My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
9



Tasya pun tertidur lelap dikamarnya sambil ditemani kucing kesayangan nya pusi yang tidak tidur dikasur melainkan dibawah kasur beralaskan karpet tipis khusus untuk kucing bebulu putih itu.


Tidak ada lagi suara yang berasal dari dalam rumah Taysa hanya ada hembusan angin yang terasa dari ventilasi udara dan sedikit cahaya lampu tidur yang berada disebelahnya serta suara jarum jam yang berdetak .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semua pekerjaan telah dilewati Tasya dengan lelah belum lagi bosnya itu cuma masuk setengah hari saja . Sungguh melelahkan bukan.


Tasya duduk di kursi panjang kayu yang berada di depan gedung kantor .


" Haah.. capek banget " Ucap Tasya sambil merengangkan kedua tangannya ke atas .


Clingg.. suara notifikasi dari ponsel yang berada di genggaman tangannya.


Tertulis nama Jenny di ponselnya.


" Wih.. tumben banget si jenjen ngechat " Ucapnya sambil tersenyum .


" Tasya jalan yuk ! " Isi pesan jenny yang dikirim kepada Tasya.


Tanpa berfikir panjang Tasya membalas chat dari temannya yang sudah lama dirindukan .


" Ayoo !! " Balasnya dengan semangat . Karena selama ini dirinya selalu bekerja dan sulit meluangkan waktu libur ditambah lagi ada beberapa tugas yang harus dibawa pulang dan diselesaikan dirumah . Nasib lah jadi sekertaris.


" Tumben lu jen ngechat gue " .


" Hehe .. mumpung libur besok jadi gue ajak lu jalan - jalan aja " Balasnya


" Iya iya , jam berapa ? " Tanya nya.


" Liat aja nanti soalnya gue yang jemput " Balasnya.


" Okelah " .


" Oke ".


Selesailah percakapan melalui ponsel itu . Dan nampaknya besok adalah waktu yang berharga untuk melepas lelah .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah selesai percakapan melalui ponsel itu datanglah mobil yang sudah dipesan Tasya untuk pulang .


Didalam mobil Tasya berfikir apa yang akan dipakainya untuk liburan besok . Disela sela fikiran nya Tasya sudah menentukan apa outfit yang dipakai untuknya besok.


Perjalan menggunakan mobil yang dipesannya tidak terlalu jauh hanya butuh waktu kurang lebih setengah jam.


" Makasi ya mbak " Ucap supir taksi online itu.


" Iya pak , kembaliannya ambil aja " Ucapnya melebihkan uang pembayaran taksi online


" Wah.. makasi banyak mbak , sering sering order di saya ya " Ucap nya berterimakasi sembari menawarkan dirinya.


Tasya yang mendengar itu langsung tersenyum . " Iya nanti saya order lagi " Jawabnya .


Mobil yang tadi mengantarkan Tasya itu langsung pergi meninggalkan kawasan tempat tinggal nya . Dari kejauhan nampak ada hewan berbulu tebal dan putih berlari menghampiri Tasya . Ya itu pasti si pusi kucing berbulu lebat dan putih .


Meonggg suara pusi sambil berlari menghampiri Tasya yang baru saja akan membuka pintu rumahnya yang dikunci . Eh terus si pusi keluar lewat mana ? . Hmm ya pasti keluar lewat lubang pintu yang sengaja dibuat Tasya biar kucingnya bisa keluar .


Setelah masuk kedalam rumahnya Tasya memilih untuk langsung merebahkan dirinya dikasur bukannya untuk mandi malah rebahan . Capek ya kerja seharian begini belum lagi tadi banyak meeting sama klayen.


" Kapan ya gue punya suami ? " Ucapnya sambil merebahkan diri dikasur dan menatap langit - langut kamar.


" Hmm males banget kalau sendiri terus " Sambungnya. " Aishhh.. ngomong apasih sya " Ucapnya sambil memeluk guling . Selama masih ada guling yang dipeluk kenapa ngak boleh yaa kan tapi kalau diganti ke suami bisalah asalkan sudah sah .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cafe .


" Lo ngapain sih ganggu hidup gue lagi ! " Ketusnya kepada seorang perempuan.


" Memangnya salah ? . Kan gue juga masa lalu lo ! " Ketusnya tidak mau kalah dari Rangga.


" Udahlah mendingan lo balikan aja sama gue kenapa si " Kini nada suaranya tidak setinggi tadi melainkan santai dengan pria yang ada didepanya.


" Hah balikan lo bilang ! . Mimpi lo ! " Jawabnya dengan raut wajah yang sudah kesal sekesal kesalnya .


setelah itu ia langsung menumpahkan air sirup yang berada digelas kekepala wanita itu dan berlalu pergi meninggalkan wanita yang daritadi bersamanya.


" Intinya gue maunya sama lo !!! " Geramnya didalam hati sambil menggepalkan kedua tanganya tanpa arah matanya tidak henti menatap Pria yang sudah menumpahkan es kekepala nya . " Liat aja nanti gue bakal jadi istri lo " sambungnya .


Pria yang dari tadi pergi meninggalkan area cafe itu memacu mobilnya dengan kecepatan yang tidak sesuai . Rasa kesal didalam hatinya ini sudah menyebar dan dilampiaskan melalui cara menambah kecepatan mobilnya.


"Hahhhh " Helanya sambil menggenggam erat kemudi mobil yang dipegangnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu berjalan begitu cepat sekarang waktu menunjukan jam sepuluh lewat lima menit Tasya yang dari tadi tertidur masih dengan pakain kerja nya langsung terbangun Karena suara ponsel yang berbunyi .


Malas itu yang dirasakan Tasya saat mendengar rington ponselnya berbunyi yang menandakan bahwa ada telpon masuk . Dengan nyawa yang belum terkumpul Tasya meraih ponselnya yang berada di atas nakas tanpa memperhatikan siapa yang menelpon nya.


" Hallo " Suaranya yang khas seperti orang baru bangun tidur sambil menutup matanya.


" Saya didepan rumah kamu " Jawab dari orang yang menelpon nya.


" Hmmm sekarang gue keluar " Jawabnya tanpa memeriksa lebih dulu siapa yang menelponnya.


Panggilan telpon berakhir . Tasya langsung bangun dari posisi tidurnya dan menguap karena masi ngantuk . " Siapa sih malam - malam ganggu orang lagi tidur aja " Kesalnya sambil menggaruk - garuk sikunya yang terasa gatal .


Dengan langkah yang gontai Tasya berjalan kekamar mandi untuk mandi karena sadar dari tadi sore dirinya belum mandi .


Gemercik air terdengar dari dalam kamar mandi hanya sepuluh menit saja Tasya mandi . Juga kan ini sudah tengah malam jadi dia memutuskan untuk mandi sebentar saja .


Setelah memakai baju piyama untuk tidur yang berwarna merah dan hitam Tasya keluar dari kamar dan berjalan turun dari tangga ke lantai satu melalui tangga . Nyawa nya yang tadi hilang kini sudah terkumpul karena guyuran shower dari kamar mandi yang membasahi tubuhnya.


Krekk . Pintu dibuka Tasya membelalakan matanya karena terkejut bahwa siapa yang menelpon nya tengah malam begini dan ternyata yang datang adalah bos nya yang labil itu . Dari mana dia tau letak rumah Tasya ? itu yang menjadi pertanyaan difikiran Tasya .


" Pak Rangga ! . Bapak ngapain kesini ? " Tanya dengan terkejut.


" Terserah saya lah kan saya bos kamu " setelah itu langsung masuk kedalam rumah Tasya tanpa dipersilahkan terlebih dahulu oleh yang punya rumah dan mendudukan dirinya disofa empuk ruang tamu.


Tasya yang melihat itu merasa kesal karena dirinya harus bangun dari tidurnya dan ternyata yang datang bukan teman atau keluarga melainkan bosnya kalau begitu Tasya pura - pura tidak dengar kalau ada telpon yang masuk . Belum lagi dengan gaya bosnya yang masuk kerumah orang tanpa dipersilahkan.


" Pak Rangga ngapain kerumah saya ? " Tanya dengan heran .


" Cuma mampir aja . Kenapa ngak boleh ? " Tanya nya dengan tatapan yang dingin .


" Boleh pak tapi kan ini sudah tengah malam " Jawabnya .


" Jadi ? " Sambil menaikan saty alisnya.


" Ya bapak mending pulang aja pak " Ucapnya dengan khawatir karena takut digrebek oleh warga nantinya dan malah langsung disuruh nikah kan lain ceritanya.


" Ngak " Jawabnya dengan simpel.


Nampak ada beberapa pemuda yang lewat dari depan rumah Tasya dan melihat dari luar kalau ada satu pria dan wanita sedang duduk diatas sofa berdua sambil mengobrol.


" Wih .. kak Tasya punya cowo ternyata " Ucap salah satu pemuda kepada temannya .


" Mana mana " Ucap pemuda yang lainnya dengan penasaran.


" Eh iya ya mana tu cowoknya nemenin sampe tengah malem begini " .


" Ganteng juga tu cowonya " Timbalnya lagi.


Setelah lama berdiam didepan rumah Tasya para anak - anak muda itu langsung melanjutkan jalannya.


~ Bersambung ~


Tahap revisi