
Masih dirumah keluarga Adimaja, sore sudah berganti menjadi malam senja pun sudah tenggelan digantikan sinar bulan dan bintang.
Semua hidangan yang dimasak oleh para chef dan dihidangkan oleh pelayan sudah tertata rapi dimeja makan. " Wah sepertinya lezat " Kata mamma Erina menatap hidangan yang sudah ditaruh diatas meja makan.
" Ayo dimakan " Ucap mama Erina mempersilahkan semua orang yang berada dimeja makan.
Rangga yang duduk didepan Tasya terus memperhatikan Tasya yang sedang menyuapi makanan kedalam mulutnya. " kenapa sih dia? " Tanya batin Tasya risih.
Ternyata papa Adi menyadari keadaan Tasya dan Rangga saat ini. " Ehem " Suara deheman papa Adi memecah suara dentingan sendok dan garpu.
Semua oranf menoleh kearah papa Adi. " Angga, bukannya Tasya ini sekertaris kamu dikantor? " Tanya papa Adi sambil memperhatikan Tasya dan Rangga.
Rangga memberhentikan dulu kunyahannya, setelah sebentar menyelesaikan kunyahannya Rangga melanjutkannya kembali. " Iya pa, Tasya memang sekertaris Rangga " Jawab Rangga.
" Kalau begitu, kalian seharusnya deket dong? " Tanya papa Adi.
Rangga dan Tasya saling tatap saat ini begitu disungguhkan pernyataan seperti itu. Canggung, itulah suasana yang terjadi diantara keduanya. " Ah, iya pa.. kita memang deket " Jawab Rangga sambil menatap papa Adi.
Papa Adi mengangguk - anggukan kepalanya mengerti. " Bukannya, besok rabu ulang tahun perusahaan? " Tanya papa Adi.
Tasya mengerutkan keningnya. Dia tidak mengetahui kalau besok adalah hari ulang tahun perusahaan, karena sudah lebih dari tiga bulan bekerja dirinya belum mengetahui kapan ulang tahun perusahaan.
Setelah selsesai berbincang dan makan malam bersama.
Beberapa menit kemudian acara makan malam antara kedua belah keluarga telah selsesai, karena sekarang waktu telah menunjukan pukul sembilan malam, Tasya beserta keluarganya memutuskan untuk kembali pulang kerumahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat ini Tasya sedang berbaring diatas kasurnya, Varo yang awalnya berencana untuk menginap tapi tidak jadi entah kenapa.
Saat sedang asik memainkan ponselnya, terlintas kejadian waktu bosnya yang sedang memakai handuk berbentuk kimono dengan rambut yang basah. " Arghhh, kenapa dia ganteng sekaliii !! " Teriak Tasya sambil mengacak - ngacak rambutnya.
Suara teriakan Tasya terdengar sampai ruang tamu, sontak hal itu membuat kedua orang tua Tasya heran. Ya kedua orang tua Tasya saat itu sedang bersantai diruang tamu. " Sya, kamu ngak papa kan? " Tanya bunda Tasya dari lantai bawah.
Tasya yang mendengar dari kamar bahwa bundanya bertanya, langsung memberhentikan aksinya yang sedang berfikiran lain - lain. " Aa- iya bund. Tasya oke kok " Jawab Tasya sambil menetralkan dirinya.
Bunda Tasya yang mendengar itu hanya menganggukan kepalanya saja.
Beralih lagi kepada Tasya. " Lo mikir apa sih otak, jangan sampe otak gue kotor!! " Kata Tasya sambil memukul - mukul kepalanya dan bermolog sendiri dengan otaknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kamar Keyla.
trrrt.. trrrt..
Suara ponsel yang ditaruh diatas nakas terus saja berbunyi, hal itu membuat Keyla pusing. " Jangan telpon gue !! " Ucap Keyla kesal sambil menutup telinga nya.
Suara panggilan telpon itu mati, kemudian berbunyi kembali. Trrrt... trrrt... suara telpon itu kembali.
" Gue lelah !!, jangan telpon gue !! " Maki Keyla kepada si penelpon yang terus saja menelponnya.
Keyla berteriak kencang dari kamarnya, karena dirinya sudah tidak tahan dengan suara telpon yang berbunyi. Ingin sekali dirinya membanting ponsel miliknya tapi diurungkan karena disitu masih ada file yang harus disembunyikan.
Untung saja kedua orang tua Keyla dan kakak nya tidak mendengar Keyla berteriak, karena mereka semua sedang pergi. Orang tuanya pergi menghadiri pesta sementara kakak nya nongkrong entah kemana.
" Hallo " Ucap Keyla dari sambungan telepon.
" Iya, iya ntar gue kirim " Ucap Keyla lagi.
Keyla menarik nafasnya dalam - dalam lalu menghrmbuskan dengan kasar. " Yaudah iya, lima puluh juta " Jawab Keyla setelah melakukan tawar menawar dengan orang yang menelpon nya.
Sambungan telpon pun terputus, Keyla menggenggam ponselnya untuk mereda amarahnya. " Samapai kapan gue bisa bertahan " Ucap Keyla lelah dan pasrah karena terus diperas oleh orang yang menelpon nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Good morning !! " Ucap Tasya bersemangat membuka tirai jendela kamarnya.
Hari ini adalah hari senin, Tasya sangat bersemangat untuk memulai hari ini. " Sarapan dulu sya " Ucap bunda Tasya yang melihat Tasya sedang menuruni anak tangga.
" Iya bunda " Jawab Tasya sambil tersenyum sumringah memulai hari ini.
Menu makan pagi kali ini adalah makanan kesukaan dirinya. " Wahh, enak semua ni makanannya " Ucap Tasya memuji masakan bundanya.
Bunda Tasya hanya tersenyum karena anaknya memuji masakannya, sambil menyiapkan makanan untuk suaminya bunda Tasya melihat wajah anaknya yang berseri - seri. " Habis dapet apa kamu?, dari tadi bunda liat senyum - senyum terus " Tanya bunda Tasya sambil menarik kursi meja makan untuk duduk disana.
Tasya yang sedang menyendokkan lauk kepiringnya, langsung menjawab pertanyaan bundanya. " Ngak ada kok bund, kan kalau pagi - pagi harus senyum biar semangat " Kata Tasya.
Tasya sudah dibuat kenyang dengan sarapan pagi ini, entah nanti dirinya akan mengantuk atau tidak dikantor karena baru pagi sudah banyak karbohidrat yang masuk kedalam tubuhnya. " Tasya berangkay dulu ya, ayah, bunda " Ujar Tasua sambil menyalami tangan kedua orang tuanya.
" Berangkat sama siapa? " Tanya ayah Tasya.
" Tasya mesen, mobil online yah " Jawab Tasya.
" Ayah anter mau? " Tanya ayah Tasya.
" Ngak usah deh yah, mending ayah temenin bunda aja " Tolak Tasya karena dirinya tidak enak membatalkan pesanan nya, apalagi mobil yang dipesannya sebentar lagi sampai.
Tin.. tin..
Suara klakson mobil sudah datang, Tasya langsung menaiki mobil yang sudah dipesannya setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya. Setelah beberapa menit mobil melaju kini mobil sudah sampai didepan perusahaan RJA Group.
Tasya menyapa seluruh karyawan. Terlihat ada kerumunan karyawan yang entah sedang melihat apa. " Ada apa sih? " Tanya Tasya kepo.
Tasya ikut kearah para karyawan berkumpul. Dirinya memasuki kerumunan karyawan itu, setelah sampai didepan kerumunan karyawan Tasya melihat bahwa ada bosnya dan juga seorang pria.
Tasya memilih bertanya kepada karryawan lain bahwa siapa pria yang sedang diajak bicara dengan bosnya. " Wind, itu siapa? " Tanya Tasya kepada Winda.
" Itu pak Zergan sya, itu lo CEO perusahaan sebelah " Jawab Winda sambil menunjuk - nunjuk CEO yang bernama Zergan.
" Oh, gitu. Terus.. kenapa yang lainnya ngumpul disini? " Tanya Tasya yang heran karena karyawan wanita kumpul disini.
" Tadi, pak bos sama pak Zergan mau berantem? " Kata Winda menjelaskan.
" Berantem? kok bisa? " Tanya Tasya.
" Itu dia sya, makannya gue sama yang lainnya mau cari tau apa yang buat mereka beramtem " Jawab Winda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tasya tidak mau ambil pusing dengaan kejadian ini, dia memilih untuk pergi dari kerumunan para karyawan. " Tasya tunggu !! " Ucap Zergan yang memanggil Tasya saat melihat Tasya sudah jauh dari kerumunan karyawan.
Sontak Teriakan dari Zergan membuat semua karyawan dan Rangga menoleh kearah Tasya. Zergan berjalan menghampiri Tasya. " Hai " Ucap Zergan menyapa.
Sekerumunan karyawan langsung berbisik - bisik karena Zergan yang menyapa Tasya. Tasya bingung dengan orang yang menyapa nya, dirinya merasa asing dengaan wajah ini tapi siapa pikirnya.
~ Bersambung ~