My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
18



Waktu sudah akan magrib , ini saatnya Mia akan pergi menemui teman - temannya.


" Ma.. Mia sama kak Reyhan pergi dulu ya " Pamit Mia kepada mamanya yang sedang santai menonton sinetron sore kesayangannya di ruang tamu.


" Oke. Tapi jangan sampai kemalaman " Ucap mamanya.


" Ya ma , yaudah Mia pergi dulu. Assalamualaikum " Ucapnya berpamitan mencium tangan mamanya begitu juga dengan Reyhan yang berpamitan mencium tangan calon mama mertuanya.


" Jagain Mia " Pesan mama Erina kepada Reyhan. Reyhan menjawab dengan anggukan dan senyuman.


Mereka berdua sudah berada didalam mobil. Sabuk pengaman yang Mia kenakan sulit sekali untuk ditarik. " Kenapa susah sekali sih.. " Kesalnya sambil menarik - narik sabuk pengaman.


Reyhan yang melihat itu membantu Mia memasangkan sabuk pengaman. " Sudah " Ucap Reyhan sudah selesai memasangkan sabuk pengaman.


Mobil pun pergi meninggalkan mansion.


Setelah tiga puluh menit perjalanan mobil sampai ditujuan , Reyhan memakirkan mobil ditempar parkiran.


Mall. Ya disitulah tempat Mia akan bertemu dengan teman - temannya. " Kamu sudah bawa obat sama vitamin kan ? " Tanya Reyhan sambil berjalan.


" Sudah " Jawab Mia.


Restoran bernuansa jepang tempat Mia bertemu dengan teman - temannya. " Mia..! . Sini..! " Panggil temannya dari tempat duduk.


Mia melambaikan tangannya. " Haii..! " Ucap Mia. Reyhan dan Mia berjalan kearah meja tempat teman - teman Mia berada.


Reyhan tidak ikut duduk disana melainkan hanya Mia dan teman - temannya saja. Dari meja yang berada didekat meja Mia , Reyhan terus memperhatikan Mia sambil menunggu pesanannya.


" Maaf ya.. kalau lama " Ucap Mia.


" Iya.. ngak papa. Santai aja Mi " Jawab Temannya yang bernama Lesa.


" Oh ya.. BTW itu siapa ? " Tanya Nila temannya yang memiliki sifat kepo melebihi batasnya.


" Itu.. emm " Mia bingung harus menjawab apa , apakah dia harus memberitahukan kalau Reyhan adalah calon suaminya. " Bodyguard kok " Jawab Mia asal. Tanpa disadari Reyhan mendengar jawaban yang Mia berikan kepada kedua temannya.


Lesa dan Nila mengangguk mengerti sambil menjawab dengan kata " O " Tapi tidak ada suara.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Makanan dan minuman yang Reyhan pesan sudah datang. " Terimakasi " Ucap Reyhan kepada pelayan. Menu yang disediakan bukan lah menu Jepang tapi suasananya saja seperti restoran - restoran Jepang biasa.


Mia memakan makanan yang sudah ada dimeja makan sebelum dirinya datang. Entah mengapa dirinya tidak suka dengan makanan itu padahal sebenarnya itu adalah makanan favoritnya. Perutnya merasa mual ingin memuntahkan makanan yang baru saja masuk kedalam perutnya.


" Mia..! " Panggil Nila yang melihat Mia sudah lari terbirit- birit kearah toilet perempuan.


Reyhan yang melihat Mia lari dengan cepat menyusul Mia kearah toilet perempuan. " Mia kenapa les ? " Tanya Nila kepada Lesa. Lesa menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.


Mereka berdua melanjutkan makannya yang sempat terhenti karena melihat Mia berlari. Sesampainya Reyhan didepan toilet perempuan dirinya agak ragu antara mau masuk atau tidak kedalam.


Reyhan menghela nafasnya ketika akan masuk kedalam toilet perempuan. " Aaaa...!! " Teriak para perempuan yang sedang berada didalam toilet pada saat Reyhan masuk kedalam.


" Te-tenang.. sa-saya bukan orang yang kalian pikirkan " Ucap Reyhan terbata - bata karena gugup.


Mia yang masi sibuk mengeluarkan muntahnya tidak sadar kalau sedang ada keributan didalam toilet. Semua perempuan sudah keluar dari dalam toilet karena kehadiran Reyhan.


Reyhan yang sudah berada disampingnya memijit - mijit tengkuk leher Mia. " Tolong.. ambilkan tisu " Ucap Mia sambil mencuci kedua tangannya dan membasuh mulutnya.


Reyhan menyodorkan tisu toilet kepada Mia. " Ini " Ucap Reyhan memberikan tisu.


" Terimaka- , kak rey kenapa bisa disini? . Inikan toilet untuk perempuan " Ucap Mia sambil melihat ke belakang Reyhan.


" Cerita nya nanti aja.. ayo sekarang kita keluar " Ucap Reyhan yang malas berlama - lama didalam toilet perempuan.


Mia dan Reyhan sudah kekuar dari dalam toilet perempuan. Lega rasanya saat Reyhan sudah tidak berada didalam toilet yang bukan untuk dirinya. Coba saja kalau bukan karena menghawatirkan Mia dan calon bayinya , mana mungkin dirinya akan nekat seperti itu.


Mia langsung duduk dikursi meja makan. " Kenapa lo mi? " Tanya Nila kepo.


" Ah.. enggak , ini tadi cuma.. ngak enak aja makanannya " Jawab Mia sambil tersenyum agar tidak terlihat dirinya bohong.


" Oh.. kirain lo hamil " Ucap Nila tanpa memikirkan omongannya. Kakinya langsung diinjak oleh Lesa saat mengucapkan kata tersebut.


" Kenapa ? " Tanya Nila.


" Kalau ngomong itu difilter Nila..! " Geram Lesa sambil berbisik.


" Ya maaf " Jawab Nila sambil tersenyum kepada Lesa dan Mia. Lesa memutarkan bola matanya malas , dirinya langsung melanjutkan makannya.


Sudah selesai mereka mengobrol sambil menikmati makanan , Mia memesan makanan yang lain karena kalau terus dipaksa memakan itu yang ada dirinya bolak balik ke toilet setiap satu suapan.


" Dikitlah " Jawabnya sambil menyenderkan tubuhnya dikursi mobil.


" Yaudah kita pulang ya " Ucap Reyhan. Mia mengangguk kan kepalanya.


Mobil sudah pergi meninggalkan parkiran mall. Disela - sela perjalanan Mia teringat ingin menanyakan sesuatu kepada Reyhan. " Kak Reyhan gimana caranya bisa masuk kedalam toilet perempuan? " Tanya Mia sambil melihat Reyhan yang sibuk menyetir.


" Oh itu,.. caranya ya.. langsung masuk aja " Jawab Reyhan.


" Terus.. semua orang yang ada didalam toilet teriak? " Tanya Mia.


" Iya.. kecuali kamu " Jawab Reyhan.


" Terus... kak rey ngak diapa - apain sama mereka? " Tanya Mia penasaran.


" Di apain gimana.. Maksud nya? " Tanya Reyhan yang bingung akan maksud Mia.


Mia menutup matanya sebentar dan menghela nafasnya. " Ish.. kaya misalkan dipukulin gitu " Ucap Mia memperjelas.


" Ya ngak lah.. jugakan mereka cuma teriak aja " Jawab Reyhan. Mia mengangguk mendengar jawaban Reyhan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tin.. tin.. suara klakson mobil Reyhan yang akan memasuki gerbang mansion.


Satpam yang sedang duduk dipos jaga langsung berlari kearah gerbang. Dibukanya pintu gerbang mansion.


Mobil sudah berada digarasi , saat akan keluar dari mobil pandangannya melihat kearah Mia yang terlihat tertidur nyenyak. Dipandanginya wajah cantik calon istrinya , dirinya mengingat kembali akan tragedi yang membuat mereka akan menikah seminggu lagi.


Kalau bukan karena itu mana bisa cintanya selama ini terbalaskan. Digendongnya Mia dengan gaya bridal stayle.


" Kenapa dia berat sekali sih? , padahal tubuhnya kalau dilihat tidak terlalu berat " Ucapnya didalam hati.


Mama Erina dan papa Adi yang sedang duduk santai diruang tamu melihat Reyhan yang sedang menggendong Mia. Mereka berdua menganga.


" Mama , bisa bantu rey bukain pintu kamar Mia.. " Ucap Reyhan yang akan melangkah kan kakinya keatas tangga. Bayangin tuh berapa anak tangga yang dinaikin , ngak papa rey sekalian olahraga.


Mama Erina berdiri dari duduknya dan langsung berjalan kearah kamar anaknya untuk membukakan pintu. Papa Adi yang melihat Reyhan sedang mengagkat putri kesayangannya tersenyum , bukan karena tersenyum bangga tapi tersenyum karena melihat raut wajah Reyhan yang keberatan mengangkat Mia.


Apalagi sekarang Reyhan sedang berjalan melewati anak tangga. " Kasihan " Ucap papa Adi dalam hati.


Ditidurkannya Mia ditempat tidur. Reyhan merengangkan otot - ototnya yang lelah. " Huh.. ternyata ngangkat ibu hamil itu berat banget " Gumamnya dalam hati.


Mama Erina langsung kembali kebawah saat sudah melihat Reyhan meletakan Mia ditempat tidur. Dibukanya sepatu Mia beserta tas yang masi dipakai oleh Mia. Setelah itu dirinya keluar sambil menutup pintu kamar Mia dan kembali kekamarnya untuk istirahat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi pun tiba. Suasana kantor sudah ramai dengan karyawan yang datang untuk bekerja , kali ini Reyhan yang menggantikan Rangga untuk sementara .


" Tasya.. " Panggil Reyhan kepada Tasya yang sedang mencari berkas diruangan CEO.


" Iya pak " Jawab Tasya menoleh kearah Reyhan.


" Bagaimana cara laki-laki mengambil hati wanita? " Tanya Reyhan yang tiba-tiba. Tasya membelalakan matanya.


" Bukannya pak Reyhan akan menikah? , lalu hati siapa lagi yang akan diambilnya selain Mia? " Ucapnya heran didalam hati.


" Ha.. caranya,.. hmm.. " Tasya menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal , dirinya bingung harus menjawab apa. Karena sekarang tiba-tiba dirinya menjadi pakar cinta saja.


" Caranya,.. coba saja bapak terus perhatian sama dia. Mungkin.. perlahan - lahan hatinga bisa luluh " Jawab Tasya.


" Yah.. kalau cara itu sudah saya lakukan. Coba yang lain ? " Ucap Reyhan.


" Yang lain.. " Tasya berfikir. " Ha.. coba bapak kasi saja dia bunga atau coklat.. siapa tau suka " Ucap Tasya menjawab pertanyaan Reyhan.


" Dia orangnya ngak suka digituin.. " Ucap Reyhan.


Tasya bingung ingin menjawab apa lagi. Seketika otaknya menjadi buntu , padahal setiap hari dirinya menonton drama korea yang romantis.


Tasya menjentikan jarinya. " Hobi pacar bapak apa? " Tanya Tasya.


" Baca novel , nonton flim.. itu aja deh kayanya " Ucap Reyhan.


" Kalau begitu.. bapak belikan saja barang yang berkaitan dengan hobinya... " Jawab Tasya.


Reyhan nampak berfikir dengan jawaban yang Tasya berikan. " Okelah.. nanti saya coba " Ucap Reyhan. Tasya tersenyum dan menggangguk.


~ Bersambung ~