
Ada yang udh bosen sama novel ini?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tasya mengipas wajahnya yang panas dan bercucuran keringat karena habis makan ceker merecon. Apalagi kalau dirasakan suasana siang hari ini panas, dan sialnya posisi Tasya dan Rangga saat ini sedang nongkrong diwarung kaki lima.
" Minum.. minum " Minta Tasya sambil tangaannya yang masih konsen mengipas - ngipas.
Rangga yang melihat Tasya seperti itu hanya bisa geleng - geleng kepala saja. " Kan aku udah bilang, siapa suruh ngebantah! " Tekan Rangga sambil mememberikan air minum botolan yang sudah dibuka olehnya sebelum diberikan kepada Tasya.
Tasya tidak mendengar apa yang Rangga ucapkan, setelah dirasa pedasnya sedikit hilang setelah minum air putih Tasya langsung berbicara sambil menghadap Rangga. Tasya mendesah karena kepedasan kemudian berdehem karena dirasa tenggorokannya pedas. " Kenapa lo ngak ikut makan? " tanya Tasya ketus karena protes.
" Aku, bukan lo! " Tegas dan tekan Rangga.
" Iya iya. Sorry lupa " Balas Tasya.
" Itu kenapa lo, eh.. kamu ngak makan juga? " Tanya Tasya dengan tatapan sinis.
" Ngak suka. Jijik soalnya " Jawab Rangga jujur sampai malaikat tidak mencatat ucapannya yang bukan bohong. Matanya pun merilik kearah ceker ayam yang sudah habis tersisa tulang dan sedikit sambal saja, Rangga bergidik ngeri karena dirinya merasa kenapa mau manusia memakan kaki ayam yang sudah dipake nginjek tanah dan lainnya.
Tasya berdecih. " Yaudah. Pulang yuk! " Ajak Tasya karena merasa perutnya sudah kenanyang terisi oleh ceker dan semangkok kecil nasi.
" Ayo " Balas Rangga lalu berdiri dan berjalan terlebih dahulu untuk membayar kearah penjual ceker ayam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
14 : 00.
Rangga dari tadi dibuat jengah oleh Tasya yang sudah beberapa kali bolak balik ke kamar mandi. " Pedes tross!! " Sindir Rangga.
Tasya yang sedang duduk disofa sambil memegang perutnya langsung menatap Rangga sinis. " Pedes, pedes juga enak kali! " Ketus Tasya lalu kembali meringis sambil mengelus - ngelus perutnya yang masih ditutupi blouse.
" Iya enak! tapi sekarang.. kamu kan jadi sakit! " Ucap Rangga ketus karena marah, dirinya sekarang menjadi galak karena Tasya tadi tidak mau mematuhi perintahnya.
" Diem deh! ngak tau apa?! gimana rasanya bolak balik kamar mandi! " Kata Tasya ketus mendengar Rangga yang terus menerus mengomeli dirinya.
Rangga yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas lalu menghubungi bagian OB menggunakan telepon yang ada di meja nya. " Tolong belikan saya minyak kayu putih. Terserah mau ukuran apa " Jelas Rangga lalu mengakhiri panggilan telepon itu.
" Tunggu aja, lima menit lagi nyampe " Ucap Rangga dengan nada bicara yang biasa, lalu setelah itu kembali melanjutkan pekerjaan nya yang belum selesai melalui laptopnya.
Diam - diam Tasya yang sedang meringis kesakitan langsung tersenyum. Ternyata Rangga bukan cuma marah saja tapi juga perhatian untuk beliin minyak kayu putih. Aduh.. Tasya mesem - mesem.
Beberapa menit kemudian minyak kayu putih pesanan Rangga sudah datang, dan sekarang Tasya baru saja keluar dari kamar mandi setelah menggosok perutnya didalam sana. " Kamu kalau mau tidur, tidur aja " Ucap Rangga tanpa melepas pandangannya dari laptop untuk mengecek data pengeluaran dan penghasilan bulan ini.
" Ngak ah. Mending main hp " Balas Tasya santai sambil melihat Rangga.
Rangga mengangguk. " Terserah " Balas Rangga singkat. Tasya yang melihat Tasya bersikap seperti itu hanya acuh lalu mengendikan bahunya dan memulai kegiatan duduk santai sambil memainkan ponselnya. Aduh.. indahnya hari Tasya saat ini.
Sekarang jam sudah menunjukan pukul tiga lebih dua menit. Rangga sudah selesai dengan pekerjaan nya direnggangkan otot - otot tangannya dari posisinya yang tetap duduk dikursi. Kemudian Rangga menoleh menatap Tasya yang ternyata tertidur di sofa dengan posisi duduk.
Rangga kembali menggelengkan kepalanya. Kemudian dirinya berjalan kearah Tasya dan mengubah posisi tidur Tasya agar lehernya tidak keseleo. Tidak lupa juga Rangga menyelimuti Tasya dengan jasnya. Setelah melakukan hal itu Rangga berjongkok didepan Tasya dan mengelus pipi Tasya.
Dalam suasan yang masi romantis dan mengagumi wajah Tasya yang cantik, pintu ruangan langsung dibuka. " Nga, katanya pa-. Maaf " Rangga kelabakan setelah mendengar suara itu, siapa lagi kalau bukaan Reyhan. Reyhan langsung menutup pintu, dirinya terlalu terkejut saat melihat Rangga sedang mengelus pipi Tasya.
Kemudian pintu ruangan CEO itu dibuka oleh Rangga, Rangga celingak - celinguk untuk menemukan sosok adik iparnya. " Masuk lo! " Suruh Rangga kepada Reyhan yang sedang menyenderkan tubuhnya ditembok.
" Ngak ah. Entar ganggu " Tolak Reyhan sambil tersenyum jahil berniat menggoda.
Rangga langsung menatap sinis lawan bicaranya. Kemudian berdecih. " Kata papa kenapa? " Tanya Rangga mengulang ucapan Reyhan sebelum Reyhan menutup pintu.
" Itu katanya lo di suruh pulang " Jawab Reyhan.
" Untuk? " Tanya Rangga sambil mengangkat satu alisnya.
" Untuk sunat lo! " Balas Reyhan ngegas dengan matanya yang melotot.
" Setan lo! yang bener! Durhaka lo sama kakak ipar " Ucap Rangga ngegas tak kalah kencangnya dengan Reyhan, yang notabenenya adik ipar. Padahalkan lebih tua si Reyhan.
Tasya menggeliat dari tidurnya karena mendengar suara Rangga yang terlalu kencang. Matanya mengerjap kemudian pandangannya memperhatikan sekeliling ruangan yang nampak kosong, akan tetapi pandangannya berhenti saat melihat pintu yang terbuka. Perlahan - lahan pun dirinya beranjak dari sofa dan mulai berjalan kearah pintu yang terbuka.
" Rangga, ken- Astaga! Heiii..! " Ucapannya terpotong dan matanya langsung terbelalak. Bagaimana tidak sekarang posisi Rangga sedang mengeteki Reyhan dan memberikan sepatunya Ke Reyhan untuk dicium.
" Heh ipar durhaka! bau, setan! " Ucap Reyhan kesal sambil memberontak dan terlihat juga dari ekspresinya Reyhan kalang kabut.
" Diem lo diem! " Balas Rangga tidak terima penolakan dari adik iparnya.
" Heh lo pada! " Teriak Tasya kencang dan berhasil membuat dua orang pria itu diam dan menghentikan aksinya masing - masing. Bahkan suara Tasya dapat didengar ke ruangan sebelah. Semua karyawan yang ada diruangan sebelah keluar dari ruangan untuk mengkepoi apa yang sedang terjadi.
Tasya berjalan dengan cara berkacak pinggang untuk menyusuli Reyhan dan Rangga yang sedang menundukan kepada dipojokan. " Udah gede tapi kaya bocah! Kamu lagi! " Ucap Tasya menunjuk Rangga dengan tangan kanan, Rangga yang merasa ditunjuk laangsung menoleh dan menunjuk dirinya sendiri.
" Kok - kok aku sih.. dia yang salah " Ucap Rangga gugup lalu bergantian menunjuk Reyhan setelah menunjuk dirinya sendiri. Reyhan yang ditunjuk langsung menoleh dan menatap Rangga sinis, tak lupa juga mulut nya komat - kamit bukan membaca mantra akan tetapi membaca kalimat yang mengandung dosa.
" Lo berdua sama! " Ketus Tasya dengan tatapan elang nya. Kalau sudah ditatap begini Rangga rasanya sudah mau pipis aja langsung karena saking takutnya.
" Apaan lo nyalahin gue! " Cicir Rangga tidak terima dengan nada penuh penekanan, bahkan dengan niat jahilnya Rangga langsung menginjak kaki Reyhan yang masi terlapisi sepatu.
Reyhan menjerit sambil melompat - lompat sumpah demi apa kakinya rasanya kayak baru habis diinjek gajah. " Ipar durhaka! " Ucap Reyhan disela rintihan sakitnya.
" Stoppp!! " Teriak Tasya, sontak kedua pria itu langsung menoleh dan kicep ditempatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sore hari telah tiba. Berhubung sekarang belum magrib Zergan ada niatan untuk pergi nongkrong sama temen - temennya.
" Buk.. Zergan jalan - jalan dulu ya. Biasa mau nongkrong " Ucap Zergan meminta izin kepada ibu nya yanh aduhai.
Ibu Zergan yang sedang asik memotong bawang didapur langsung menginzinkan Zergan pergi. " Makasi ibu cantik " Ucap Zergan lalu mencium pipi ibunya dan pergi. Ibunya hanya bisa geleng - geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah anak nya yang pertama itu.
Belum saja langkah Zergan sampai kedepan itu rumahnya, langkahnya langsung terhenti saat suara anak kecil memanggilnya dengan cempreng. " Kak Zergannn..!! " Teriak gadis kecil itu sambil berlari kearah Zergan meninggalkan mainan berbie berbiean nya dikarpet.
Zergan yang melihat adik kecilnya berlari langsung berusaha tersenyum. Zergan sudah berfirasat bahwa pasti acara nya untuk kali ini akan susah untuk terpenuhi.
Gadis kecil itu langsung memeluk kaki Zergan. " Kakak mau kemana? Nea mau ikut! " Ucap gadis kecil itu sambil menatap Zergan dengan penuh harap.
Zergan yang melihat tingkah adik kecil nya seperti itu tidak tega. Zergan berjongkok kemudian berbicara kepada adik kecil nya Ranea yang sekarang berdiri didepannya. " Nea. Kakak mau pergi, tapi.. Nea ngak boleh ikut " Ucap Zergan memberi pengertian.
Ranea langsung cemberut mengerucutkan bibirnya. " Hmmm.. Nea mau ikut... " Ucap Ranea dengan nada lirih dibuat - dibuat. Taulah kalian semua gimana tingkah anak kecil itu.
Benar demi apa. Zergan tidak bisa bila menolak ajakan adiknya apabila adiknya sudah bersikap seperti ini. " Tapi.. disana ngak ada temen Nea loh.. " Ucap Zergan berusaha membujuk. Agar apa? agar nanti teman - teman tidak merusak masa depan Ranea.
Ranea yang mendengar itu langsung merajuk, disedekapkan tangannya didada dengan mulut yang dibuat mengerucut seperti tadi. " Nea marah! Nea mau nangist aja! " Ucap Ranea kesal.
Zergan tersenyum menyengir melihat tingkah adiknya. Lalu kedua tangannya mencubit gemas pipi Ranea. " Ih... adiknya kakak imut banget sih " Ucap Zergan gemas.
Tapi karena Ranea merajuk, Ranea langsung memukul tangan Zergan. " Ih.. apacih! Ranea ngak suka! Nanti kalau dicubit pipi Ranea ngak bisa dicium, terus.. nanti Ranea jadi ngak cantik lagi " Ucap anak kecil yang masih polos dan berumur enam tahun itu.
Zergan masih sama dengan yang tadi, dirinya tersenyum gemas lalu menghela nafas. Baiklah.. bila sudah begini maka jalan satu - satunya adalah dirinya harus mengajak adik cantiknya itu. " Hmmm.. oke, Nea boleh ikut " Ucap Zergan.
Ranea bersorak senang. " Hore! asyikk! " pekik Ranea senang lalu mencium pipi sebelah kanan Zergan.
" Tapi.. izin dulu sama ibu. Nanti kakak marah mau? " Jelas dan Tanya Zergan.
" Ngak mau! " Sorak Ranea. " Nanti... nanti.. kalau kakak dimarah, kita ngak jadi pergi dong " Lanjut Rania dengan menampakan raut wajah lucu. Aduh.. jadi gumush!
Zergan tertawa, lalu tangan kanan nya mengelus rambut hitam pendek milik Rania. " Yaudah, izin dulu sana " Suruh Zergan lembut.
" Oke! " Seru Ranea semangat sambil mengacungkan jempolnya. Imut banget! pengen diculik deh!.
~ Bersambung ~
Hai hai everyone.
Kemarin sebenarnya mau update, tapi.. karena kehabisan ide makanya ngak bisa update. Dan finally malem ini update. Oh ya.. sudah 1540 kata loh! pendek banget sih.. ya.. menurut kalian.
Attention!
Author lagi mengikuti lomba update tame nih. Untuk novel ini, bagi kalian yang baca kalian bisa vote ya.
Oke jadi author sudah masuk di tim A.
Caranya gima sih?
1) kalian buka dulu semacam poster onlen yang muncul di awal deskripsi tentang novel ini. Gambarnya bisa liat dibawah ya👇.
2) Cari karya ' My Husband This is My CEO ' di kolom pencarian karya. Gambarnya bisa liat dibawah👇. yang tulisannya telusuri karya ya!
3) Setelah ketik karya author kalian langsung aja klik tulisan telusuri, setelah kalian klik itu. pasti nanti akan muncul gambar seperti yang dibawah👇. Dan setelah itu klik vote.
4) Setelah selesai masukin vote maka nanti akan muncul berapa nilai kontribusi kalian untuk novel ini!. Dan.. selesai deh!. Gambarnya bisa diliat dibawah👇.
Mohon bantuannya dengan ikhlas!.
Note ya semuanya.. kalau untuk beberapa visual akan author ganti. Jadi, gimana nih.. ada yang mau wajah baru dari visual mana?