
Setelah Keyla berhasil menuruni anak tangga yang terbuat dari bebatuan, Ferel dan Keyla berjalan dibibir sambil menikmati suasana pagi hari dipantai itu.
" Lo suka sama pantai? " Ucap Ferel bertanya kepada Keyla. Dengaan spontan Keyla yang mendengar pertanyaan itu langsung memberhentikan langkahnya dan melihat wajah Ferel dengan tatapan yang ceria tidak seperti tadi hanya bisa menatap Ferel dengan dingin dan judes.
" Lumayan " Jawab Keyla singkat dan terus melanjutkan langkahnya yang sempat berhenti.
" Kalau kepantai biasanya suka makan apa? " Tanya Ferel lagi tapi Keyla tidak memberhentikan langkahnya atau pun menoleh kepada Ferel.
" Emm.. " Ucap Keyla berfikir. " Oh ya, biasanya kalau gue kepantai gue suka banget sama kelapa mudanya, terus.. sama gorengan " Jawab Keyla.
Ferel menatap heran kearah Keyla. " Gorengan? " Ucap nya aneh.
" Iya gorengan, memangnya kenapa si? " Tanya Keyla yang heran dan memunculkan tatapan sinisnya saat menatap Ferel.
" Ah... ngak, ngak papa " Jawab Ferel lalu memunculkan senyumnya.
" Memangnya lo fikir, orang kaya itu ngak level gitu kalau makan gorengan? " Tanya Keyla dengan nada nya yang sinis.
" Ngak, malahan gorengan enak kan " Jawab Ferel berbohong padahal dari dirinya kecil sampai umurnya mencapai umur dua puluh depalan tahun dirinya tidak pernah mengkonsumsi yang namanya gorengan.
" Lo bohong kan ya? " Ucap nya bertanya dengan tatapan menyelidiki.
Ferel yang ditatap seperti itu langsung gerogi karena dirinya pasti ketahuan bohong oleh Keyla. Jangan kan untuk memakan gorengan melihat minyak untuk mengoreng gorengan saja dirinya sudah geli, apalagi harus dimakan begitulah pemikiran Ferel yang sadar akan kesehatannya. " Eh liat deh disana ada jetski tuh " Ucap Ferel mengalihkan perhatian Keyla.
Dengan cepat nya Keyla menoleh kearah yang ditunjukan oleh Ferel. Ternyata benar kali ini Ferel tidak berbohong karena alih-alih mengalihkan kecurigaannya. " Pengen naik sih, tapi- gengsian " Ucap batin Keyla saat melihat ada jetski yang bisa disewa.
" Mau main itu? " Tanya Ferel.
Keyla melihat kearah Ferel, dirinya bingung apakah harus melawan rasa gengsi atau mewujudkan keinginannya. " Idih ngapain gue naik yang begituan " Jawab nya.
" Yakin? " Tanya Ferel lagi.
" Iya, gue itu tipe orang yang ngak suka sama permainan yang dimainin diair " Jawab nya berbohong.
" Oh gitu " Ucap Ferel berpura-pura percaya, padahal tadi dirinya melihat sendiri bahwa Keyla sangat senang ketika Ferel menunjukan ada tempat penyewaan jetski.
Siang pun sudah tiba sinar matahari pantai sudah mulai terasa, dibawah payung pantai yang besar mereka berdua duduk santai menikmati angin yang ada dipantai, sambil memesan beberapa makanan serta air kelapa mereka duduk menunggu.
" Lo kenapa si, duduk diatas pasir? padahal jelas-jelas ada tiker! " Protes Ferel kepada Keyla.
Tatapan sinis itu kembali menatap Ferel siapa lagi kalau bukan tidak ada yang lain selain Keyla. " Terserah gue lah! yang duduk juga gue bukan lo kan! " Ketusnya terhadap Ferel.
Ferel sebenarnya dari tadi sudah sangat kesal dengan sikap Keyla, mulai dari yang gengsian sampai yang menatapnya dengan sinis. " Kalau aja lo bukan dari rencana gue! dari tadi udah gue tinggalin lo! " Isi batin Ferel yang sudah sangat kesal menghadapi Keyla. Namun masi menatap Keyla dengan tatapan yang berbeda dengan isi hatinya.
Keyla yang ditatap seperti itu merasa risih. " Ngapain lo liat gue kaya gitu? mau mesum lo? " Ucap Keyla bertanya dengan nada penuh penekanan pada akhir kalimatnya.
" Ngak, siapa juga yang mau kaya gitu " Jawab Ferel.
" Itu tu buktinya, lo senyum senyum ngak karuan! " Ucap Keyla.
" Kan senyun itu ibadah, jadi ngak papa lah gue senyum senyum ngak karuan "Ucap Ferel.
" Idih,... sok alim banget lo! " Ucap Keyla yang sinis menyauti apa yang diucapkan oleh Ferel.
" Kalau memang kenyataan nya gue sok alim, kenapa? " Tanya Ferel.
" Ilfil gue lama-lama sama lo! " Tegasnya.
" Ilfil, ilfil, ntar lama-lama sayang juga lo sama gue! " Tegas Ferel penuh penekanan.
" Idih, jauh-jauh deh gue mau suka sama cowo modelan nya kaya lo! " Ucap Keyla yang tak kalah sengit dari Ferel, sambil memasang raut wajah jijik.
" Memang lo ya- " Ucapan Ferel terhenti saat pedagang es kelapa dan satai datang membawa apa yang dipesan.
" Maaf mengganggu waktunya mas, mbak " Ucap pedagang es kelapa yang sedang menaruh kelapanya di atas tikar.
Es kelapa dan satai pun sudah ditaruh diatas tikar. Semenjak para pedagang itu tiba Ferel dan Keyla berhenti berdebat sengit.
Disela - sela dirinya sedang meminum es kelapa pertanyaan muncul diotak Keyla." Lo kenapa sih mau dijodohin sama gue? " Tanya Keyla sambil melihat indahnya ombak pantai dan duduk diatas pasir putih.
" Ya, gue mau aja " Jawab Ferel dengan singkat, padat dan jelas.
Karena mendengar jawaban seperti itu dari Ferel, Keyla langsung menolehkan pandangannya kearah Ferel, yang semula melihat ombak kini menatap Ferel dengan tatapan yang tajam dan menyelidik. " Lo itu sebenarnya serius ngak sih sama gue? " Tanya Keyla lagi.
Ferel memandang sebentar kearah Keyla, bibirnya memunculkan senyum tipis. " Buat apa gue nerima perjodohan ini, kalau gue ngak serius sama lo " Jawab Ferel lagi dengan gaya nya yang santai memandang wajah cantik Keyla.
Keyla yang ditatap seperti itu merasa jijik seakan Ferel adalah laki-laki yang hanya memandang dirinya dari lekuk tubuh dan kecantikannya saja. " Tapi, lo kan belum tau siapa gue yang sebenarnya " Ucap Keyla.
Ferel terdiam sejenak memikirkan ucapan yang keluar dari mulut Keyla sambil menatap mata Keyla. " Memang, gue ngak tau siapa lo sebenarnya. Tapi, gue tau apa perbuatan yang udah lo lakuin " Ucap Ferel dan setelah itu dirinya memunculkan senyum smrik yang menganggap Keyla akan takut kepadanya.
Keyla yang mendengar apa yang diucapkan oleh Ferel pun langsung terdiam dan memancarkan raut wajah seakan semuanya akan terbongkar didepan kedua orang tua nya.
" Jadi bagaimana nona Keyla,... masi berani untuk menghentikan perjodohan kita? " Tanya Ferel dengan senyum yang masi sama dan bahasa yang tidak seperti tadi.
" Apaan? " Tanya nya.
" Yaudah iya, ntar sore gue kesana " sambung nya lagi.
Panggilan telepon pun berakhir dan tak terasa matahari dipantai pun lama kelamaan sudah berada tepat diatas kepala mereka yang artinya adalah ini sudah jam dua belas siang.
Mereka berdua memutuskan untuk pulang karena hari sudah sangat terik. Tidak ada percakapan didalam mobil yang mereka gunakan, hanya ada suara musik dari radio yang tersambung dimobil.
Kini mereka sudah sampai didepan rumah milik Keyla. Keyla dengan segera turun dari mobilnya tanpa berkata apa-apa.
" Key..!!! " Teriaknya memanggil Keyla dari dalam mobil.
Keyla yang dipanggil tidak mau menoleh ataupun berjalan kearah Ferel yang masi berada didalam mobil.
" Keyla..!!! " Teriaknya lagi. Namun masih sama tidak ada jawaban dari Keyla, karena tidak didengar Ferel turun dari mobil menyusul Keyla yang masih kelihatan dari penglihatannya.
Ferel memegang tangan Keyla untuk menghentikan langkah Keyla. Karena Ferel sudah memegang tangannya Keyla tidak ada pilihan lagi selain membalikan badannya.
" Lepas! " Tegasnya sambil mencekal tangan Ferel.
" Sorry, nih tadi handphone lo ketinggalan didalam mobil " Ucap nya sambil menyodorkan handphone milik Keyla yang tertinggal.
Dengan cepat Keyla mengambil handphone milik nya dan langsung meninggalkan Ferel tanpa mengucapkan terimakasi.
" Ck, bukannya malah bilang terimakasi! " Kesal nya bergerutu didalam hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana rumah Mia dan Reyhan saat ini adalah, dimana si tante masuk kedalam kamar utama dimana kamar itu adalah kamar milik tuan rumah.
Habis semua baju baju milik Mia dikeluarkan, mulai dari gaun yang harganya puluhan juta bahkan sampai baju pesta yang dipesan oleh Mia kemarin.
Sudahlah, Mia sangat malas dan muak dengan semua ini. Ingin sekali dirinya memaki-maki tantenya tapi dia ingat kalau tantenya itu orang yang lebih tua dari nya.
Reyhan juga sebenernya merasa sangat risih dengan tante dari Mia, walaupun keluarga seharus tidak boleh masuk sembarangan kekamar tanpa seizin pemilik kamar.
" Tante.. " Panggil Reyhan.
Yang dipanggil masih asik melihat lihat pakaian milik Mia dan hanya menjawab " hmm.. " Itu saja jawaban yang dikeluarkan.
" Em.. kamar tante bukan disini " Ucap Reyhan.
" Tapi tante mau liat-liat kamar kalian, kenapa? ngak boleh? " Tanya sitante dengan santainya.
Mia yang mendengar jawab seperti itu dari mulut tantenya langsung membulatkan matanya. " Kak, ayodong.. suruh tante keluar! aku males kalau dia ada disini! " Pinta Mia dengan raut wajah yang tidak suka.
Reyhan mengelus rambut Mia dan tersenyum sambil menatap istrinya itu. " Iya, sabar ya.. aku lagi usaha " Ucapnya memberi pengertian.
" Makanya cepetan! " Ucapnya.
" Tante,... kita kehalaman belakang yuk.. disana banyak bunga siapa tau tante suka kan " Ajak Reyhan dengan sopan dan nada suara yang lembut.
Tante Mia tidak mendengarkan apa yang baru saja Reyhan ucapkan, dia malah sibuk memperhatikan desain dress baju milik Mia yang ukurannya cukup pas ditubuhnya. " Mi... tante bolehkan minta yang ini? " Ucapnya sambil tersenyum.
Mia sudah benar risih dengan sikap tantenya, karena tidak ada pilihan lagi dirinya mengiyakan apa yang tantenya inginkan agar kamar miliknya dan Reyhan tidak berantakan seperti kapal pecah. Terserahlah masalah baju nanti tinggal dibeli lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sore pun datang, Ferel dan Rangga beserta dua sahabat nya yang lain sedang berkumpul dimall.
" Gimana tuh, nasih lo sama si key? " Tanya salah satu sahabatnya. ( Pless lah author lupa nama nya, mohon kasi tau T-T ).
" Beres lah intinya, tinggal nunggu undagan nya aja " Jawab Ferel santai lalu meneguk Ice amerikano nya.
" Enak ya lu nikah duluan, bisa dah tu pergi bulan madu " Saut sahabat mereka yang satu lagi. ( cepet kasi tau author!!! aurhor lupa namanya ).
" Hemmm mungkin, kalau si Keyla nya mau... gue mah iya aja " Jawab Ferel.
" Alah sok-sokan bilang iya aja, ntar keburu lo sendiri yang ngedesek si key " saut sahabat nya.
Rangga yang medengar obrolan diantara tiga sahabatnya itu hanya tersenyum saja.
~ Bersambung ~
Jika menunggu itu lelah , ya jangan lelah.
Kemarin author lagi berjuang untuk ulangan semester dan sekarang baru libur.
Jangan bosen ya!!
Note: kasi tau author siapa nama sahabat nya si Ferel sama Rangga T-T