cih, nanti gue kasi liat buktinya! " Balas Meta tak kalah sengit dari Winda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ruangan CEO RJA Group.
Rangga dan Zergan sedang duduk disofa singgle yang panjang. Aura perkelahian mereka telah hilang namun sekarang telah berganti menjadi aura saling benci dan memusuhi.
Tasya yang baru saja datang sambil membawa sekotak P3K langsung duduk dikursi kayu milik ruangannya yang kini berada didepan kedua insan yang sedang memancarkan aura tidak enak.
" Maaf mbak saya terlambat " Ucap sekertaris Zergan yang baru datang.
" Ngapain lo kesini? " Tanya Zergan yang melihat sekertaris nya datang.
" Tadi, saya disuruh sama mbak itu pak " Jawab sekertaris Zergan menunjuk Tasya menggunakan jempolnya.
Zergan tidak mau menanyakan apa - apa lagi. " Duduk dulu mas " Ucap Tasya mempersilahkan sekertaris Zergan duduk disamping kursi lain disebelahnya.
Tasya memberikan satu betadin dan satu kapas ketangan sekertaris Zergan. Saat sekertaris Zergan ingin mengobati Zergan, Zergan menepis tangan sekertaris nya. " Mau ngapain lo! " Tanya Zergan nyolot.
" Obatin pak Zergan " Jawab sekertaris Zergan.
" Idih, jijik gue! mending Tasya yang obatin gue! " Kata Zergan sambil melihat Tasya yang sedang mengobati Rangga.
Tasya hanya diam tidak menjawab, dirinya malah terus mengobati Rangga dengan pelan - pelan. Rangga yang melihat itu merasa kasian sekaligus senang. " Auu.. auu.. sakit " Ucap Rangga ber-ekting memanas - manasi Zergan.
Bukannya tidak sopan Tasya mengobati Rangga melainkan ini adalah peraturan dikontraknya yang berbunyi ' Bila bos sedang sakit atau terluka dikantor maka sekertaris yang akan mengobatinya, dan bila sekertaris tidak mau mematuhinya gaji selama dua tahun tidak akan diberikan ' . Itulah bunyi peraturan kontrak yang baru diperbarui oleh perusahaan tempat Tasya bekerja.
Awalnya Tasya tidak setuju dan tidak mau ada peraturan ini. Tapi yang namanya peraturan harus tetap dilaksanakan dan ditaati. " Ma- maaf pak, saya kurang hati - hati " Ucap Tasya.
Zergan yang melihat itu langsung mengumpat didalam hatinya. " Sialan, beraninya sibule Korea manas - manasin gue!. " Umpat batin Zergan.
Rangga hanya senyum - senyum saja begitu melihat ekpresi Zergan dan Tasya. Dirinya berhasil mengelabui Tasya yang khawatir saat dirinya pura - pura kesakitan. " Makanya pelan - pelan " Ucap Rangga berbicara menjadi Rangga yang mempunyai sifat dingin.
Zergan berdiri dari duduknya. " Mendingan gue balik! males gue liat akting orang gila disini! " Sindir Zergan.
Lalu pergi meninggalkan ruangan CEO RJA Group diikuti dengan sekertaris dari belakang.
Tasya yang melihat Zergan pergi dengan sekertaris nya hanya diam dan tidak berbicara. Sementara Rangga berteriak riang gembira dan melantunkan yel - yel sorak sorai dalam hatinya sambil senyum.
" Pak, udah ngak sakit ya pipinya? " Tanya Tasya yang melihat Rangga senyum entah kesambet apa. Karena ini baru pertamanya Tasya melihat bosnya senyum layaknya anak TK yang senang akan libur sekolah.
Rangga berdehem menetralkan keadaan agar ektingnya yang tadi tidak kelihatan bohong. " Ya ya sudah " Jawab Rangga. " Sana kamu lanjut kerja " Suru Rangga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi yang awalnya membuat Tasya tersenyum kini sudah menghilangkan senyumnya karena lelah bekerja seharian belum lagi insiden dipagi hari yang membuatnya repot sekaligus kaget.
Dengan badan yang lelah Tasya berjalan keatas menaiki anak tangga yang jumlahnya banyak. " Loh, udah pulang nak? " Tanya bunda Tasya yang baru dari dapur sambil membawa nampan berisikan teh untuk suaminya.
" Iya bund " Jawab Tasya sambil menaiki anak tangga tampa melihat bundanya.
Bunda Tasya mengernyitkan dahinya, karena tumben Tasya bersikap seperti ini. " Udah biarin aja, mungkin kelelahan " Ucap Ayah Tasya yang melihat istrinya bingung.
Bunda Tasya hanya mengangguk sebagai jawaban.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kink senja telah dikalahkan oleh bulan dan bintang langit yang bewarna oren kemerah - merahan telah hilang digantikan oleh langit bewarna hitam. Angin malam terasa dan masuk sampai kekamar Tasya.
Tring..
Suara notifikasi yang masuk dari nomor yang tidak dikenal ke ponsel Tasya.
Krekk.. terdengar suara pintu kamar mandi yang baru dibuka dari dalam. Terlihat keluar perempuan bernama Anastasya Amanda. Sambil menguap dirinya berjalan kearah tempat tidur.
" Siapa sih yang ngechat? " Tanya Tasya melihat ponselnya.
" Hai cantik, udah malem aja ni. Gimana tadi kerjanya? capek ngak? kalau capek tidur ya. Good night! " Itulah isi pesan yang dikirim dari nomor yang tidak dikenal.
Tasya merasa jijik dengan kalimat yang digunakan sipengirim pesan. Menurutnya kalimat itu sangat melebih - lebihkan dan terlalu hiperbola.
" Iyek, jijik gue " Ucap Tasya.
~ Bersambung ~
Kemarin author dibuat tremor sama kalian. Notifikasi yang masuk ada seratus dan itu dari kalian yang udah like sama komen karya author.
Dan setelah author liat ternyata positif semua komennya. Wahhhh!! makasi ya. Karena menulis itu tidak gampang dan semua author apabila dilike atau dikomen dengaan positif pasi senang.
Ya, wallau ngak seberapa sama pengahasilan author yang baru berada dilevel tiga. Huhu syedih.
Yaudah besok ketemu tapi ngak tau kapan. Karena sekarang daring sedang mengejar auhtor.
Tetep laksanain 5M ya. Karena kesadaran ada diri kita untuk membuat Indonesia bebas dari Covid 19
📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓📓