My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
12



Disekitar lorong itu ada kawasan lantai yang basah karena baru dipel oleh OB , sialnya lagi tidak ada tuh pemberitahuan bahwa lantai masi basah . Dan akhirnya kejadian yang tidak diinginkan terjadi .


Tasya terpeleset akibat lantai yang basah . Dirinya terhuyung kebawah sambil berteriak " Aaa.. !! " .


Rangga yang dari belakang melihat itu langsung dengan gesitnya berlari . Hap sebelum menyentuh Tasya sudah ditangkap oleh Rangga .


" Kok ngak sakit si " Ucapnya bertanya dalam hati sambil menutup mata . Tasya membuka matanya perlahan - lahan ternyata dirinya tidak jadi jatuh melainkan sudah ditangkap oleh bosnya sendiri . Jantungnya terus berdetak saat mata mereka saling menatap antara satu sama lain.


Ada dua orang karyawan wanita yang berjalan melewati lorong . Namun mereka masih belum melihat bahwa ada kejadian langka didepannya .


Rangga yang menyadari tentang hal itu langsung melepas Tasya dan ya sudah ditebakkan apa yang terjadi . Brukk suara Tasya terjatuh . Dua karyawan wanita yang tadinya sedang asik berbicara langsung mengalihkan pandangan mereka kearah yang Tasya yang terjatuh.


" Aakh... " Suara Tasya meringis kesakitan .


Para karyawan wanita hendak menolong Tasya . Namun baru saja mereka berjalan beberapa langkah pandangan mereka langsung beralih menatap pria yang sedang berdiri dengan memelototi mereka berdua . Para karyawan itu berjalan dengan cepat kearah toilet perempuan karena takut oleh tatapan bosnya .


Saat dirasa karyawan nya sudah memasuki toilet dengan cepat dirinya membantu Tasya yang masih duduk diatas lantai basah . Rangga mengulurkan tangan kanannya namun langsung ditolak oleh ucapan Tasya .


" Saya bisa sendiri kok pak " Ucapnya menolak .


Karena mendengar ucapan itu Rangga menarik kembali tangannya dan membiyarkan sekertaris nya berdiri sendiri . Tasya langsung berjalan meninggalkan bosnya setelah berdiri .


" Jangan sampe tulang ekor gue patah " Ucap Tasya sambil berjalan .


Rangga yang melihat dirok belakang Tasya ada bekas air langsung berjalan mengikuti Tasya dari arah belakang . Dirinya membuka jas yang dipakainya sambil berjalan .


" Tunggu ! " Teriaknya . Dirinya langsung mengikatkan bagian tangan dari jasnya dipinggang Tasya .


Tasya yang menyadari akan hal itu hanya bisa berdiri mematung dengan perlakuan bosnya . Tanpa mereka sadari ada seorang pria yang sedang memotret mereka dari ujung lorong .


Setelah mengikat jasnya dipinginggang Tasya Rangaa langsung berjalan meninggalkan Tasya yang masi berdiri mematung. " Mau diam disitu ? " Ucap bosnya yang sudah berada jauh didepannya .


Tasya langsung berjalan saat bosnya berucap seperti itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Orang yang sudah memfoto apa yang dilakukan oleh Rangga kepada Tasya tadi langsung dengan segera mengirim foto itu keorang yang bersangkutan .


Tring.. suara notifikasi yang masuk keponsel keyla .


Dirinya melihat apa yang dikirim oleh orang suruhannya . Dia melempar ponselnya karena kesal .


" Sial ... ternyata lo ngak patuh sama ancaman gue !! " Ucapnya kesal sambil menggepalkan kedua tangannya .


" Liat aja apa yang akan terjadi nanti " Ucapnya lagi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suasana mansion utama keluarga Adimaja sedang ramai saat ini . Karena sedang kedatangan tamu dari Amerika .


" Jadi kapan rencana mereka untuk menikah ? " Tanya Sam ayah dari Reyhan .


" Aku maunya secepatnya , karena kasian juga Mia kalau lama " jawab papa Mia .


Sementara Mia dan Reyhan saat ini tidak berada diruang keluarga bersama kedua orang mereka . Reyhan saat ini sedang berada didalam mobil untuk perjalanan pulang kemansion sehabis meeting dari kantor Rangga , sedangkan Mia sedang berada ditaman belakang menikmati kesendiriannya .


" Kenapa sih nasibku begini ! " Ucap Mia mengutuk dirinya sendiri .


Satpam yang berjaga dimansion utama membuka gerbang karena mobil yang Reyhan gunakan sudah sampai .


Setelah menyuruh asistennya menaruh mobil ke garasi Reyhan bertanya kepada satpam yang tadi membukakan gerbang untuknya . " Pak mereka sudah ada didalam kan ? " Tanya Reyhan kepada satpam mengenai kedua orangtuanya yang sudah datang jauh - jauh dari Amerika ke Indonesia .


" Iya pak , Pak Sam dan ibu Tita sudah datang dari tadi " Jawab si satpam.


Karena mendengar jawaban itu Reyhan langsung masuk kedalam mansion untuk ikut bergabung perihal pernikahannya dengan Mia yang akan diselenggarakan dengan cepat .


" Maaf semuanya Rey telat " Ucap Reyhan sambil tersenyum tipis .


" Sini nak .. duduk disamping bunda ! " Ucap Tita memanggil anaknya .


Reyhan berjalan kearah bundanya dan duduk disamping bundanya . Lama sudah mereka berlima berbincang mengenai rencana pernikahan anatara Mia dan Reyhan sampai akhirnya menemukan keputusan.


" Sebulan lagi kamu dan Mia akan menikah " Ucap papa Mia yang bernama Adi .


" Iya om , Reyhan ikuti saja apa mau kalian " Jawab Reyhan dengan rasa bersalahnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pukul 12 : 00 yang artinya saat ini adalah jam makan siang kantor .


Mall Griya Prada .


" Ngak papa kok pak , palingan lagi bentar rok saya kering " Ucap Tasya menolak tawaran Rangga membeli setelan baju dan rok .


Tasya diam memikirkan apa yang telah dikatakan oleh bosnya . Kalau dia melepas jas bosnya yang ada dia bakal malu diliat orang - orang kalau sedang menggenakan rok yang basah . Sedangkan kalau membeli setelan baju baru beserta rok kan ngak enak kesannya .


Tasya menghela nafasnya . " Yaudah deh .. saya nurut sama yang bapak bilang tadi " Jawab Tasya .


" Gitu dong .. kan saya ngak cape debat sama kamu ! " Ketusnya dan setelah itu pergi meninggalkan Tasya dibelakangnya .


" Pak tunggu ! " Teriak Tasya yang melihat bosnya sudah pergi berjalan lebih cepat .


Butik .


" Ambilkan saya beberapa baju kerja untuk wanita " Ucap Rangga kepada pelayan butik.


" Baik pak " Ucap si pelayan butik menjawab.


Pelayan butik membawakan tiga stell baju kerja untuk wanita seperti pesan pelanggannya .


" Ini pak ada tiga stellan baju kerja yang mungkin cocok untuk pacarnya " Ucap si pelayan butik yang sok tau .


Tasya mengetutkan keningnya. " Apa - apaan gue dibilang pacarnya . Ih .. ogah " Ucap Tasya menghardik si pelayan butik didalam hatinya.


" Suruh dia yang coba " Ucap Rangga sambil bermain ponsel di sofa butik .


" Mari mbak... ikut saya " Ucap pelayan butik .


Tasya mengangguk dab mengikuti arah pelayan butik yang membawanya keruang ganti . Sesampainya diruang ganti dirinya memilih satu stellan yang dirasanya cocok untuk badan mungilnya .


Setelah selesai memakai baju pilihannya Tasya langsung keluar dari ruang ganti .


" Sudah ? " Tanya bosnya yang tau kalau Tasya sudah berada didepannya .


" Iya pak " Jawab Tasya.


Rangga menaruh ponselnya kedalam saku jas yang dibelinya tadi sebelum meeting dengan clayen di mall. " Ish... kenapa selera mu kampungan sekali sih ! " Hardik Rangga yang melihat dari atas sampai bawah stelan yang digunakan sekertaris itu .


" Ganti yang lain sana " Perintahnya .


Tasya yang geram dengan perkataan bosnya yang menilai dirinya berpakaian dengan cepat berjalan kearah ruang ganti diikuti dengan pelayan juga disampingnya . " Sialan .. tidak tau apa kalau ini adalah model yang bagus " Ucapnha menilai pakaian yang dipakainya saat ini.


Pakaian yang kedua Tasya pakai adalah jas dan celana berwarna merah serta baju kaos hitam yang menjadi kaosnya. Cukup baguslah untuk pakaian kerja wanita .


" Bagaimana pak ? " Tanya Tasya sambil tersenyum ke arah bosnya yang sedang menilai dirinya dari atas sampai bawah .


" Seperi orang yang akan pergi ke acara pernikahan saja ! " Ucapnya lagi dengan asal. " Apa butik ini tidak ada menyediakan pakaian kerja yang bagus ? " Tanya nya kepada pelayan dengan sinis .


Tasya sudah geram dalam hatinya dengan apa yang dikatakan oleh bosnya . " Hei .. hei dia ini tidak berfikir apasih ? masa iya baju bagus seperti ini dibilang untuk pergi keacara pernikahan ! ".


" Ada pak , sebentar saya ambilkan sisanya " Pelayan berjalan cepat untuk mengambilkan beberapa baju kerja wanita lagi . Setelah dua menit Tasya dan Rangga menunggu sambil duduk di sofa empat pelayan datang membawakan delapan baju kerja wanita ditangannya mereka masing - masing dimana mereka membawa dua baju untuk satu pelayan.


Rangga yang melihat itu langsung melihat mana baju yang bagus dirinya menunjuk baju yang menurutnya bagus . " Saya mau yang itu " Ucapnya menunjuk baju yang kelihatan menarik dimatanya .


" Baik pak , Mari mbak ikut dengan saya " Ucap si pelayan sambil membawa satu stell baju kerja kearah ruang ganti .


Tasya melihat dirinya dikaca ruang ganti setelah berganti baju yang ketiga kalinya . " Apa - apaan ini ! . kenapa bagian roknya seksi sekali ? " Tanya nya .


Tasya keluar dari ruang ganti. " Mbak ini ngak salah ya bajunya ? " Tanya Tasya kepada pelayan butik yang berdiri disampingnya.


" Maaf mbak memang ini yang dipilih oleh tuan Rangga tadi " Jawab pelayan butik .


Tasya kesal sekali dengan pilihan bosnya . Bahkan saat dirinya berjalan pun dia harus menutupi pahanya yang mulus mengunakan tangannya.


Rangga yang melihat baju yang dipakai sekertaris nha tersenyum . " Gini dong kan bagus jadinya kalau dilihat " Ujar Rangga.


Dimeja kasir Rangga langsung membayar stellan baju kantor yang dipilihnya tadi . Harga satu stell baju kerja itu pun tidak main - main tapi kalau sultan yang beli tidak ada harganya .


Sepanjang jalan Tasya sangat risih dengan orang - orang yang melihat pahanya yang setengah tertutup oleh rok . Maka dari itu dia memanfaatkan Tas dari butik yang diisi oleh jas bosnya yang sempat dipakai Tasya serta baju kerja nya .


" Sial bisa - bisa gue ngak ada harga diri cuma gara - gara rok ini " Ucap Tasya mengomel dalam hati .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu lagi notifikasi yang dikirim pada ponsel keyla.


" Aaaaaa......!! " Suara teriakan dari kamar Keyla Karena kesal akan foto yang dikirim oleh orang suruhannya .


" Lo liat aja , setelah ini gue bakal hancurin lo Tasya ! " Ancamnya sambil tersenyum smrik .



Anggep aja gitu stellan untuk rok sama bajunya.


~ Bersambung ~