My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
16



Note : Sebelum membaca author ingin memberitahukan kalau dibeberapa bab akan membahas soal Mia dan Reyhan sampai kehari pernikahannya kemudian di season 2 nanti akan membahas tentang kisah pernikahan mereka. Kita mulai aja yuk ceritanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesuai janji Pemeriksaan kandungan jam sepuluh Mia memanggil Reyhan.


" Kak rey...!! " Teriak Mia dari luar kamar Reyhan sambil menggedor - gedor pintu.


Pintu kamar terbuka. " Ngapain aja si? " Tanya Mia.


" Biasa panggilan alam.. makanya lama " Jawab Reyhan santai.


" Oh , Yaudah cepet kita berangkat " Ucap Mia lalu pergi meninggalkan Reyhan yang masi berada didalam kamar nya.


" Tunggu dong mi.. " Teriak Reyhan yang melihat Mia sudah mau menuruni anak tangga terakhir.


Mia memberhentikan langkahnya , matanya memutar malas. " Makanya ayo cepet..! " Jawabnya. Reyhan menutup pintu kamarnya dari luar dan berjalan cepat kaarah Mia yang sedang menunggu nya .


Supir keluarga Adimaja saat ini sedang cuti jadi yang membawa mobil adalah Reyhan.


" Memangnya mama Erina kemana ? " Tanya Reyhan sambil fokus menyetir.


" Pergi ke designer untuk bikin baju " Ucap Mia sambil memainkan ponselnya.


" Hmm.. terus kita kapan pergi ke designernya ? " Tanya Reyhan.


" Besok " Jawab Mia sambil tersenyum kearah ponsel.


Reyhan yang melihat itu merasa cemburu karena Mia tersenyum kearah ponsel nya entah senyumnya itu untuk siapa. " Lagi ngapain sih ? " Tanya Reyhan.


Mia menolehkan pandangannya ke arah Reyhan. " Ngak ngapa - ngapain " Jawab Mia dan langsung mengalihkan pandangannya kembali kearah ponsel.


Reyhan yang melihat itu hanya bisa menghela nafas kasarnya. " Sabar rey.. sabar " Ucap Reyhan dalam hati.


Mereka sudah sampai di rumah sakit tempat pemeriksaan kandungan Mia. " Sudah sampai yok turun " Ajak Reyhan. Mia hanya mengangguk sebagi jawaban.


Saat akan ingin berjalan kedalam ruamah sakit Reyhan menyuruh Mia untuk memengang tangannya seperti layaknya pasanagn suami Istri yang baru nikah. " Pegang tangan ku ".


" Ngak mau " Tolak Mia.


" Ish.. kalau seandainya , orang kira kita bukan suami istri gimana? " Tanya Reyhan.


" Kan memang kenyataannya " Jawab Mia.


Reyhan yang mendengar itu langsung diam mematung. Ucapan Mia memang benar adanya.


Setelah menjawab Mia langsung pergi meninggalkan Reyhan karena kalau telat jadwal nanti bisa - bisa dilompati sama yang lain. " Ayo kak " Teriak Mia dari jauh sambil melihat Reyhan yang dari tadi masi diam didekat mobil.


Reyhan yang mendengar itu langsung berjalan menyusuli Mia yang sedang menunggu nya. " Ayo.. " Ucapnya saat sudah didekat Mia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mereka saat ini sedang menunggu dikursi tunggu ruang pemeriksaan. Walaupun mereka orang yang berada mereka tetap akan membudayakan sikap mengantri.


" Wah.. kalian pengantin baru ya? " Ucap ibu - ibu yang sedang duduk didepan mereka bersama suaminya.


Mia yang mendengar itu hanya tersenyum saja karena kalau tidak menjawab dipikirnya nanti kalau mereka belum menikah. Kan lain jadinya. " Iya bu kita baru menikah dua minggu yang lalu " Jawab Reyhan.


" Beruntung sekali mbaknya bisa diantar sama suami kesini,... kalau suami saya sih.. ngak bisa nganter karena ada kerjaan " Ucap ibu - ibu yang tadi.


Mia hanya menjawab dengan senyuman yang ramah saja. " Iya bu , soalnya istri saya manja sih.. makanya mau ditemenin terus. Ya kan sayang.. " Ucap Reyhan sambil tersenyum kearah Mia.


Mia yang mendengar dirinya dipanggil seperti itu dan dikatakan seperti itu membelalakan matanya kearah Reyhan. " Ah.. i-iya " Jawab Mia sambil tersenyum kikuk.


" Untuk nyonya Samia Gabriela , dipersilahkan untuk masuk keruangan dokter " Ucap perawat.


Karena nama nya sudah dipanggil akhirnya mereka beranjak dari tempat duduk dan masuk bersama kearah ruangan dokter.


" Silakan nyonya berbaring ditempat tidur " Ucap dokter .


Mia saat ini sedang diusapkan gel diperutnya. Terlihat di layar monitor sebuh janin yang masi kecil ukurannya. Reyhan dan Mia yang melihat kearah layar monitor tersenyum.


Pemeriksaan sudah dilakukan dengan berjalan lancar , saat ini mereka berdua sedang duduk dihadapan dokter .


" Disini bisa dilihat kalau hasil USG nya baik - baik saja " sambil menunjukan hasil USG kepada Mia dan Reyhan.


" tapi.. karena usia kandungannya masi muda sekali disarankan jangan sampai lelah , karena takutnya nanti akan terjadi hal - hal yang tidak diinginkan " Ucap dokter memberi tau.


Mereka sudah keluar dari ruang pemeriksaan. " Aku tebus obatnya dulu ya... kamu duduk dimobil aja , nanti aku nyusul " Suruh Reyhan . Mia langsung mengangguk dan pergi berjalan ke mobil.


" Mba.. saya mau tebus obat yang ada diresep ini " Ucap Reyhan sambil memberikan resep obat.


" Tunggu sebentar ya pak " Jawab apoteker sambil melihat kertas resep obat.


Kemudian apoteker memberikan obat serta vitamin yang sudah dituliskan diresep obat. " Ini mas " Ucap si apoteker.


Reyhan kemudian membayar sesuai jumlah dan pergi berjalan kearah mobilnya.


" Sudah ? " Tanya Mia yang baru saja melihat Reyhan masuk kedalam mobil.


" Sudah " Jawab Reyhan. " Ini obat sama vitaminnya " Ucap Reyhan sambil menyodorkan plastik yang berisikan obat kepada Mia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cafe.


" Oh jadi gitu " Ucap Tasya yang sedang berbicara denga temannya.


" Iya.. yang penting kamunya datang aja " Ucap Fiona lalu meminum minumannya.


" Oh ya.. itu reuni nya untuk sekelas atau semua kelas ? " Tanya Tasya.


" Cuma kelas kita aja " Jawab Fiona.


Ringtone ponsel Tasya berbunyi diatas meja. terlihat bahwa abangnya yang menelpon saat ini. Tasya mengangkat telepon nya. " Hallo bang " Ucap Tasya.


" Kamu dimana ? , abang sudah didepan rumah ni " Tanya Varo.


Tasya kaget karena abangnya sudah menunggu didepan rumahnya. " Ya- yaudah tunggu sekarang.. gue pulang " Ucap Tasya lalu mengakhiri telepon nya.


" Aku.. pulang dulu ya.. soalnya ada tamu " Ucap Tasya berpamitan lalu pergi . Didepan cafe Tasya mencari taksi online melalui ponselnya namun tidak ada taksi online yang sedang berada dekar disini.


Lewat satu pengendara motor yang menawatinya tumpangan. " Ojek neng ? " Tanya abang ojol.


" Emm.. kalau saya ngak pesen lewat aplikasi bisa ? " Tanya Tasya.


" Ya bisalah neng.. kan tadi abang yang tawarin " Ucap abang ojol yang masi muda .


" Yaudah ayo bang " Ucap Tasya dan langsung naik keaat motor abang ojol.


" Helm nya neng jangan lupa " Ucap abang ojol sambil memberikan helm ojolnya.


Motor banv ojol pun sudah pergi meninggalkan cafe tempat Tasya bertemh dengan teman sekalas waktu SMA nya dulu. Tanpa melihat bahwa ada orang yang memperhatikan gerak - geriknya.


Saat ini Tasya sudah sampai didepan rumahnya terlihat abang varo yang menunggu didalam mobilnya. " Berapa bang bayarnya ? " tanya Tasya.


" Eh.. ngak usah bayar atuh neng. Gratis aja buat eneng " Ucap bang ojol sambil tersenyum.


" Beneran ? " Tanya Tasya.


" Iya bener.. neng cantik " Jawab bang ojol.


" Yaudah bang , terimakasi " Ucap Tasya sambil tersenyum ramah dan pergi berjalan kearah mobil abangnya.


Dalam hati bang ojol berbicara . " Ih.. geulis pisan atuh si eneng.. selena gomez teh kalau begini.. kalah sama enengnya " Sambil tersenyum.


Tok.. tok Tasya mengetuk kaca mobil abangnya. Kaca mobil pun terbuka. " Turun.. " Ucap Tasya dari luar.


Varo pun keluar dari mobilnya . Tasya saat ini sedang membuka pintu ruamahnya. " Itu pacar kau sya ? " Tanya bang Varo.


" Yang mana " Tanya Tasya heran.


" Itu kang ojol " Ucap Varo.


Tasya mengerutkan dahinya. " Ya bukan lah.. masa iya Tasya pacaran sama tukang ojol " Jawab Tasya.


" Ya kan kirain sya " Ucap bang Varo.


Tasya geleng - gelng sambil tersenyum . " Ayo bang masuk " Ajak Tasya.


~ Bersambung ~