
Halo semua... ada yang nungguin?
Ngak ada ya.. iya deh ngak ada.
Author minta maaf ya.. udah lebih tiga hari ngak update. Sebenarnya itu bukan karena kemauan author ngak update selama tiga hari lebih. Jadi gini.. kemarin sempet ada masalah sama sistem noveltoon yang ngak bisa dibuka, dan akhirnya author uinstal aplikasinya dan ketika author mau dwonlod lagi.. eh, ternyata malah ngak bisa. Dan itu udah author lakuin lebih dari tiga kali.
Sedih kan.. jadinya author mutusin dwonlod mangatoon aja. Dan ternyata alhamdulillah bersyukur banget bisa kembali semuanya. Jadi mutusin untuk nulis hari ini deh.
Yukk dibaca.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sore hari telah tiba, dari tadi suara gedoran pintu dikamar pengantin baru terdengar keras. Tapi anehnya, kenapa bisa Keyla dan Ferel tidak bangun - bangun.
" Heh.. mentang - mentang lu berdua pengantin baru! bangun woy! elah... mana sih lu pada! " Teriak Kenan dari luar, Kenan marah karena apa yang dilakukannya dari tadi tidak membuahkan hasil.
Kenan menggaruk rambutnya prustasi. " Gue dobrak ya! biar acara kalian keganggu! " Teriak Kenan lagi, karena dirinya sudah jengah dan lelah dari tadi menunggu Keyla dan Ferel yang notabene nya pengantin new.
Brak.
Sebelum Kenan membuka pintu, Ferel terlebih dahulu yang membuka pintu, dengan wajah khas baru bangun sleep nya. Dan alhasil Kenan terjatuh terjungkal kedepan, muka nya yang mulus tanpa ada rundakan langsung mencium karpet bulu. Sungguh malang nasib mu wahai pemuda.
Sebelum Kenan berdiri dari posisi terlungkup nya, terdengar suara pintu kamar mandi yang baru saja terbuka. Iya, siapa lagi kalau bukan Keyla yang keluar.
Keyla berusaha menahan tawanya saat melihat kakak tercintanya sedang terlungkup dilantai.
" Lo ngapain? " Tanya Keyla heran, penampilan Keyla kali ini tidak seksi seperti dirinya akan foto shot. tetapi penampilannya tertutup dengan badan yang dibalut kaos gucci dan celana panjang.
Kenan langsung bangun, dan merapikan kaos biru tuanya yang terlihat kusut. Kenan berdehem menyesuaikan suaranya saat akan berbicara. " Lo - lo berdua ngapain sih?! lama banget bukain pintu! " Sarkas Kenan yang diawali dengan gugup diawal ucapannya. Kedua alisnya juga seakan menyatu karena marah, padahal dia juga malu.
" Kepo! " Ketus Keyla. " Sana - sana keluar lu! ganggu banget sih! " Usir Keyla secara tidak sopan.
" Lo! gue dari tadi ya.. nungguin lo berdua keluar, tapi apa?! gue di giniin! ck! " Setelah Kenan berdecak kesal, dirinya keluar dengan sesekali melirik Ferel yang dari tadi diam memperhatikan kelakuan dua kakak beradik itu dengan berdiri disamping pintu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dengan adanya tragedi di sore hari tadi, sekarang waktu cepat berganti menjadi malam. Tapatnya sekarang baru memasuki jam 20 : 00.
Dengan suasana sejuk di malam hari ini, ditempat lain tepatnya dihotel termahal di Jakarta sedang dilakukan nya acara resepsi. Siapa lagi kalau bukan Keyla dan Ferel yang melakukan resepsi.
Dari semenjak acara dimulai sudah terlihat kemevvahan bagaimana cara resepsi keduanya berlangsung. Bintang utama dipesta ini, tidak ada hentinya dari tadi memberi senyum saat para tamu naik kepelaminan memberi salam.
Hemmm jadi gini - gini. Jujur author ngak tau begitu apa bukan caranya kalau orang kaya ngelakuin resepsi. Yaudah lanjut lagi ya.. infonya ngak berfaedah banget.
Derum suara mesin mobil baru saja memasuki area hotel dan kini mobil itu sudah terparkir ditempat parkir khusus para tamu kalangan atas atau bisa dibilang tempat parkir VIP. Bukan maen.. ditempat parkirnya aja ada AC.
Pintu mobil disebelah kiri sudah terbuka, sementara disamping pintu yang terbuka itu sudah berdiri Rangga dengan jas berwarna emas nya dan dasi kupu - kupu yang terbuat bukan dari bahan kain, melainkan dari bahan aluminium berwarna senada dengan jas.
" Silahkan turun bidadari nya Rangga " Ucap Rangga sambil mengulas senyum dan mengulurkan tangannya untuk memegang tangan Tasya. Biasa itu kaya di film - film.
Tasya yang mendengar itu hanya bisa diam sesaat, memang bener apa yang baru saja dikatakan Rangga manis kaya permen kapas. Eh.. engga deh entar diabetes. Kemudian senyuman terulas dibibir merah yang sudah diberi liptint oleh Tasya. Tangan Tasya pun memengang tangan Rangga, dan mereka mulai berjalan dengan cara bergenggaman tangan setelah pintu mobil mewah itu ditutup. Hayo lo.. entar ketauan dispenser.
Gaun yang digunakan Tasya kali ini lumayan agak panjang dan berat, jadi.. ssat Tasya berjalan Tasya agak sedikit kesusahan. Mereka berdua telah sampai di aula pernikahan hotel. Satu hotel termahal di Jakarta itu disewa selama satu malam penuh oleh kedua mempelai yang sedang berbahagia.
Tasya yang sudah mendengar bisikan itu langsung menatap wajah Rangga dengan tatapan datar. " Kenapa ngomong nya bisik - bisik sih! kan bisa ngomong kaya gini! lo kira gue budeg! " Ucap Tasya ketus. Mulai deh mulai marah - marahnya.
Cewe mah gitu ya, ngak ada angin ngak ada petir marah - marah aja. Rangga tidak tau dimana latak kesalahannya. " Kok lo marah sih? gue kan nanya nya baik - baik " Ketus Rangga tidak kalah hebatnya dengan Tasya. Mau berapa ronde nih.. ayo.. author ladenin.
Tasya berdecak kemudian melepas genggaman tangan yang dari tadi belum dilepas. " Lo ya " Tasya menunjuk kearah wajah Rangga. " Lo kira gue setan apa?! lo kalau ngomong jangan bisik - bisik dong! " Sarkas Tasya dengan gayanya yang berkacak pinggang.
Orang - orang yang berada disekitar mereka berdua laangsung melihat kearah mereka berdua. Bahkan dua sahabat kocak Rangga yaitu, Diki dan Ken geleng - gelng kepala secara bersamaan melihat tingkah laku Tasya dan Rangga.
" Serem ya ken, Tasya kalau diajak lomba ginian.. kayanya bakal menang deh " Ucap Diki berbicara dengan Ken, nada bicara nya juga sedikit dijeda. Sementara tangan kanan nya memengang gelas yang berisikan minuman.
" Bisa dibilang begitu " Balas Ken disertai dengan anggukan sambil menatap Diki.
Oke balik lagi balik ke mereka berdua. Rangga menutup matanya sebentar. " Yaudah gue salah. Dan... maaf " Ucap Rangga mengakhiri pertengkaran ini. Lebih baik dirinya saja yang mengakhiri dari pada nanti malah panjang urusannya. Bisa - bisa kalau lanjut nanti acara Ferel sama Keyla bakal hancur, kan astaga jadinya.
Tasya langsung melengos dan pergi begitu saja tanpa mau membalas apa yang baru saja dikatakan oleh Rangga. Memang bener.. sifat perempuan yang satu ini unik. Diki dan Ken yang melihat Rangga ditinggal oleh si gebetan langsung menghampiri Rangga dengan menepuk - nepuk punggung Rangga.
" Yang sabar, karena kalau ngak sabar entar dimarahin pak sabar " Ucap Diki dengan memasang wajah prihatinnya kepada Rangga.
Rangga dan Ken yang mendengar penuturan itu dari Diki langsung menatao Diki dengan tatapan datar tapi.. kaya mau ngecekek Diki gitu. " Ya.. kan bener " Ucap Diki gelagapan lalu menelan salivanya. Namun setelah dirinya mengatakan itu tatapan Ken dan Rangga masi sama saja.
Muka Diki bisa dilihat semakin gelagapan. " Gu - gue... mau cari cewe dulu " Lanjut Diki kemudian pergi ngibrid dengan cara berjalan cepat tanpa mau menoleh kebelakang melihat kedua sahabatnya itu.
Acara pesta malam ini diakhiri pada pukul 22 : 00, dengan berbagai serangkaian acara dapat kita simpulkan bahwa mewah dan megah nya pesta resepsi Keyla dan Ferel.
Dikit aja ya semua nya.. author males nerangin bener - bener detail banget, karena memang author mau cepet - cepet tamatin novel ini sebelum bulan november.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rangga dengan bersemangat memakan sarapan paginya kali ini. Tadi dirinya melihat dikalender nakas, kalau sekarang tanggal 22 Agustus dimana dua bulan yang lalu tepatnya di bulan Juni tanggal 22 dirinya melamar Tasya.
Dan yang artinya... hari ini Tasya harus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh dirinya saat berada dihotel. " Ma, kalau.. Rangga nikah bulan depan boleh nga? " Tanya Rangga spontan dan tiba - tiba sambil tersenyum bahagia.
Sontak mama Erina dan papa Adi yang berada dimeja makan memberhentikan aktivas nya saat akan memasukan sesendok makanan kedalam mulut. Selang beberapa detik kemudian mama Erina dan papa Adi saling tatap dan kemudian mengembalikan pandangan kearah Rangga lalu meyambung kembali aktivitas mereka menyuapi makanan kedalam mulut.
Senyum Rangga luntur saat tidak adanya respon yang diberikan oleh kedua orang tuanya. " Yaudah deh- " Belum saja ucapannya selesai malah lebih dulu papa nya yang ter the best berbicara.
" Boleh aja, terus nanti bikinin papa cucu lima ya " Ucap papa santai. Sementara mama Erina yang mendengar kata cucu lima langsung menelan makanan nya dengan susah payah. Yang bener aja! melahirkan anak satu itu aja susah nya dan sakitnya kaya apa!. Bukan maen.
Mama Erina meminum habis air putih digelas nya. " Jangan banyak - banyak! Tiga aja cukup " Ketus mama Erina sambil memandang sinis kearah suaminya.
Papa Adi yang ditatap seperti itu langsung menunduk menghabiskan makanan nya. Dan ya.. sekarang kalian tau papa Adi itu juga takut sama mama Erina. " Lima juga ngak papa kok " Cicit papa Adi pelan dan mampu didengar oleh Rangga.
" Ngomong apa pa?! " Tanya mama Erina dengan mengeraskan sedikit suaranya.
" Enggak.. enggak ada kok " Ucap Papa Adi sambil geleng - geleng kepala, kemudian tersenyum.
Rangga yang melihat kedua orang tuanya langsung tersenyum, ternyata pikiran nya dengan papa nya sama!. Mereka berdua sama - sama menginginkan lima. Mbak Tasya siap ngak?
~ Bersambung ~