
Waktu makan siang telah datang. Kini saatnya Keyla beristirahat diruangan yang khusus unuk dirinya sendiri.
" Nih.. makanan lo " Ucap Kenan sembari menaruh seplastik makanan dimeja yang berwarna putih itu.
" Makasi.. kakak ku tersayang " Ucap Keyla sambil tersenyum imut. Dan hal itu dapat membuat Kenan menaikan sedikit bibirnya karena jijik.
" Mami mana? " Tanya Kenan yang dari tadi tidak melihat maminya.
" Ada kok, tapi tadi katanya mau terima telpon diluar " Kata Keyla menjawab sambil tangannya membuka kotak makanan. Kenan hanya mengangguk sebagai jawaban. Menu makanan Keyla siang ini tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah juga, hanya satu kotak pizza beserta tiga burger yang akan dimakan juga nanti oleh kakaknya dan juga maminya.
Pintu ruangan Keyla dibuka oleh maminya. " Kenan, kamu tunggu papi kamu diluar ya. Tadi ditelpon dia bilang mau kesini " Ucap Mami Keyla memberitau Kenan agar menunggu papinya diluar.
Keyla dan Kenan yang tengah asik memakan pizza langsung berhenti memakan pizza itu setelah mendengar akan ada papi mereka datang kesini. Kenan dan Keyla saling bertatapan, kemudian setelah itu Kenan beranjak dari duduknya dan pergi melangkah keluar sesuai dengan apa yang maminya suruh.
Mami Keyla mendekati anak perempuannya, tangannya menyentuh pundak putih Keyla yang terlihat sebab baju untuk pemotretan Keyla dibilang cukup seksi. " Sayang.. papi kamu mau ngomong sama kamu. Ngak papa kan? " Tanya maminya.
Keyla menatap maminya sebentar kemudian tersenyum. " Iya mi Keyla ngak papa kok " Ucap Keyla. Menurut Keyla masalah dengan papinya harus diselesaikan secepat mungkin agar hidup Keyla tidak menjadi berat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Restoran.
Kini didalam restoran terlihat ada Tasya dan Varo yang sedang menikmati makan siang. " Minggu depan ajarin gue lagi " Ucap Tasya lalu memakan spageti nya.
Varo yang sedang minum langsung tersedak dan menggeleng cepat. " Enggak.. enggak. Kalau mau belajar jangan sama gue, nanti yang ada dahi gue lebam gara - gara kejedug didasbor mobil " Ucap Varo membantah karena takut wajah tampannya dihiasi warna unggu gelap.
Bagaimana tidak takut. Tadi saat dirinya sedang mengajari Tasya mobil sewaan yang dipakai oleh mereka untuk latihan ingin menabrak tembok. Tapi untung saja kemalangan dan kesialan itu tidak terjadi karena Varo bertindak cepat menginjak rem.
" Pelit banget sih! " Cibir Tasya tidak suka.
" Diemin aja gue pelit. Dari pada gue harus dirawat dirumah sakit semingguan " Ucap Varo ketus.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini Keyla dan papinya sedang berbicara berdua didalam ruangan pribadi khusus Keyla. Sedangkan mami dan kakaknya menunggu diluar sambil menikmati pizza dan burger.
" Kira - kira papi mau ngomong apa ya mi? " Tanya Kenan penasaran dengan mulutnya yang masih mengunyah burger.
" Jangan ngomong kalau lagi makan. Ken.. " Tegur maaminya tidak suka melihat anak laki - laki nya bersikap seperti itu.
Kemudian Kenan meneguk sebotol air putih. Lalu tersenyum. " Maaf mi " ucap Kenan lalu tersenyum bersalah.
Didalam suasana masi sepi tidak ada yang berbicara. Tak lama papi Keyla berdehem. " Key, kemarin calon mertua kamu dateng kerumah. Katanya sih.. mau ngomongin tentang pernikahan kamu " Jelas Papi Keyla yang Sebenarnya hanya basa - basi semata. Sebab bukan itu tujuan utama nya datang jauh - jauh ketempat pemotretan Keyla.
" Oh ya, jadi.. omongan Ferel kemarin malem bener " Jelas Keyla sekaligus kaget. Karena dirinya berfikir omongan Ferel kemarin sekedar bercanda saja agar dirinya tidak ngambek dengan Ferel.
" Iya. Kira - kira kapan kalian mau menikah. Terus.. kapan mau pulang kerumah sama mami? " Tanya papi nya sekaligus mengutarakan keinginannya untuk berbaikan dengan anak dan istrinya.
Keyla terdiam sebentar sambil menatap pizza yang belum dimakan sepenuhnya. " Keyla mau nya cepet pi. Tapi, Keyla ngak mau pulang kerumah kalau papi belum maafin Keyla " Ujar Keyla dengan nada sendu.
Papi Keyla yang mendengar kata - kata itu tersenyum kemudian merangkul anaknya. " Keyla sayang, papi sudah maafin kamu " Ucap papi Keyla.
" Tapi,.. kenapa pas malam itu papi tampar Keyla? " Tanya Keyla sendu masih tidak mengalihkan pandangannya kearah wajah papinya.
" Pada saat itu, papi kecewa sama kamu. Papi minta maaf ya? " Ujar Papi Keyla lalu mengusap rambut yang sudah diberi hair spray. Keyla mengangguk didalam rangkulan papinya lalu memeluk erat papinya.
Akhirnya permasalahan keluarga ini telah selesai. Hanya berawal dari kesalah semuanya bisa dimaafkan.
Duh... Keyla sama Ferel bakal cepetan nikah nih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aroma sejuk pagi sudah mulai dirasakan oleh Keyla saat ini. Sekarang masih jam tiga malam sementara di Madrid sekarang masih jam delapan malam. Sungguh perbedaan waktu yang cukup banyak.
Suara rigtone ponselnya yang membuat dirinya terbangun ditengah lelapnya tidur. Ferel kekasihnya yang menelpon. " Hmm apa? " Ucap Keyla dengan suara khas bangun tidurnya. Matanya terlalu malas untuk terbuka sehingga sekarang matanya masih terpejam dan badannya masih setia memeluk guling.
Suara speaker panggilan telpon digunakan oleh Keyla. dirinya terlalu malas untuk memegang ponsel dan menempelkan nya ditelinga. " Aku ganggu ya? " Tanya Ferel diseberang sana.
" Ganggu sih, tapi ngak papa yang penting aku bisa denger suara kamu " Gombal Keyla lalu menyungingkan bibir nya tersenyum, tapi tetap matanya masih terpejam.
Ferel terkekeh begitu mendengar apa yang diucapkan oleh Keyla barusan. " Oh gitu, sudah pinter gombal ya sekarang.. " Goda Ferel. Dan Keyla hanya menanggapinya dengan tertawa.
Mami Keyla yang lewat didepan kamar Keyla setelah mengambil minum didapur mendengar suara putrinya yang sedang mengobrol. Dibukanya pintu kamar Keyla lalu dinyalakan lampu agar bisa melihat anaknya itu sedang berbicara dengan siapa.
Keyla yang merasakan kamarnya menerang langsung bangun dari tidurnya. " Mami ngapain? " Tanya Keyla yang melihat maminya sedang berdiri didepan kamarnya dengan tangan kanan yang memegang segelas air putih.
" Lagi ngomong sama siapa kamu? " Tanya maminya sambil berjalan kearah kasur Keyla dan setelah itu duduk disamping anaknya sembari meletakkan gelas disamping ponsel Keyla.
" Sama Fer- " Jawaban Keyla terputus saat suara Ferel terdengar diponselnya.
" Kayak suara mami. Emangnya mami tidur sama kamu sayang? " Tanya Ferel diseberang sana.
Sebelum Keyla menjawab maminya sudah mengambil ponsel Keyla terlebih dahulu. " Enggak, mami cuma penasaran aja kalau Keyla lagi ngomong sama siapa " Ucap mami Keyla yang menjawab pertanyaan Ferel.
" Oh gitu. Mami kenapa ngak tidur? " Tanya Ferel sebagai calon menantu yang baik.
Keyla yang duduk sambil bersandar pada papan tempat tidur hanya bisa diam melihat interaksi maminya dengan tunangannya melalui telpon. " Tadi mami kedapur ambil air minum. Tapi, eh.. malah denger suara Keyla " Jawab mami Keyla. Dan setelah itu ponsel yang tadi dipegang oleh mami Keyla langsung diberikan kepada pemiliknya.
" Mami balik kekamar ya " Ucap mami Keyla lalu mengambil air putihnya yang tadi ditaruh dinakas. Keyla menjawab dengan anggukan kepala.
Setelah dilihat pintu kamarnya ditutup oleh maminya Keyla berjalan kearah sakelar lampu dan mematikan lampu kamarnya. Keyla adalah tipe perempuan yang tidak suka lampu kamarnya menyala saat sedang tidur atau sedang menelpon dengan seseorang.
" Mami besok mau nitip oleh - oleh apa?. Biar Ferel bawain dari Madrid " Tanya Ferel kepada mami Keyla yang jelas - jelas sudah berada didalam kamarnya. Memang tadi saat mami Keyla memberitau Keyla bahwa dirinya ingin balik kekamar suara kecil. Jadi Ferel tidak mendengar nya.
Keyla yang mendengar pertanyaan dari mulut Ferel langsung tersenyum untu menahan tawanya. " Ini aku sayang. Mami baru aja balik kekamarnya " Jelas Keyla. Lalu duduk bersender diatas tempat tidur.
" Oh.. aku kirain mami ada disana " Balas Ferel.
Hah.. cinta manis mereka secepat nanti akan membawa mereka kedalam kehidupan yang namanya rumah tangga. Duh... bentar lagi ya.. tanggal maennya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
RJA Group.
Tasya yang baru saja datang kekantor langsung dipanggil oleh salah satu pegawai resepsionis. Pegawai resepsionis itu memberikan Tasya satu buket bunga berukuran besar.
" Ini sya, tadi ada tukang bunga yang nganter. Katanya untuk kamu " Ujar pegawai resepsionis itu.
Tasya mengambil buket bunga itu, dan melihat bunga mawar merah serta putih yang menjadi isi didalam buket bunga. Bunga mawar putih dan merah itu terlihat asli dan segar bahkan ada aromanya.
" Dari siapa? ada nama pengirimnya ngak? " Tanya Tasya yang bingung.
" Ngak ada sih.. yang nganterin bunga nya juga ngak tau nama orang yang mesen " Ujar pegawai resepsionis.
" Oh.. gitu " Tasya menganggu - anggukan kepalanya. " Makasi ya kalau gitu.. " Lanjut Tasya sambil tersenyum lalu berjalan kearah ruangannya dilantai lima sambil membawa buket bunga itu.
" Siapa sih yang kirim? " Gumam Tasya sambil berjalan dan kemudian mencium aroma mawar itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sekarang jam sudah menunjukan setengah sembilan pagi. Kegiatan bekerja di RJA Group sudah dimulai tiga puluh menit yang lalu.
Masih sama seperti agenda yang kemarin - kemarin, Tasya dan Rangga akan pergi keproyek danau comos walaupun dibilang ya... masih terlalu pagi.
" Rangga " Panggil Tasya yang sedang duduk disamping Rangga.
Rangga yang sedang memperbaiki dasinya langsung menoleh kearah Tasya. " Apa? " Tanya Rangga.
" Elu ya yang kasi gue buket bunga? " Tanya Tasya serius.
Rangga yang ditanya seperti itu mengerutkan keningnya. " Enggak. Gue ngak pernah kasi lu buket bunga. Kalau perhiasan sih.. pernah " Ujar Rangga mengatakan yang sebenarnya.
Tasya mengerutkan keningnya. " Kalau gitu siapa dong.. yang kasi gue buket bunga? " Tanya Tasya kepada Rangga.
Rangga mengedikan bahunya. " Ya mana gue tau " Jawab Rangga. Sekarang hubungan antara mereka bedua seperti teman saat sedang berdua sedangkan nanti saat bertemu dengan clayen atau pegawai lain mereka akan seperti layaknya bos dan karyawan.
" Pacar lo kali yang ngirim " Ujar Rangga sambil menatap Tasya.
" Gue mana punya pacar.. " Saut Tasya.
Rangga kemudian tersenyum. " Bagus deh... berarti besok kalu kita nikah, kita bakalan adem ayem... romantis - romantis gitu " Ujar Rangga dengan senyum yang merekah diwajahnya. Sungguh menikah dengan Tasya adalah cita - cita nya yang kedua setelah menjadi bos perusahaan besar seAsia.
" Gue jawab aja belum. Gimana mau nikah! " Ketus Tasya lalu merubah pandangannya kedepan.
" Makanya dijawab sekarang dong... biar cepet! " Ucap Rangga bersemangat. Tasya hanya bisa melengos dan diam menatap kedepan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aroma masakan khas mami Keyla sudah tercium jelas sampai kelantai dua dimana tempat Keyla berada. Sekarang Keyla sedang berada dikamarnya duduk sambil membaca agenda kerjanya besok.
Hari ini adalah hari libur Keyla, karena memang sekarang tidak ada job untuk dirinya menjadi model. Keyla langsung turun kelantai bawah, dirinya berjalan masul kedapur.
Dari belakang Keyla memeluk maminya. Mami Keyla terkejut karena ada tangan yang melingkar diperut memeluknya " Mami masak apa? enak banget rupanya! " Ucap Keyla sambil melihat masakan makinya yang masih didalam wajan.
" Makanan yang kamu suka. Biasa key, tumis daging sapi " Ujar mami Keyla.
" Wih.. enak nih kayanya. Keyla bantu masak, boleh? " Tanya Keyla sambil tersenyum senang dan sudah berada disamping maminya.
" Boleh banget dong.. ayo bantuin mami siapin peralatan makan " Suruh mami Keyla. Karena kalau soal makanan semuanya telah jadi dan sekarang hanya peralatan makan saja yang belum ada dimeja makan.
" Siap mami.. " Ucap Keyla lalu berjalan kearah rak ping dan mengambil peralatan makan apa saja yang diperlukan.
" Piring nya empat ya key. Soalnya papi sama kakak kamu mau makan disini " Suruh mami Keyla sambil manaruy tumis danging sapi dipiring.
" Oke.. " Jawab Keyla.
Semua peralatan untuk makan sudah ditaruh rapi oleh Keyla diatas meja. Sekarang tinggal menunggu papi dan kakanya saja.
Tok.. tok..
Terdengar suara pintu yang diketok dari luar. Keyla dengan semangatnya berjalan keluar untuk membuka pintu. " Papi..!! " Teriak Keyla dan langsung memeluk papinya sementara Kenan yang berada disamping papinya hanya bisa diam dan memandang Keyla lebay.
" Hey.. hey.. papi baru dateng langsung dipeluk aja " Ujar papi Keyla yang kaget dengan perlakuan anak perempunya. Keyla melepas pelukannya kemudian tersenyum cerah seperti suana hatinya pagi ini.
Kenan berdecih. " Papi doang yang dipeluk. Terus.. gue ngak gitu? " Kesal Kenan yang juga iri.
" Males.. lu kan bau ketek " Ejek Keyla. Sontak Kenan yang dikatakan seperti itu oleh Keyla memasang wajah kesal nya. Sementara papi Keyla yang berada ditengah anak - anaknya berusaha menahan tawanya.
" Ayo pi kita kedalem... " Ajak Keyla sambil bergelayut manja ditangan papinya. Memang disaat bersama papinya Keyla adalah anak yang manja bahkan bisa dibilang dekat dengan papinya. Tapi kalau Kenan berbeda dirinya malah lebih dekat dengaan maminya tapi tidak manja seperti adik perempuan nya itu, Keyla.
" Dasar Bocah..! " Kesal Kenan mengatai Keyla bocah. Bagaimana tidak kesal dirinya saja barusan dikatai bau ketek, kan padahal Kenan adalah pria yang harum sedunia.
Mami Keyla yang sedang menuangkan nasi dipiring melihat Keyla bergelayut manja ditangan suaminya tersenyum. Inilah yang ingin diraskan oleh mami Keyla bahwa kelurganya akan akur tanpa permasalah datang ditengah - tengah.
Mereka makan dimeja makan dengan penuh tawa, dan omongan yang membahas acara pernikahan Keyla. Semuanya yang berada dimeja makan terlihat asik saat sedang berbicara, tidak ada lagi suasana canggung saat makan di mall kemarin.
~ Bersmbung ~
Duh... udah 2010 kata nih...
Di like yah.. kalau bisa komen sama vote juga