
Balik lagi setelah dua hari hilang dari noveltoon.
Yuhuuu, author harap kalian like ya, makasi.
Oh iya, mungkin episode kali ini bakal bahas tentang Keyla sama Ferel aja. Jadi.. dibawa enjoy.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya.
Hai matahari! sudah siapkah kamu menyambut dua insan yang dalam waktu beberapa jam lagi akan menjadi suami istri?
Iya, siapa lagi kalau bukan Keyla dan Ferel.
Cling..
Suara notifikasi masuk kedalam ponsel Ferel. Ferel yang sedang menyisir rambutnya dikaca melihat pesan itu, dirinya tersenyum bahwa calon istrinya yang mengirimkan pesan itu.
Setelah selesai berkaca dan menyisir rambutnya, Ferel mengambil ponselnya yang ditaruh diatas nakas kemudian dirinya berjalan membawa ponsel itu dan duduk di bangku rofftof kamarnya.
Ferel membuka aplikasi pesan itu. Ternyata Keyla mengirimkan dirinya satu buah foto. Ferel membuka foto itu setelah dirinya berhasil mengunduh nya.
Selang beberapa detik kemudian masuk lagi pesan dari Keyla.
Pesan itu berisi. " Itu kamu? " Tanya Keyla pada pesannya.
" ****! " Umpat Ferel sambil menggebrak meja.
Cling..
Lagi sekali masuk pesan dari Keyla. " Kalau bener, kita jangan lanjutin rencana pernikahan nya " Isi pesan Keyla, kemudian setelah itu Keyla terlihat tidak aktif.
Ferel mengepalkan kedua tangannya. Dirinya tidak habis fikir, dari mana Keyla mendapatkan foto itu. Dan lagi, Keyla meminta untuk tidak melanjutkan rencana pernikahan mereka. Yang benar saja!. Hanya menghitung jam dan menit mereka akan menikah! masa iya harus dibatalin.
Ferel mengambil kunci motor nya dan turun melalui lift apartemen nya. Iya, sekarang dirinya berada di apartemen setelah tadi malam mengantarkan seseorang yang dikenalnya.
Ferel terus memacu montot ninja berwarna merahnya memecah hiruk pikuk kota Jakarta di pagi hari. Walaupun hari ini hari sabtu, tapi kendaraan banyak melintas melewati jalan raya.
Sesampainya didepan rumah Keyla, Ferel langsung memasukan motornya karena kebetulan juga satpam yang berjaga belum menutup gerbang besar berwarna coklat itu. Tanpa babibu Ferel langsung masuk kedal rumah Keyla, tidak ada salam yang diucapkan.
" Aden!... " Panggil pak satpam yang bertugas karena kebetulan saat itu dirinya akan menutup gerbang, jadi mata nya menemukan ada Ferel disana.
Ting..
Pintu lift terbuka, sebelum dirinya masuk ternyata didalam lift itu akan keluar calon mertuanya, papi Keyla. " Ferel. Kamu ngapain kesini? " Tanya papi Keyla yang sudah keluar dari dalam lift.
" Ferel mau ketemu Keyla, pi " Jawab Ferel.
Dahi papi Keyla berkerut. " Loh.. bukannya tadi katanya dia mau jalan sama kamu? " Tanya papi Keyla bingung, sebab tadi Keyla beralasan seperti itu.
" Jalan? tapi.. Ferel ngak ngajak Keyla jalan pi " Jawab Ferel dengan bingung nya.
Oh iya, sekarang papi Keyla mengerti. Dirinya mengerti kalau anak nya dan calon mantu nya ini sedang memiliki masalah. Papi Keyla menghela nafas. " Coba kamu telpon. Papi mau bersihin kebun dulu, selesaikan masalahnya dengan tenang " Ujar papi Keyla, lalu menepuk pundak Ferel sebelum dirinya pergi.
Mati gue!, itulah dua kata yang terbesit dibenak Ferel.Dirinya mematung sebentar setelah mengetahui kalau sekarang calon mertuanya mengetahui permasalahan yang sedang dihadapinya dan Keyla. Bisa - bisa kalau masalah ini sampai ketelinga kedua orang tuanya termasuk mami Keyla, yang ada besok status Keyla dan Ferel bukan suami istri. Tapi apa? mantan!.
Dengan cepat Ferel berjalan kearah motornya sambil menempelkan ponsel nya ditelinga. Iya, sekarang dirinya sedang menelpon Keyla. Satu kali panggilan telepon lolos tidak terjawab.
Ferel semakin panik dirinya bingung, sekarang dimana ia harua mencari keberadaan Keyla. Ferel membalikan motornya, tapi sialnya gerbang malah tertutup. " Pak asep! bukain gerbang dong! " Teriak Ferel karena melihat pak asep sedang ngopi santai dan menonton televisi didalam post penjagaan nya.
Pak Asep yang mendengar Ferel bertetriak pun langsung bangun dari duduknya dan ngacir berlari untuk membuka gerbang. Setelah gerbang terbuka Ferel melajukan motornya, tanpa pamit. Saat ini pikiran nya hanya mengacu kepada satu nama yaitu, Keyla.
" Kemana Key, aku mau cari kamu? " Tanya Ferel bingung dengan wajahnya yang tertutup helm. Saat berjalan tiba - tiba ponsel yang berada didalam kantung celana jeans nya berdering. Ferel menghentikan laju motor nya akan tetapi mesin motornya masih menyala.
Satu nama yang terlihat diponselnya ' My mama tercinta ', lebay bukan guess si Ferelnya. Maklum lah anak mami. " Kamu pulang cepet! " Sarkas mama nya sebelum Ferel mengucapkan kata halo terlebih dahulu.
" Tapi ma, Fer- " Belum saja ucapan nya selesai tetapi malah lebih dulu mamanya memotong ucapannya.
" Pulang kakak! Pulang!. Mama sama papa nungguin kamu! " Terdengar dari suaranya nampaknya mama nya sedang marah dengan dirinya, apalagi sekarang dirinya ditunggu oleh papanya. Padahal papanya itu tidak begitu peduli dengan dirinya, melainkan papanya hanya peduli dengan adik perempuan nya yang kembar.
Ferel menghela nafasnya, dengan terpaksa dirinya harus menuruti apa yang disuruh oleh mamanya. Motor ninja nya yang berwarna merah pun langsung melaju pesat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ferel sudah sampai dirumahnya, terlihat saat dirinya baru masuk rumah sudah ada kedua orang tuanya yang sedang duduk anteng bersama kedua adiknya didepan televisi yang menonton mereka sedang berbicara. Iya, ditonton sama tv bukan mereka yang nonton tv nya.
Setelah dirinya datang, semua pandangan mata menatal sengit kearah nya. Mama nya langsung menatap dengan tatapan iblisnya kepada Ferel. Ferel menelan salivanya kasar, dengan perasaan takut Ferel mendekat kemana tempat keluarga nya berkumpul. " Mama ke- " Lagi dan lagi, mamanya malah memotong ucapan nya yang belum selesai.
" Masuk kamu kedalam kamar! " Sarkas mamanya, sambil menyilangkan kedua tangannya dan kakinya diposisi duduk nya.
" Kenapa ma? " Tanya Ferel bingung bercamour takut.
" Kalau orang tua suruh itu, nurut! " Bukan mamanya yang menajawab, melainkan papanya. Dengan suara papanya yang membentak Ferel naik keatas menuju kamarnya melalui lift rumahnya.
Ferel berdecak setelah mendengar ucapan papanya. Dirinya berfikir peduli apa papa nya terhadap dirinya. Dan anehnya kenapa sekarang papanya begitu peduli dengan nya, aneh. Kemarin - kemarin kemana saja? kan papanya hanya peduli kepada dua adik kembar nya saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ferel membuka pintu kamarnya dengan malas, terlihat setelah dirinya masuk dan mengunci pintu seorang wanita berambut panjang memunggungi nya.
" Sayang " Panggil Ferel terkejut.
Keyla diam tidak bergeming, dirinya asik menatap keluar jendela kamar Ferel. Ferel tersenyum, walaupun Keyla memunggungi dirinya. " Kapan dateng nya, kok ngak bilang? " Tanya Ferel memberi jeda pada ucapan nya. Masih sama Keyla tidak menjawab, melainkan dirinya malah mengambil ponselnya dari dalam tas.
Ferel mengerutkan keningnya, kemudian maju berjalan mendekati Keyla. Tangannya merangkul pundak Keyla namun segera ditepis oleh Keyla. " Kenapa? " Tanya Ferel lembut, dirinya masih sabar dan tidak mau meninggikan suara nya.
Keyla menghapus air matanya, iya memang dari tadi dia menangis. Tapi menangis secara diam, hidung nya pun terlihat sudah merah dan tak lupa matanya sedikit sembab. Keyla membuka kunci pin diponselnya kemudian beralih membuka aplikasi pesan.
" INI APA?! " Bentak Keyla kepada Ferel sambil menyodorkan ponselnya yang berisikan sebuah foto. Sungguh Keyla ingin sekali menahan emosinya, dari kemarin dirinya menangis sesenggukan dikamar. Dan keluarga nya tidak tau mengenai permasalahan ini.
Ferel diam memandangi foto yang ada diponsel Keya, tangan nya langsung mengepal kencang. " Aku.. aku- " Ferel terlihat gelagapan ketika ingin menjawab, seolah mulutnya terkunci untuk menjelaskan.
" KAMU NGAK BISA JELASIN KAN! MAKSUD KAMU APA SELAMA INI! KAMU BUAT AKU TERBANG KELANGIT TERUS JATUHIN DENGAN CARA INI! IYA?! " Ucap Keyla dengan nada tinggi nya, bahkan teriakan nya terdengar sampai kelantai bawah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mama dan papa Ferel serta kedua adiknya langsung menghentikan aktivitasnya begitu mendengar suara Keyla yang teriak membentak Ferel. " Pa, itu mereka- " Belum saja ucapan nya selesai malah langsung dipotong oleh suaminya. Mama Ferel cemas sekarang.
Sementara si kembar juga hanya bisa diam tidak memberikan komentar apa - apa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Ngak sayang, bukan. Aku ngak ada niatan kayak gitu " Ucap Ferel lirih membantah ucapan Keyla yang menudingnya hanya mempermainkan hubungan mereka.
" Terus apa Ferel apa? " Kali ini Keyla sudah menstabilkan suaranya, suaranya lirih. Kedua tangannya pun memukul dada Ferel. Keyla merasa... kalau selama ini dirinya cuma dipermainkan saja. Bagaimana tidak dipermainkan, tiba - tiba saja salah satu temannya mengirimkan foto saat Ferel sedang berciuman dengan seorang wanita yang bukan dirinya
Ferel langsung memegang kedua tangan Keyla yang digunakan oleh Keyla untuk memukul dadanya tadi. Dibawanya Keyla kedalam pelukannya. Keyla hanya bisa menangis saat dirinya dipeluk oleh Ferel. " Kenapa? " Tanya Keyla lirih, saat ini dirinya tidak ingin membalas pelukan Ferel. Hati nya sakit, karena diam - diam Ferel selingkuh dibelakangnya.
" Maaf " Ucap Ferel lalu mengeratkan pelukannya. Keyla semakin menangis, air matanya mengalir deras. Jadi benar, kalau foto itu benar - benar terjadi dan bukan rekayasa biasa.
" Aku ngak mau nikah sama kamu " Ucap Keyla lirih dengan sesekali suara sesenggukan dibibirnya. Ferel melepas pelukannya, diangkatnya wajah Keyla dengan kedua telapak tangannya. Terlihat juga dari wajah Ferel basah akibat air matanya sendiri, nangis? iya Ferel menangis.
" Sayang.. " Ucap Ferel sambil mengelus kedua pipi Keyl dengan jempolnya. Keyla diam saat dipanggil seperti itu oleh Ferel.
" Itu foto yang udah lama banget, aku ngak ada niatan selingkuh dari kamu " Jelas Ferel dengan kedua jempol yang masi mengelus pipi putih dan mulus Keyla.
" Ta- tapi.. " Ucap Keyla dengan sesenggukan. " Jelas - jelas difoto itu ada tanggal sama wak- tunya. " Ucap Keyla dengan suara parau nya dan sesenggukan.
Ferel tersenyum. " Iya, memang disitu ada waktunya. Tapi.. bisa aja kan itu direkayasa " Ucap Ferel lembut lalu tersenyum.
Keyla diam sebentar, sambil sesenggukan. " Iya, tapi.. " Belum ucapan nya selesai, Ferel malah membawa Keyla kedalam pelukan Ferel.
Diletakkan nya dagunya diatas kepala Keyla, tangannya pun mengelus punggung Keyla. Keyla yang tadi tidak membalas pelukan Ferel, kini sekarang dirinya membalas pelukan Ferel. Tangannya melingkar erat memeluk Ferel.
" Dunia ini ngak ada yang lengkap, tanpa namanya iri " Jelas Ferel lalu mencium kening Keyla. Keyla mengangkat wajah nya, kemudian tangan Ferel mengusap sisa air mata Keyla yang belum mengering.
" Aku tarik ucapan aku tadi " Ucap Keyla, Ferel pura - pura terkejut membelalakan matanya. Kemudian dirinya tersenyum.
" Yakin? bukannya.. " Ucapannya langsung terhenti saat Keyla menempelkan jari telunjuk nya dibibirnya. Keyla malu dengan aksinya tadi, dirinya langsung menyembunyikan wajahnya didepan dada Ferel yang berbalut kaos dan mengeratkan pelukannya. Diam - diam Ferel tersenyum bahagia saat dirinya memeluk Keyla.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sekarang waktu sudah menunjukan pukul empat lebih tiga puluh menit. Yang artinya acara ijab kabul baru saja selesai beberapa menit lalu. Setelah menjabat tangan bapak penghulu dan mengucapkan kata - kata untuk ijab kabul, Keyla dan Ferel kini sudah menjadi sepasang suami istri yang sah secara agama dan negara.
" Cieh.. yang mau ngerasain malem pertama " Goda Diki yang menjadi saksi diacara ijab kabul itu, dengan suara membisik. Ferel langsung menghunuskan tatapan tajam kearag Diki. Bener ya.. temen nya satu spesies ini minta di sunat lagi.
" Kaya lo aja belum ngerasain, tayi " Sindir Ken yang kebetulan duduk dibelakang Diki dengan suara seperti membisik, Ken bukan menjadi saksi melainkan menjadi tamu undangan aja, terus makan deh. Enak kan.
" Ya.. walaupun udah, tapi kan.. belum sah! " Ketus Diki dengan nada suara yang hanya didengar oleh sahabat - sahabatnya. Ya gitulah Diki.. suka maen sama PSK atau ngak wanita bayaran. Tapi yang jadi masalah.... sampe sekarang Diki jomblo!.
Sahabatnya seperti Rangga, Ken, dan Ferel langsung menyembunyikan tawanya. Andai saja.. ini bukan acara yang sakral, pasti mereka bertiga akan tertawa terbahak - bahal sampai to the bone.
Terlihat Keyla baru saja turun dari atas tangga masjid terbesar diJakarta. Dengan kebaya dan rambut yang disanggul Keyla turun diapit oleh mami dan mertuanya. Dengan senyuman merekah Keyla menuruni anak tangga masjid itu.
" Bini lo! bini lo! " Ucap Diki heboh kaya mau diciphok uler.
" Cantik nya... masyaallah! " Ucap Ken yang menjerit tapi tidak ingat pacar.
Beberapa detik kemudian.
Satu cubitan panas mendarat mulus menjepit pingang Ken. Ken langsung mendesis seperti ular. " Sakit bego! " Ucap Ken yang menggosok - gosok pinggang nya sebelah kanan dan kiri. Tidak lain, tidak bukan yang menjadi pelaku adalah kedua sahabatnya yang rada - rada... mode gesrek. Rangga dan Diki.
" Noh, liat pacar lo! muji - muji bini orang! " Tandas Rangga yang juga ikut menjadi pelaku pencubitan pinggang Ken.
Sementara si punya acara Ferel, masi melongo ngeliat Keyla yang jalan kearahnya. Keyla langsung duduk disamping Ferel masih dengan senyum merekahnya.
" Cantik banget sih, istri aku " Goda Ferel kepada Keyla dengan berbisik. Keyla yang digoda seperti itu langsung tertunduk malu.
" Mari tanda tangani buku nikah nya " Suruh pak penghlu. Keyla dan Ferel pun langsung menandatangani buku pernikahan mereka setelah disuruh oleh pak penghulu. Aaa.. otor jadi mleyot kek jeli!.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Acara ijab kabul sudah selesai dua jam yang lalu, rutinitas Keyla dan Ferel saat menjadi sepasang suami istri setelah ijab kabul adalah, tidur. Iya tidur, orang kan mereka kecapean ladenin tamu - tamu inti yang bejibun.
Awalnya tadi waktu mereka mau tidur samaan, Keyla nya yang malu - malu gitu, terus badannya panas dingin. Ih.. udah kek temperatur aja.
Mari kita baca dan putar waktu satu jam yang lalu.
Setelah selesai acara ijab kabul, Keyla dan Ferel langsung diantar pulang menggunakan mobil kearah ruamah Ferel. Rencananya sih.. mereka mau tinggal seminggu dulu disana baru.. habis itu pindah ke new home.
Make up Keyla untuk acara ijab kabul sudah dibersihkan sebelum pulang kerumah Ferel. " Key " Panggil mama Ferel, yang notabene nya sekarang jadi orang tua nya juga. Atau.. kita sebut aja mertua deh.
" Iya ma " Jawab Keyla menoleh kearah para orang tua yang sedang duduk berkumpul dirumah Ferel. Tadi sih Keyla rencananya mau minum jus, eh.. tapi malah dipanggil. Yaudah ngak papa.
" Sini dulu sayang " Panggil mama Ferel sambil menepuk tempat kosong disebelahnya. Keyla mengangguk dan ikut bergabung duduk dimana tempat keluarganya dan keluarga Ferel berada.
Keyla sudah duduk disamping mertuanya. " Suami kamu mana? " Tanya mama Ferel yang dari tadi tidak melihat Ferel.
" Su- suami? o- oh Ferel.. " Ucap Keyla seakan bingung dan tidak ingat dengan status barunya menjadi seorang istri.
" Ferel tadi langsung kekamar mah " Lanjut Keyla.
" Oh " Ucap mama Ferel singkat.
" Ada apa ya mah, panggil Keyla kesini " Tanya Keyla bingung sambil memperhatikan orang disekitarnya.
Mama Ferel mengangkat sebuah paper bag besar yang dari tadi ditaruh disamping nya. " Ini hadiah dari mama sama papa, untuk kamu sama Ferel " Ujar nya memberitau Keyla sambil memberikan paper bag putih berukuran besar itu.
" Dan.. ini dari mami sama papi " saut mami nya yang juga ikut memberikan paper bag berukuran besar tapi berwarna coklat.
Keyla ingin membuka isi kedua paper bag itu. Namun larangan yang memekik telinga nya langsung menghamburkan niat nya. " Nanti dibukanya! " Teriak mertua dan mami nya. Keyla yang mendengar itu langsung mengangguk dan pamit undur diri dari kerumunan kakek dan nenek, coomingson.
Dengan langkah yang sedikit berguncang Keyla membawa dua paper bag besar ditangannya, tadi sih.. ada pelayan yang mau bantuin, tapi Keyla nya yang ngak mau. Keyla menaruh kedua paper bag itu terlebih dahulu dilantai, kemudian setelah itu membuka pintu dan membawa masuk kedua paper bag dimeja kosong yang ada dikamar Ferel.
Setelah menaruh dua paper bag itu, mata Keyla melihat Ferel yang sedang tertidur pulas sambil memeluk guling. Tenang aja.. Ferel nya masih pake kaos sama celana pendek kok. Keyla tersenyum kemudian berjalan dan naik keatas kasur untuk tidur bersama suaminya. Ceilah suami, cuit.. cuit..
~ Bersambung ~
Bye.. author mau baca novel diplatfom sebelah.
Udah 2414 kata nih.
Like nya kaka, ratenya bunda, votenya adek - adek.