My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
56



Sebelum nya aku minta maaf sebagai author karena sudah empat hari ngak update. Karena kemarin author lagi sakit jadi ngak bisa update.


Tolong pengertian nya ya!. Dann tolong like atau ngak rate novel ini. Karena itu bisa buat Author jadi lebih semmangat update bahkan crazy up.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Varo membuang pandangannya.


" Ngak. ngak mau! " Tegas Varo sekali lagi.


Tasya berdesis tidak suka. Abangnya ini benar - benar keras kepala. " Yaudah si, ntar gue bilangin tante Fasya kalau anaknya ini... ngak mau maafin orang " Ancam Tasya lalu beranjak pergi dari caffe. Waktunya untuk berbicara dicaffe hanya buang kata - kata saja. Toh, juga tadi pas dirinya mengancam Varo hanya diam tidak peduli.


Varo hanya diam atas ancaman Tasya dirinya tidak bergeming sedikit pun atau melihat Tasya yang pergi meninggalkan dirinya sendirri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya. Malam hari ini sedang dingin sekali, karena hujan yang dari tadi sore turun membasahi bumi sampai kenatanah nya.


Tasya yang sedang berguling - guling dikasur menikmati hawa dingin dari hujan langsung terdiam dari aktivitas berguling - gulingnya. Suara notifikasi ponselnya yang membuat Tasya terdiam sebentar.


" Selamat malam Tasya. Gimana? ada jawaban dari Varo? " Tanya si pengirim pesan yaitu Ferel. Kemarin waktu dirinya akan pulang Ferel meminta nomer handphone Tasya dan hasilnya sekarang dirinya menanyakan kabar perkembangan jawaban Varo.


Tasya mendesis sebal. " Ini semua gara - gara bang toip! Kemarin gue ngancem dia ngak takut " Ucap Tasya sebal dan bermolog sendiri sambil melihat ponselnya.


" Maaf pak, kemarin saya sudah berbicara dengan abang saya. Tapi belum ada jawaban yang pasti " Balas Tasya berbohong padahal Varo jelas - jelas tidak mau mencabut tuntutan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi harinya. Dirumah kelurga Adimaja.


Rangga yang baru saja bangun dari tidurnya langsung berjalan uring - uringan kekamar mandi setelah mama Erina membangunkan dirinya. Beberapa hari ini Rangga menjadi seorang yang malas sekali bangun pagi karena setiap malam nya dirinya selalu lembur untuk mengejar target penghasilan perusahaan yang sebulannya haru mencapi lebih dari lima ratus juta.


Melelahkan memang, karena dirinya harus lembur sendiri ketika semua karyawan termasuk Tasya sekertaris nya tidak lembur. Syarat perusahaan nya yang harus mencapi target lima ratus juta sebulaan untuk menjadi perusahaan terbesar seAsia bukan lagi seAsia Tenggara.


Itu semua dilakukan karena papanya yang meminta untuk Rangga lebih menaikan penghasilan perusahaan dari hanya dua ratus juta sebulan menjadi lima ratus juta. Hmmm.. bayangkan bagaimana lelahnya Rangga yang kerja lembur bagai kuda.


" Ma.. Rangga ngak sarapan ya " Ujar Rangga lalu mencium pipi mamanya dan berjalan dengan langkah yang buru - buru.


Mama Erina yang melihat anaknya bertingkah seperti itu hanya geleng - geleng kepala saja. Papa Adi yang baru saja menuruni anak tangga dan melihat Rangga tergesa - gesa berjalan menyunggingkan senyumnya. " Semangat Rangga! " Ucap papa Adi menyemangati anak laki - lakinya dari atas tangga.


RJA Group.


Kantor baru saja sepuluh menit yang lalu buka. Baru ada OB saja disana, sementara karyawan belum ada yang datang. Mungkin.. masi dijalan.


Suara kendaraan yang lewat dikantor masih bisa terdengar dari dalam ruangan CEO yang jelas - jelas tingginya hampir menjumpai langit dan awan.


Rangga langsung mengambil berkas - berkas file diatas mejanya. Pintu ruangannya terbuka. " Selamat pagi pak " Sapa Tasya sambil memasang senyumnya.


" Pagi " Jawab Rangga sambil melihat berkas yang dipegangnya.


Sebelum Tasya memasuki ruangannya. Rangga meminta Tasya untuk membuatkan dirinya kopi. Dan Tasya langsung mengiyakan permintaan bosnya.


" Itu gue udah buatin kopinya " Ucap Tasya memberitau Rangga. Akan tetapi Rangga tidak menjawab ucapan Tasya.


Tiba - tiba saja tanpa ada izin terlebih dahulu Rangga menaruh kepalanya dipundak Tasya. " Eh.. ngapain sih " Ucap batin Tasya risih sambil melihat Rangga yang masih menaruh kepalanya dibahu kanannya


" Bentar aja. Sudah seminggu ini gue kurang tidur " Ucap Rangga masih diposisi nya dengan mata terpejam.


Sumpah demi spongebob yang sahabatan sama petrick. Jantung Tasya saat ini mulai tidak normal. " Ngak.. ngak mungkin gue ada riwayat sakit jantung! " Ucap batin Tasya sambil tangan kirinya yang merasakan degupan jantung yang sudah seperti kembang api meletus dilangit.


" Gila.. sih ini gue harus kedokter! " Ucap batinnya lagi.


Selang beberapa detik kemudian Rangga mengangkat kepalanya dari pundak kanan Tasya. Hah... adegan tadi sudah membuat Tasya ingin mati berdiri. Tidak ada kata yan diucapkan oleh Rangga setelah itu dirinya langsung duduk dikursinya dan meminum kopi yang baru dibuat oleh Tasya.


Tasya langsung menatap aneh terhadap Rangga yang bisa - bisanya santai gitu aja. Gila.. Bukan Maen!.


" Gila ya! gue yang udah hampir mati berdiri gara - gara jantung gue jedag jedug! tapi apa?.. dia malah santai aja gitu! " Ucap Batin Tasya yang kesal karena Rangga tidak bilang apa - apa setelah melakukan hal itu.


Karena Tasya sudah terlanjur kesal dengan sikap Rangga terhadap nya, Tasya berjalan kearah ruangaannya dengan langkah kaki yang dihentakkan. Bodolah! kalau Rangga mikir nya traveling.


Rangga yang mendengar suara hentak kaki begitu keras langsung melihat kearah Tasya. " Kenapa sih dia? " Tanya Rangga yang tidak peka dengan keadaan.


Sesampainya diruangan sekertaris RJA Group. Tasya langsung meminum air botolan yang dibawanya dari rumah. " Woahh! gini banget ya nasib gue. Mentang - mentang dia udah nembak gue dan malah ngebaperin dengan cara itu. Didengkul apa tuh otaknya! " Ucap Tasya kesal sambil melihat kearah Rangga yang sedang serius dengan berkas nya tidak lupa dengan gayanya yang menyilangkan tangan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bay the way kemarin Tasya sempat melihat Fahri yang sedang mengendarai motor ninja berwarna merah dilampu merah. Tapi, saat Tasya ingin menegurnya Fahri malah duluan tancap gas karena kebetulan waktu itu sudah lampu berwarna merah dan hujan.


Sambil mengetuk - ngetukkan polpen nya kemeja Tasya berfikir mengingat kejadian kemarin. " Hmm.. udah lebih berapa hari ya gue ngak ketemu sama Fahri. Dan juga.. kemarin gue telpon dia ngak angkat " Ucap Tasya bermonolog sambil pandangannya yang lurus kedepan.


Panggilan ditelepon kantor ruangannga berbunyi. " Ayo siap - siap kita meeting sekarang " Ajak Rangga yang tidak lain adalah bosnya.


" Oke. Ditunggu " Jawab Tasya dan langsung beranjak dari duduknya lalu pergi keruangan Rangga.


Diruangan meeting RJA Group sudah banyak para investor yang datang terlihat satu orang yang menarik untuk dilihat menurut Tasya.


" What! Apa! kok bisa? " Ucap Tasya tidak menyangkan sambil membelalakan matanya. Yang dilihatnya tadi ngak salah kan?.


Pria yang baru saja membuat Tasya terkejut sedang berbicara kepada sekertaris nya sambil berbisik. Kaca mata hitam yang belum dilepasnya tidak membuat Tasya pura - pura tidak tau siapa pria itu.


Ini apa lagi miskha?. " Jadi Fahri ternyata salah satu investor diperusahaan ini? Tapi kenapa pas gue cek berkasnya ngak ada nama Fahri? " Ucap batin Tasya bertanya karena dirinya tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini. Hahaha lucu menurutnya. Kenapa waktu sangat tepat sekali untuk menjelaskan kebingungan Tasya diruangan nya tadi?.


~ Bersambung tapi ngak tamat ~


I lop you semua untuk yang sudah klik Favorite di novel aku..


Nanti kita bertemu lagi dihari selanjutnya. Ceritanya kok receh sih? ihhh ngak bagus deh!.


Ye.. kan akoh amatiran ngak bisa buat konflik kaya role coster sama perahu naga