My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
39



" Sya gimana kerja di RJA Grupnya? " Tanya ayah Tasya disela - sela makannya.


" Lancar kok yah, bosnya juga baik sama Tasya " Ucap Tasya menyanjung bosnya, ihh padahal waktu tempo hari kemarin dirinya dimarah sampai harus masuk ruang kerja karyawan lain.


" Kalau kamu gimana Varo? " Tanya ayah Tasya yang kini beralih kepada Varo.


" Varo juga sama om, tapi.. kemarin ada masalah sedikit " Ucap Varo sambil mengukur jarinya mengibaratkan kata sedikit itu.


Tak terasa makanan sudah habis kini Tasya beserta keluarga nya akan pulang kerumah Tasya, mereka memakai dua mobil, yang satunya punya Varo dan yang satunya lagi punya ayah Tasya.


***********


Sore telah tiba, hanya ada waktu istirahat setelah pulang dari bandara saja sementara sore harinya Tasya, ayah dan bunda nya memutuskan pergi untuk mengunjungi teman dari bunda Tasya.


" Abang kenapa ngak ikut yah? " Tanya Tasya sambil memainkan ponselnya didalam mobil yang disupiri oleh supir pribadi ayahnya.


" Katanya tadi ada janji temu, ntah sama siapa? " Ujar ayah Tasya sambil melihat putrinya yang sedang sibuk dengan ponselnya.


" Oh " Jawab Tasya singkat tanpa melepas pandangannya dari ponsel.


Ayah Tasya hanya geleng - geleng kepala saja melihat kelakuan putrinya yang kebiasaan sibuk dengan dunianya padahal ada orang yang mengajaknya berbicara.


*********


Perjalanan yang memakan waktu hanya beberapa menit telah terhenti, karena sekarang mereka sudah sampai ditujuan awal yaitu mengunjungi teman bundanya.


Tasya terkagum - kagum melihat desain rumah dari teman bundanya, memang suasana nyA seperti berada di Amerika saja karena desain rumah yang mengikuti desain eropa. Tak hanya satu rumah, rumah yang berada disekeliling komplek pun berdesain begitu.


" Mari masuk, nyonya dan tuan sudah menunggu didalam " Ucap sipelayan yang sudah menunggu Tasya beserta keluarganya datang.


Didalam siempunya rumah sudah menunggu untuk menyambut kedatangan tamu - tamu mereka. " Heiii " Ucap teman bunda Tasya begitu melihat temannya datang. Mereka berdua melepas rindu dengan cara berpelukan sama juga seperti ayah Tasya dan suami dari teman bunda Tasya.


Dari atas tangga turun seorang laki - laki yang masih muda mencari mama nya kesana kemari. " Ma..!! celana Rangga kemana? " Tanya Rangga sianak laki - laki yang belum sadar akan keadaan yang terjadi. Dengan menggunakan baju kimono dan rambutnya yang basah belum dikeringkan Rangga turun mencari mamanya.


Buyar sudah acara kangen - kangenan antara bunda Tasya dengan temannya, siapa lagi yang berbuat gara - gara kalau bukan si Rangga anak mama. " Ck ganggu aja " Batin mama Erina.


Ya, teman bunda Tasya adalah mama Erina yang artinya mama Erina mempunyak anak bernama Rangga. Sontak saja hal itu menjadi pusat perhatian semu orang yang sedang berada disitu.


" Pak bos? " Ucap Tasya melihat Rangga yang sedang mematung diatas tangga.


Rangga tersadar akan hal yang terjadi dimana dirinya menjadi pusat perhatian orang - orang. Dengan langkah seribunya Rangga menaiki kembali anak tangga, sudah tidak terbayang bagaimana malunya Rangga ketika dilihat oleh tamu yang datang.


Dan juga jangan lupa ada sekertaris nya juga disana. Didalam kamar Rangga mengutuk dirinya sambil menendang - nendang tembok menggunakan kakinya. " Ah,.. sial - sial! " Umpat Rangga kesal.


Karena lelah menendang tembok Rangga akhirnya beralih untuk duduk dikasur. " Kenapa sih.. ada tamu yang dateng disaat yang ngak tepat! " Tanya Rangga kepada dirinya sendiri sambil mengingat kejadian dibawah.


" Mama!! anak mu ini malu!! " Teriak Rangga didalam kamar sambil mengacak - ngacak rambutnya prustasi. Tapi untung saja kamar itu kedap suara.


********


Agen Property.


" Terserah mami aja, Keyla ikut " Ujar Keyla tanpa memikirkan terlebih dahulu. Karena dirinya tidak tertarik dengan rumah mana yang akan ditempatinya bersama Ferel.


" Jangan gitu dong sayang, kan rumah ini juga nantinya bakal kamu tempatin " Ucap mami Keyla yang kesal karena Keyla malas untuk memilih rumah yang cocok untuk ditempati bersama Ferel.


" Yang ini aja mi " Ucap Keyla menunjuk gambar rumah yang menurutnya bagus.


" Bener nih, mau yang ini? " Tanya mami Keyla meyakinkan, karena menurut mami Keyla rumah yang ditunjuk keyla barusan kurang bagus dan menarik.


" Iya mi " Ucap Keyla yakin.


" Tapi ini jelek banget model nya " Keluh mami Keyla sambil melihat gambar rumah yang ditunjuk Keyla.


Keyla memutar bola matanya malas, karena dirinya sudah berfikir dari awal percuma saja dirinya memilih kalau ujung - ujung nya selalu maminya tidak suka dengan pilihan nya. intinya ribet deh. " Yaudah, kalau gitu mami aja yang milih " Tegas Keyla dan langsung beranjak pergi dari kursinya.


" Mau kemana key? " Tanya mami Keyla yang melihat Keyla pergi begitu saja.


" Toilet " Jawba Keyla singkat sambil berjalan kearah toilet.


*********


Disela - sela perbincangan antara bunda Tasya dan mama Erina Tasya merasakan kalau dirinya harus pergi ketoilet. " Tante, toilet dimana ya? " Tanya Tasya.


" Dianterin sama pelayan ya? " Tawar tante Erina.


Tasya menggeleng - gelengkan kepalanya sebagai jawaban tidak. " Mending Tasya sendiri aja tante, biar ngak ngerepotin pelayan " Tolak Tasya secara halus.


" Oh kalau begitu kamu naik aja keatas, terus nanti cari ruangan yang ada tulisannya toilet " Ujar tante Erina memberitau


Setelah diberi tau dengan cepat Tasya berjalan menaiki anak tangga dan mencari - cari tempat toilet.


" Maaf ya rin, kemarin pas Mia sama Reyhan nikah aku ngak dateng " Ucap bunda Tasya tak enak.


" Ngak papa kok, kita juga harap maklum " Jawab mama Erina memaklumi, karena sudah mengetahui apa yang membuat temannya itu tidak bisa datang.


Tasya sudah selesai memenuhi panggilan alam saat dirinya ingin kembali dan berjalan sambil merapikan bajunya, tak sengaja dirinya melihat kalau ada satu ruangan yang tidak tertutup rapat pintunya.


Karena penasaran Tasya mengintip melalui celah pintu yang terbuka itu. Betapa terkejutnya dirinya melihat kalau bosnya yang sedang memakai baju. Ah bukan karena sedang memakai baju tapi melainkan karena otot kekar yang berada diperutnya yang membuat Tasya menga - nga.


" Sadar iman sya, sadar " Ucap Tasya menguatkan dirinya sambil mengelus dada. Dan melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti karena melihat otot sispack yang menempel diperut bosnya.


*********


Agen Property.


Setelah selesai dari toilet Keyla duduk kembali kesofa nya, masi teringat akan tadi saat berada ditoilet kalau Natalie mengancamnya sambil menodongkan pisau dilehernya.


Seseorang yang sedang bersembunyi dibalik tembok dengan pakaian hitamnya menghampiri Keyla yang sedang bercermin. " Transfer uang ke gue, dua puluh juta!. Kalau ngak aib lo bakal gue sebar! " Ancam Natalie dengan pisau ditangan nya, yang bila Keyla bergerak maka akan fatal akibatnya.


" Na - nanti gue transfer " Ucap Keyla takut akan pisau yang dipegang oleh Natalie.


" Gue tunggu " Ucap Natalie lalu pergi keluar dari toilet setelah mengancam Keyla.


Kaki Keyla lemas karena ulah Natalie, dengan berpegangan pada wastafel Keyla mengatur nafasnya yang sempat terhenti karena Natalie. " Apa lagi ini? " Tanya Keyla lelah dan takut karena dirinya terus diancam.


Note : Yang kemarin ada visualnya mas Ingguk itu jadi visualnya Zergan ya!!


~ Bersambung ~