My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
17



" Hah " Ucap Tasya terkejut. " Serius bang? " Tanya Tasya tidak percaya.


" Iya , memangnya kamu ngak ada gitu dikasi undangan? " Tanya bang Varo.


Tasya geleng-geleng . " Tapi... bukannya adiknya itu masi SMA kelas tiga? " Tanya nya lagi.


" Iya.. tinggal nunggu lulus aja " Jawab bang Varo.


" Jadi gimana.. kamu mau kan? " Tanya bang Varo.


" Boleh deh.. tapi,.. disana cuma sebentar aja ya " Tawarnya.


" Iya.. sebentar " Jawab bang Varo.


Setelah mengobrol lama bersama Tasya , bang Varo memutuskan untuk pulang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah abang ojol pergi dari depan rumah Tasya. Dirinya langsung dihadang oleh dua laki-laki berbadan besar. Wajah mereka juga tertutup oleh kain , jadi tidak ada yang tau siapa mereka.


" Lepas.. , lepasin aing " Ucap abang ojol memberontak.


" Diam! " Ucap salah satu laki-laki yang menculik abang ojol


Abang ojol saat ini sudah ada didalam mobil yang menculiknya. " Hehe.. Burung puyuh aing nanti dirumah gimana kalau aing teh diculik.." Ucapnya menangis.


" Eh.. lo kan cowo!. Jangan cengeng deh! " Bentak laki-laki yang lain.


" Gimana aing ngak cengeng kang.. kalau nanti burung puyuh aing ngak ada yang kasi makan.. " Ujarnya.


" Gue bunuh burung puyuh lo nanti! " Ancamnya.


" Jangan atuh kang.. si jamal teh jangan dibunuh.. " Mohon Abang ojol dengan mimik wajah seperti sudah kehilangan istri saja.


" Yaudah diam!! " Bentaknya. Abang ojol yang dibentak langsung diam dan tidak lagi menangis.


" Tolongin Fahri yaallah " Ucap abang ojol dalam hati sambil menghadap ke laki-laki yang menculiknya.


Sudah duapuluh menit berlalu semenjak abang ojol diculik , kini mobil sudah memasuki hutan. " Kita ngapain ke hutan kang? " Tanya abang ojol penasaran sambil melihat ke jendela kaca mobil.


" Mau mancing!. Puas lo! " Jawab penculik dengan nada yang ketus dan garang.


" Ih... kalau mau mancing mah.. jangan kehutan atuh kang,.. akang teh bisa ajak aing ke tempat mancing deket rumah aing " Ucap sambil tersenyum dan menaik turunkan kedua alisnya.


" Bacot lo! " Ketus penculik. Abang ojol yang mendengar itu langsung diam dan tidak berbicara lagi.


" Semoga.. akang nya bisa tobat " Ucap nya dalam hati mendoakan orang yang menculiknya. Kurang baik apa tu si fahri doain penculik.


Mobil berhenti disebuah bangunan tua yang sudah tidak terurus. Dari luar saja sudah nampak seperti rumah hantu.


Prank.. suara kaleng cat yang terjatuh dari atas rumah tua itu , karena si abang ojol latah orangnya jadi dengan spontan dirinya berucap. " Eh.. ayam.. ayam ! " Ucapnya latah sambil menutup mata karena kaget.


Langkah mereka yang sempat terhenti karena abang ojol yang latah , kini dilanjutkan. " Untung.. aing ngak jantungan " Lega abang ojol.


Mereka sudah sampai didalam rumah tua itu , ada satu kursi yang sudah disiapkan disana. " Duduk! " Perintah salah satu penculik dengan suara yang keras.


Abang ojol mengikuti perintah dari penculik yang menyuruhnya duduk. Satu wanita keluar dari salah satu ruangan kakinya yang memakai heals bewarna merah berjalan mendekat kearah abang ojol Fahri.


" Wih.. geulis pisan eui.. " Ucap Fahri didalam hati sambil tersenyum karena terpesona akan kecantikan wanita yang sedang berjalan kearahnya.


" Tinggalkan saya berdua dengan dia " Ucap wanita cantik itu saat sudah berada disamping Fahri. Semua orang yang menculik Fahri langsung pergi meninggalkan wanita itu berdua dengannya.


Senyum smrik ditampilkannya. " Omaigat..!! " Teriak Fahri didalam hati sambil terus tersenyum memandang wanita itu yang sudah mendekatkan wajahnya kearah wajah Fahri.


" Kamu tau.. kenapa kamu ada disini ? " Tanya wanita itu. Fahri menjawab dengan gelengan kepala saja karena dirinya masi terus memandangi wajah wanita yang sedang berbicara dengannya.


Dirinya terkekeh jahat . " Kamu tau siapa ini? " Ucapnya sambil memperlihatkan foto yang ada diponselnya.


" Oh.. ini teh yang- " Ucapannya langsung terhenti saat jari telunjuk berada dibibirnya , mata nya mentap jari telunjuk yang masi menempel dibibirnya. Glek.. Fahri menelan ludahnya.


" Kamu ngak perlu jelasin.. siapa orang ini " Ucap wanita itu. Fahri mengangguk sebagai jawab iya karena kalau menjawab pun tidak bisa.


" Kamu mau ngelakuin apa yang saya suru ? " Tanya Wanita itu. Fahri yang mendengar itu mengerutkan keningnya.


Jari telunjuk sudah tidak ada lagi dibibir Fahri. Wanita itu mengelap jari telunjuknya kejaket abang ojol karena merasa jijik. " Ah.. tugas kamu gampang aja si " Ucapnya sambil bersedekap tangan didada.


" Kamu,... cuma harus.. bikin wanita yang ada difoto itu jatuh kedalam pelukan kamu " Ucap wanita itu.


Fahri berdiri dari duduknya. " Maksud maneh teh gimana..? " Tanya Fahri bingung.


Wanita itu mendekatkan wajahnya ketelingan Fahri. " Buat dia jadi milik kamu. Dan ya.. apapun yang kamu mau akan saya penuhi. Tapi.. jalankan dulu perintah saya " Bisiknya .Dan kemudian menatap Fahri dengan senyum smrik nya.


Fahri yang mendengar itu membelakakan matanya dan menganga. " Maaf aing ngak bisa.. " Tolak Fahri sambil melihat wanita itu.


Wanita itu menggepalkan tangannya , dirinya merasa marah akan tolakan yang diucapkan Fahri. " Kamu mau.. ibu sama adik kamu.. yang dikampung menderita? " Ancamnya.


" Ja-jangan neng.. " Ucap Fahri yang sudah takut dengan ancaman wanita itu.


Wanita itu tersenyum mendengar jawaban Fahri. " Kalau begitu jalankan Perintah saya " Ucapnya.


Fahri berfikir , kalau dirinya menolak keluarga nya yang berada dikampung pasti akan terancam , sedangkan kalau dia menjawab Iya pasti akan ada resikonya.


" Saya hitung sampai tiga.. " Ucapnya.


" Satu.." Pikiran Fahri sudah kemana-mana saat wanita itu mulai menghitung.


" Dua.. " Keringat dingin sudah mulai muncul pada hitungan yang kedua.


" Iya neng.. sa-saya mau " Ucap Fahri menerima. Yang menjadi prioritasnya saat ini adalah keluarga nya. Jangan sampai nanti dirinya hiduo sendiri saat tidak ada keluarga nya.


Wanita itu tersenyum puas. " Kalau begitu,... kamu bisa mulai besok " Ucapnya tersenyum licik.


Wanita itu pergi meninggalkan Fahri yang masi diam mematung akan keputusan yang sudah diambilnya. " Han!! , antar dia pulang !! " Teriaknya kepada salah satu penculik yang bernama Han.


" Baik nona.." Ucap anak penculik itu.


Wanita itu sudah memasuki mobil didalam mobil dirinya terus tersenyum. " Seperti nya ini akan menjadi lebih mudah " Ucapnya sinis. Lalu memasang kacamata hitamnya.


" Jalan! " Perintahnya kepada si supir.


" Baik nona " Mobil pun pergi meninggalkan area rumah kosong.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Mama !! " Teriak Mia mencari mamanya.


Mama Erina yang sedang berada didapur langsung lari terbirit - birit karena mendengar suara putrinya berteriak memanggil dirinya. " Kenapa Mi ? " Tanya mama Erina.


Mia tersenyum. " Aku bolehkan.. kalau pergi kekuar sebentar ? " Tanya Mia.


" Kamu mau kemana memang? " Tanya mama Erina.


" Mia mau ketemu sama temen ma.. bolehkan ? " Tanya Mia.


" Tapi kan ini mau magrib sayang.. " Ucap mama Erina.


Mia cemberut mendengar ucapan mamanya. Sikap manja nya akan muncul sekarang. " Mama.." Ucap Mia manja.


" Sayang.. kamu kan lagi hamil.." Ucap mama Erina memberi pengertian.


" Mia bosen ma.. kalau dirumah terus.. Ayola.." Bujuk Mia dengan manja sambil memeluk mamanya dari samping.


Mama Erina pasrah dengan rengekan putrinya yang manja. " Yaudah boleh.. " Mia tersenyum mendengar ucapan mamanya. " Tapi.. diantar sama Reyhan " Sambungnya , senyum yang tadi mengembang kini berubah menjadi datar tanpa ekspresi.


Mia Sebenarnya tidak mau kalau diantar sama Reyhan , tapi mau bagaimana lagi cara dirinya untuk keluar rumah selain itu . " Oke.. " Ucap Mia pasrah tanpa penolakan.


" Yaudah sana... panggil calon suami kamu " Suruh mama Erina.


Mia mengangguk kemudian berjalan menaiki tangga.


Dirinha sudah sampai didepan kamar Reyhan , diketuk nya pintu kamar Reyhan sambil memanggil nama Reyhan. Tapi tidak ada sautan suara atau Reyhan yang membuka pintu.


Karena tidak ada tanggapan akhirnya dirinya masuk kedalam kamar Reyhan. " Kak rey.. " Ucap Mia sambil berjalan mencari kesegala arah kamar Reyhan.


Dibuka nya pintu kamar mandi , tapi tidak ada Reyhan didalam sana. " Kemana sih dia? " Tanyanya Sambil menutup pintu kamar mandi.


" Aa.. ya.. ruang kerja.. " Ucap Mia. Mia berjalan kearah pintu kamar kemudian menutuo pintu kamar Reyhan dan mulai melangkahkan kakinya ke arah ruang kerja mansion yang terletak didekat taman belakang.


Hah.. dirinya menghela nafas karena lelah berjalan. Nasib lah jadi bumil. Dibukanya pintu ruang kerja , ternyata benar tebakannya terlihat Reyhan yang sedang mencari buku dirak buku.


Karena lelah akhirnya Mia duduk disofa sambil melihat Reyhan yang sedang mencari buku. Setelah mendapat buku Reyhan kembali ke kursi kerjanya tanpa menyadari kalau Mia sudah ada disana.


" Ehem.. " Ucap Mia yang merasa tidak dilihat.


Reyhan mendengar kalau ada yang berdehem diruangan kerja , dirinya melihat ke arah kanan dan kiri namun tidak ada orang. Ya mau bagaimana bisa melihat posisi sofa yang Mia duduki saja berada didepan.


Reyhan pun melanjutkan aktivitaa membaca bukunya. Mia yang melihat dirinya tidak dianggap ada memutarkan bola matanya malas. " Kak rey..! " Panggil nya.


Reyhan memberhentikan aktivitasnya membaca buku , matanya menatap kearah suara. Tepatnya berada didepannya , Reyhan terkejut karena sudah melihat sedang duduk santai didepannya sambil memasang mimik wajah yang kesal.


Dirinha beranjak dari tempat duduk untuk dudk bersama Mia disofa. " Maaf tadi aku kira bukan kamu " Pintanya.


Mia menyilangkan tangannya didada karena kesal begitu juga dengan kakinya yang ikut disilangkan. " Sekalian aja anggap aku bayangan " Ketusnya menghadap depan.


Reyhan tersenyum mendengar jawaban dari Mia . " Yakan.. aku ngak liat . Maaf ya.. " pinta Reyhan.


" Hmm " Jawab Mia.


Reyhan sudah sangat gemas melihat kelakuan calon istrinya. Tangan kanannya merangkul pundak sebelah kanan Mia , Mia terkejut dengan perlakuan Reyhan kepadanya dirinya menatap Reyhan yang sedang menatap dirinya.


Dibawanya Mia kedalam rangkulannya. Ntah kenapa Mia merasa nyaman jika diperlakukan seperti ini oleh Reyhan , padahal biasanya dia merasa risih.


" Lain kali.. aku ngak akan gitu lagi " Ucapnya sambil merangkul Mia.


Tanpa sadar Mia menyenderkan kepalanya dipundak sebelah kanan Reyhan. " Kalau kakak ingkar.. gimana? " Tanya Mia sambil memandang wajah Reyhan. Reyhan menatal kearah Mia yang saat ini sedang memandang dririnya.


" Kalau aku ingkar , terserah kamu mau biki hukuman apa sama aku " Jawab Reyhan sambil tersenyum.


Karena wajah mereka saling berdekatan , mereka saling memandang lebih lekat antara satu sama lain. Pandangan Reyhan beralih kearah bibir Mia yang ranum .


Direbahkan Mia diatas sofa , hanya ada beberapa dua centi jarak diantara bibir Reyhan dan Mia. Hembusan nafas mereka sudah saling terasa antara satu sama lain.


Reyhan semakin mendekatkan bibirnya kearah bibir Mia. Mia yang ingat akan sesuatu langsung bangun dari tidurnya. Tlak.. kening mereka saling berhantuk anatara satu sama lain. " Aaa.. ish.. " Ucap Mia meringis sambil mengosok - gosok keningnya begitu pun dengan Reyhan.


" Kenapa ? " Tanya Reyhan.


" Sore ini aku ada janji.. " Ucapnya. " Kak Reyhan anterin aku ya.." Pintanya Sambil tersenyum.


Reyhan mengehala nafasnya. Kali ini dirinya gagal untuk merasan bibir Mia yang kedua kalinya. " Yaudah ayo.. " Jawab Reyhan malas.


Gagal maning , gagal maning


~ Bersambung ~