
" Ya kan misalnya nga .. " Jawabnya .
" Udah lah udah malam juga , ngapain mikirin masalah yang tadi siang , mending.. sekarang kita tidur " Ucapnya sambil berjalan ke arah pintu .
" Ya tidur " Ucap Reyhan yang kini sudah berada di samping nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disebuah restoran nampak dua orang pria dan saty wanita sedang melakukan kerja sama untuk keuntungan kedua perusahaan .
" Terima kasi karena telah mau bekerja sama dengan perusahaan kami pak " Ucap seorang pria sambil berjabat tangan dengan Reyhan sambil tersenyum ramah .
" Iya . Saya harap kedepannya kita bisa menjadi rekan bisnis yang baik " Ucapnya membalas perkataan kolega bisnisnya yang baru sambil tersenyum ramah . Haha dengan kolega nya saja Reyhan bisa bersikap ramah sedangkan dengan karyawan mana mungkin dilakukannya .
" Kalau begiu saya permisi " Ucap kolega bisnis itu dan langsung meninggal Reyhan dan Tasya yang masih berada didalam restoran.
Setelah kepergian kolega bisnis nya Reyhan merasa lapar karena jam makan siang sudah datang jadi dia meminta kepada Tasya untuk memsankannya makanan.
" Pesankan saya makanan " Perintahnya sambil duduk santai memainkan ponselnya . Meninggalkan Tasya yang masih berdiri dari posisi awal.
" Pel - " Ucapan nya terpotong saat ingin memanggil pelayan oleh Reyhan.
" Ngapain kamu manggil pelayan ? " Tanya nya .
" Bodoh Kan dia sendiri yang meminta ! " Geramnya didalam hati . " Tadi kan bapak suruh saya untuk memesan makanan . Jadi saya panggilkan pelayan untuk memesan makanan " Jawabnya .
" Tapi saya menyuruh kamu tidak memanggil pelayan " Jawabnya dengan tatapan yang datar.
" Lalu ?? " Tanya nya lagi .
" Aish.. kamu ini pura - pura bodoh atu apa sih ?! " Ketusnya . Tasya hanya mengernyitkan keningnya saat si bos berkata seperti itu . " Pergilah memesan kemeja pemesanan ! " Perintahnya .
Kemudian Tasya menganguk dan segera berjalan kearah meja pemesanan dan tidak menjawab ucapan bos Reyhan nya . Karena malas kalau menjawab pasti ujung - ujungnya akan kena semprot lagi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di meja pemesanan.
" Mana penjaganya ? " Tanya Tasya dengan bingung karena tidak didapatinya pelayan satu pun disana maupun itu pria atau wanita.
Kekanan kekiri Tasya menoleh tidak ada satu pun pelayan yang didapatinya . Akhirnya karena tidak ada yang mejaga Tasya memutuskan untuk menunggu pelayan datang.
Detik demi detik terus berjalan hampir lima menit Tasya menunggu nampaklah wanita yang berpaikaian seragam sama seperti pelayan restoran . Dengan tergopoh - gopoh pelayan itu berjalan mendekati Tasya yang dari tadi sudah berdiri menunggunya .
" Maaf Nona jadinya anda lama menunggu " Ucapnya meminta maaf karena membuat pembelinya menunggu terlalu lama .
" Kau tidak tau kaki sudah pegal karena menunggumu " Ketusnya didalam hati karena memang lelah menunggu selama hampir lima menit belum lagi dia memakai sepatu high heals. " iya tidak apa - apa " Jawabnya lain karena bersikap untuk sopan dengan perkataannya .
" Anda mau pesan apa ? " Tanya nya kepada Tasya.
" Apa saja menu makan siang disini ? " Tanya nya. Karena tadi dirinya tidak tau apa makanan yang akan dimakan bosnya pada saat makan siang.
" Ini nona " Ucapnya sambil memberikan buku menu untuk melihat daftar makanan dan minuman apa yang akan dipesankan untuk si tembok pucat bosnya.
" Baik , Terimakasi " Ucapnya.
" Baik silakan ditunggu " Ucap pelayan itu sambil tersenyum ramah kepada Tasya dan pergi kedapur untuk memberikan makanan apa yang sudah dipesan oleh Tasya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepanjang jalan Tasya bergumam dalam hati untuk mengutuk kebodohan bosnya yang menyuruhnya harus mendatangi meja pemesanan untuk memesan makanan padahal kan bisa dengan memanggil pelayan melalui kursi. Uh sungguh menyebalkan.
" Jabatan nya bos tapi tidak berfikir kalau bisa lebih mudah memesan melalui kursi ! " Itulah suara hati Tasya didalam hati karena emosi dengan bos Sementara nya yang bersifat angkuh.
Tasya duduk di kursi restoran sambil membuka sepatu heals nya itu karena lelah dari tadi berdiri dan berjalan dengan sepatu itu . Kakinya merasa berdenyut denyut terutama di bagian tumitnya . " Capek sekali rasanya " Sambil memijat - mijat telapak kakinya .
Dan melupakan kalau dirinya sedang berada dimana . Reyhan yang dari tadi memperhatikan kelakuan sekertaris nya Rangga merasa bingung dengan apa yang dilakukannya .
" Kenapa kamu ? " Tanya Reyhan dengan bingung sambing menaikannsatu alisnya.
" Kaki saya hanya pegal saja pak " Jawabnya tanpa melihat wajah orang yang menanyakan hal kepadanya.
" Ohh " Itu saja jawaban yang diberikan oleh Reyhan . Dan setelah itu langsung menatap layar ponselnya lagi.
Dan tak beberapa lama makanan pun datang dibawa oleh pelayan pria mengunakan meja dorong yang memiliki roda dikeempat kakinya.
" Maaf membuat tuan dan nona menunggu " Ucap pelayan itu sambil tersenyum ramah dan meletakkan makanan serta minuman di atas meja makan.
" Iya tidak apa - apa pak " Bukan Reyhan yang menjawab melainkan Tasya karena Reyhan tengah asik bermain ponsel . Ntah sedang mengirim pesan dengan siapa.
" Pak makanan nya sudah datang " Ucap Tasya memberi tahu kepada Reyhan.
Reyhan langsung melepas pandangannya dari ponsel dan langsung memasukan ponsel itu kedalam saku jas nya yang berwarna hitam .
Setelah itu dengan lahapnya Reyhan memakan makanan dan menyeruput minuman yang sudah dipesan begitu juga dengan Tasya.
Makan siang pun berakhir dengan kenyang dari perut mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini hari sudah malam Tasya yang masi berkutan dengan pekerjaannya mendapat notifikasi dari nomor yang sudab disimpan olehnya . Siapa lagi kalau bukan bosnya yang labil itu mengirin pesan kepadanya melalh via WA.
" Besok saya masuk kerja tapi setengah hari saja seterusnya kamu lah yang urus semua urusan di kantor " Begitulah bunyi pesan yan masuk ke ponselnya .
" Baik pak " Jawab Tasya membalas chat bosnya.
Setelah menjawab isi pesan dari bosnya Tasya langsung mengecas ponsel nya karena baterai nya sudah terkuras dari tadi sore . Dan setelah pekerjaan nya selesai Tasya langsung menaruh laptop beserta berkas dan jadwal meating untuk bosnya di atas nakas dekat lampu tidur .
Dan setelah itu Tasya memilih untuk karena matanya sudah tidak tahan untuk lama - lama dibuka .
Tasya pun tertidur lelap dikamarnya sambil ditemani kusing kesayangan nya pusi yang tidak tidur dikasur melainkan dibawah kasur beralaskan karpet tipis khusus untuk kucing bebulu putih itu.
Tidak ada lagi suara yang berasala dari dala rumah Taysa hanya ada hembusan angin yang terawa dsri ventilasi udara dan sedikit cahaya kampu tidur serta suara jarum jam yang berdetak .
~ Bersambung ~
Sebenarnya cerita ini ngulang dua kali pas aku nulis yang awalnya sudab seribu kata sekarang cuma sampai sembilan ratusan kata .
Masih tahap revisi jangan heram kalau alur cerita berikutnya beda.