My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
80



Episode akhir sudah ada!


Yeayy udah ending aja!


Makasi untuk yang sudah sabar baca dan nungguin! ILY.


Oh iyaaa cerita Zergan sudah author buat tapi tinggal ngeluarin bab aja. Tapi setelah novel ini tamat author mau ke cerita Reyhan sama Mia dulu.


Gimana? Mau happy ending atau sad ending?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Berawal dari kisah masa kecil tapi kini akan berubah menjadi kisah untuk diteruskan ke masa tua....


Tasya malam hari ini sedang melihat bintang - bintang dari dalam kamar nya. Malalui jendela kamar berwarna putih itu Tasya melihat bintang yang jumlah nya banyak. Ada satu benda langit dimalam hari ini yang menarik.


Benda langit itu adalah bulan. Bila bulan tidak ada maka bumi akan terus bersinar setiap hari tanpa adanya malam. Sebenarnya sih.. Tasya lebih suka malam dari pada pagi.


Soalnya alasannya gini. " Huh... " Tasya menghela nafasnya lalu tersenyum tanpa memperlihatkan gigi nya. " Suasana nya.. kalau malam itu enak banget sumpah. Enaknya... karena.. " Tasya berhenti sebentar menjeda ucapannya untuk berfikir sambil melihat kucing putihnya yang baru saja pulang dari rumah tetangga. Biasa mau ngapel si pusi nya. Btw pusi itu jantan bukan betina.


" Karena malem itu sunyi dan sejuk " Lanjut Tasya bermolog setelah menemukan alasannya.


Saat sedang asik melihat malam. Bunda langsung datang masuk kedalam kamarnya tanpa mengetuk pintu. " Kok kamu belum tidur sih? Besok kan kamu mau nikah " Ucap bunda marah karena melihat anak emasnya belum tidur.


Tasya bangkit dari kursinya lalu berjalan sambil tersenyum kearah bundanya. Lalu dirinya memeluk bundannya dari belakang. " Bunda temenin Tasya tidur ya... Kan besok Tasya udah ngak disini " Pinta Tasya manja.


" Emmm.. " Bunda berpura - pura untuk berikir.


" Bunda.. ayo jawab iya. Jangan pake mikir " Tegas Tasya


Bunda terkekeh mendengar apa yang Tasya katakan tadi. " Iya.. iya.. ayo kita tidur " Jawab bunda sambil mangut - mangut.


" Makasi bunda! " Seru Tasya senang lalu mengecup pipi kanan bundanya sari samping. Kemudian setelah itu bunda dan Tasya naik keatas kasur, tapi mereka belum tidur. Sebelum tidur bunda memberikan wejangan kepada Tasya untuk bekal manjalani rumah tangga.


" Kalau misalkan kalian bertengkar. Jangan pernah main fisik. Dan juga.. kalau misalkan kamu mau pergi kemana - kemana harus izin dulu sama Rangga " Ujar bunda nya sambil menglus rambut Tasya. Saat ini Tasya sedang bersender dipundak bundanya.


" Iya bunda " Jawab Tasya.


" Satu lagi. Kalau ngomong sama Rangga jangan pake gue elu " Ucap bunda melarang karena dirinya tau kalau Tasya lebih sering menggunakan kata gue dan elu dari pada aku dan kamu.


Tasya langsung menongak kan kepalanya. Menutup bundanya yang sedang menatapnya juga dengan ekspresi sinis. " Tapi bunda... kalau misalkan Tasya manggil gitu kaya lagi baca puisi aja bund. Terlalu lebay ahh.. merut Tasya " Ucap Tasya protes tidak suka.


" Kalian itu suami istri. Bukannya musuh ketemu musuh " Cela bundanya lalu setelah itu bundanya memperbaiki posisi untuk tidur. Matanya terasa lelah belum lagi besok harus bangun pagi untuk persiapan acara pernikahan anaknya.


Tasya masih diam diposisi nya. " Bund. Besok bangunin Tasya ya " Ujar Tasya lalu setelah itu dirinya beralih ke posisi tidur membelakangi bundanya yang juga membelakangi dirinya. Karena tidak ada jawaban Tasya hanya diam memikirkan sesuatu.


" Selamat malam bunda " Ucap Tasya, Tasya tau bundanya itu sudah tidur dari tadi tapi tidak ada salahnya bila mengucapkan selamat malam. Lampu tidur disamping Tasya pun sudah mati. Kini kamar dan rumahnya sudah gelap hanya ada lampu taman belakang dan teras rumah saja yang menyala.


Sementara bagaimana dengan ayah Tasya. Tentu saja ayahnya itu sudah tidur sebelum dirinya dan bundanya tidur. Ayah Tasya belakangan ini sering cepat tidur dibandingkan hari - hari sebelumnya. Itu semua juga pengaruh dari obat yang ayah Tasya konsumsi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sebelum matahari terbit dan menyinari bumi Tasya sudah bangun. Sekarang waktu sudah menujukan pukul lima pagi tepat. Dengan wajah yang lembab karena sudah selesai melaksanakan salat subuh Tasya duduk didepan meja riasnya.


Para team dari make up khusus pengantin sudah datang dengan peralatan make up yang lengkap. Tasya baru kali ini akan memakai make up yang super tebal dan tidak seperti make up biasa yang digunakan olehnya saat akan bekerja.


Sebelum memakai make up Tasya lebih dulu memakai skincare nya. Ya.. walaupun acara nya nanti didalam ruangan, tapi kan.. kulit wajah harus tetep dijaga.


Setelah selesai memakai skincarenya dengan tahapan yang lengkap, kini saat nya team make up pengantin mendandani Tasya. Sebenarnya acara ijab kabul nanti masih lama.


" Mbak nya kulitnya bagus ya.. ngak ada jerawat soalnya " Puji si penata rias sambil menratakan foundasion ke wajah Tasya.


Tasya yang dipuji seeperti itu hanya bisa tersenyum. " Mbak umur nya dua puluh tahun ya? " Tanya si penata rias lagi. Lalu setelah itu beralih mengambil sisir rambut dan menyisir rambut Tasya karena rambut Tasya yang dicepol tadi kurang rapi.


" Saya dua puluh tuju mbak " Jawab Tasya sambil tersenyum.


" Loh kok.. muda banget rupanya mbak. Saya jadi salah kira " Ucap nya sambil meratakan bedak di wajah Tasya. Tasya yang mendengar itu hanya bisa tersenyum saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dari tadi Tasya sudah gelisah tidak tenang. Sekarang jam sudah menunjukan jam setengah delapan pagi. Dan acara akad nikah yang berlangsung dirumahnya akan berlangsung tiga puluh menit lagi. Tasya sedang duduk do kasur menunggu Rangga dengan bunda dan sepupu perempuannya didalam kamar Tasya.


Dari tadi malam Rangga tidak memberikan kabar kepada Tasya maupun itu lewat telepon atau pun pesan. " Tenang sayang. Rangga pasti dateng kok tadi bunda juga sudah di telpon sama calon mertua kamu katanya memang bakal datang sedikit terlambat " Ucap bunda nya sambil mengenggam tangan Tasya yang dari tadi saling menggenggam.


Tasya tersenyum berusaha tenang begitu mendengar apa yang diucapkan bundanya. " Iya bunda " Jawab Tasya sambill mengangguk.


Tasya memejamkan matanya sambil menarik nafas dalam - dalam lalu menghembuskan nafasnya dengan tenang dan membuka matanya.


Terdengar setelah itu suara beberapa mobil datang dan langsung terparkir ditempat parkir yang sudah disediakan oleh keluarga Tasya. " Itu kan mereka dateng " Ucap bunda yang juga mendengar suara mobil keluarga besannya sambil tersenyum.


Tasya menoleh kearah bundanya sambil tersenyum sumringah. Kemudian karena waktu tepat sekali menunjukan pukul sembilan pagi acara sakral pun dimulai. Rangga yang sudah duduk didepan ayah Tasya tersenyum canggung, tangannya juga yang sudah ditaruh di atas meja tremor hebat. Oh iya tangan Rangga juga berkeringat.


" Santai aja nga " Ujar Ayah Tasya menenangkan calon menantu nya.


" Iya ayah " Jawab Rangga lalu tersenyum berusaha tidak terlihat gemetar.


Reyhan yang ikut menjadi saksi disana ingin sekali menertawakan Rangga yang terlihat berkeringat dingin. " Biasa aja kali. Liat tuh jidat lo ngeluarin keringet " Ejek Reyhan dengan senyum jahilnya.


" Gue udah biasa. Tapi hati gue aja yang lagi joget " Jawab Rangga nyolot.


" Hmmm iya gue percaya " Jawab Reyhan santai dengan tujuan mengejek kakak ipar nya itu.


Sementara apa bila dilihat tiga orang terbaik Rangga yaitu sahabatnya Ken, Diki dan Ferel sedang asik berfoto bertiga. Padahalkan diantara mereka bertiga salah satunya akan otw jadi bapak - bapak yaitu Ferel orang nya.


Lalu bagaimana dengan pasangan mereka bertiga dan juga Reyhan? pasangan mereka berempat kecuali Diki yang masi jomblo to the bone sudah berada didalam kamar Tasya untuk menjadi pengiring Tasya nanti.


Setelah semua berkas sudah selesai di cek oleh penghulu acara akad nikah pun dimulai. " Silahkan mas, dijabat tangan calon mertuanya " Ucap pak penghulu mempersilahkan Rangga menjabat tangan calon mertuanya.


Rangga menuruti apa yang dibilang oleh penghulu tadi. Tangan Rangga yang dingin dan tremor membuat ayah Tasya tersenyum dan geleng - geleng kepala. Sebelum mengucapkan kalimat nya ayah Tasya menghirup nafas dalam - dalam lalu mengehmbuskannya dan tersenyum kepada Rangga.


" Ananda Rangga James Adimaja bin Adimaja Bramasta saya nikah kan dan kawin kan engkau dengan putri saya Anastasya Amanda bin Herman Radirga dengan mas kawin seperangkat alat salat, emas dua puluh dua gram serta uang dua puluh dua juta dua puluh dua ribu dibayar tunai " Ucap Ayah Tasya dengan lantang dan tegasnya.


Rangga menghembuskan nafasnya untuk menghilangkan rasa ketar ketir dihatinya agar membuat Tasya menjadi istrinya. " Saya terima nikah dan kawinnya Anastasya Amanda bin Herman Radirga dengan mas kawin tersebut dibayar tunai " Setelah mengatakan itu hentakan tangan antara Rangga dan mertua nya sudah menjadi pertanda bahwa kini Rangga dan Tasya telah menjadi sepasang suami istri dimata tuhan dan negara.


" Bagaimana para saksi? " Tanya pak penghulu kepada semua yang menjadi saksi.


" SAAAHHH!! " Teriak semua yang ada disana dengan semangat dan keras nya. Dan jika dilihat Ken and the geng heboh sendiri, mereka bertiga bertepuk tangan dengan Diki yang bersiul.


Rangga yang mendengar kata sah langsung mengucapkan syukur sedalam - dalamnya akan ucapannya tadi. Dirinya pun langsung dipeluk oleh papa Adi yang duduk dibelakang nya.


Dan kini saat yang Rangga tunggu dimana dirinya ingin melihat wajah Tasya yang didandani dengan full cantik. Terlihat yang awal keluar dari kamar Tasya adalah para braise maid yang akan mengiringi Tasya keluar dari kamarnya sampai duduk disamping Rangga.


Tasya keluar dengan menggunakan gaun indah yang ada sedikit aksen tenun dan batik. Rambut nya panjang berwarna hitam sudah disanggul sehingga cantik nya Tasya bagaikan putri istana. Sementara untuk bawahan yang Tasya gunakan adalah kain tenun yang sudah diubah menjadi bentuk rok span.


Tasya, bundanya dan mama Erina, Mia dan Keyla adalah orang - orang yang menjadi bagian yang memimpin barisan. Lalu gimana sama anaknya Mia dan Reyhan? tenang - tenang bayi nya aman kok ada digendong sama mami nya Reyhan.


Sepanjang menuruni tingkatan anak tangga terus menebar senyum manis nya kepada para tamu undangan dan tentu nya suaminya juga. Rangga yang melihat dari bawah hanya bisa diam terbengong mengagumi Tasya.


" Gila! gila! cantik banget woyyy " Seru Diki yang menjadi jomblo akut melihat para braise maid menuruni anak tangga.


" Bini gue cantik ya.. " Ucap Ferel yang terpsona melihat istrinya ikut menuruni anak tangga. Rasanya.. kaya waktu pernikahan mereka keulang lagi gitu.


" Gue kapan nikah ya? " Tanya Ken kepada dirinya sendiri lalu menggigit bibir bawahnya. Dan setelah dirinya berkata seperti itu Diki dan Ferel yang berada disamping kanan kiri nya langsung menoleh.


" Nikah! makanya nikah! " Ketus Diki yang ngenes melihat nasib sahabatnya yang sudab pacaran hampir lima tahun tapi belum nikah - nikah juga.


" Tau ni.. padahal pacaran udah mau hampir lima tahunan! tapi apa?! belum nikah juga tuh sampe sekarang.. " Omel Ferel menyauti apa yang Diki bilang tadi dengan nada bicara yang sewot dan mengejek.


Diki manaruh sebelah tangannya dipundak Ferel. " Lo kalau udah nikah dari dulu paling sekarang udah punya anak dua " Lanjut Diki nyerocos.


Sementara si yang di omongin, Ken. Dia nya malah diam seribu bahasa. Kalau pun mau disautin ucapan sahabat nya yang dua itu pasti bakal tetep intinya si Ken lah yang kalah.


Selama ketiga sahabat itu berbicara Tasya ternyata sudah duduk disamping Rangga. Dengan senyum malu - malu diantara keduanya mereka saling melihat. " Ayo, dipasang dulu cincin nya baru setelah itu tanda tangani buku nikah nya " Ujar pak penghulu agar proses nya cepat selesai.


Rangga langsung memasangkan cincin dijari manis Tasya, dan begitu selanjutnya Tasya memasangkan cincin dijari manis Rangga. Eitsss jagan lupa mereka pasangin cincin pake tremor juga tangannya.


Setelah cincin sudah melingkar dijari manis mereka berdua, Tasya langsung menyalami tangan Rangga dan Rangga mengecup kening Tasya. Begitu malu - malu nya... pasangan baru ini.


Setelah itu mereka menandatangani buku nikah dan berfoto. Lama nya acara ijab kabul hari ini sampai jam sebelas siang. Dan begitu semua tamu undangan bubar hanya ada keluarga inti saja yang masi diam di rumah Tasya. Tapi.. untuk Reyhan dan Mia mereka sudah pulang dan tidak memilih diam dirumah Tasya. Itu dikarenakan bayi mereka yang rewel terus.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Coba kita cek gimana keadaan pasangan baru itu.


Didalam kamar Tasya Rangga baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Pakaiannya masih sama, Rangga masih memakai jas dan celana kulot belum berganti ke kaos atau pun celana pendek.


Sementara Tasya yang sedang rebahan dikasur dan sudah menganti baju serta sudah membersihkan make up nya langsung bangkit dan berlari kekamar mandi tanpa ada sepatah kata pun yang dikeluarkan.


Rangga yang melihat istrinya berlari kekamar mandi awalnya bingung tapi kemudian dirinya cuek dan mengendikan bahunya. Rangga mengambil ponselnya yang dari kemarin disita oleh mama tercinta nya. Rangga menghidupkan ponselnya, setelah dihidupkan dan dinyalan data seluler banyak sekali pesan masuk.


Kebanyakan adalah orang - orang yang mengucapkan selamat atas pernikahannya. Tapi matanya teralihkan dengan grup chat tempat dirinya dan sahabat - sahabat nya berkumpul melalui virtual.


Entah apa saja yang dibahas di grup bernama ' Crazy rich man ahoy ' itu. Chat yang masuk ke grup itu sampai seribu lebih. Dan yang memberi nama grup seperto itu adalah Diki yang jomblonya akut.


" Bahas apaan sih mereka? " Gumam Rangga lalu membuka grup chat itu. Saat sedang membaca isi pesan yang ada digrup itu suara pintu kamar mandi terbuka.


Rangga menoleh sambil tersenyum lalu mematikan ponselnya dan manaruh diatas nakas. Sementara yang disenyumin langsung membalas senyuman Rangga dengan canggung. Padahalkan sewaktu pacaran dianya biasa aja.


Rangga menaruh jasnya disofa dan langsung naik keatas tempat tidur sementara Tasya hanya bisa diam disamping tempat tidur. Rangga tertidur dengan menyanggahkan kepalanya dengan tangan yang dilipat. Lalu setelah itu dirinya menoleh menatap Tasya yang hanya diam berdiri disamping kasur melihat dirinya.


" Ada yang salah ya.. sama aku? " Tanya Rangga bingung karena melihat Tasya yang hanya diam berdiri disamping kasur dan bukan malah ikut tidur disamping nya.


Tasya menggeleng. Rangga mengerutkan kening nya karena Tasya menggeleng. " Terus kamu kenapa? " Tanya Rangga yang kurang peka.


" Ohh.. yaudah deh. Aku capek banget mau tidur dulu " Ucap Rangga sambil tersenyum lalu tidur membelakangi Tasya yang masih tetap diam diposisi nya sambil memeluk guling.


Tasya ingin naik sebenarnya, tapi dirinya canggung dan nerves. Tapi kalau dipikir - pikir lagi misalkan dirinya naik ke kasur dan tidur disamping Rangga pasti Rangga bakal ngak nyadar karena dia sudah tidur.


Tasya mengehela nafasnya lalu setelah itu dirinya naik ke kasur secara perlahan. Dirinya langsung tidur terlentang di atas kasur namun tiba - tiba Rangga langsung berbalik arah tidur dan memeluk dirinya.


Tasya yang dipeluk secara tiba - tiba langsung terdiam seperti patung nafasnya pun tercekat. " Aku tau kamu itu gugup " Ucap Rangga dengan mata yang masih terpejam. Ternyata dirinya sengaja berpura - pura untuk tidur.


Kemudian setelah itu Rangga membuka matanya dan menghadapkan Tasya agar tidur menghadap dirinya. Kini pun posisi mereka saling hadap - hadapan. " Kenapa sih.. allah itu baik banget ngasih aku istri yang cantiknya ngalahin song he kyo? " Tanya Rangga kepada Tasya lalu tangannya kemudian bergerak menyingkirkan rambut Tasya kebelakang telinga Tasya.


Benar, jantung Tasya sekarang sudah jedag - jedug tiga kali lipat. Rangga tersenyum gemas karena dari tadi Tasya masih diam tidak bicara. Jari jempol milik Rangga bergerak mengelus pipi Tasya. " Sayang... " Panggil Rangga lembut dan manja.


" Jangan berusaha jadi cantik untuk orang lain selain aku dan anak - anak kita nanti ya.. " Ucap Rangga kemudian. " Soalnya.. aku takut aja, ntar kamunya kepincut sama cowok lain " Lanjut Rangga menyelesaikan ucapannya.


Karena tidak ada jawaban dari istrinya, Rangga memilih untuk tersenyum saja lalu mengecup kening Tasya. Rangga belum berani untuk mencium bibir Tasya, karena dirinya tau kalau Tasya belum siap.


Kini posisi Rangga sudah tidak lagi menghadap Tasya, matanya mengarah ke plafon kamar Tasya tapi kemudian menoleh lagi kearah Tasya yang masih tetap diam diposisinya. " Udah ah.. tidur yuk. Aku capek diliatin kaya gitu terus sama kamu " Ucap Rangga lalu kembali mengalihkan pandangannya menatap plafon kamar.


Tasya yang awalnya tidak merespon langsung mendekatkan tubuhnya ke Rangga dan memeluk Rangga. Bukan rahasia antara mereka berdua kalau Rangga tidak kaget dipeluk oleh Tasya secara tiba - tiba. " Makasi Rangga " Ujar Tasya lalu mencium pipi Rangga dan menyembunyikan wajahnya agar tidak terlihat wajah memerahnya itu.


Rangga kaget dan tersenyum bukan main. Kemudian tangannya bergerak mengelus ranbut Tasya.


Kegiatan mereka pun disi dengan tidur, makan dan bercerita menghabiskan waktu berdua didalam kamar sampai waktu acara resepsi dimulai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam ini tepatnya jam delapan malam, digelar acara resepsi dengan kesan mewah di hotel milik keluarga Adimaja.


Para tamu undangan dari kelas atas sudah banyak yang berdatangan. Tapi Rangga dan Tasya tidak mau menggunakan konsep adanya panggung tempat mempelai duduk. Mereka mau kalau mereka berdua yang menghampiri tamu undangan lalu berbincang bukannya tamu undangan yang menghampiri mereka.


Tasya berjalan menggandeng tangan Rangga sambil tersenyum. Tujuan mereka berjalan kali ini adalah menghampiri sahabat dari mereka berdua. Terlihat di satu meja semua sahabat Rangga berkumpul dengan pasangan nya. Iya si Diki juga bawa pasangan, yaitu adeknya.


" Wihhh yang udah sah bawaan nya nempel terus kaya perangko " Sindir Ken.


Sementara yang disindir langsung senyum - senyum sendiri. Tasya melepas gandengan tangannya lalu bercepika - cepika kepada Keyla, pacar Ken dan adiknya Diki. " Selamat ya kak Tasya " Ucap Adik Diki.


" Makasi Dea " Balas Tasya sambil tersenyum dan mengelus bahu Dea. " Ayo dilanjut makannya " Lanjut Tasya mempersilahkan dan kemudian dibalas anggukan oleh Dea.


Kemudian Tasya kembali lagi ke Rangga dan menggandeng tangannya. " Lo kapan nikah? " Tanya Rangga kepada Ken.


" Doain. Sedang berusaha " Jawab Ken apa adanya.


Tasya dan Rangga langsung ikut berbaur duduk dimeja bundar itu untungnya ada dua kursi yang tersisa. Mereka berdua ikut mengobrol bersama sahabat - sahabat Rangga dan para gandengannya.


Namun saat sedang asik mengobrol, mata Tasya ditutup oleh tangan. Semua orang yang ada dimeja itu termasuk Rangga menoleh tan melihat siapa orang yang menutup mata Tasya.


Diantara mereka semua tidak ada yang mengenal siapa orang itu. Rangga yang melihat siapa orang itu langsung berdiri dari kursinya dirinya takut kalau Tasya akan diculik lagi seperti insiden satu tahun yang lalu.


" Siapa tu? " Tanya Diki kepada Rangga. Dan Rangga yang ditanya seperti itu langsung mengendikan bahunya dan geleng - geleng kepala.


Wanita yang melihat Rangga berdiri langsung menempelken telunjuknya dibibir pertanda untuk menyuruh Rangga diam dan semunya diam. Tasya melepaskan tangan yang menutup matanya itu, lalu dirinya berdiri dan berbalik hadap.


Tasya kaget sampai menutup mulutnya. " Jenny! " Teriak Tasya girang lalu memeluk sahabatnya itu.


Jenny yang dipeluk oleh Tasya kuwalahan dan hampir terjatuh, karena sahabat nya Tasya terlalu aktif saat memeluknya. " Kenapa ngak bilang sih lo kalau mau kesini. Katanya ngak bisa pulang " Ujar Tasya marah dengan tangan yang menggenggam tangan Jenny.


" Surprise. Buat apa gue bilang kalau ini kejutan " Ucap Jenny sambil tersenyum.


Semua orang yang ada dimeja itu masi dibuat bingung dan bertanya siapa itu Jenny. Rangga yang notabene nya suami Tasya juga tidak kenal dan tidak tau.


Setelah acara kangen - kangennan. Tasya memperkenalkan Jenny ke semua orang yang berkumpul dimeja tempat tadi dirinya ikut bergabung. " Semuanya kenalin. Ini namanya Jenny, sahabat gue " Ujar Tasya memperkenalkan Jenny yang berdiri disampingnya.


" Hi everyone. My name is Jenny " Ujar Jenny memperkenalkan dirinya dengan bahasa inggris yang lancar sambil tersenyum. Maklum saja ini karena efek bekerja selama dua tahun di Amerika.


" Hi.. " Balas semua orang secara serempak.


Acara resepsi pun berjalan dengan lancar dan bahagia. Selalu ada tawa di acara pesta resepsi malam ini. Si Diki yang notabene nya tukang lawak selalu membuat semua orang tertawa mendengar lawakannya. Bahkan Jenny pun yang baru ikut bergabung tertawa mendengar lawakan receh Diki.


Ini bukan akhir perjalan kisah dimana seorang sekertaris menikah dengan bos nya. Dan seorang anak kecil yang dulu giginya ompong menikah dengan teman masa kecilnya yang memiliki sifat pendiam.


Anstasya Amanda sudah melepas masa lajang nya di umur dua puluh tuju tahun dan Rangga James Adimaja sudah melepas masa lajang nya di umur tiga pulub tahun. Umur mereka benar - benar umur yang pas untuk sama - sama membina rumah tangga.


Akan ada lika - liku perjalanan yang akan dilewati oleh pasangan ini selama menjalani rumah tangga membangun keluarga kecil mereka. Sampai ajal menjemput kedunya lah akhir dari kisah mereka.


Pada tanggal dua puluh dua bulan dua ( Februari ) dua ribu dua dua ini menjadi hari, tanggal serta tahun untuk memulai kehidupan bersama.


Pertemuan mereka ternyata membawa mereka ke yang namanya tahap pernikahan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Empat bulan sudah kini usia pernikahan Tasya dan Rangga. Saat ini mereka berdua sedang berbulan madu di Bangka Belitung.


Namun anehnya suasana pagi hari ini, Tasya sibuk dengan perutnya yang dari tadi ingin mengeluarkan sesuatu. Didalam kamar mandi Tasya terus saja muntah - muntah. " Sayang.. aku pergi beli minyak kayu putih dulu ya " Ucap Rangga dari luar.


" Iya mas.. " Balas Tasya lalu setelah itu dirinya kembali muntah - muntah.


Tasya benar - benar merasakan badannya remuk. Lehernya pun pegal - pegal, perutnya juga sudah tidak karuan rasanya. Tadi pagi dirinya hanya makan bubur hotel saja serta meminum air putih. Tasya rasa tidak ada yang salah dengan makanannya tadi pagi.


Pintu kamar mandi dibuka oleh Tasya. Dengan badannya yang lemas Tasya keluar lalu memilih untuk tidur diatas kasur. Tidak beberapa lama kemudian Rangga datang dengan membawa barang yang dibelinya menggunakan plastik swalayan yang ada didepan hotel.


Rangga membuka minyak kayu putih itu lalu menuangkannya ditangan dan memijat tangan Tasya. " Mas. Kok perut aku rasanya ngak enak banget ya " Ujar Tasya dengan tubuhnya yang lemas dan setengahnya dibungkus selimut.


" Mas telponin dokter ya? " Tawar Rangga yang khawatir dengan kondisi istrinya. Tasya yang ditanya seperti itu langsung mengangguk.


Rangga langsung menelpon dokter yang direkomendasikan oleh pihak hotel. Tak lama pun datang lah dokter perempuan yang kelihatan sudah kepala empat.


" Istrinya kenapa pak? " Tanya dokter itu saat sedang mengecek tensi Tasya.


" Tadi pagi dia muntah - muntah. Terus perutnya rada ngak enak gitu dok " Jawab Rangga yang kini duduk disamping Tasya.


Dokter itu mengangguk mengerti kemudian memeriksa denyut nadi Tasya melalui pergelangan tangan Tasya. Pemeriksaan pun selesai. " Mbak sama mbaknya pengantin baru ya? " Tanya dokter itu lalu langsung dibalas anggukan oleh keduanya.


" Mbak nya.. bulan ini sudah datang bulan? " Tanya dokter itu lagi. Karena dirinya curiga kalau yang Tasya alami adalah morning sicnes.


" Bel.. lum sih dok " Jawab Tasya sambil mengingat - ingat kapan dia terakhir datang bulan dan sudav mengetahui kemana arah dokter ini bertanya.


Dokter itu tersenyum. " Mas nya bisa beliin tespack untuk istrinya? " Tanya dokter itu kepada Rangga.


" Tespack? " Tanya Rangga lalu menatap dokter itu bingung, dan kemudian beralih menatap istrinya.


" Iya mas tespack. Soalnya ini untuk memastikan saja " Ujar dokter itu.


Rangga langsung mengangguk dan kemudian mengambil kunci mobilnya. Rangga pergi bulan madu selama sebulan ini tidak bawa mobil melainkan dirinya menyewa mobil.


Lama Tasya dan dokter itu menunggu Rangga kembali. Sambil menunggu dokter itu terus bertanya apa saja yang dialami oleh Tasya pagi ini.


Dua menit kemudian yang ditunggu pun tiba.


Rangga datang membawa dua alat tespack. " Ink dok " Ucap Rangga sambil menyodorkan tespack yang baru dibeli nya.


Dokter yang diberi tespack langsung menyuruh Tasya untuk memakai tespack itu dikamar mandi. Tasya keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lesu karena badannya lemas. Tasya menyodorkan satu tespack ke Rangga dan satunya lagi ke dokter.


Dokter itu tersenyum melihat ada dua garis disana. Rangga yang otak nya masih ngelag dan belun ngerti hanya bisa mengerngitkan kening nya saja saat melihat tespack ditangannya terlihat ada dua garis merah. " ini apasi? saya ngak ngerti dok " Ujar Rangga bingung dan mengangkat tespack itu.


Dokter itu terkekeh melihat kebodohan yang diciptakan Rangga. " Selamat pak, istri bapak hamil. Dan untuk mengecek usia kehamilannya silahkan ke klinik atau kerumah sakit " Ujar Dokter itu.


" Ha- hamil? kok kok bisa dok? " Tanya Rangga tidak percaya. Tasya yang mendengar Rangga bertanya bodoh seperti itu langsung memejamkan matanya dirinya terlalu malas untuk menjelaskan biarkan lah itu urusan dokter dan dirinya.


" Ya bisalah pak. Kan kalian berdua sudah suami istri. Jadi sudah sewajarnya kalau kehamilan pada istri bapak terjadi " Ujar dokter itu menjelaskan panjang lebar.


" Yasudah kalau begitu saya pamit ya " Ujar dokter itu lalu pamit dan pergi dari dalam kamar pasangan yang baru menerima hadiah yang luar biasa dari tuhan.


Setelah dokter itu pergi Rangga langsung naik ke atas kasur dan ikut tidur bersama Tasya. " Sayang ini beneran? Serius? " Tanya Rangga masih tidak percaya atas perbuatannya yang menghasilkan sesuatu.


" Hmm " Jawab Tasya malas dengan mata yang terpejam.


" Demi apa?! " Tanya Rangga senang dan melihat Tasya yang sedang melihat dirinya.


Tasya tersenyum lalu mengelus pipi Rangga. " Demi.. aku.. lagi hamil anak kita " Ujar Tasya.


Dengan senyum yang terus mengembang Rangga langsung memeluk Tasya yang sedang tidak enak badan. " Jadi kita mau punya anak? " Tanya Rangga sambil memeluk Tasya dan memegang erat tespack ditangannya.


" Iya massss " Ucap Tasya gemas karena suaminya itu banyak sekali bertanya dan tentu jawaban nya benar atau iya.


" Makasi " Ucap Rangga lalu mencium kening Tasya dan mengelus perut Tasya yang masi rata. Lalu mengecup kedua pipi Tasya.


Foto tespack pun sudah dibagikan oleh mereka berdua kepada keluarga mereka. Semua keluarga mereka pun senang mendengar berita gembira ini.


Ini lah akhir dari cerita My Husband This Is My CEO season satu. Terimakasi untuk yang sudah sabar menunggi cerita ini sampai bertuliskan kata happy ending. Terimakasi yang sudah memberikan secara suka rela jempolnya. Terimakasi untuk yang sudah Vote.


Tahap revisi akan dilakukan saat novel ini sudah tamat. Terimakasi semua nya...


Apa yang sudah aku peroleh dari novel ini juga berkat kalian. I love you...


See u bulan Ferbruari tanggal dua dua u tuk novel kedua nya novel ini.😍


Jangan hapus dulu dari daftar favorite kalian. Soalnya bakal ada chapter selanjutnya untuk pemberitahuan info dan seputar perjalanan novel ini. Terimakasi! 🥰


Tembus 4064 kata loh ini.


~ Bersambung ~