
Sore hari dimansion utama keluarga Adimaja.
Mia dan Reyhan sedang membereskan pakaian didalam kamar , mereka juga ikut dibantu oleh para pelayan mansion.
" Kamu yakin mau pindah hari ini mi? " Tanya mama Erina sambil ikut melipat pakaian dan memasukannya kedalam koper.
" Iya ma , Mia kan harus ikut kak Reyhan. Masa iya.. Mia tinggal dimansion sedangkan Mia sama kak Reyhan sudah punya rumah " Jelas Mia kepada mama Erina lalu pergi melangkah kekamar mandi untuk membereskan skincare nya.
Mama Erina yang melihat Mia pegi kekamar mandi pun mengikutinya. " Tapi ngak papa lah mi kamu tinggal disini " Bujuk mama Erina sambil ikut memasukan skincare Mia kedalam box khusus skincare.
Mia memberhentikan kegiatannya , kedua tangannya menggenggam tangan mama Erina , mama Erina menoleh kearah Mia saat tangannya digenggam. Mia tersenyum kearah mamanya. " Ma... " Ucap Mia. " Mia kan sudah nikah , Mia juga sudah punya suami... Jadi sebagai istri Mia harus ikut kemana suami Mia pergi " Ucap Mia memberi pengertian. Dirinya tau bagaimana khawatir nya mama Erina saat dirinya akan pergi meninggalkan rumah.
Mama Erina yang mendengar penjelasan Mia merasa sedih karena baru diusianya yang sembilan belas tahun Mia sudah meninggalkan dirinya. " Tapi.. kalau Mia pergi,... Mia janji kan bakal sering main kemansion? " Tanya mama Erina.
Mia mengangguk sambil tersenyum. " Iya Mia janji " Jawab Mia.
" Terus.. Mia juga sering-sering nginep disini janji? " Tanya nya lagi.
" Iya ma... janji " Jawab Mia
Mereka berdua pun saling berpelukan.
Papa Adi masuk kedalam kamar Mia , semua pelayan langsung berdiri dari duduknya dan membungkuk. " Dimana Mia dan Nyonya kalian? " Tanya papa Adi.
Kepala pelayan yang ikut bergabung pun menjawab pertanyaan tuannya. " Maaf tuan. Nyonya dan nona Mia berada didalam kamar mandi " Jawab si kepala pelayan.
Karena sudah diberitau dimana keberadaan orang yang dicarinya papa Adi pun langsung melangkah menuju kamar mandi tanpa mengucapkan kata sedikit pun.
Saat belum masuk kedalam kamar mandi papa Adi melihat dari ambang pintu dimana istri dan anak perempuan nya sedang berpelukan. " Ehem.. " Dehemnya.
Mia dan mama Erina langsung melepaskan pelukannya karena ada suara deheman. " Eh papa " Ucap Mia.
" Hai sayang " Sapa papa Adi. " Reyhan dimana? " Tanya papa Adi.
" Kak Reyhan kan.. ada didepan ikut beres-beres sama pelayan " Jawab Mia sambil menunjuk area kamarnya dimana para pelayan masi sibuk membereskan barang yang akan dibawa pindah.
Papa Adi mengernyitkan dahinya heran. " Tapi,.. tadi papa lihat ngak ada Reyhan disana " Ucap papa Adi.
" Mungkin keruang kerja pa " Ucap mama Erina.
Papa Adi terlihat berfikir , dan mengangguk mengerti. " Mungkin " Ucap papa Adi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam hari pun tiba.
Suara musik disco yang mengiringi acara sangat keras terdengar.
Terlihat dari atas tangga sudah ada Keyla beserta teamnya yang sedang mengintai Tasya dari atas.
Pakaian mereka pun sama seperti pakaian alumni SMA yang sedang mengadakan reuni.
Keyla melihat ada seorang pelayan yang sedang membawa nampan berisikan makanan yang akan diantarkan kemeja tempat Tasya sedang duduk dengan temannya.
" Tunggu! " Ucap Keyla kepada pelayan. Pelayan itu pun menoleh kebelakang.
Keyla menghampiri pelayan itu. " Kamu mau kan bantu saya? " Tanya Keyla.
" Maksud mbak? " Tanya pelayan yang tidak mengerti apa maksud pertanyaan Keyla.
" Jadi nanti kamu taburin bubuk ini diatas makanan yang kamu antar kemeja situ " Ucap Keyla sambil menunjuk meja Tasya. " Terus kamu taruh makanannya didepan cewe yang itu " Sambungnya memberi penjelasan.
Pelayan itu diam atas apa yang dijelaskan oleh Keyla. " Tapi mbak, kalau saya ditangkep gimana? " Tanya pelayan tempat karoke.
" Kamu tenang aja.. masalah itu gampang. Dan ya.. "
Sambil mengeluarkan uang yang berada didalam amplop coklat. " Ini imbalannya " Sambungnya.
Pelayan itu melihat isi amplop yang baru diberikan Keyla. Matanya terbelalak saat melihat uang yang begitu banyak. " Iya mbak saya mau! " Jawabnya dengan semangat.
" Kalau begitu lakuin apa yang saya mau " Ujarnya kepada si pelayan.
Pelayan itu pun mengangguk. Pelayan itu menaruh sebentar nampan yang berisikan makanan diatas meja terdekat, dirinya langsung menabur bubuk yang diberikan oleh Keyla.
Keyla yang sudah berada diatas tangga melihat apa yang dilakukan pelayan itu langsung menampakan senyum liciknya.
Setelah selesai menaburkan bubuk dimakanan Tasya pelayan itu mengaduk makanan agar rencananya tidak ketahuan dengan segera pelayan itu mengantarkan kemeja tempat Tasya dan Zergan menunggu.
Keyla senang sekali bahwa rencananya saat ini sudah berjalan dirinya tidak hentinya tersenyum licik. " Rangga James Adimaja, lo akan jadi milik gue lagi " Ucapnya.
Fahri si tukang ojek ikut serta berdiri diatas tangga, namun dirinya tidak melihat kalau Keyla sedang memberi uang atau mengobrol kepada pelayan yang mengantarkan makanan. " Aduh ini teh musiknya kenapa bikin jantung aing ikutan goyang nyak? " Tanya Farhan heran didalam hatinya sambil memperhatikan tempat karoke.
Keyla melihat Tasya yang sudah pergi kearah toilet dari tangga dirinya langsung mengikuti Tasya bersama teamnya secara diam-diam.
Saat memasuki toilet Keyla menyuruh salah satu teamnya untuk masuk kedalam agar mengetahui bagaimana keadaan Tasya.
" Yaampun, ini kenapa mata gue tiba-tiba ngantuk banget rasanya " Gumam Tasya saat sudah selesai membasuh muka dan memuntahkan makanannya.
Saat ingin memutar engsel pintu kepala Tasya sudah terasa pusing, memang dosis obat yang diberikan oleh Keyla sangat tinggi.
Tasya pun langsung terjatuh, team Keyla yang melihat Tasya terjatuh langsung memberitau kepada yang lain bahwa Tasya sudah tidur.
Dengan gerakan cepat team Keyla langsung membopong tubuh Tasya kelantai tiga tempat karoke melalui lift. Tak lupa pula Keyla mematikan ponsel Tasya saat sedang berada didalam lift.
Keyla menatap wajah Tasya yang sedang tertidur sambil dibopong oleh orang suruhannya. " Mungkin lo akan dibuang setelah ini " isi Batin Keyla.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cling.. notifikasi masuk kedalam ponselnya.
Rangga langsung melihat notifikasi yang masuk. Betapa kagetnya Rangga saat melihat rekaman vidio yang dikirim oleh Keyla.
" Brengsek..!! " Umpatnya karena perkataan nya kemarin tidak dituruti oleh Keyla.
Dengan cepat Rangga berlari kekamar nya untuk mengambil jaket serta kunci mobil.
Setelah sampai digarasi dirinya langsung masuk kedalam mobil , mobil pun keluar meninggalkan mansion.
" Brengsek lo.. berani-beraninya lo ngelakuin hal ini padahal gue sudah ngancem lo !!! " Umpat Rangga memukul kemudi mobilnya dan menambah kecepatan mobilnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ditempat karoke Keyla dan teamnya sudah berhasil menjalankan rencana dan langsung pergi kabur meninggalkan Tasya tertidur karena habis meminum obat tidur.
Rangga sudah sampai ditempat karoke dirinya langsung turun dari mobil dan berlari ditengah kerumunan orang yang sedang berjoget karena menikmati alunan musik pesta.
Dari tadi dirinya terus menghubungi ponsel Tasya namun jawabannya selalu berada diluar jangkauan. Cemas itulah yang dirasakan oleh Rangga saat ini dengan segera dirinya berlari kearah kamar yang sudah dikirimkan Keyla.
Dibukanya pintu kamar itu, namun sayang nya dirinya dibohongi oleh Keyla. " Sial! " Umpatnya sambil membanting pintu keras dan pergi lagi menacari dilantai dua sampai kamar yang paling akhir namun nihil dirinya tidak mendapati Tasya dilantai dua.
Tidak menyerah dirinya langsung menaiki lift untuk sampai kelantai tiga. Didalam lift dirinya menelpon nomor Tasya namun selalu dijawab sedang berada diluar jangkauan.
Rangga meremas rambutnya kuat. " Kamu ngak diapain kan disana sya? " Tanya nya khawatir sambil melihat jam tangannya.
Pintu lift pun terbuka dengan cepat dirinya mencari dari kamar nomor satu. Sekarang nafasnya sudah terengah-terengah dirinya saat ini berada dikamar nomor dua puluh dua, dicarinya Tasya keseluruh ruangan kamar nomor dua puluh dua itu namun sama saja hasilnya nihil bahwa tidak ada Tasya disana.
Lelah itulah yang dirasakan oleh Rangga. Dirinya duduk diatas kasur beristirahat sejenak, sudah dua menit Rangga duduk diatas kasur kamar tempat karoke untuk mengumpulkan nafasnya kembali. Tanpa istirahat lagi dirinya langsung pergi mencari Tasya kekamar yang belum ia masuki.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rangga tampak mengontrol nafasnya saat tengah berdiri didepan kamar yang paling ujung.
Terlihat Zergan sedang memikirkan cara disamping Tasya yang sedang terpengaruh obat tidur. Setelah berfikir dirinya telah menemukan cara.
Zergan naik keatas tubuh Tasya yang sedang tertidur, dirinya menaruh tangan yang sudah ditautkan menjadi satu diatas dada Tasya. Dengan cepat dirinya memompa dada Tasya.
Ehem mon maap author nimbrung bentar. " Zergan yang cakep yang pinter, gini ya.. itu kan si Tasya lagi pengaruh obar tidurrrrr!!. Terus kenapa lo mompa dadanya :) ". Dahlah author depresot :')
Rangga sekarang sudah berada didepan kamar nomor tiga puluh. Dirinya membuka pintu kamar itu " Lo !! " Teriak Rangga yang sudah masuk kedalam kedalam kamar dan melihat Zergan yang sedang berada diatas Tasya.
Zergan mengalihkan pandangannya kearah dimana suara Rangga berada.
Dengan cepat dirinya berjalan kearah Zergan dengan perasaan yang diselimuti amarah, apalagi saat melihat ada peria yang sedang berada diatas Tasya.
Kerah kemeja putih Zergan sudah dicengkram oleh Rangga. Dibenturkannya tubuh Zergan ketembok. " Tu-tunggu.. ini bukan seperti yang lo fikirin " Jelas Zergan.
" Apanya ha?. Jelas jelas gue liat lo perkosa dia!! " Pekik Rangga dengan memperkuat cengkraman tangannya di kerah Zergan.
" Bukan,... gue ngak pernah perkosa Tasya " Jelas Zergan lagi.
" Halah.. omong kosong!! " Ucapnya keras tersulut amarah. Tanpa adanya negosiasi Rangga melayangkan tinjuan kearah wajah Zergan.
Zergan langsung terduduk lemah diatas lantai saat Rangga melayangkan tinjuan kewajahnya. Zergan terbatuk-batuk mengelurkan darah dari hidungnya. " Lo boleh pukul gue!. Tapi yang paling penting sekarang kondisi Tasya!! " Pekiknya karena Rangga dari tadi masih memukulinya.
" Oh ya,...?!! sekarang lo peduli sama Tasya? Terus tadi kenapa lo perkosa dia? " Tanyanya sambil mencengkram kerah kemeja Zergan.
" Gue ngak pernah perkosa Tasya. Dan lo denger!! " Sambil menunjuk wajah Rangga. " Gue.. ngak mau ambil resiko cuma gara-gara lo mukulin gue.. keadaan Tasya makin buruk! " Jelasnya.
Rangga yang mendengar itu langsung melepaskan kerah kemeja Zergan. Dirinya langsung membawa Tasya yang masi terpengaruh obat tidur dengan memakaikannya selimut karena dres yang dikenakannya sudah terlepas.
Zergan terduduk lemas bersender ditembok, dirinya terbatuk - batuk. " Maafin gue sya.. karena lama nolong lo " Ucapnya dalam hati.
Semua orang yang sedang asik berbincang dilantai bawah melihat seorang pria yang sedang membawa wanita yang ditutupi selimut pada bagian tubuhnya.
" Siapa tu? " Kata salah satu alumni yang melihat Rangga membawa Tasya.
" Ntah.. " Jawab temannya yang diajak nya bicara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rangga memasukan Tasya kedalam mobilnya. Rangga belum mengetahui apa penyebab Tasya seperti ini kalaupun Rangga mengetahui nya Rangga pun akan melakukan hal yang sama.
Dengan cepat mobil melesat membawa Tasya kerumah sakit terdekat. Mobil Rangga pun sudah terparkir didepan area rumah sakit.
Rangga membawa tubuh Tasya masuk kedalam rumah sakit. " Doketer,... suster...!! " Teriaknya.
Tasya saat ini sudah diletakan dibrangkar rumah sakit dengan cepat suster membawa keruang perawatan. Rangga menunggu didepan ruangan sambil terduduk cemas melihat jam tangannya.
Tak lama keluarlah seorang dokter pria memakai kacamata. " Bagimana keadanyaa dok? " Tanya Rangga hawatir.
Dokter itu tersenyum. " Keadaan nya baik-baik saja. Pasien hanya terpengaruh obat tidur " Ucap dokter memberi penjelasan.
Rangga lega karena Tasya hanya terpengaruh obat tidur. Dirinya sudah berprasangka buruk kalau Tasya sudah diracuni atau semacamnya.
" Kalau begitu,.. boleh saya masuk dok? " Tanya Rangga.
" Oh ya.. silakan. Tapi pasien akan lama sadarnya karena terlalu banyak terpengaruh obat tidur " Jelas dokter.
~ Bersambung ~
Sorry lama update nya . pasti kalian lama nunggukan.