
Sambil memegang sapu di kedua tangan nya dengan cara disampingkan seperti sedang memegang gitar ala ala anak band rock Tasya berbanyi ria dengan alunan ragu Roar .
Tok.. Tok .. tok suara pintu yang diketuk dari luar ruangan Tasya .
Suara itu tidak terdengar dari dalam ruangan Tasya dikarenakan oleh suara musik yang keras di sertai dengan suara nya bernyanyi.
Tok.. tok.. tok.. lagi sekali suara pintu itu diketuk dengan kerasnya.
" Kenapa dia lama sekali sih " ketus pria itu yang dari tadi menunggu di depan pintu . Dengan geramnya.
Karena merasa ketukan nya ter-abaikan dari tadi dengan tidak sabarannya seseorang itu masuk ke dalam ruangan Tasya .
" Ck.. Ck.. Ck.. " Ucap nya sambil mengelengkan kepalanya ke arah kanan dan kiri dan meletakkan kedua tangannya di pinggang.
" Hei .. ! " Ucap nya dengan ketus karena Tasya sibuk berbanyi dan membelakangin nya.
Sontak Tasya yang mendengar suara yang begitu teras meneriaki nya dari arah belakang langsung memberhentikan gerakannya dan nya nyiannya.
Tasya menoleh kebelakang . " Siapa sih lo ! " Bentak Tasya kepada pria tinggi berwajah tampan itu .
" Kamu berani bentak saya ! " Ucap pria itu tak kalah kerasnya .
" Emang nya lo siapa ha ! " Ucap Tasya tak kalah keranya membentak siapa pria itu . sambil menongak sedikit ke atas untuk melihat wajah pria itu.
" Oh . jadi begini sifat sekertaris barunya Rangga itu ! " Ucap nya dengan senyum smrik dengan kedua tangganya masih berada di pinggang dan pandangannya memancarkan aura dingin.
" Lo siapa nya pak rangga ? " Tanya Tasya namun sekarang menurunkan nada bicaranya . Dan merubah ekspresi wajah nya dari yang ketus menjadi bingung dan takut.
" Saya " Memunjuk dirinya dengan telunjuk jarinya . " Kamu mau tau siapa saya ! " Sambungnya dengan nada yang tinggi dan memajukan wajah nya ke arah Tasya.
Tasya sontak saja langsung memundurkan langkah nya kebelakang saat pria itu mendekatkan wajah nya ke depan wajah nya.
" I - iya lo siapa ?" Tanya nya dengan takut.
" Saya adalah sekertaris nya Rangga " Ucapnya memberi tau Tasya.
" Apa - apaan ? , Gue yang sekertaris nya ! " Ketus nya kembali uncapnya sambil berkacak pinggang .
" Cih .. , Baru masuk saja sudah sombong ! " ketus nya melawan Tasya .
" Sana - sana ngapain lo nyamar jadi sekertaris nya pak Rangga " Ucap Tasya sambil mendorong pria itu .
" Hei ! " Ucap nya sambil di dorong oleh Tasya . " Hei . Kamu jangan kurang ajar ya ! " Ucap pria itu membentak Tasya .
Tap . Tasya memberhentikan langkah nya .
" Lo yang kurang ajar ! " .
" Emang mana buktinya kalau lo itu sekertaris nya pak Rangga ! , mana ! " Sambung nya masih dengan kukuh pada pendiriannya.
" Kamu mau bukti ! " Ucap pria itu sambil menatap tasya .
" Iya mana ! " Ucapnya sambil bekacak pinggang dan melotokan matanya . Seolah mengejek pria itu.
" Baik . Saya akan buktikan " Lalu pria itu mengambil handphone nya yang masih berada di kantong celana nya. Dan setelah itu dia menelpon Rangga . Mungkin benar dia seketarisnya . Ntah lah.
Telepon pun tersambung , terdengar suara Rangga dari sambungan telepon itu.
" Hallo Rey ada apa ? " Ucap Rangga dari sambungan telepon.
" Coba deh lo jelasin siapa gue sama sekertaris lo yang sombong ini ! " Ketusnya dan memandang Tasya dengan tatapan remeh.
Sementara Tasya saat ini sedang tengang karena benar kalau pria yang saat ini bersama nya adalah sekertaris Rangga . Tapi bukankah dia yang menjadi sekertaris nya ? .
" Kasi handphone lo ke dia . Gue mau ngomong " ketus nya dari handphone yang sudah di speker suaranya.
" Nih " Ucapnya menyodor kan Handphone itu kepada Tasya yang dari tadi diam mematung sambil memasang raut wajah gelisah.
Handphone itu sudah berpindah ke tangan Tasya . " Ha - Hallo pak " Ucapnya dengan gugup .
" I - Iya pak " Ucapnya sambil memandang Reyhan yang sedang memperhatikan Tasya . " Ma - maaf pak " sambungnya lagi.
" Kasih handphone nya kembali ke Reyhan ! " Ucap Rangga dengan ketusnya .
Tasya menyodorkan Handphone itu ke Reyhan sambil tersenyum ketakutan " I - Ini pak " dengan nada yang bergetar.
" Makanya jangan sok jadi jagoan deh ! " Ucapnya dengan ketus .
" Saya minta ma - af pak Reyhan " Ucapnya sambil menunduk.
Panggilan telpon itu sudah berakhir dari tadi saat Tasya memberikan Handphone nya ke Reyhan . Kalian inget kan siapa si Reyhan itu ?.
" Sana kamu kerja lagi ! " Ketusnya.
" Baik pak " Setelah itu Tasya memberikan bow lalu pergi melangkah keruangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Akhhhhhh... ! " Ucapnya dengan kesal , lalu mematikan lagu yang sudah berputar dari tadi. " Kenapa sehari saja gue ngak bisa bebas sama orang model pak Rangga sih ... ? " Geramnya sambil meremas kertas kosong dan membuangnya ke tempat sampah di dekat mejanya.
Sementara di dalam ruangan yang berbeda tempat nya ruangan CEO . Reyhan sangat kesal karena telah diperlakukan seperti itu.
" Cewek gila ! " Ketusnya sambil memperhatikan ruangan Tasya dari kursi yang biasa Rangga duduki.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jam makam siang pun datang . Saat Tasya keluar ruangan dengan cepatnya dia berlari dan tidak memperhatikan Reyhan yang sedang mengerjakan Berkas kantor Rangga.
" Hei !! " Ucapnya memberhentikan langkah Tasya . Sontak saja Tasya langsung memberhentikan langkahnya.
" Aishh.. , Kenapa nasib ku begini " Ucapnya bergeming dalam hati dengan kesal .
Tasya membalikan badannya . " Iya pak ada yang bisa saya bantu ? " Tanya Tasya dengan memperlihatkan senyum manis nya untuk menutupi kegelisahaan yang dirasakan nya saat ini.
" Kamu mau kemana ? " Tanya nya memasang wajh datar yang sama dengan Rangga .
" Makan siang pak " jawabnya di belakang pintu untuk keluar ruangan CEO.
" Belikan saya Mie ayam ! " Ucapnya menyuruh Tasya.
Tasya melangkah ke arah Reyhan namun langkah nya segera diberhentikan dengan suara Reyahan " Bayarnya pakai uang kamu ! " Tegasnya kemudian seolah tau apa pikiran Tasya saat ini .
" Huh , menyebalkan sekali ! " Gumamnya Tasya dalam hati . " Yang makan siapa , kok.. gue yang bayar ! " Sambungnya lagi masih dengan perasaan yang sebal.
" Ayo sana cepat ! . Saya sudah lapar " Tegasnya .
" Baik pak " Jawabnya dan lanjut melangkah kan langkah nya untuk membelikan apa yang dipesan oleh bos Reyhan itu. Kesal itu yang dirakan Tasya saat ini.
Di dalam lift dia terus saja menggerutu di dalam hatinya bahkan mengatai bos itu dengan sebutan " tembok pucat" .
Kenapa tembok pucat ?. Karena wajah nya berwarna seperti tembok yang pucat dan datar tampa membentuk senyuman di wajahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Baiklah Tasya saat ini dirimu sedang di uji ! " Ucapnya sambil membawa semangkuk mie ayam dan segelas minuman untuk si tembok pucat itu .
Krek .. Pintu ruangan terbuka oleh badan Tasya .
Tidak ada si Reyhan di dalam ruangan itu . kemana dia? . Tasya menengok ke kanan dan ke kiri . Tidak ada siapa - siapa yang didapatinya.
Krek .. suara pintu kamar mandi yang terbuka Tasya langsung meletak kan mie ayam itu dimeja tembok pucat yang menyuruhnya tadi.
Setelah itu Tasya melanjutkan langkah nya untuk berkerja dan melewati jam makan siang tanpa makanan yang masuk kedalam perutnya .
Biarkan saja dia tidak makan toh juga sudah kenyang dengan tatapan dingin si tembok pucat .
~ Bersambung ~