My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
42



Pagi ini dihari selasa, terdengar gosip serta berita yang belum pasti kebenarannya. Tasya yang baru saja tiba dikantor langsung dipandang remeh serta sinis oleh karyawan yang lalu lalang didepannya maupun disampingnya.


" Berapa tuh bayaran semalemnya? " Tanya salah satu karyawan yang lewat didepan Tasya sambil memperhatikan Tasya dari atas kebawah.


Tasya tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh karyawan itu, dirinya melanjutkan langkah yang cepat terhenti.


" Jangan - jangan ngak perawan lagi " Kata karyawan lain yang berada disamping Meta.


" Iyalah, masa iya mau perawan sampe sekarang. Jelas - jelas dia kan wanita malam! " Sindir Meta yang sedang ikut berjalan disamping karyawan lain.


Sekarang Tasya benar - benar terasa tersindir oleh karyawan yang sedang bergosip didepan dirinya tadi.


Ting..


Pintu lift untuk karyawan sudah terbuka. Banyak karyawan yang masuk melalui lift tersebut untuk naik kelantai dua, Tasya berdiri diposisi paling belakang. Dari tadi telinga nya mendengar tentang gosip yang membuat dirinya tersindir.


Tasya keluar dari lift dengan cara menundukan pandangannya. Seseorang memegang pundak kirinya, Tasya terkejut dan langsung membalikan badannya.


Winda. Ya itu dia, dialah yang memegang pundak kiri Tasya. Dengan nafas yang terengah - enggah Winda menghampiri Tasya. " Astaga, mbak " Ucap Tasya yang melihat Winda kelelahan berlari.


Winda menarik nafasnya lalu membuangnya. " Ayo, ikut mbak kedapur " Ucap Winda dan langsung menarik tangan Tasya menuju dapur kantor.


Sesampainya didapur kantor Winda langsung duduk dikursi yang sudah disediakan dan meminum air botolan yang berada dimeja. " Ini bener sya? " Tanya Winda memperlihatkan ponselnya.


Tasya menutup mulutnya tidak percaya atas apa yang dilihatnya kali ini. " Tasya, ngak pernah lakuin ini mbak! " Bantah Tasya.


Winda tersenyum mendengar jawaban Tasya. " Mbak tau, cuma.. mbak masi ragu aja " Ujar Winda sambil memperhatikan ekspresi Tasya.


Tasya meraih dan menggenggam tangan Winda. " Mbak percaya kan sama Tasya? " Tanya Tasya sambil menatap Winda seolah mencari jawaban bahwa Winda percaya dengan dirinya.


Winda tersenyum dan menggenggam tangan Tasya erat. " Mbak percaya. Mbak tau kalau kamu bukan seperti itu " Jawab Winda.


" Makasi ya mbak " Ucap Tasya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lalu lalang kendaraan terlihat dari dalam jendela mobil. Saat ini mobil milik Rangga sedang menuju hotel yang akan digunakan untuk tempat meeting antara tiga perusahaan.


Kali ini akan ada proyek besar yang menggabungkan tiga perusahaan. RJA Group, Zerlyen Media, dan Alvaro Compeny.


" Kamu kenapa? " Tanya Rangga membuka obrolan yang dari tadi sepi. " Dari tadi saya liatin murung " Lanjut Rangga sambil melihat Tasya.


" Ah, enggak kok pak ngak kenapa - kenapa " Jawab Tasya sambil tersenyum menutupi kesedihan dihatinya.


" Jangan bohong deh! " Ujar Rangga lalu mengambil iped nya yang berada disampingnya. " Ini apa? " Tanya Rangga memeberikan Tasya melihat gambar diiped nya.


Tasya terkejut membulatkan matanya. " Jadi,.. bapak.. sudah tau " Ucap Tasya sambil melihat bosnya.


" Hmm. Ya, secara kan saya yang punya perusahaan. Jadi... tau lah tentang semua yang ada diperusahaan saya. Kamu lagi telponan sama abang mu aja saya tau! " Ujar Rangga berbicara dengan gayanya yang sombong.


Tasya hanya mengangguk - anggukan kepalanya saja.


" Sudah sampai pak " Ujar supir.


Tasya dan Rangga turun dari mobil setelah supir memberitaukan sudah sampai ketempat tujuan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hotel.


Di hotel ini lah tempat meeting selama tiga hari akan dilaksanakan. Zerlyen Media yang mengawali akan diadakan kerja sama penggabungan tiga perusahaan.


" Elo! " Kata Rangga terkejut saat melihat ada Zergan disana.


" Yoi ini gue, si babang Zergan yang tampan nan mapan " Ucap Zergan pede sambil menyunggingkan senyumnya.


" Mau ngajak Tasya honeymoon! " Ucap Zergan.


" Honeymoon pa- " Ucapan Rangga terpotong saat Tasya datang mengahampiri Rangga dan Zergan.


" Maaf pak menganggu " Ucap Tasya. Mata Tasya melihat ada Zergan disana dirinya langsung membungkukan badannya untuk membari salam kepada Zergan. " Untuk ruangan meeting nya sudah siap " Ujar Tasya.


" Oh gitu, yaudah ayo kesana " Sebelum Tasya menjawab Rangga lebih dulu menarik tangan Tasya untuk menuju ruang meeting.


" Woy!!. Jangan tarik calon bunda anak - anak gue!! " Teriak Zergan yang sontak menjadi pusat perhatian pengunjung hotel dan staf.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suasana ruangan meeting saat ini seperti biasa, namun dibumbui dengan aura musuh diantara Rangga dan Zergan yang notabene nya mereka adalah CEO dari RJA Group dan Zerlyen Media.


Tasya yang bergantian memimpin meeting merasa tidak konsen saat dirinya ditatap oleh tiga CEO, bukan dua karena CEO yang satunya lagi adalah abang tercinta dan ter-lop nya.


" Terimakasi karena telah medengarkan rencana proyek dari RJA Group " Ucap Tasya meng-akhiri presentasinya.


Meeting dipending sebentar saat ini masih berada diacara Coffe Break. Varo yang sedang mengambil jajanan yang sudah disediakan dan mengajak Tasya berbicara yang kebetulan berada disampingnya.


" Cantik ya kamu hari ini " Ujar Varo. " Pinter lagi presentasi nya " Lanjut Varo kembali.


" Heleh. Tumben banget muji, biasanya gue diejek sama lo " Ucap Tasya.


" Ya kan,... itu pas gue ngak lagi ngeliat lo cantik " Ucap Varo.


" Terus sekarang? " Tanya Tasya sambil memperhatikan Varo dengan sinis.


" Masih sama sih, tapi jauh lima persen beda " Jawab Varo sambil menyengir kuda.


Tasya hanya berdecih dan melanjutkan langkahnya menuju ruang meeting sambil membawa nampan berisikan jajanan dan minuman untuk bosnya juga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Ini pak, jajanan sama minumannya " Ucap Tasya sambil menaruh jajanan dan minuman diatas meja.


" Taruh aja " Ucap Rangga belum melepas pandangannya dari ponsel.


Zergan datang seketika dirinya berniat mengambil jajanan yang baru saja diberikan oleh Tasya kepada bosnya. " Wih enak nih. Gue ambil ya " Ucap Zergan mengambil piring jajanan Rangga.


Rangga yang melihat itu langsung menahan tangan Zergan. " Enak aja. Punya gue! " Ucap Rangga.


Tasya tidak berani ikut campur diantara Zergan dan Rangga. Ia hanya memperhatikan saja sambil memakan jajanan dengan abang nya yang duduk didekat nya.


" Udah gedhe kok berantem! " Cibir Varo yang melihat Zergan dan Rangga.


Rangga dan Zergan langsung mengalihkan pandangannya kearah Varo. " Ngak malu, diliatin tuh sama sekertaris masing - masing " Ucap Varo masih mecibir keduanya.


" Lo aja yang ambil! " Ucap Zergan yang sadar menjadi pusat perhatian semua orang yang berada diruangan.


" Kan emang punya gue! Zebra! " Ketus Rangga mengambil piring ditangan Zergan.


" Bilang apa lo? Zebra? kalau gue Zebra lo semut rangrang dong! " Ucap Zergan menyindir Rangga dan langsung berjalan kembali ketempat duduknya.


" Lo!! " Geram Rangga menatap Zergan tak suka.


Varo, Tasya beserta sekertaris Zergan dan Varo hanya melihat tingkah keduanya dengan geleng - geleng kepala.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Bang ojol! " Kaget Tasya saat melihat abang ojol sedang menjadi cleaning servis dihotel itu.


~ Bersambung ~