My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
34



Pintu kamar Keyla diketuk oleh maminya. Terdengar dari luar suara mami Keyla yang terus memanggil anaknya. " Keyla! diluar sudah ada disigner nya nak! " Panggil mami Keyla dengan suara lantangnya.


Namun, tidak ada suara Keyla menyauti panggilan maminya. " Key! buka pintunya!, kamu lagi dikamar mandi ya? makanya lama! " Ucap mami Keyla bertanya dari depan kamar Keyla.


" Kemana sih dia? " Tanya mami Keyla dengan bingung. Tak sengaja tangan mami Keyla memutar engsel pintu kamar Keyla, ternyta kamar Keyla tidak dikunci.


Mami Keyla langsung masuk kedalam kamar Keyla. Terdengar suara air yang mengalir dari kamar mandi, mami Keyla pun berjalan kearah kamar mandi untuk mengecek ada atau tidaknya Keyla didalam. " Key " Panggil mami Keyla setelah masuk kedalam kamar mandi.


Aneh, mengapa tidak ada sautan dari Keyla saat maminya memanggil. " Keyla sayang, kamu lagi mandi kan nak? " Tanya mami Keyla karena heran.


Yang terdengar hanyalah suara air yang mengalir, karena cemas mami Keyla langsung masuk kedalam untuk mengecek Keyla. Alangkah terkejutnya ia, saat melihat bahwa ternyata suara air yang didengarnya tadi bukan dari sower melainkan dari keran yang dinyalakan dari tadi. Sampai - sampai bak mandi pun sudah penug terisi oleh air.


Mami Keyla mematikan keran air yang masih menyala, dirinya langsung menelpon suaminya untungnya ia membawa ponsel jadi tidak lelah untuk turun kebawah mengambil ponsel kalau ketinggalan.


Telepon tersambung. " Ha- halo pi,... Key- Keyla hilang pi " Ucap mami Keyla dari sambungan telepon.


" Kok bisa mi? mungkin Keyla ketaman kali " Jawab papi Keyla dengan santai karena berada didalam mobil untuk pergi ketempat meeting.


" Ngak pi, jelas - jelas Keyla ngak ada dikamarnya " Ucap mami Keyla membantah perkiraan suaminya.


" Yaampun mi,.. kalau Keyla ngak ada dikamar nya mungkin aja kan.. dia ada ditaman, didapur atau dimana gitu " Ucap papi Keyla.


" Ish,.. jelas - jelas dari tadi Keyla belum keluar kamar pas mami tanya sama semua pelayan " Jelas mami Keyla kepada suaminya.


" Coba mami telepon nomornya " Saran papi Keyla agar istrinya tidak panik. " Yaudah ya, papi mau meeting dulu " Ucapnya mengakhiri percakapan. Dan sambungan telepon pun terhenti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rangga, Ferel, Diki serta Ken saat ini sedang berada dikafe. Mereka berempat sedang berada didalam ruang privat room jadi artinya tidak akan ada orang mengganggu.


" Keliatannya ada yang lagi bahagia banget nih.. " Ucap Ken menggoda Ferel yang duduk disebelah nya sambil menyikut Ferel.


Ferel yang merasa tersindir hanya bisa diam saja sambil meminum minuman nya, suara ponsel berdering didalam saku jasnya. " Halo tante, ada apa ya nelfon Ferel? " Tanya Ferel karena mami Keyla baru saja menelpon nya.


"... ".


Minuman ice americano yang diminumnya tersembur keluar dari dalam mulutnya, untung saja Rangga yang berada didepannya tidak terkena semburan. " Hilang tante! " Ucap Ferel kaget.


Diki yang mendengar itu mengerutkan dahinya. " Apa tuh yang hilang? kolor lu rel? " Tanya Diki tanpa dosa.


Ferel yang mendengar itu hanya menatap Diki dengan tatapan yang membunuh, ingin rasanya Ferel mencekik Diki atas ucapannya tadi.


Diki yang ditatap seperti itu hanya tersenyum tanpa dosa. " Santai hyung, santai.. jangan piknik" Ucap Diki menenangkan Ferel.


Ken melempar tisu yang baru digunakan untuk mengelap mulutnya kearah Diki. " Piknik, piknik.. panik bego! " Ucap Ken protes.


Diki menatap tak suka kearah Ken setelah Ken menegurnya. " Bodo amat! " Ucapnya dan melemparkan balik tisu yang baru saja dilemparkan oleh Ken.


Ken yang melihat Ferel seperti itu hanya geleng - geleng kepala saja, sementara Diki simulut tanpa dosa tersenyum nyengir saat melihat Ferel buru - buru. Maklum lah Diki orangnya seperti pasien rumah sakit jiwa yang baru sembuh. Padahal jelas - jelas sahabatnya lagi panik.


Sementara Rangga hanya diam seribu bahasa karena diringa tidak mau ikut campur lagi urusan Ferel dan Keyla. Biarkan saja pikirnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mobil berwarna hitam terlihat terparkir disebuah danau yang sepi akan pengunjung. " Apa gue bunuh diri aja? " Tanya Keyla dengan wajahnya yang pucat, dan tatapan yang mengartikan seseorang yang sedang putus asa.


Keyla tersenyum tanpa arti. " Terus,.. apa artinya kalau gue masih hidup? dan pada akhirnya masuk penjara juga? " Tanya Keyla bermonolog sendiri.


" Apa harus hal ini gue lakuin? " Tanya nya lagi kepada dirinya sendiri. Keyla tiba - tiba saja menangis saat mulai mengingat perbuatan yang telah dilakukannya selama ini.


Dengan langkah lemasnya Keyla berjalan kearah belakang mobilnya, dibukanya bagasi terlihat disitu ada botol - botol bensin yang dibelinya saat akan pergi kedanau.


Dengan senyum yang mengartikan sesuatu dirinya membuka botol yang berisikan bensin dan menyiramnya kemobil hitam yang dikendarainya tadi. Entah sudah berapa botol yang dirinya pakai untuk menyiram mobil hitam itu.


Setelah selesai menyiram bensin kemobil yang berwarna hitam, tak lupa pula dirinya mengambil lagi satu botol bensin dari dalam bagasi, bensin itu digunakan olehnya untuk menyiram tubuhnya.


Kini tubuh Keyla sudah basah karena bensin yang dirinya siram ditubuhnya. Dibukanya pintu mobil itu, digesekkan korek api dan menyala lah api didalan mobil hitam itu setelah Keyla melempar korek api beserta kotaknya kedalam mobil itu.


" Ini, adalah.. akhir dari segalanya " Ucap batin Keyla pasrah sambil melihat mobil hitam yang sudah terbakar itu.


Dari jauh suara deru mesin mobil melaju dengan cepat, tentu kalian sudah tau siapa itu ya, itu adalah suara mobil Ferel dan satu mobil lagi miliknya yang dibawa mobil itu berisikan anak buahnya.


Suara ledakan mobil yang baru dibakar oleh Keyla terdengat begitu keras. " Selamat tinggal untuk semua " Ucap batin Keyla.


" Keyla!!! " Teriak Ferel dari kejauhan sambil berlari.


Keyla tidak mendengar bahwa ada orang yang memanggil nya, korek api yang lainnya dinyalakan oleh Keyla. " Keyla Stoppp!! " Teriak Ferel saat melihat Keyla akan membakar dirinya.


Keyla melihat Ferel sedang berlari dari kejauhan menghampiri dirinya, dengan korek api gas yang masih menyala ditangan kanannya Keyla tersenyum menatap Ferel.


Dummm!!. Suara ledakan yang kedua berasal dari mobil yang masih terbakar, Ferel memberhentikan larinya sebentar begitu melihat mobil hitam itu meledak.


Tanpa membuang waktu dirinya melanjutkan berlari kearah Keyla. Aura panas sudah mulai terasa karena Ferel sudah berada didekat mobil yang terbakar, namun tidak ditemukannya Keyla didekat mobil itu.


" Kemana Keyla? " Tanya Ferel dengan khawatir karena tidak melihat adanya Keyla didekat mobil hitam yang masi terbakar itu.


~ Bersambung ~


Likenya kakak


Komennya juga sama vote.