
" Dia senyum? Barusan itu dia senyum kan? " Ucap Ferel tidak menyangka sambil memancarkan raut wajah yang tersenyum berseri - seri seperti baru menang undrian lotre.
Setelah beberapa lama berada didalam toko perhiasan, cincin untuk acara tunangan pun sudah dipilih. Mereka berdua pun memutuskan untuk pergi dari mall dan pulang dengan Ferel yang terlebih dahulu mengantarkan Keyla kerumahnya menggunakan mobil.
Malam pun tiba sinar bulan sudah menampakan cahayanya tanpa tertutup awan, kini keadaan rumah Keyla sedang ramai karena adanya acara makan malam keluarga besar.
" Jadi gimana tadi pas milih cincinnya? " Tanya papi Keyla yang penasaran.
" Awalnya sih Keyla bingung mau milih yang mana, soalnya Ferel ditanya jawabannya cuma bagus doang " Jawab Keyla dengan nada yang kesal diakhir kalimatnya.
" Namanya cowo ya gitu, papi juga gitu dulu sama mami kamu " Jawab papi Keyla sambil melihat istrinya yang sedang berbicara dengan ibu mertuanya.
Makam malam keluarga telah selesai, kini saatnya semua tidur karena pada hari selasa besok akan ada acara pertunangan dihotel milik papi Keyla.
Hah tidak terasa ya sebentar lagi Keyla dan Ferel akan bertunangan, eits tapi jangan lupa! masalah si Keyla sama Tasya kan belum kelar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi telah tiba matahari belum menampakan sinarnya yang begitu terang, ternyata sekarang masi subuh.
Namun suara alarm yang berasal dari ponsel Tasya lah yang membangunkan Tasya pada saat dirinya masi asik mempikan oppa oppa korea didramanya yang telah selesai ditonton.
" Berisik banget sih... " Gerutu Tasya sambil menutup kedua telinganya menggunakan bantal namun matanya masi tertutup rapat.
Alarm terus saja berbunyi, sungguh Tasya sangat malas mematikan alarm yang berada diponsel nya. Hilang sudah mimpi Tasya yang indah bagaikan pantai yang berlaut biru.
Tasya turun kelantai bawah melalui anak tangga dengan wajahnya yang masi berminyak karena bangun tidur. Lapar, itulah yang Tasya rasakan saat ini.
Tasya membuka kulkas dan melihat isi kulkas miliknya. Untung saja kemarin dirinya baru membeli persediaan untuk sebulan, bersama abang tercinta nya.
Karena malas memasak Tasya hanya memakan roti yang berselaikan coklat dan susu. Sambil memakan roti dirinya mengecek ponsel yang tak lupa dibawanya saat turun kelantai bawah.
Banyak sekali pesan whatsapp dari grup kantor RJA Grup. " Mereka bahas apaan ni? " Tanya Tasya didalam hati sambil mengunyah roti.
Saat asik membaca pesan whatsapp tertera nama bosnya yang mencari dirinya digrup kantor. " Ada apa pak Rangga nyari gue? " Tanya nya didalam hati sambil mengerutkan dahinya.
Tapi sudahlah Tasya tidak mau memikirkan hal itu, biarkan saja nanti dirinya bertanya pada saat dikantor.
Waktu berlalu cepat sekarang adalah jam delapan pagi yang artinya saatnya Tasya untuk bekerja. Senyum diukir diwajahnya untuk mengawali pagi yang indah.
Mobil taksi online yang sudah dipesan oleh Tasya akhirnya datang. Tapi dari tadi Natalie memperhatikan Tasya dari balkon atas rumahnya sambil menyiram bunga yang bermekaran.
Mobil Taksi online telah sampai didepan kantor RJA Grup. " Terimakasi pak.. " Ucap Tasya kepada supir yang telah mengantarkannya dengan selamat sampai tujuan.
Nampak didalam kantor banyak pegawai yang baru datang bahkan OB pun baru memulai pekerjaannya.
Hari ini adalah hari senin, hari yang sangat padat untuk bekerja.
Tasya berjalan menuju ruangannya untuk bekerja, dibukanya pintu kerja ruangan bosnya terlebih dahulu. Kaget, itu yang Tasya alami.
Dirinya bertanya dalam hati. " Tumben, sibos datengnya cepet. Padahalkan biasanya dateng jam sembilan " Ucapnya.
Rangga yang melihat bahwa Tasya lah yang membuka pintu langsung menampak senyum nya. Tasya yang diberikan senyuman oleh bosnya pun ikut tersenyum sebagai balasannya.
Karena tidak mau berlama menjadi patung didepan pintu, Tasya melanjutkan langkahnya. Tapi sebelum Tasya membuka pintu Tasya teringat pesan grup yang dibacanya tadi pagi.
" Pak " Panggil Tasya dari depan pintu ruang kerjanya.
Rangga yang mendengar bahwa dirinya dipanggil pun langsung menoleh kearah Tasya. " Kenapa? " Tanya Rangga.
" Nanti saya kasi tau pas waktu makan siang " Ujar Rangga kepada Tasya.
Tasya hanya mengangguk saja sebagai jawaban agar waktunya tidak terbuang sia - sia hanya karena bosnya mencarinya digrup whatsapp. Tasya pun pun masuk kedalam ruangannya dan langsung memulai pekerjaannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara diperusahaan Varo sedang terjadi kericuhan, Dimana para pegawai sedang protes karena ada dua karyawan yang sudah ketahuan korupsi.
Mobil polisi juga sudah terparkir didepan perusahaan milik Varo. " Tuan, ini data yang sudah saha cetak " Ucap Arga asisten pribadi Varo memberikan data yang sudah diprint.
Varo hanya mengangguk sebagai jawaban, karena pagi - pagi begini dua karyawannya sudah membuat masalah yang sangat pelik. Setelah melihat data yang diberikan oleh asisten pribadinya Varo berusaha menahan amarahnya.
" Berapa lama kalian sudah seperti ini? " Tanya Varo dengan nada suaranya yang masi normal.
" Ka- kami sudah melakukannya selama du- dua bulan tuan " Ucap salah satu karyawan dengan nada bicara yang gagap karena sedang ketakutan bukan main.
" Apa kalian mikir, kalau perbuatan kalian merugikan perusahaan? " Tanya Varo.
" Iya tuan " Jawab karyawan yang lain.
" Kalau begitu, kalian harus siap menerima resikonya " Ucap Varo langsung keintinya.
" Tidak tuan, maafkan saya.. saya menyesal. Maaf tuan maaf " Ucap Karyawan yang bernama Dodi sambil duduk dilantai dan meminta belas kasihan kepada Varo.
Varo hanya melihat saja kelakuan karyawannya yang bernama Dodi saat meminta belas kasihan kepada dirinya.
" Iya tuan, maafkan kami tuan " Ucap karyawan yang lain lagi sambil duduk bersimpuh dan memegang kaki Varo.
Sungguh Varo sangat lelah dengan adegan yang layaknya seperti drama ini, Varo menghela nafas kasarnya. " Silahkan pak, bawa mereka berdua kekantor. Dan sisanya nanti biar asisten pribadi saya yang urus " Ucap Varo mempersilahkan polisi membawa dua karyawan nya yang sudah bermain kotor dengan perusahaan miliknya.
Polisi pun membawa dua karyawan nya itu dengan tangan mereka yang sudah diborgol. " Maaf tuan, maafkan saya " Ucap Dodi sekali lagi.
Sudahlah tidak ada lagi ampunan maaf dibenak Varo untuk kedua karyawan nya itu. Dodi dan temannya pun dibawa sudah dibawa menuju kantor polisi, dam semua karyawan yang berada didepan ruangan Varo sudah bubar dan kembali bekerja kemeja mereka masing - masing.
" Arga, uruslah sisanya " Suruh Varo kepada Arga.
" Baik tuan " Ucap Arga sambil mengangguk, dan Arga pun keluar dari ruangan bosnya untuk menyusul dua karyawan yang baru saja dibawa pergi kekantor polisi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jam makan siang telang datang, kini Rangga dan Tasya masih meeting dengan clayen direstoran. Perut Tasya sudah merasa lapar namun dirinya harus tetap kuat sampai selesai meeting.
Rangga berdiri dan berjabat tangan dengan kolega nya. " Kalau begitu terimakasi karena mau bekerja sama dengan RJA Grup " Ucap Rangga sambil tersenyum ramah.
" Ah iya sama - sama " Balas kolega Rangga sambil tersenyum ramah.
Dan dengan acara berjabat tangan dipastikan bahwa meeting telah selesai dan sekarang adalah waktu yang ditunggu oleh Tasya.
Makanan pun datang ditaruh pelayan restoran dimeja. " Silakan dinikmati, tuan dan nyonya " Ucap pelayan setelah menyajikan makanan tidam lupa pula dibarengi dengan senyuman yang ramah.
Sambil menyantap makanan Tasya teringat bahwa bosnya akan memberitau kenapa bosnya itu mencari dirinya digrup whatsapp. " Oh ya pak, kan tadi pagi pak Rangga bilang kalau mau kasi tau sekarang pas makan siang " Ujar Tasya mengingatkan bosnya.
" Habisin aja dulu makanannya, nanti dimobil saya kasi tau " Ucap Rangga sambil mengaduk minumannya menggunakan sedotan.
Tasya hanya menangguk saja sebagi jawaban, karena yang terpenting sekarang adalah soal perut.
~ Beraambung ~