
hai - hai balik nihh
kemarin ngk up selama empat hari karena ulangan, tapi sekarang kan hari sabtu trs besoknya libur jadinya bisa up.
Jangan bosen ya.. tanpa kalian aku ngak punya uang
Wkwkwk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disinilah Tasya dan Varo sekarang berada bersama seorang pria bertubuh tinggi dan atletis.
Didepan makam yang bertuliskan Alfahri Mahesa.
Dengan gaya tangan yang dimasukan kedalam kantong dan kaca mata hitam yang dipakainya pria itu berbicara. " Bukan soal berapa usianya.. tapi soal berapa pengorbanannya " Jelas pria itu memandang makam kakaknya.
Tasya yang mendengar itu hanya bisa berdiam sambil melihat nisan Fahri. Ternyata Fahri menghilang selama beberapa minggu ini karena sesuatu hal yang tidak pernah diduganya, bahkan tidak menyangkan bahwa Fahri sudah berada dialam lain.
Fahri meninggal bukan karena sakit tapi karena kecelakaan yang dialaminya. Itu semua murni kesengajaan yang dilakukan oleh karyawan yang bekerja diperusahaan kakaknya. Alasan karyawan itu menabrak Fahri karena dendam masa lalu.
Awal pertemuan Tasya diawalai dengan Fahri yang menjadi tukang ojek. Padahal dirinya bukan tukang ojek melainkan seorang dokter spesialis anak. Dan akhir pertemuan mereka dimana waktu Fahri datang sambil berlari kekantor ayahnya.
Sungguh takdir itu teka - teki yang tidak pernah bisa dipecahkan. Karena semuanya ada ditangan tuhan.
Setelah selesai menaburkan bunga dan menyiram makam semuanya beranjak untuk pulang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kak, ini kan bukan jalan untuk pulang kerumah " Ucap Keyla sambil melihat kekiri kanan melalui dalam mobil.
Kenan hanya diam dan duduk memainkan ponselnya karena dirinya masih tidak ingin memberitaukan perihal adiknya diusir dari rumah.
" Sayang.. ini kan bukan daerah rumah aku " Ucap Keyla mengandu keoada Ferel.
Ferel yang sudah mengetahui prihal masalah Keyla hanya bisa diam juga sama hal nya dengan Kenan. " Ihh.. kok kalian pada diem si " Ucap Keyla sebal.
Mobil sudah berhenti didepan rumah minimalis. Rumah itu terlihat kecil dengan tembok berwarna putih. Tidak ada lantai dua atau pun lantai tiga seperti rumah Keyla dan Kenan.
" Kak, Ini rumah siapa? " Tanya Keyla bingung dan melihat kesekitar.
" Kita masuk yuk " Ajak Ferel sambil merangkul pundak Keyla.
Saat mereka masuk kedalam mereka disambut oleh pemandangan ruang tamu yang minimalis. " Sebenarnya kita ngapain sih.. kesini " Ucap Keyla tidak mengerti.
" Kamu duduk dulu. Nanti kakak jelasin " Ujar Kenan. Keyla mengangguk dan langsung duduk disebelah Ferel.
" Maaf kalau sebelumnya kakak belum kasih tau kamu tentang ini " Bik geulis menaruh teh dan kopi yang sudah dibuatnya diatas meja. Bik geulis adalah orang yang menjaga rumah Keyla semenjak Keyla didepak paksa dari rumahnya.
" Saya kedapur dulu pak " Izin bik geulis kepada Kenan. Kenan mengangguk sebagai jawaban.
" Sekitar beberapa minggu yang lalu, Papi pindahin semua barang - barang kamu kesini " Kenan melepas jasnya dan menaruhnya disofa. " Sebenarnya sih.. rumah ini punya kamu, Papi yang beli buat kamu. Tapi.. kalau soal pekerjaan kakak ngak bisa nolong kamu " Lanjut Kenan jujur dengan keadaan sekarang.
" Terus.. perhiasan aku gimana kak? kalung, cincin, anting ada semua kan? " Tanya Keyla sambil berharap semua perhiyasannya juga ikut dibawa.
" Itu semua disita sama papa, padahal kakak sudah berusaha bujuk papi " Ucap Kenan jujur dengan kenyataan.
" Mami, kalau mami gimana? " Tanya Keyla penasaran.
Kenan menyeruput kopinya sebentar. " Kalau mami ngak setuju, malahan sampai nangis " Ujar Kenan. " Tapi mamai ngak lagi di Indonesia " Kata Kenan lagi.
Ferel hanya diam dan menjadi pendengar yang baik saja kali ini, namun soal masalah ini dirinya sudah tau karena tadi saat ingin menjemput Keyla, Kenan yang memberitahukan nya.
" Berarti mama lagi di Amerika dong " Tebak Keyla karena dirinya sudah mengira kalau maminya ingin pergi sejauh mungkin pasti maminya itu akan ke Amerika karena disitu lah tempat tantenya tinggal.
" Seperti yang kamu bilang. Mami lagi di Amerika. Dan.. besok mami pulang ke Indonesia " Ujar Kenan memberitau adiknya bahwa besok maminya akan pulang kembali ke Indonesia.
" Syukur deh.. oh ya, tadi maksud kakak kalau kakak ngak bisa nolongin aku buar cari kerja. Apa karena aku ngak ngerti? " Tanya Keyla lalu mengerutkan alisnya.
Keyla menghela nafas lelahnya. Dirinya sudah berandai - randai kalau keluar dari penjara semua kehidupannya akan seperti tuan putri yang dilayani oleh pelayan setia. Tapi ternyata dirinya salah, papinya sudah mengubahnya menjadi orang biasa yang harus terbiasa hidup menjadi kalangan bawah.
Bukan karena papinya membenci dirinya tapi papinya mengiginkan Keyla menjadi anak yang tidak manja agar besok setelah menikah dengan Ferel dirinya tidak merengek kalau seandainya kekurangan uang bulanan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Caffe.
Setelah selesai berkunjung kemakam Fahri. Mereka bertiga mampir sebentar kecaffe karena mereka akan mengobrol dulu.
Dimeja mereka sudah tersedia beberapa makanan dan minuman. " Beberapa minggu yang lalu saya melakukan kunjungan proyek danau cosmos. Saya melihat Fahri ada disana, apa memang bener itu Fahri? " Tanya Tasya untuk memecahkan satu teka - teki.
Lelaki yang bernama Gibran itu tersenyum lalu meminum dalgona coffe nya. " Iya bener. Saya sebenarnya ngak tau jalan pikiran kakak saya gimana. Dia itu sebenarnya dokter spesialis anak tapi.. kadang kerja serabutan. Contoh nya, kaya jadi tukang ojek, kuli bangunan, bahkan jadi pedangang nasi goreng juga pernah " Ujar Gibran sambil merekahkan senyumnya karena mengingat almarhum kakanya itu sangat lucu.
Tasya dan Varo yang mendengar itu pun ikut tersenyum. Memang Fahri adalah seorang yang lucu dan seseorang yang tidak bisa ditebak jalan pikirannya.
Tasya mengangguk mengerti sambil membentuk mulutnya bulat. Sekarang semua teka - teki telah terpecahkan, seluk - beluk almarhum Fahri sudah diketahui sekarang. Tasya hanya berharap semoga Fahri bahagia disana.
Yeayyy... satu masalah sudah selesei nihh gyss.
Tinggal cara author buat nyatuin Tasya sama Rangga aja terus Ferel sama Keyla nikah. Udah deh tamat.
Receh banget ya ceritanya ngak ada naik turun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu sudah hampir malam Ferel dan Kenan berpamitan kepada Keyla dan bik geulis.
" Aku pulang dulu ya, besok aku dateng kesini lagi " Ucap Ferel berpamitan sambil mengelus pipi Keyla.
" Iya " Balas Keyla sambil tersenyum.
Kenan pun bergantian berpamitan dengan Keyla. " Gue pulang dulu ya.. jangan nakal lo disini. Jangan takut juga si.. soalnya bik geulis bakal nginep disini " Pesan Kenan terhadap Keyla. Kadang Kenan dan Keyla berbicara dengan bahasa Formal kadang juga dengan bahasa lo, gue jadi labil.
" Hmm yaudah sana pulang " Balas Keyla.
" Gitu banget si.. kalau mau ngusir kakaknya yang tamvan inihhh.. " Ucap Kenan dengan bahasa yang dibuat - buat.
" Yaudah si.. emang niat nya begitu " Balas Keyla dengan sifat aslinya.
" Yaudah.. yaudah.. gue pulang " Ucap Kenan lalu mengelus kepala Keyla dengan lembut. " Bik, jagain Keyla ya " Pesan Kenan kepada bik geulis.
" Iya pak, saya akan jagain non Keyla " Ucap bik geulis dengan aksen sundanya. Kenan menangguk sambil tersenyum lalu pergi.
Ferel menjulurkan tangannya kedepan Keyla. Sontak saja Keyla bingung dengan kelakuan Ferel. " Mau ngapain? " Tanya Keyla.
Bik geulis yang melihat itu hanya bisa senyum - senyum sendiri. " Salim atuh non.. salim.. " Ucap bik geulis yang memperjelas keadaan.
" Oh, salim " Ucap Keyla sambil mengangguk lalu menyalim tangan Ferel, kemudian memasang senyum manisnya.
" Aku pulang dulu ya. Bik.. jagain calon istri saya, ya! " Ucap Ferel berpamitan lalu menyalim tangan bik geulis dan berjalan pergi kemobilnya yang dari stand bye menunggu dirinya. Bik geulis yang diperlakukan seperti itu hanya tercengang ternyata calon suami majikan nya kali ini berakhlah baik.
" Hati - hati! " Terik Keyla sambil melambaikan tangannya. Ferel pun menoleh sambil tersenyum kearah dua orang yang sedang berdiri melihat nya. Setelah itu Ferel melanjutkan lagi langkahnya.
Mobil Kenan dan Ferel pun sudah pergi meninggalkan rumah Keyla. " Masuk yuk bik. Dingin.. " Ajak Keyla.
" Hayu non " Balas bik geulis.
~ Bersambung ~
Sebenarnya episode ini sudah siap dari kemarin sih..
Tapi, karena kemarin ada yang urgent jadi dipending dulu dan sore ini baru selesai.
Komen, like and rate