My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
19



Malam harinya.


Saat ini Reyhan sedang beristirahat dikamarnya.


Dirinya mencari - cari buku novel terpopuler yang sedang hits sekarang disitus jual beli.


Jarinya mengklik buku novel yang menurutnya bagus. " Oke , tinggal nunggu kang paket " Ucap Reyhan yang sudah memesan buku novel sambil memeluk guling.


Mata Reyhan sudah mengantuk perlahan - lahan dirinya sudah terpejam dan tertidur sambil memeluk guling.


Suara langkah kaki sedang berlari menuju kamar Reyhan , tanpa mengetuk pintu dirinya masuk kedalam kamar Reyhan dan berteriak.


" Kak Reyhan..!! " Teriaknya.


Reyhan sangat malas untuk membuka matanya tapi karena mendengar suara Mia dirinya terbangun dari posisi tidurnya dan duduk diatas kasur.


" Hmm , apa ? " Tanya nya sambil menutup mata dan duduk diatas kasur.


" Ayo ikut Mia " Ucapnya sambil menarik tangan Reyhan. Reyhan sangat malas ingin bangun dari atas kasur , baru saja dirinya tertidur namun setelah itu dibangunkan oleh sura teriakn seorang wanita.


" Mau ngapain? , aku masi ngantuk " Ucapnya.


" Ayo ikut Mia " Ucapnya lagi menarik tangan Reyhan.


" Iya , tapi mau kemana ? " Tanya nya sambil melihat wajah Mia dengan matanya yang disipitkan.


" Ada monster dikamar Mia kak ! " Jawabnya.


Mata Reyhan yang tadinya sipit kini langsung melotot. " Mon - monster ? kok bisa ? " Tanya Reyhan bingung.


" Makanya ayo ikut Mia " Pintanya lagi. Dengan terpaksa dan menahan rasa ngantuknya Reyhan turun dari kasur dan melangkahkan kakinya kearah kamar Mia.


Dibukanya pintu kamar miliknya , Mia menunjuk kearah monster yang disebutnya tadi. " Itu disana " Ucap Mia.


Reyhan melihat kearah tangan Mia yang menunjuk. " Mana ? " Tanya Reyhan.


" Itu kak , liat tu dia lagi makan remahan biskuit " Ucapnya memberitau.


Matanya sibuk mencari monster yang ditunjuk Mia. " Mana sih ? , ngak keliatan ini " Ucap Mia.


" Ish.. itu lo kak " Ucapnya menunjuk dan membawa Reyhan sedikit dekat kearah monster yang sedang memakan remahan biskuit.


Matanya sudah menemukan apa yang dimaksud monster oleh Mia , dirinya menahan nafas dan mencoba untuk sabar. " Yaampun,... cuma gara - gara itu saja kamu sampai bangunin aku Mi " Ucapnya heran dan kesal karena tidurnya diganggu oleh Mia.


" Iya , ayo kak buang dia " Rengek Mia kepada Reyhan , dengan wajahnya yang sangat takut.


Monster kecil itu sudah selesai memakan semua remahan biskuit yang terjatuh , kink dirinya akan terbang entah kearah mana. " Aaa... !! " Teriak Mia saat monster kecil itu tebang dan menghadap kearahnya.


" Kak Reyhan tangkap cepat kecoaknya !!! " Ucap Mia takut dan naik keatas tempat tidur. Mia memeluk bantalnya karena takut terhadap kecoak.


Saat ini Reyhan masi berupaya menangkap kecoak yang dari tadi tidak bisa diam. " Sial.. bisa diam tidak sih " Kesalnya.


" Ayo kak.. " Ucap Mia yang melihat Reyhan masi berupaya menangkap kecoak yang dari tadi menolak untuk ditangkap.


" Iya sabar " Ucap Reyhan.


Mia menyadari kalau sekarang posisi kecoak itu sudah pindah kedekat dirinya , dengan cepat dirinya pindah dari posisi semula dan berlari kearah pintu kamarnya.


" Diam kecoak diam " Ucap Reyhan dalam hati karena kesal dirinya dipermainkan dengan seekor kecoak kecil.


Perlahan - lahan tangannya mulai akan mencapit antena yang ada dikocak , dan ya dapat . Cepat - cepat dirinya membawa seekor kecoak kedalam kamar mandi dan membuangnya ke kloset kamar mandi.


Setelah melihat kecoak kecil itu menghilang dirinya langsung mencuci tangan dan setelah itu keluar dari kamar mandi. Dilihatnya Mia yang masi diam mematung dibelakang pintu kamar nya.


" Kenapa kecoak bisa masuk kekamar kamu? " Tanya Reyhan.


" Ngak tau " Jawab Mia.


Reyhan geleng - geleng karena tidam habis fikir kalau kecok bisa masuk kedalam kamar Mia. " Yaudah awas aku mau keluar " Ucap Reyhan menyuruh Mia pergi dari belakang pintu kamarnya.


Reyhan sudah keluar dari kamar Mia tapi diikuti oleh Mia yang juga keluar dari kamarnya. " Kamu ngapain ikut keluar ? " Tanya Reyhan heran.


" Yaudah , aku duluan ya " Ucap Reyhan sambil tersenyum dan pergi melangkah kearah kamarnya karena merasa sangat ngantuk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi pun tiba suasana meja makan sangar baik seperti biasa. Kamar yang biasanya Mia tempati juga sudah dibersihkan oleh pelayan sekarang tidak akan ada lagi kecoak yang datang tiba - tiba kekamarnya sebagai monster kecil yang menakutkan. Babay kecoak.


" Sayang.. nanti siang ikut mama kebutik ya " Ucap mama Erina.


" Untuk ? " Tanya Mia.


" Untuk feeting baju pengantin. Oh ya rey kamu juga jangan lupa " Ucap mama Erina.


Reyhan mengangguk sebagai jawaban iya sambil memakan makanannya.


Siang pun tiba suasana didalam ruang ganti pakaian sedang ribut karena adanya adu argumen antara anak dan ibunya.


" Mama... Mia ngak mau pakai yang ini " Rengek Mia kepada mamanya.


" Ayolah sayang.. " bujuk mama Erina.


" Enggak ma,... yang lain aja ya.. " Pintanya.


" Kamu kenapa si? , ini bagus loh " Ujarnya sambil melihat lekukan indah tubuh anak nya yang sedang memakai gaun dari atas kebawah.


" Ish... yaudah terserah mama ! " Tegasnya karena sudah malas lama - lama berdebat lagi dengan mamanya mau sampai kapan pun tetap keputusan mamanya yang akan menang.


Reyhan yang baru saja datang melihat wajah Mia yang kelihatan cemberut sambil memainkan ponselnya di sofa butik.


" Kamu sudah selesai ? " Tanya Reyhan.


Mia melepaskan pandangannya dari ponsel nya dan menjawab Reyhan dengan anggukan kepala saja kemudian lanjut lagi memainkan ponselnya.


Reyhan yang dijawab seperti itu merasa bingung dengan sikap Mia , kan juga Mia sudah biasa seperti itu kepada dirinya . Karena tidak mau ambil pusing dirinya langsung masuk kedalam ruang ganti pakaian dan didalam sana sudah ada mama Erina yang menunggu beserta para pelayan toko yang membawakan beberapa jas.


" Kamu langsung aja ya.. cobain jas nya " Ucap mama Erina sambil tersenyum.


" Iya tante " Jawab Reyhan.


" Mari mas " Ucap pelayan mempersilahkan Reyhan untuk mecoba jas pilihan calon mama mertuanya.


Sudah setengah jam berlalu sejak Mia yang lebih dulu mencoba beberapa baju pengantin , akhirnya mereka semua sudah selesai untuk kegiatan siang hari ini dibutik . Mama Erina dan Mia kembali kemansion sedang Reyhan kembali kekantor Rangga karena masi ada pekerjaan disana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dua minggu berlalu.


Kini usia kandungan Mia sudah memasuki usia dua bulan , bayi yang dikandungnya pun sangat sehat. Setiap jadwal ke dokter kandungan Reyhan lah yang mengantarkan Mia pergi , sebenarnya ini adalah ide dari mama Erina agar mereka berdua semakin dekat dan Mia lama kelamaan akan ada perasaan kepada Reyhan.


Persiapan pernikahan pun sudah hampir seratus persen sempurna , Rangga yang sudah balik dari Korea Selatan seminggu yang lalu sangat senang karena besok adiknya akan menikah.


Ya memang waktu Rangga untuk menyelesaikan pekerjaan di korea sangat lama karena ada masalah diperusahaan nya yang berada dikorea yang semula tiga hari namun menjadi satu minggu.


" Kakak " Ucap Mia yang memeluk Rangga dari belakang.


" Hai " Ucap Reyhan terkejut karena adiknya ini datang kekantornya. " Ngapain kekantor kakak ? " Tanya Rangga sambil menangkup wajah adiknya yang sebentar lagi akan berpisah rumah darinya.


" Mau aja , sekalian nih " Mengangkat tempat makanan yang dibawanya.


" Waw.. bakal makan enak nih " Ucap Rangga melihat bekal makanan yang adiknya bawa.


" Iyadong , kan Mia sendiri yang masak " Ucap Mia menyombongkan dirinya.


Rangga tersenyum mendengar ucapan yang dari mulut adiknya.


Kebersamaan yang mereka lakukan dari dulu , besok akan hilang karena salah satu dari mereka memilih kehidupan baru bersama yang pilihan yang telah tuhan takdirkan.


~ Bersambung ~