
Brak.. Suara pintu yang didobrak oleh seorang wanita yang berpakaian minim dan keliatan masi muda sekitar dua puluhan lah umurnya.
Reyhan lantas saja langsung terkejut dan berdiri dari kursi yang didudukinya.
" Hei ! " Ucapnya membentak wanita itu karena sembarangan saja masuk kedalam ruangan orang tanpa mengetuk pintu lagi .
" Dimana Rangga ! " Bentaknya kepada Reyhan sambil berlari mencari Rangga ke segala sisi ruangan.
" Anda siapa ? " Tanya nya dengan heran karena tiba - tiba saja masuk tanpa izin.
" Gue nanya dimana Rangga ! " Bentak nya lagi sambil menyilangkan tangannya di kedua dadanya.
" Anda siapa sih ? , tiba - tiba saja masuk keruangan ini ! " Bentak nya tak kalah kasar dari si wanita itu.
" Lo mau tau gue siapa ! " Jawabnya dengan tatapan yang menantang .
" Iya anda siapa ?! " Tanya dengan tatapan yang datar memancarkan aura dingin namum dengan tatapan yang malas meladeni wanita itu.
Wanita itu tersenyum smrik . " Gue adalah calon istri nya Rangga ! " Ucapnya masih dengan gaya nya menyilangakan kedua tangan di dada dan berdiri menyelaraskan tinggi nya di depan Reyhan . Namun dengan sedikit jarak .
" Apa - apaan ! , kamu jangan ngaku - ngaku jadi calon istrinya Rangga ! " Bentak nya . Karena masa iya Rangga sudah mempunyai calon istri ? . Heh pacaran saja tidak pernah.
" Hei ! , Emang nya lo siapa sih ! " Ucapnya dengan tatapan menantang.
" Saya sekertaris nya , kamu mau apa ! " Ucapnya juga tak kalah menantang .
" Pft.. , hanya sekertaris saja sudah sombong ! " Ucapnya meremehkan siapa Reyhan sebenarnya . Dengan ekspresi wajah yang menahan tawanya.
Tiba - tiba saat sedang terjadi argumen didalam ruangan itu datanglah Tasya yang sedang membawa secangkir kopi di atas nampan yang baru saja dibikin nya .
" Permisi .. pak Reyhan ini kopinya " Ucapnya sambil menaruh kopi di meja . Tidak ada jawaban dari Reyhan . Matanya menatap bingung ke arah dua orang manusia yang saling bertatapan namun bukan dengan tatapan yang mesra melainkan tatapan saling membunuh antara satu sama lain.
" Kalau begitu saya permisi dulu " Ucapnya memutuskan untuk pergi karena tidak ada jawaban dari Reyhan.
Baru saja Tasya berjalan beberapa langkah untuk memasuki ruangan nya . Dengan terpaksa langkah nya terhenti saat ada suara yang memanggil nya.
" Hei kau ! " Ucap wanita itu yang tadi menghentikan langkah Tasya.
" Saya ? " Tanya nya dengan bingung . Karena mungkin saja bukan dirinya yang di panggil melainkan si tembok pucat itu.
" Iya kau ! " Ucap nya dengan ketus sambil memandang Tasya dengan tatapan jijik.
Tasya berjalan ke arah wanita itu. " Ada apa ya mbak ? " Tanya nya.
" Dimana Rangga ! " Masih dengan nada bicara yang ketus dan menampilkan ekspresi wajah yang jijik terhadap Tasya.
" Pak Rangga nya - " Ucapannya langsung terputus oleh Reyhan.
" Mau apa anda mencari tuan Rangga ?" Ucapnya kembali bertanya.
" Kan tadi sudah gue bilang kalau gue calon istrinya ! . Kolot banget sih lo ! " Bentaknya.
" Hei anda jangan berpura - pura menjadi calon istrinya ! " Ucapnya dengan menantang.
" Kenapa tidak ? " Dengan tatapannya menantang remeh Reyhan .
" Karena bukan anda yang menjadi calon istrinya ! " Jawabnya.
" Memang nya siapa ha ?! " Tanya nya dengan nada tinggi dan melototkan kedua matanya.
" Hei kemari " Ucapnya memanggil Tasya yang sendari tadi diam mematung memperhatikan keributan yang ada di depan nya. Bahkan bisa saja menjadi sebuah hiburan drama gratis bagi dirinya.
" Saya ? " Tanya nya dengan ling lung.
" Iya kamu , cepat kesini ! " Perintah nya.
" Baik pak " Dengan segera Tasya berjalan ke arah Reyhan dengan nampan berwarna coklat yang masih dipengang nya.
Kini posisi Tasya berada di sebelah kiri Reyhan .
" Anda tau siapa calon istri tuan Rangga yang sebenarnya ?! " Tanya dengan tatapan sinis .
" Kan gue " Jawabnya dengan santai .
" Anda salah , yang sebenarnya calon istri dari tuan Rangga adalah wanita yang berada di sebelah saya ! " Bentaknya pada akhir kalimat.
Tasya yang merasa saat ini dirinya yang menjadi tersangka bohong - bohongan terkejut bukan kepalang . Bagaimana mungkin dirinya lah yang menjadi calon istri dari CEO yang tidak punya ekspresi itu .
" Iya Tasya , kamu sebenarnya calon istri dari tuan Rangga " Jawabnya sambil memasang wajah datar.
" Hahaha ... " Tawa wanita itu dengan keras . " Dia yang menjadi calon istri dari Rangga ? " Tanya nya dengan senyuman meremehkan Tasya .
" Iya! , mau apa anda ? " Tanya nya dengan menantang .
" Lo pikir gue bakal percaya ! " Tanya sambil melihat Tasya dari bawah ke atas . " Tidak berkelas sekali pakaian nya " Gumamnya dalam hati sambil menampakan senyum smrik nya.
" Kalau begitu mana bukti nya kalau anda berpacaran dengan tuan Rangga ? " Tanya nya . Karena Reyhan tau kalau wanita ini hanya pura - pura saja .
Ekspresi nya berubah menjadi takut seketika saat Reyhan bertanya mana buktinya kalau ia berpacaran dengan Rangga .
Namun dengan segera ia menetralkan ekspresi nya menjadi biasa saja seolah ia punya buktinya.
" Lantas apa yang membuktikan kalau wanita jelek ini calon istri Rangga ? " Tanya nya balik dengan menantang.
" Hah . Wanita ini sungguh menyebalkan ! " Gumamnya dengan kesal didalam hati.
" Anda jangan mengalihkan pembicaraan nona " Ucapnya dengan tegas.
Tanpa berfikir panjang lagi Reyhan langsung memencet tombol untuk memanggil satpam segera ke ruangan nya untuk mengusir wanita yang tidak dikenalinya ini.
Tidak lama kemudian datanglah dua satpam yang sudah berdiri di depan ruangan CEO itu.
Tok.. Tok.. Tok.. suara ketukan dari luar Reyhan yang sudah tau itu siapa langsung saja menyuruh kedua satpam itu untuk masuk kedalam dengan suaranya yang keras.
" Usir wanita ini " Suruh Reyhan kepada dua satpam itu.
" Baik pak " Jawab kedua satpam itu secara bersamaan.
" Ayo nona ikut kami ! " Ucap salah satu satapam yang sudah memengang tanga sebelah kiri wanita itu . Sedangkan rekannya memengang yang sebelah kanan nya.
" Hei lepasin gue !! " Ucapnya dengan nada tinggi dan menolak untuk dibawa keluar oleh kedua satpam itu.
" Cepat kalian bawa ... tunggu apa lagi ! " Bentak nya .
Dengan cekatan kedua satpam itu langsung menarik dengan paksa wanita itu agar segera keluar dari ruangan CEO .
" Lepas ! , Lepasin gue ! " Bentaknya sambil meronta - ronta .
Lantas saja hal itu membuat para karyawan berkumpul dan memperhatikan apa yang sedang terjadi dengan wanita dan dua satpam itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah wanita itu di bawa keluar dari ruangan CEO Tasya langsung bertanya perihal dirinya disebut sebagai calon istri dari bos nya sendiri . Yang benar saja ? . Mana mungkin mustahil baginya ! . Ya walaupun Rangga ganteng si .
" Pak , maksud bapak tadi apa ? " Tanya dengan bingung sambil menatap wajah Reyhan yang dingin.
Hening , tidak ada jawaban dari Reyhan . Yang hanya di lakukan nya hanyalah tetap diam dan langsung duduk dikursi tempatnya bekerja.
" Pak saya butuh kejelasan " Pinta nya kepada Reyhan.
" Lanjukan kerja kamu " Ucapnya tanpa menoleh sedikit pun ke arah Tasya dan sibuk dengan membaca berkas yang akan ditanda tangani nya.
" Tapi pak - " .
" Tidak ada tapi - tapi ! " Ucapnya dan langsung menatap wajah Tasya . " Kalau tidak mau kerja mendingan kamu pulang ! " Tegasnya lagi .
" Pak kan saya .. " Lanjut nya lagi.
Brakkk..
Suara meja yang didobrak oleh Reyhan .
" Ba - Baik pak " Ucapnya dengan ketakutan dan langsung pergi meninggalkan ruangan itu dan lebih memilih untuk melanjutkan pekerjaan nya lagi.
" Hah ! , Menyebalkan sekali hari ini ! " Gumam Reyhan didalam hati.
~ Bersambung ~
Tahap revisi , maaf kalau ada typo besok diperbaiki saat tahap revisi yang kedua.
Like , komen , and vote .