My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
23



Malam hari pun tiba musik disco sudah terdengar dari luar area tempat karoke , acara reuni yang semulanya dilaksanakan pada bulan lalu tapi diundur menjadi bulan ini.


Sudah banyak berdatangan alumni SMA Nusa Bakti ke tempat karoke yang sudah disewa satu malam full oleh panitia penyelenggara.


Tasya berjalan masuk kedalam tempat karoke , berisik itulah suara musik yang terdengar tidak jelas dari luar sampai masuk kedalam. Dirinya juga terlihat risih akan suara musik yang membekakan telinga.


Banyak para alumni yang memperhatikan Tasya saat mulai masuk kedalam . Dirinya melihat kesegala arah untuk mencari temannya bernama Fiona , dulu Tasya saat SMA adalah siswa yang sangat tertutup dan sedikit teman tapi walaupun Tasya siswa yang tidak banyak teman dirinya memiliki banyak prestasi disekolahnya maka tidak heran kalau dirinya bisa mendapat biasiswa dan bersekolah sampai Amerika Serikat.


Penampilan Tasya juga dulu tidak seperti sekarang , Tasya yang dulu sangat culun dan tidak pandai berpakaian. Banyak siswa yang mengolok - ngoloknya bahkan sampai membully nya. Tapi ada satu siswa yang menolongnya waktu itu dia adalah siswa terpopuler disekolah namanya Zergan.


Tasya juga dulu adalah bukan orang yang berada seperti sekarang , dulu Tasya adalah anak dari seorang karyawan swasta dan ibu rumah tangga. Namun seiring berjalan nya waktu keluarga Tasya sudah menjadi keluarga miliarder dan masuk golongan keluarga berada.


" Siapa tu ? " Tanya Zen teman kelas Tasya dulu yang melihat Tasya berjalan dengan dres biru tua nya serta sepatu heals merah nya.


" Ntah , gue ngak pernah liat alumni disekolah kita yang mukanya kayak gitu " Ujar Reza yang merupakan teman kelas Tasya.


" Kalo lo gimana ? " Tanya nya kepada siswa yang sempat populer dimasanya yaitu Zergan.


" Tasya kan dia " Jawab Zergan santai sambil meneguk minumannya.


Zen dan Reza saling pandang , tidak salah mereka mendengar kalau wanita cantik yang datang keacara reuni malam ini adalah Tasya si culun dan berkacamata itu.


" Yaelah.. mana mungkin si culun dateng kesini terus bisa pakai dres yang mahal kaya gitu " Hardik Zen kepada Tasya.


" Iya lo ngada - ngada deh " Sambung Reza sambil menyenggol lengan Zergan.


" Yaudah si.. kalau ngak percaya ngak papa " Ucap Zergan lalu pergi meninggalkan Zen dan Reza untuk menyusul Tasya yang masi mencari Fiona.


Pelayan tempat karoke yang sedang membawa nampan dengan gelas berisikan sirup menabrak Tasya. Sontak saja kejadian itu menjadi tontonan para alumni yang melihat Tasya dari tadi.


" Ma-maaf mbak , saya ngak sengaja " Ucap pelayan tempat karoke sambil membereskan gelas dan air sirup yang tumpah.


" Ngak papa kok , masnya ngak salah. Saya tadi yang jalan ngak liat masnya makanya nabrak " Ucap Tasya sambil membantu pelayan itu membereskan gelas yang jatuh serta mengelap minuman yang tumpah menggunakn tisu miliknya.


Gelas yang jatuh sudah dibereskan , Pelayan itu pun pergi tapi tidak lupa mengucapkan terimakasi kepada Tasya. Zergan yang dari tadi melihat Tasya membantu pelayan membersihkan kekacauan kecil tersenyum karena Tasya yang dulu tidak pernah berubah sifatnya masi sama suka membantu orang. Yang berbeda hanyalah penampilan nya saja yang lebih anggun dan berkelas.


Tasya pergi kearah toilet untuk membersihkan dresnha yang terkena tumpahan air sirup. " Aduh.. gimana ini mana gue ngak bawa dres yang lain lagi " Ucap Tasya sambil membersihkan dresnya menggunakan air dan mengelapnya menggunakan tisu.


Karena tidak ada pilihan lain akhirnya Tasya keluar menggunakan dres yang basah pada bagian bawahya.


Tangannya ditarik masuk kedalam toilet lagi oleh seseorang.


" Nih " Ucap orang yang menyeretnya masuk kedalam toilet sambil menyodorkan tas yang berisikan baju.


Tasya menatap wajah pria yang menyeretnya masuk kedalam , serasa tidak asing. " Zergan ? " Ucap Tasya.


" Iya gue Zergan. Cepet dipake bajunya " Ucap Zergan.


" Iya " Ucap Tasya.


" Gue tunggu diluar " Ujar Zergan kepada Tasya. Tasya mengangguk sambil tersenyum kearah Zergan.


Lima menit Tasya berada didalam toilet dan akhirnya Tasya keluar menggunakan dres berwarna sama seperti dres yang pertama digunakannya.


" Terimakasi " Ucap Tasya sambil tersenyum kepada Zergan yang menunggu nya diluar.


Zergan tidak menjawab , sifat dinginnya kepada wanita masi sama dari dulu. " Ayo kedepan " Ajak Zergan , Tasya mengangguk dan mengikuti Zergan dari belakang.


" Semuanya... sekarang saatnya kita berpesta dan berjoget didepan !! " Seru Fiona menggunakan mic dan pengeras suara.


Semua alumni berkumpul didepan kecuali Tasya dan Zergan. Tasya tidak suka dengan musik-musik seperti ini jadi dirinya tidak mau ikut berkumpul dan berjoget bersama.


Sementara Zergan sudah biasa dengan musik yang seperti ini karena hampir setiap hari dirinya pergi ketempat karoke bersama temannya disaat SMA dulu , sedangkan kalau sekarang dirinya sudah jarang dan hampir tidak pernah pergi ketempat karoke.


Pelayan menaruh makanan diatas meja Tasya dan Zergan duduk. " Terimakasi " Ucap Tasya kepada pelayan.


" Sya.. gue boleh minta nomor telepon lo ? " Tanya Zergan dengan suara yang keras karena musik yang begitu keras terdengar.


" Boleh " Ucap Tasya dengan suaranya yang keras juga.


Mereka berdua akhirnya menukar nomor telepon. Tasya memakan makanan yang dihidangkan pelayan tadi.


Baru saja satu suap dimakannya namun tiba-tiba perutnya terasa mual , kepalanya pun terasa pusing.


" Gue ketoilet dulu ya " Ucap Tasya kepada Zergan.


Zergan mengangguk dan membiarkan Tasya pergi ketoilet. Sekarang Tasya sudah sampai didalam toilet dirinya masuk kedalam toilet dan memuntahkan makanan yang baru saja dimakan nya.


Tiga orang yang tadi mengikuti dirinya langsung masuk kedalam toilet dan membopong tubuh Tasya kelantai tiga. Sekarang Tasya sudah dibawa masuk kedalam kamar yang berada ditempat karoke.


" Lakukan tugas mu " Suruh Wanita yang menjadi dalang dibalik semua rencana ini.


Pria yang membopong Tasya masuk kedalam kamar tadi ragu untuk menjalankan perintah dari wanita yang menyuruhnya. " Ayo cepat!!. Ngapain diam kaya gitu " Perintahnya dengan nada tinggi karena Perintahnya tidak segera dilakukan.


Pria itu pun melaksanakan tugasnya sementara wanita itu merekam aksi yang dilakukan oleh orang suruhannya. Senyum licik sudah terukir diwajahnya.


" Oke.. selesai " Ucap Wanita itu. Orang suruhannya pun sudah selesai melakukan tugasnya.


" Maafin aing neng " Ucap pria yang belogat sunda itu sambil menutup tubuh Tasya.


Vidio yang direkam pun sudah terkirim kepada target sasaran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mansion utama keluarga Adimaja.


Keadaan mansion saat ini sepi karena papa dan mamanya saat ini sedang pergi menghadiri pesta terkecuali Rangga yang masi berkutat dengan pekerjaannya diruang kerja.


Cling.. notifikasi masuk kedalam ponselnya.


Rangga langsung melihat notifikasi yang masuk. Betapa kagetnya Rangga saat melihat rekaman vidio yang dikirim oleh Keyla.


" Brengsek..!! " Umpatnya karena perkataan nya kemarin tidak dituruti oleh Keyla.


Dengan cepat Rangga berlari kekamar nya untuk mengambil jaket serta kunci mobil.


Setelah sampai digarasi dirinya langsung masuk kedalam mobil , mobil pun keluar meninggalkan mansion.


" Brengsek lo.. berani-beraninya lo ngelakuin hal ini padahal gue sudah ngancem lo !!! " Umpat Rangga memukul kemudi mobilnya dan menambah kecepatan mobilnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Zergan heran mengapa Tasya lama sekali berada didalam toilet. Akhirnya Zergan pergi kearah toilet wanita dibukanya toilet itu tapi tidak ada Tasya dilihatnya ada tas kecil yang merupakan tas milik Tasya.


" Lo kemana sih sya " Ucap Zergan khawatir karena Tasya menghilang begitu saja tapi meninggalkan tas beserta ponselnya.


Mobil Rangga sudah terparkir didepan tempat karoke , cepat-cepat Rangga turun dan masuk kedalam. Dirinya tidak peduli bahwa sedang ada pesta didalam tempat karoke.


Dengan cepat Rangga pergi dimana arah kamar yang dikirim Keyla kepada nya melalui chat.


Sementara itu Zergan juga ikut mencari dimana keberadaan Tasya dirinya pergi sambil membawa tas milik Tasya ketempat pesta sedang berlangsung.


Kesana kemari Zergan mencari Tasya namun Tasya tidak ada diarea pesta. Zergan tidak menyerah dirinya langsung naik pergi kelantai dua.


Rangga membuka kamar nomor empat namun tidak ada keberadaan Tasya disana. " Sial.. Keyla!! beraninya lo nipu gue..!! " Geramnya sambil menggepalkan kedua Tangannya.


Zergan membuka semu pintu kamar yang berada dilantai dua dirinya tidak melihat kalau Rangga juga sedang mengecek semua kamar yang berada dilantai dua.


" Sial !! , dimana sih Keyla menaruh Tasya " Ucap Rangga.


Dengan nafas yang ngos-ngosan Zergan menaiki anak tangga untuk kelantai tiga sampai-sampai dirinya tidak menyadari kalau ada lift disana.


" Tunggu gue sya " Ucap Zergan dengan nafas yang ngos-ngosan.


Rangga masuk kedalam lift untuk sampai kelantai tiga. Rangga terus menelpon nomor Keyla , namun selalu saja nomor Keyla berada diluar jangkauan.


Ting pintu lift terbuka , Rangga keluar dari lift dan segera mencari dimana keberadaan Tasya dari pintu kamar nomor satu Rangga mencari.


Namun tidak ada didapatinya Tasya. Rangga menghela nafasnya karena dirinya tidak mengetahui dimana keberadaan Tasya.


Zergan membuka pintu kamar nomor tiga puluh yang tepat sekali berada dipaling ujung. Betapa kagetnya Zergan saat melihat Tasya yang sedang tidur sambil titutupi selimut dan pakiannya berserakan dimana-mana.


Zergan mencoba membangunkan Tasya dengan menepuk-nepuk pipi Tasya. " Sya.. bangun sya " Ucap Zergan yang khawatir.


Rangga sekarang sudah berada didepan kamar nomor tiga puluh. Dirinya membuka pintu kamar itu " Lo !! " Teriak Rangga yang sudah masuk kedalam kedalam kamar dan melihat Zergan yang sedang berada diatas Tasya.


Zergan mengalihkan pandangannya kearah dimana suara Rangga berada.


~ Bersambung ~


Maaf telat upnya.