
Sudah hampir sebulan Tasya bekerja diperusahaan RJA Group . Ini adalah minggu ketiganya berada di Perusahaan terbesar se Asia Tenggara.
Sore hari sebelum tigapuluh menit jadwal pulang kerja.
" Atur jadwal keberangkatan saya ke Korea besok " Perintah Rangga kepada Tasya yang berdiri disebelahnya.
" Baik pak. Kira - kira.. bapak berapa hari disana? " Tanya Tasya.
" Tiga hari aja " Jawabnya.
" Baik pak " Menundukan setengah badan . Dan pergi keruangannya untuk mengurus jadwal keberangkatan bosnya.
Pesawat kelas atas sudah dipesankan Tasya begitu juga dengan hotel dan lain sebagainya.
" Pak jadwalnya sudah saya pesankan . Kalau begitu saya pulang dulu " Menundukan setengah badannya dan pergi.
Taksi online yang sudah dipesannya menunggu didepan kantor.
" Mba Tasya ? " Tanya sopir taksi online.
" Iya " Jawabnya.
Taksi online sudah pergi setelah mengantarkan Tasya pulang kerumahnya.
Saat ini Tasya sedang membuka pintu rumah. Satu buah mobil berhenti didepan rumahnya. Tasya tidak melihat kalau ada mobil yang berhenti didepan rumahnya.
Dari dalam mobil seorang wanita memakai kacamata hitam bergegas untuk keluar dari mobilnya. Dengan heals merahnya dia berjalan kearah rumah Tasya sambil menenteng tas mahal berwarna putih.
Saat ingin memutar engsel pintu Tasya mendengsr suara perempuan. " Permisi " Ucap perempuan itu.
Pandangannya teralihkan kearah perempuan berambut panjang hitam lekat dengan kacata mata hitam yang dipakai. " Siapa ya? " Ucapnya bertanya.
Senyum smrik terukir dibibir merahnya. Perempuan itu membuka kaca mata hitam yang dipakainya , Cantik itulah kata yang bisa menggambarkan wajah perempuan yang menemuinya.
Perempuan itu mengulurkan tangannya. " Natalie " Ucapnya memperkenalkan diri.
Tasya juga mengulurkan tangannya sambil tersenyum ramah. " Tasya " Ucapnya.
Tasya tidak mengetahui siapa perempuan yang baru saja memperkenalkan dirinya. " Maaf anda siapa ? " Tanya Tasya.
Natalie tersenyum. " Oh ya , saya adalah tetangga baru yang tinggal di depan " Ucapnya memberitau.
Namun hati Tasya merasa aneh dengan perempuan yang mempekenalkan diri sebagi tetangganya. " Oh , kalau begitu salam kenal " Ucap Tasya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Mia !! " Teriak mama Erina dari dapur memanggil anaknya.
Mia yang sedang membaca novel didalam kamar menghela nafasnya saat mamanya memanggil namanya. Dirinya melangkah keluar kamarnya.
" Ada apa ma? " Tanya Mia sambil menuruni anak tangga.
" Reyhan ada dikamarnya kan? " Tanya mama Erina sambil menyusun kue dipiring.
Mia mengernyitkan dahinya. " Ngak tau ma " Jawab Mia.
" Kok gitu si jawabnya " Ucap mama Erina protes.
Mia memutarkan bola matanya , saat ini dirinya malas membahas soal Reyhan. Apalagi ditambah kalau malam ini mereka akan melakukan acara tunangan.
" Yakan Mia dari tadi dikamar terus ma,.. jadinya Mia ngak tau kalau kak Reyhan ada atau ngak dikamarnya " Jawabnya dengan malas sambil duduk disofa dan memainkan ponselnya.
Mama Erina menatap anaknya yang sedang duduk santai disofa. " Kamu panggil gih sana " Suruhnya lalu melanjutkan kegiatannya menyusun kue bersama dua pelayan.
Mama Erina yang mendengar itu menggeleng kan kepalanya. Mama Erina berjalan kearah putrinya yang sedang duduk disofa dan menyerahkan pekerjaan kepelayan lainnya.
Saat ini Mia dan mamanya sedang duduk disofa berdua. " Sayang.. " Ucap mama Erina. " Kamu ngak boleh gitu sama calon suami kamu " Ucap mama Erina memberi pengertian.
Mia menatap mamanya , dirinya tidak suka saat ini membahas hal tentang Reyhan atau pun dinasehati tentang Reyhan. Dirinya merasa kalau Reyhan yang salah karena sudah menghamilinya. " Sudah deh ma... Mia males kalau dinasehati tentang kak Reyhan " Ucap Mia.
Setelah itu Mia beranjak dari duduknya dan pergi kekamar. Setelah menaiki lima anak tangga dirinya berpapasan dengan Reyhan , Mia memandang Reyhan yang sedang berdiri dihadapannya. " Minggir " Ucapnya.
Reyhan tidak mendengarkan ucapan dari mulut Mia dirinya malah diam mematung menatap wajah Mia yang sudah kesal karena tidak mau mendengarkan dirinya . Mia menghela nafasnya. Mama Erina yang dari tadi melihat kelakuan mereka dari bawah tersenyum.
Mia sudah malas berdebat dirinya melangkah kearah samping kanan untuk melewati Reyhan yang sedang menghadangnya. Namun lagi dirinya dihadang oleh Reyhan. " Kakak ini punya telinga sama mata ngak sih ? " Tanya nya dengan tatapan yang sinis.
" Punya " Jawab Reyhan singkat.
" Kalau punya , kenapa ngak minggir ? " Tanya nya masi dengan tatapan yang sama.
" Mau aja " Jawab Reyhan. Sekarang Mia sudah benar benar marah dirinya malas berdebat , akhirnya dirinya tidak melanjutkan langkahnya untuk kekamarnya tapi malah memutar haluannya untuk turun tangga dan pergi kekamar tamu yang berada dilantai bawah.
Reyhan terus mengikuti Mia dari belakang sampai Mia masuk kedalam tamar tamu , mama Erina yang melihat kelakuan putrinya dari tadi hanya tersenyum kepada Reyhan saat Reyhan menatap dirinya.
Mama Erina menilai putrinya itu sudah besar dan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Jadi dirinya tidak berhak mencampuri urusan putrinya dan calon menantunya itu.
" Kakak kenapa sih ikutin aku ? " Tanya Mia dengan nada yang sudah meninggi karena hilang kesabaran.
Seblum berbicara dirinya menutup pintu kamar tamu. " Ada yang aku mau omongin sama kamu " Jawabnya tanpa basa basi.
" Aku ngak punya waktu " Jawab Mia dengan tatapan tidak suka.
" Dua menit aja.. " Pinta Reyhan.
Mia menghela nafasnya. " Tapi maaf aku ngak punya waktu " Jawabnya menolak. Dan langsung melangkah keatas kasur dan menyetel lagu dari ponselnya dengan volume yang keras sambil menutup mata dan merebahkan dirinya.
Reyhan tidak tinggal diam , dirinya ikut naik keatas kasur dan merebahkan dirinya disamping Mia. Mia yang merasa ada orang yang ikut tidur disamping nya membuka matanya dan melihat kearah samping.
Ternyata yang tertidur adalah Reyhan. Dirinya langsung memiringkan badannya dengan posisi membelakangi Reyhan. Reyhan sangat sabar meladeni Mia yang tidak bersikap lembut dan baik padanya.
Dirinya juga ikut memiringkan badan dan menghadap kearah pungung Mia. " Cuma dua menit aja bolehkan? " Tanya nya .
Tidak ada jawaban yang diucapkan oleh Mia , dirinya diam membisu hanya suara lagu yang terdengar .
" Mia " Panggil Reyhan.
Tangan Reyhan ragu - ragu untuk memeluk perut Mia. Ada tangan yang terasa memeluk nya dari belakang Mia membuka matanya yang tadi terpejam.
Reyhan memindahkan rambut panjang Mia keatas agar wajah dirinya bisa masuk disela - sela leher putih Mia. Hati Mia sudah tak karuan saat disamping lehernya terasa ada wajah Reyhan.
Tangan yang sedang memeluk perut Mia dengan lembut mengelus perut yang rata . " Aku tau.. aku salah. Aku sudah berulang kali minta maaf sama kamu , tapi kamu sendiri yang selalu menolak maaf dari aku " Ucap Reyhan dengan lembut.
Air mata Mia ingin jatuh saat sentuhan tangan Reyhan mengelus perut yang masi rata itu , matanya melihat tangan Reyhan yang mengelus - ngelus perutnya. " Tahan... tahan jangan cengeng Mia !! " Ucapnya dalam hati.
" Aku janji akan tepati janji yang kamu buat ditaman belakang " Ucap Reyhan lagi.
" Tapi,... kalau kamu mau ingkar janji itu juga ngak masalah " Sambungnya kemudian.
" Kalau seandainya... kamu ingkar janji,... aku siap untuk mulai semuanya dari awal " Ucapnya sambil memeluk erat Mia dan berhenti mengelus perut rata Mia.
Wajah Mia sudah basah dari air mata yang terus mengalir. Lemah , itulah Mia saat dirinya tidak bisa menolak sentuhan dan ucapan yang membuat hatinya sedikit - demi sedikit luluh. Tapi itu semua ditepis olehnya karena ego yang lebih tinggi dibandingkan perasaan nya kepada Reyhan.
Malam pun tiba kini saatnya acara pertungan akan berlangsung.
~ Bersambung ~