My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
45



Beberapa menit sebelum itu.


Dengan acara pesta yang masih diadakan didalam gedung perusahaan RJA Group, terdengar dari kejauhan dijalan raya suara sirine mobil polisi yang saling beriringan.


Satpam, bodyguard yang bertugas menjaga acara pesta malam itu dibuat bingung. Kenapa ada suara sirine mobil polisi yang arah suaranya akan menuju kegedung RJA Group?. Mereka semua yang menjaga diliputi tanya dalam hatinya.


Tiga mobil kepolisian telah berhenti tepat digedung RJA Group. Para petugas kepolisian langsung turun berhamburan, sedangkan dilihat disana para satpam serta bodyguard yang berjaga menghalangi pintu.


Seorang polisi mengeluarkan secarik kertas dari kantongnya. " Selamat malam, kami dari petugas kepolisian, ingin melakukan penangkapan. Anda bisa lihat perintahnya disurat ini " Tegas polisi itu lalu memberikan kertas itu kepada pemimpin dari pasukan yang berjaga.


Setelah dibaca isi surat penangkapan itu, kepala pengawal yang berjaga hanya bisa menunduk patuh dan memberikan kode kepada salah satu satpam untuk memberitau bos mereka.


Dan satpam yang diberitau itu menundukan kepalanya mengerti lalu masuk kedalam sambil berlari mencari keberadaan penyelenggara pesta, Rangga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lampu diacara itu mati seketika, para tamu riuh bertanya mengapa lampu bisa mati padahal lampu jalanan saja menyala saat dilihat dari kaca bening yang menjadi pondasi gedung kantor.


" Untuk sekertaris saya, Anastasya Amanda silahkan naik kepodium " Kata Rangga sambil tersenyum hangat.


Semua tamu undangan pun langsung melihat kearah Tasya saat dirinya dipanggil karena bersamaan dengan dirinya dipanggil lampu berwarna putih menyorot dirinya sendiri yang sedang asik minum sambil memperhatikan bosnya.


Tasya yang mendengar itu langsung tersedak minuman yang diminumnya saat namanya dipanggil oleh bosnya. " Saya? " Tanya Tasya tanpa suara sambil menunjuk dirinya tidak percaya bahwa dirinya dipanggil.


" Iya kamu! " Ucap Rangga meyakinkan sambil tersenyum.


Bunda Tasya yang saat ini berada satu meja dengan dirinya hanya bisa tersenyum mengangguk ketika Tasya memandang dirinya. " Maju aja sana " Ucap bunda Tasya.


Dengan gugup dan canggung Tasya berjalan kearah bosnya dengan lampu putih yang setia mengikutinya sambil berjalan. Zergan yang berada disana hanya bisa diam dan berusaha memahami situasi saat ini yang mungkin akan merugikan hatinya.


Tasya telah berada diatas podium, dirinya berusaha tersenyum walaupun senyuman nya tidak menghilangkan rasa gugup yang diraskannya. Kini lampu sudah menyala jadi tidak ada kegelapan lagi disana.


Seorang karyawan pria berjalan kearah podium dan memberikan kotak kecil yang dibungkus kain bludru berwarna biru tua. " Ini pak " Ucap karyawan itu sambil memberikan kotak kecil yang dibawanya.


Para tamu yang melihat itu hanya bisa bertanya - tanya antara satu sama lainnya. Tidak termasuk Zergan yang sudah tau akan ada hal yang akan menghancurkan hatinya. Pasrah dan tegar dua kata yang mengambarkan hatinya.


Rangga menghadap Tasya, kini mereka saling beradu pandang. Tasya yang melihat itu semakin gugup dicampur bingung. Rangga meraih tangan Tasya dan menggenggamnya. " Anastasya Amanda " Panggil Rangga sambil tersenyum dan memandang wajah Tasya yang cantik dibalut make-up.


" Mungkin banyak wa- " Ucapan Rangga terpotong saat dirinya sedang serius menatap Tasya lekat - lekat.


" Maaf pak ada pihak kepolisian yang sedang menunggu bapak diluar " Ucap Satpam yang seketika menghancurkan situasi yang sedang terjadi.


Rangga hanya bisa menghela nafas kasarnya dan berjalan meninggalkan podium lalu pergi meninggalkan Tasya yang masih dipodium.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini bukan Rangga dan Tasya yang menjadi bintang diacara itu. Melainkan pihak kepolisian yang jumlahnya sekitar sepuluh orang dengan memasangkan ekspresi datar dan tegasnya.


Riuh suara para tamu undangan yang sedang berbisik bisik terdengar saat mereka semua melihat keluar kalau ada banyak sekali polisi yang datang. Sebab ketika satpam itu berbicara suaranya yang lantang terdengar dari mikrofon yang belum dimatikan.


" Silahkan tuan " Ucap kepala pengawal saat melihat Rangga yang sudah berada diluar gedung menemui pihak kepolisian. Setelah menunduk memberi hormat kepala pengawal itu langsung menegakkan kembali pandangannya.


" Selamat malam. Kami dari pihak kepolisian, ingin melakukan penangkapan kepada saudari Rakeyla Nesiya Haddict " Ujar polisi itu sambil memberikan secarik kertas yang tadi sebelum nya diberikan kepada kepala pengawal.


Rangga membaca dengan teliti isi kertas yang ditulis disana. Matanya terbelalak saat mengetahui bahwa Keyla ditangkap atas kasus penyekapan, pemaksaan dan yang lainnya lagi. " Apa tidak bisa besok pagi saja penangkapan nya? " Tawar Rangga.


Sebenarnya dirinya sedikit khawatir dengan Keyla yang apabila malam ini ditangkap, apa lagi didepan para kolega - kolega bisnis kedua orang tuanya. Bukan soal perasaannya yang jelas - jelas sudah dibuangnya jauh jauh terhadap Keyla. Melainkan ini karena rasa kasihan kepada keluarga Haddict yang tentu saja akan sangat dipermalukan malam ini.


" Tidak bisa pak, karena ini memang sudah tugas dari atasan untuk melakukan penangkapan malam ini " Kata polisi itu tanpa mentoleransi tawaran Rangga tadi.


" Tapi... dari mana anda tau bahwa Keyla ada disini? " Tanya Rangga heran dengan kedatangan para kepolisian yang tiba - tiba dan seolah tau bahwa ada Keyla disini.


" Maaf pak kami tidak bisa memberitau untuk hal ini. Karena bersifat privasi " Jawab polisi itu sambil tersenyum ramah.


Rangga mengangguk mengerti akan hal itu. " Baiklah saya persilahkan " Ucap Rangga dan tujuh anggota kepolisian masuk kedalam sedangkan sisanya menunggu diluar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keyla yang saat itu sedang duduk dikursi dan berada satu meja dengan meja keluarga Ferel dibuat terkejut, saat sebuah borgol sudah terpasang dipergelangan kedua tangannya.


" Apa - apan ini! " Ucap Keyla protes menatap tangannya yang diborgol.


Polisi itu mengeluarkan surat penangkapannya dan menaruh diatas meja, lalu Ferel langsung mengambil surat itu. Dibacanya surat itu olehnya dan kedua orang tuanya, mata mereka langsung terbelalak.


Dan kebetulan kedua orang tua Keyla yang juga ada disana langsung menghampiri putrinya setelah mengobrol oleh koleganya dan diberitau oleh tangan kanan papi Keyla bahwa Keyla ditangkap.


" Ada apa ini?! kenapa anak saya ditangkap?! " Bentak Papi Keyla dengan amarahnya yang memuncak.


" Silahkan tuan baca suratnya " Ucap polisi itu.


Langsung direbutnya surat yang masih dipegang oleh Ferel. Papi Keyla dan mami Keyla membaca surat itu, mata mereka langsung terbelalak mengetahui putrinya telah melakukan tindakan melawan hukum.


Mata mami Keyla sudah berair begitu membaca surat itu. Plak! satu tamparan keras mendarat dipipi mulus Keyla, nampak langsung terlihat dipipi kanan Keyla bekas merah yang terasa sakit dan panas.


Keluarga Ferel sudah sangat kecewa dengan calon menantunya itu, sementara Ferel tidak bisa berbuat apa - apa dirinya hanya diam menatap Keyla. Entah rasa apa yang dirasakannya saat ini, sedih? pasti!, Kecewa? tentu saja!. Namun rasa benci belum bisa menggambarkannya saat ini.


Semua tamu undangan yang melhat papi Keyla menampar Keyla langsung diam dan menutup mulut mereka tidak percaya. " Kenapa kamu tega mencoreng nama baik keluarga kita!! " Bentak Papi Keyla yang sudah tidak bisa menahan amarahnya. Rahang nya yang mengeras sudah memastikan dirinya benar benar kecewa dan marah.


Keyla yang dibentak seperti itu hanya bisa diam dan membiarkan polesan make-up nya luntur oleh air mata yang mengalir serta bekas tamparan yang bewarna merah secara alami itu.


" Sayang sudah.. " Ucap mami Keyla menenangkan suaminya yang sedang tersulut emosi, dengan cara mengenggam lengan suaminya.


" Ngak usah kamu belain anak kamu itu!! Sudah bagus hidup dikelurga kaya!! tapi malah dengan tindakan bodoh nya menghancurkan martabat keluarga kita!! " Bentak papi Keyla lagi mencekal kata - kata istrinya yang menenangkan dirinya.


" Maaf pak, bukan maksud saya sebagai pihak kepolisian untuk ikut campur. Tapi bila anda melakukan kekerasan seperti tadi anda bisa dikenakan pasal yang sesusai dengan undang - undang " Ujar polisi itu memberitau.


Papi Keyla hanya bisa melihat putrinya dengan tatapan marah dan tidak suka setelah diberitau akan hal itu oleh polisi.


" Enggak! lepasin! " Ucap Keyla memberontak tidak mau dibawa kekantor polisi. " Mi... tolong Keyla mi.. " Ucap Keyla saat dibawa paksa oleh dua polwan itu sambil melihat mami dan papinya dengan tatapan meminta tolong dan menyesal.


Sementara Ferel yang notabene nya sebagai tuangan Keyla menghela nafas kasarnya dan menyusul Keyla. Kedua orang tua Ferel tidak melarang Ferel menyusul Keyla tapi kedua orang tuanya hanya diam dan terduduk lemas dikursi.


Insiden ini menyebabkan dua keluarga malu. Yaitu keluarga Ferel dan Keyla.


Karena acara sudah menunjukan pukul sembilan malam akhirnya acara ulang tahun perusahaan RJA Group ditutup dengan kata - kata dari Rangga. Walaupun tadinya ada sedikit insiden.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam 01 : 00. Dini hari.


Keyla saat ini sedang berada diruang introgasi masih dengan gaun malamnya yang melekat ditubuh Keyla berada diruangan itu.


Ferel yang ikut memantau dari ruang cctv hanya bisa terdiam saat Keyla ditanyai oleh penyidik dengan beberapa pertanyaan yang membuat Keyla menangis.


" Nona, anda tau kan perbuatan anda melanggar hukum? " Tanya penyidik itu sambil memperhatikan wajah Keyla yang sudah tidak karuan.


Keyla hanya bisa mengangguk sebagai jawaban, tak lupa jawabannya itu diiringi juga dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya. Dirinya lelah karena sudah tiga jam lebih berada diruang penyidik.


" Dan nona pasti sudah tau bahwa hal ini ada konsekuensinya? " Tanya penyidjm itu.


" Iya... saya tau " Jawab Keyla dengan matanya yang sayu menandakan dirinya ingin istirahat.


" Baiklah, saya hentikan pemeriksaan ini sampai disini " Lalu penyidik itu pergi dari kursinya dan memanggil dua orang polwan yang dari tadi menunggu didepan ruangan itu.


Dua orang polwan membawa Keyla menuju ruang ganti untuk tahanan, tidak mungkin kan Keyla harus memakai gaunnya sampai kedalam penjara. Sekitar tiga menit Keyla mengganti gaunnya menjadi baju warna orange khas tahanan.


Setelah keluar Keyla langsung diiring untuk berjalan kesel tahanannya. " Tunggu sebentar. Saya mau bicara dengan Keyla " Ucap Ferel yang dari tadi mengikuti Keyla setelah keluar dari ruang penyidik.


Polwan itu mengangguk setuju dan menunggu Ferel berbicara terhadap Keyla. " Lima menit saja pak, waktunya " Ucap salah satu polwan.


" Kita duduk yuk " Ajak Ferel sambil merangkul Keyla yang terlihat lelah.


Mereka duduk dikursi panjang yang berwarna abu. " Kenapa " Tanya Keyla dengan tatapan lelah dan sedihnya.


Ditatapnya wajah Keyla oleh Ferel, wajah yang dulu dikenalnya jutek itu kini sudah hilang digantikan dengan raut wajah lelah bercampur sedih dan kecewa. Jari Ferel mengusap bekas air mata yang masih berada dikedua pipi Keyla. " Sudah, jangan nangis lagi. Aku ngak bisa temenin kamu disini, tapi.. besok aku janji akan datang kesini " Ucap Ferel sambil tersenyum seolah memberikan kekuatan.


Mata Keyla berkaca - kaca saat Ferel mengatakan hal itu kepadanya, digigit nya juga bibir bawahnya karena tidak kuasa menahan beban malam hari ini. Disaat dirinya dalam kondisi terpuruk tidak ada keluarga yang menemani melainkan hanya ada tunangannya saja yang jelas dianggap Keyla sebagai orang yang paling menyebalkan.


" Maaf " Kata Keyla menyesal lalu bersamaan dengan itu air matanya jatuh tak terbendung, bahunya naik turun sambil menangis, pandangannya hanya bisa tertunduk kebawah dirinya tidak berani menatap Ferel.


Ferel benar - benar merasa kasihan terhadap Keyla dipeluknya Keyla dan diusapnya rambut Keyla untuk menenangi Keyla yang menangis tersedu - sedu dipelukannya. " Aku tau aku salah, tapi.. kenapa disaat seperti ini papi sama mami ngak ada? " Tanya Keyla yang diiringi dengan isak tangisnya. Bukan kata Gue yang digunakan tapi melainkan kata aku. Entah Keyla menyadari ucapan nya itu atau tidak.


Ferel yang mendengar itu juga langsung ikut menangis dan semakin mengeratkan pelukannya dengan Keyla, diciumnya puncak kepala Keyla dan diangkatnya wajah Keyla. " Kan Keyla itu orangnya kuat, jadi tunjukin Keyla yang kuat! hadepin semuanya!. Om sama tante ngak dateng... mungkin karena... ada urusan lain kan? Jadi kamu happy aja ya! " Ucap Ferel sambil tersenyum dan menghapus air mata Keyla.


Sudah lima menit waktu berlalu. " Maaf tuan sudah lima menit, kami tidak bisa memberikan waktu lagi " Ucap salah satu polwan dan langsung membawa Keyla pergi.


Ferel yang masih duduk dikursi besi bewarna abu itu hanya bisa menatap punggung Keyla yang sedang berjalan dengan dua polwan disampingnya, dirinya benar - benar merasa kasihan dengan Keyla. Tapi bila difikirkan kembali perbuatan Keyla memang salah dan sudah sepatutnya diberi hukuman.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yang kemarin biarlah kemarin, kita hanya berharap agar hari ini bisa berjalan dengan mulus tanpa adanya tanjakan serta rintangan. Rembulan yang kemarin malam bercahaya diwaktunya sudah hilang diambil oleh waktu yang lainnya dan digantikan oleh temannya yang bernama matahari.


Prang!, Prang!.


Suara lemparan piring - piring antik sudah terdengar dari tadi didalam kediaman keluarga Keyla. Guci yang senilai dengan harga satu iphone dua belas pro dipecahkan menggunakan tongkat kasti yang dipegang oleh papi Keyla.


" Arghhhhh!! " Teriak papi Keyla yang tidak terima dengan ucapan istrinya.


" Pi! kamu ngak seharusnya kaya gitu!, Walaupun Keyla masih dalam masalah.. bukan berarti kita bisa usir dia dari rumah! " Teriak mami Keyla yang protes. Lantas semua pelayan dan Karyawan yang menyaksikan itu hanya bisa diam ketakutan sambil menunduk. Karena baru kali ini mereka melihat tuan dan nyonya mereka yang sangat marah antara satu sama lainnya.


" Dimana rasa tanggung jawab kamu sebagai orang tua!! " Teriak mami Keyla sambil menununjuk suaminya tak terima dengan keputusan suaminya saat sedang sarapan dimeja makan tadi.


Satu mobil mewah bewarna hitam sudah terparkir, dengan tergesa - gesa seorang laki - laki yang bertubuh tinggi nan atletis langsung masuk kedalam rumah begitu mendengar kabar bahwa kedua orang tuanya sedang bertengkar hebat.


Pengawal yang menjaga didepan pintu langsung menunduk begitu mengetahui tuan mudanya telah sampai dirumah. " Silahkan tuan Kenan " Ucap pengawal itu mempersiapkan tuannya masuk. Namun ucapannya tidak didengar karena Kenan memikirkan kedua orang tuanya.


" Mami!! " Teriak Kenan syok saat melihat maminya sudah terduduk dilantai sambil menangis dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Diangkatnya maminya dan langsung dipeluk oleh Kenan. " Papi kenapa mami bisa sampai kaya gini? " Tanya Kenan berusaha menahan emosinya saat melihat kondisi maminya tadi.


Papinya hanya diam tidak bisa menjawab pertanyaan yang Kenan tanyakan. Namun bisa dilihat dari ekspresinya kalau papi Keyla menyesal. " Papi jahat Ken, papi kamu jahat! " Ucap Mami Keyla sambil mengisakan tangisannya didalam pelukan anak laki - lakinya.


" Ayo mi kita kekamar " Ajak Kenan tidak melepas pelukannya dan memilih memperdulikan maminya dulu. Kini Kenan dan maminya sudah berada didalam kamar utama.


" Mami istirahat ya!, biar Kenan yang bicara sama papi " Ucap Kenan sambil menidurkan maminya. Mami Keyla langsung menggelengkan kepalanya, dan langsung menahan tangan Kenan yang akan pergi meninggalkan dirinya.


" Kamu diam disini! mami takut kalau sendiri, biarkan papi kamu! biar dia egois dengan keputusannya! " Tegas mami nya karena tidak mau Kenan juga ikut imbas dari kejadian nya dengan suaminya.


Kenan hanya bisa mengangguk patuh dengan apa yang diucapkan maminya, dirinya yang harus pulang dari semarang kejakarta karena mendengar berita adiknya ditangkap dan orang tuanya yang bertengkar langsung meninggalkan pekerjaannya yang masih tersisa.


Selama perjalan dirinya hanya membaca artikel yang berkaitan dengan penangkapan adiknya dan saham perusahaan yang menurun drastis hanya karena insiden semalam.


Terdengar suara engsel pintu yang diputar, langsung saja papi Keyla yang membuka pintu itu masuk kedalam kamar miliknya dan istrinya. " Sayang.. maafin aku.. " Ucap papi Keyla lirih melihat istrinya yang sedang terbaring memegang tangan anaknya, Kenan.


" Ken, mami mau sama kamu aja disini! " Ucap mami Keyla yang berarti mengusir suaminya secara halus.


Papi Keyla yang mendengar ucapan istrinya langsung menunduk dan membuka pintu untuk melangkahkaan kakinya keluar.


~ Bersambung ~


Sampai sini dulu, maaf author sering males update. Karena kalau sebagai pelajar harus ngelaksanain tugas - tugas yang dikasi sama guru. Bukan cuma itu aja sih kendalanya, masalah kuota juga utama.


Bay bay semua sampai ketemu kapan author mau upload cerita lagi. Bab ini sampai 2365 kata.