My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
50



" Sya.. cepetan kekantor ayah. Soalnya perusahaan ayah direstas! " Ucap ayah Tasya dari sambungan telepon yang ada disana dengan nada yang cemas. Tut.. telepon langsung dimatikan setelah itu.


" Ayah! ayah! " Panggil Tasya ketika telepon dimatikan.


Dengaan cepat Tasya berjalan memakai pakaiannya. Setelah selesai memakai semuanya Tasya turun kebawah dengan tergesa - gesa, karena dirinya menuruni anak tangga dirinya berhati - hati untuk turun kebawah walaupun tergesa - gesa.


Tok.. tok..


Suara ketukan pintu dari luar makin membuat Tasya tergesa - gesa memakai sepatu dan kaos kakinya. " Sya.. ini abang " Panggil Varo dari luar dengan nada yang tidak terlalu meninggi.


" Iya bang bentar " Jawab Tasya lalu berdiri dari duduknya dan berjalan tergesa - gesa kearah pintu sambil menaikan tali tasnya yang turun.


Pintu sudah dibuka, setelah itu Tasya langsung ditarik oleh Varo. Terlihat pintu rumah Tasya masih terbuka. " Ihhh.. asal narik aja! liat tu pintunya masi kebuka bang!.. " Ucap Tasya kesal.


Varo hanya bisa tersenyum cengengesan bersalah, dan Tasya langsung geleng - geleng kepala dan berjalan untuk mengunci pintu rumahnya. " Yok kita pergi " Ucap Tasya setelah selesai mengunci pintunya.


Mobil Varo sudah melaju meninggalkan area perumahan Tasya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rumah keluarga haddict


Terlihat pelayan mengeluarkan semua baju - baju milik Keyla dari dalam lemari. Dilihat didalam kamar Keyla ada papi Keyla dan juga Kenan. " Kenapa papi jahat banget sih jadi orang tua! " Ucap Kenan ketus sambil melipat kedua tangannya.


" Biarin aja, ini juga papi lakuin bukan semata - mata papi benci sama adek kamu! " Ketus papinya yang juga bersedekap dada sambil melihat para pelayan yang sedang bekerja.


Kenan mendengus kesal mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh papinya, coba saja disini ada maminya sudah pasti maminya akan meraung - raung menangis.


" Tuan, apakah perhiasan nona Keyla juga perlu kami kemasi? " Tanya salah satu pelayan.


" Tidak usah, kemasi pakaiannya saja " Perintahnya. Kenan membelalakan matanya tidak percaya, bisa - bisa perhiasan adiknya juga tidak ikut dikemasi. Lalu bagaimana hidup adiknya kedepan setelah keluar dari penjara.


" Pi! ayolah.. sedikit kasihan sama key, itukan perhiasannya juga dibeli pake uangnya sendiri " Pinta Kenan sambil malihat papinya.


" Oh ya, papi ngak peduli " Tolaknya secara kasar. Benar - benar menyebalkan bukan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cafe.


Rangga dan Ferel sedang bertemu secara empat mata saja dicaffe tempat biasa mereka berkumpul dengan Diki dan Ken, tapi kali ini tidak ada Diki dan Ken. Karena Ferel hanya mau berbicara berdua saja.


Pelayan menaruh dua gelas es americano dimeja tempat Rangga dan Ferel duduk. " Silahkan tuan " Ucap pelayan itu sopan lalu pergi.


Rangga meminum es americano nya. " Kenapa? tumben banget pengen ngomong berdua sama gue? di caffe ini lagi " Tanya Rangga setelah meminum es americano nya.


" Sebenarnya ini tentang Keyla " Ujar Ferel sambil menatap sahabat nya itu serius.


Rangga mengerutkan keningnya. " Maksdu lo apa? " Tanya Rangga tidak mengerti.


Ferel menghela nafas nya. " Gue mau lo bebasin Keyla. Gue mau lo cabut tuntutan lo " Jawab Ferel.


Rangga semakin tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh sahabatnya. " Mencabut tuntutan? " Ucap batin Rangga. " Maksud lo gimana sih? Gue ngak ada sangkut pautnya sama kasus Keyla " Ujar Rangga.


Sekarang Ferel yang mengerutkan keningnya. " Bukannya lo, yang nuntut Keyla? " Tanya Ferel tidak mengerti kenapa Rangga pura - pura bodoh bahwa dirinya tidak melaporkan Keyla. Apakah dia berakting?


" Enak aja! gue ngak berani nuntut Keyla! " Elak Rangga tidak suka dituduh oleh Ferel.


" Terus kalau bukan lo siapa? " Tanya Ferel.


" Ya.. mana gue tau " Ucap Rangga lalu mengendikan bahunya lalu setelah itu lanjut meminum es americano miliknya.


" Sebenarnya siapa yang menuntut Keyla? Kalau bukan Rangga lalu siapa? apakah? " Ucap batin Ferel yang terus bertanya - tanya kepada dirinya sendiri dengan teka - teki siapa yang melaporkan tunangannya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sebelum baca part ini, ada yang tau atau pernah nonton drama korea star up ngak?


Kalau ada yang sudah nonton author cuma mau kasi tau bagaimana keadaan kondisi dipart ini waktu perusahaan punya nya injae ( injae compeny namanya ) yang lagi diretas sama hackker. Sutuasi ini agak sedikit sama author berikan pas injae compeny lagi diretas sama peretas. Jadi mohon maaf kalau ada kesamaan jalan cerita dengan drakor star up, soalnya author mumet mikirin gimana caranya buat bikin satu bab sampe nyampe 1000 kata. 😺


Tasya yang berada diruangan itu berusaha menghubungi temannya dulu semasa SMA yang waktu kuliah mengambil jurusan Ilmu Teknologi ( IT ).


" Halo, maaf mengganggu pagi - pagi gini lin " Ujar Tasya kepada temannya yang bernama Alin.


" Kenapa Sya? " Tanya Alin.


" Gini, perusahaan ayah gue lagi ada masalah. Situs web nya diretas jadi sulit dibuka untuk pengambilan data " Ujar Tasya.


" Aduh, gimana ya sya. Gue lagi diluar kota jadi ngak bisa deh kayanya bantu lo " Ujar Alin.


" Oh gitu, emm.. yaudah deh.. ngak papa " Ucap Tasya.


" Maaf ya Sya " Ucap Alin lalu setelah itu sambungan telepon telah terputus.


Tasya sangat cemas saat ini, siapa lagi yang bisa dihubunginya. " Bang, gimana sudah ada blom? " Tanya Tasya.


" Sudah sya sudah, tinggal nunggu orang nya dateng aja " Ucap Varo yang memberikan angin segar bagi Tasya.


Sementara ayah Tasya saat ini sedang duduk disofa singgle ruangan itu ditemani istrinya. " Sabar mas, pasti bisa kok diatasi " Ucap bunda Tasya menenangkan suaminya.


Waktu yang tersisa tinggal lima menit untuk karyawan yang bertugas dibagian IT untuk membobol pin dari hackker, namun dari tadi dicoba masih saja sama tidak bisa terbuka.


Karyawan pun pasrah bila data pribadi perusahaan hilang. " Tuan, maaf kami belum bisa menemukan pin nya " Ujar salah satu Karyawan.


Semakin lemas ayah Tasya mendengar apa yang dikatakan oleh karyawan nya. Sementara Tasya dan Varo sedang cemas menunggu orang yang dikatakan oleh Varo bisa membuka pin hackker itu didepan pintu ruangan IT.


" Bang orangnya lagi dimana? " Tanya Tasya cemas sambil menggigit ujung jempolnya.


" Sebentar sya, sebentar lagi " Ucap Varo menenangkan adik sepupunya.


Tak lama, ponsel Varo berdering. " Lo lagi dimana? " Tanya Varo cemas.


" Gue sebentar lagi nyampe, tadi mobil gue tiba - tiba mogok " Ujar sipenelpon dengan nada yang ngos - ngosan. Mungkin sedang berlari.


" Yaudah cepetan, nanti tinggal masuk terus naik kelantai lima ruang IT " Ucap Varo mendesak orang itu agar semakin cepat datang keperusahaan milik om nya.


Sambungan telepon telah terputus. Tringgg... suara telepon kantor diruang IT yang berdering. Tasya dengan cepat berlari kemeja itu dan mengambil alih telepon.


" Waktu anda tidak lama lagi, kalau anda tidak bisa mengehntikannya kirimkan sepuluh milyar " Ucap siperetas dari sambungan telepon dan telepon pun langsung dimatikan.


Tasya benar benar sudah marah saat ini, tanpa pikir panjang dirinya berlari keluar dari ruangan IT dan menuju lift sambil memegang ponsel. Suara teriakan dari orang - orang yang memanggilnya membuat Tasya seakan lebib meemilih tuli.


Ting..


Pintu lift telah terbuka. Dengan cepat Tasya masuk kedalam lift dan lift yang dimasukinya langsung turun kelantai dasar perusahaan. Dengan cepat Tasya berlari keluar untuk melihat siapa peretas atau hackker yang sudah ditelepon oleh abangnya.


Setelah sampai diluar dirinya tidak melihat siapa - siapa hanya ada tiga satpam sebagi penjaga disana. Tasya mondar - mandir sambil melihat kejalanan dirinya berharap kalau dengan cepat orang yang ditelepon abangnha itu datang.


Tasya melihat waktu yang ada diponselnya, ternyata waktu tersisa tiga menit lagi. Tasya harap - harap cemas menanti kehadiran seseorang itu. Tasya terduduk jongkok karena kakinya lelah berdiri dari tadi.


" Cepat lah, cepat lah " Gumam Tasya sendiri sambil menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Sementara tiga satpam yang melihat nona muda nya jongkok tidak berani menegur karena dirinya melihat kalau tadi ekspresi nona mudanya marah dan cemas.


Tasya mengangkat kepalanya saat mendengar suara yang berbicara kepada ketiga satpam dengan nafas terrengah - engah.


~ Bersambung ~


Siapa ya?


Komen dong, sama likenya. Kalau ada typo besok author perbaiki pas revisi kedua.


Oh iya, author bingung nih kalau mau bikin Tasya jatuh cinta sama Rangga itu harus gimana 😭. Author mumet banget sumpah dari kemarin mikirin itu auhor mau nya beda dari yang lain.


Hmmm Hayati lelah bang :)