
Sudah dua puluh menit waktu diberikan untuk menjenguk serta membawakan makanan untuk tahanan, setelah makan pun Keyla langsung dibawa oleh penjaga lapas.
Namun saat dirinya berjalan dirinya tidak sengaja berpapasan dengan wanita yang dikenalnya. Wanita yang dipegang oleh dua polwan itu meronta - ronta ingin dilepaskan. " Natalie! " Ucap batin Keyla yang terkejut saat melihat Natalie yang juga ikut memakai baju tahanan seperti dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keyla bersandar diujung tembok sambil menekuk kedua kakinya dan menenggelamkan kepalanya antara kakinya yang ditekuk. Dirinya berfikir sambil menunduk.
" Kenapa Natalie bisa disini? kan gue ngak pernah bilang sama penyidik kalau Natalie juga ikut andil " Tanya Keyla dalam diamnya dengan cara ngebatin. kemudian mengangkat kepalanya saat telinganya mendengar suara yang tidak asing baginya
" Lepas! Lepasin gue! " Teriak wanita itu yang berjakan sambil meronta - ronta tidak terima dirinya akan dimasukan kedalam sel penjara.
" Masuk! " Perintah salah satu polwan itu sambil mendorong wanita itu paksa. Pintu sel sudah ditutup dan gembok oleh salah satu polwan yang memegang kunci.
" Sialan lo! bebasin gue! " Bentak nya dan teriaknya tidak terima apabila dimasukan kedalam penjara.
Sementara Keyla yang diam sambil menatap wanita itu hanya bisa membisu tanpa berbicara untuk membuat wanita itu diam. " Arghhhhh! " Teriak wanita itu kesal sambil mengacak ngacak rambut panjangnya yang berwarna abu bercmpur hitam.
Wanita itu menarik nafas kasarnya, dirinya sangat geram dan marah dengan situasinya yang dihadapi saat ini. " Lo! " Wanita itu membelalakan matanya saat melihat Keyla yang sedang duduk menekuk kedua kakinya sambil memperhatikan dirinya dengan tatapan datar.
" Woah! " Wanita itu adalah Natalie dirinya tekejut sekaligus bahagia karena bisa satu sel dengan Keyla. " Heh! " suara ketawa Natalie yang menganggap Keyla remeh, tal lupa juga Natalie mengangkat bibirnya sebelah. " Beruntung banget gue ketemu lo disini " Lanjut Natalie sambil menatap Keyla penuh amarah.
Natalie berlari kearah Keyla kemudian mengangkat baju Keyla dengan tangannya. " Lo kan yang laporin gue?! " Ucap Natalie bertanya dan mengeratkan genggam nya pada baju Keyla. Keyla yang ditanya seperti itu hanya diam tanpa menjawab dan malah menatap Natile dengan tatapan yang sulit diartikan.
Keyla yang ditanya tapi tidak merespon makin membuat Natalie marah dan geram. Tinggi mereka sama ketika berdiri seperti ini. " Jawab gue! Lo bisu ya! " Bentak Natalie.
Keyla menghela nafasnya kasar. Kedua tangannya langsung melepas tangan Natalie yang sedang menggenggam dengan kasar. Natalie tersentak dengan perlakuan Keyla terhadapnya, mulutnya menganga seakan tidak percaya, bukankah Keyla takut terhadap dirinya?. Tapi sekarang apa? tidak sama sekali jawabnnya.
" Jangan Lo! seenaknya nuduh Gue! " Tekan Keyla sambil menunjuk Natalie dengan jari telunjuknya.
" Kalau ngak lo siapa ha?! " Tanya Natalie dengan nada tinggi.
" Mana gue tau! memang nya lo fikir gue akan seenaknya laporin lo kepolisi?! " Tanya Keyla balik tidak terima dengan pernyataan Natalie.
" Mungkin aja! Kan lo dendam sama gue! " Ujar Natalie sambil tersenyum remeh.
Keyla yang mendengar itu langsung membalas senyum remeh Natalie dengan senyum sinis dan tatapan yang seolah akan membunuh. Natalie geram ketika ditatap seperti itu kedua tangannya langsung bergerak mencekek leher Keyla sambil mendorong Keyla hingga terpentok ketembok.
Keyla yang dicekek merasa akan kehabisan nafas, tangannya berusaha melepaskan tangan Natalie yang mencekeknya. " Le- pas. Le- pasin... gu- e " Pinta Keyla kepada Natalie sambil berusha melepaskan tangan Natalie.
Penjaga lapas yang mendengar keributan dari sel nomor tiga langsung berlari mengecek sel tahanan itu. " Pak Iban! pak Iban! " Panggil penjaga lapas itu kepada ketua lapas yang kebetulan sedang berada disana dengan nada berteriak.
Pak Iban yang dipanggil oleh bawahannya langsung bergegas lari kesana. " Cepat buka pintunya! " Ucap paak Iban yang terkejut melihat dua tahanan dan sati tahanan lainnya sedang dicekek.
Pintu tahanan sudah dibuka. Dengan cepat dua orang itu masuk dan melerai Keyla dna Natalie. " Nona.. nona.. lepaskan! " Perintah pak Iban yang mencoba melepaskan tangan Natalie. Sedangkan bawahannya sedang menelpon seseorang saat pak Iban mencoba melepaskan tangan Natalie dari leher Keyla.
Natalie yang sedang tidak sadar dengan tindakannya langsung menoleh kearah pak Iban yang suruh melepaskan tangannya yang mencekek leher Keyla. " Astaga! " Pekik Natalie lalu melepaskan tangannya. Sungguh perbuatannya yang tadi berada dialam bawah sadar dirinya.
Keyla langsung terduduk lemas setelah Natalie melepas cekikan nya. " Key.. Key.. maafin gue.. " Ucap Keyla sambil memegang kedua bahu Keyla. Keyla yang sedang mengatur nafasnya sambil memegang lehernya hanya bisa diam tidak menjawab. Sungguh perbuatan Natalie tadi membuatnya hampir mati
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kenan yang mendapat telepon dari pihak kepolisian langsung segera meninggalkan ruangan meeting kantor. Mulanya tadi dirinya mengabaikan telepon yang masuk keponsel nya namun karena dirasa mengganggu dengan terpaksa dirinya menganggkat telepon itu.
Didalam mobil Kenan menghubungi asisten pribadinya untuk melanjutkan meeting tanpa dirinya. Karena sekarang yang terpenting kondisi adiknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kamu jahat mas! kamu jahat! " Teriak mami Keyla sambil melepar bantal kearah suaminya. Dirinya kecewa setelah diberitau oleh Kenan bahwa suaminya masih kekeh dengan keputusannya dan tidak mementingkaan kepentingan bersama.
Suaminya yang dilempar oleh bantal hanya bisa diam menerima lemparan yang dilempar oleh istrinya. Dirinya merasa memang egosi saat ini, tapi dirinya yakin suatau saat keputusannya akan berguana bagi Keyla. Bukannya dia ingin menjadi orang tua yang jahat, melainkan dirinya ingin anak perempuan nya itu bagaimana hidup kedepannya jika terjadi sesuatau masalah dan tanpa harus berbuat gegabah untuk menghindari masalah itu. Dan menanggung akibatnya seperti sekarang.
Mami Keyla turun dari tempat tidur kemudian berjalan kearah lemari dan mengambil koper yang terletak disamping lemari pakaian. Papi Keyla bingung dengan istrinya yang tiba - tiba mengambil koper lalu mengualrkan semua baju - baju yang ada didalam lemari.
" Kamu mau ngapain? " Tanya nya heran.
" Aku mau pergi! dan jangan halangi aku! " Ucap mami Keyla lalu menceret kopernya dan menggeret kopernya.
Papi Keyla menahan tangan istrinya. " Kamu ngak boleh kaya gini! " ucap papi Keyla, dirinya merasa istrinya benar - benar marah dan tidak mau tinggal dengannya untuk saat ini.
" Lepas! " Bentak mami Keyla dan menghempas tangan suaminya. " Kalau kamu boleh ngambil keputusan! kenapa aku ngak!. Jangan egois mas! " Bentak dan tegas mami Keyla kemudian pergi melanjutkan langkahnya.
" Sayang... sayang... ayolah fikirkan kenapa aku bisa egois " Bujuk suaminya sambil mengukuti istrinya yang sedang berjalan kearah lift.
Mami Keyla memilih tuli dengan bujukan suaminya, saat suaminya ingin ikut masuk kedalam lift dengan cepat dirinya memencet tombol agar lift itu segera tertutup. Ting.. pintu lift sudah tertutup. Dengan wajah yang gusar papi Keyla mengenggam tangannya.
" Kenapa dia tidak bisa mengerti! " Gumamnya geram dengan kelakuan istrinya yang tidak berfikir kenapa dirinya mengambil keputusan tersebut.
Karena dirasa tidak ada jalan lain selain tangga, dirinya melewati tangga untuk turun kebawah. Dilihat istrinya yang berjalan kearah luar sambil menggeret koper.
" Cepat nyalakan mobilnya! " perintah mami Keyla kepada supir pribadinya.
" Tapi nyonya itu tuan- " Ucapnnya langsung terhenti.
" Cepat!! jangan pedulikan tuan mu!! " Bentak mami Keyla yang geram karena supir pribadinya tidak segera menyalakan mobil.
Dengan cepat supir itu berlari kedalam mobil dan menyalakan mobil itu, kemudian keluar dan berjalan kearah nyonya nya. " Bawakan koper saya! " Perintah Mami Keyla dan langsung masuk kedalam mobil saat kopernya sudah dibawa kebagasi.
" Tunggu! Jangan jalankan mobil ini! " Perintah papi Keyla saat melihat istrinya sudah masuk dan duduk didalam mobil.
" Tapi tuan... nyonya ingin saya- " Ucapan supir itu terpotong ketika Mami Keyla memanggil namanya.
" Hendri!! " Teriak mami Keyla dari dalam.
" Maaf tuan saya harus pergi " Ucap supir pribadi itu lalu membungkuk memberi hormat dan segera berjalan kearah pintu kemudi.
" Hei!.. jangan membantah! " Teriak papi Keyla. Karena beraninya supir itu membantah perintahnya.
Mobil pribadi milik mami Keyla sudah pergi melesat meninggalkan rumahnya. Didalam mobil mami Keyla hanya fokus terhadap ponselnya yang sedang digunakan untuk mengirim pesan kepada saudaranya diAmerika.
Setelah melihat mobil milik istrinya pergi papi Keyla memaki - maki tiga orang penjaga yang beraninya membukakan gerbang untuk istrinya. " Kalian bertiga saya pecat!! "ucap papi Keyla mengakhiri ucapan nya.
~ Bersambung ~