My Husband This Is My CEO Season 1

My Husband This Is My CEO Season 1
4



" Dia tidur ternyata " gumamnya dengan pelan agar tidak membangunkan bosnya. Dengan segera Tasya mengangkat nampan itu dan membawanya ke kantin serta ingin membayar sup itu juga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari pukul sembilan .


Tring ... suara notifikasi yang berbunyi di handphone Tasya saat Tasya sedang mengerjakan tugasnya untuk menyusun jadwal besok pagi.


" Saya besok ngak masuk kerja " Ucap pesan yang masuk ke handphone Tasya dengan kalimat yang singkat .


" Siapa ya ? " Ucapnya bertanya dalam hati , karena nampak di kayar handphone nya tidak ada nama yang mengiriminya pesan , Hanya tercantum nomor handphone yang tidak dikenalnya.


" Apa mungkin pak bos ? " tanya nya lagi. " hmmm mungkin dia " sambungnya lagi.


" Baik pak " jawab Tasya mengirim pesan singkat ke nomor yang tidam dikenalinya.


Setelah itu Tasya menaruh Handphone nya di atas nakas dekat tempat tidurnya , begitu pula dengan laptop serta tugas nya.


Karena waktu sudah menunjukan pukul setengah sepuluh malam akhirnya Tasya memutuskan untuk tidur .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cahaya matahari masih enggan untuk memancarkan sinarnya .


Tasya baru saja bangun dari tidurnya , dengan segera ia mengambil handuk dan melangkah kan kakinya ke kamar mandi dengan gontai . Namanya saja baru bangun tidur .


Suara air yang jatuh dari sower terdengar dari luar , sudah lima belas menit Tasya mandi .


Krek.. suara pintu kamar mandi yang terbuka , Keluar lah Tasya yang sedang menggunakan handuk yang menutupi setengah tubuhnya .


" Morning pus " sapa nya kepada kucing kesayangan nya yang berwarna putih bersih dengan bulu yang lebat .


" Miauww.. " jawab si empus .


Sudah biasanya kucing berbulu putih itu setiap pagi selalu menunggu Tasya keluar dari kamar mandi dengan posisinya yang duduk di sebelah lemari bajunya . Seperti sedang bermain petak umpet .


" Tunggu pus , aku siap siap dulu " Ucapnya lagi seolah si kucing mengerti . Mungkin iya kali empusnya ngerti , haha ntah .


Setelah memakai baju nya , Tasya segera duduk di kursi meja rias nya . Maklum lah yang namanya perempuan kalau mau kerja pasti dandan dulu.


" Tahap terakhir pakai lip tin " Ucapnya bersemangat . " Oke , selesai " sambungnya lagi .


Setelah selesai bersolek Tasya langsung turun ke lantai satu rumahnya untuk menyiapkan sarapan pagi tapi tidak lupa pula si pusi kucing kesanyang nya itu mengikutinya dari belakang.


Sekantung makanan kucing di tuangkan nya kedalam mangkuk makan kucingnya .


Tidak lupa pula ia menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri , sederhana saja ia hanya memakan dua buah roti yang diolesi selai stawbery dan segelas susu yang dikemas di dalam kotak susu .


" Pus , aku berangkat ya .. , kamu jangan kemana - mana " Ucapnya kepada si empus sambil mengelus - elus kepala kucing ber bulu putih itu.


" Miauww " Ucapnya merespon ucapan Tasya.


Ya pusi adalah kucing yang penurut karna dari masi berumur dua bulan sudah di rawat oleh Tasya . Saat Tasya pulang ia selalu berlari menghampiri Tasya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Makasi pak " Ucap Tasya sembari menyodorkan selembar uang untuk supir taksi onliaja.yang mengantarnya.


Langkah nya langsung memasuki perusahaan besar se Asia Tenggara bernama RJA Group . Saat ini hatinya senang sekali karena si bos labil dan dingin itu sedang cuti kerja karena sakit .


" Pagi mbak " Ucap pak satpam yang sedang berjaga .


" Pagi juga " Jawabnya sambil memasangkan senyum gembira.


" Oh iya mbak , mobilnya pak Rangga gimana ? " Tanya pak satpam yang menghentikan langkah Tasya saat akan memasuki kantor.


" Oh itu , katanya si disuru diemin aja disini " Jawabnya.


" Oh gitu ya mbak , kalau gitu silahkan lanjut " ucapnya sambil mengangguk mengerti dan hanya di jawab senyuman saja oleh Tasya.


Sebenar nya apa yang terjadi si pada sore hari kemarin ? .


Flas back .


Tasya yang akan pulang kerja dan baru saja keluar dari ruangan nya langsung saja memberhentikan langkah nya saat akan keluar dari ruangan itu .


Tasya hanya diam sambil mematung dan memperhatikan bos nya yang sedang tertidur karena sakit .


" Ah.. , sudahlah bangunin aja " Putus nya namun masi dengan perasaan yang ragu .


Dengan perasaan yang sedikit khawatir dia melangkah kan kakinya ke arah Rangga yang sedang tertidur di sofa panjang itu.


" Pak " Ucap nya sambil berdiri di dekat sofa.


Namun tidak ada jawaban dari orang yang sedang tidur di sofa itu .


" Pak Rangga .... Ada kebakaran pak ... !! " Ucapnya berteriak keras.


" Mana .. ? mana ...? , mana kebakarannya.. ? " Tanya Rangga yang baru saja bangun tidur dengan kepalanya yang masih terasa berat akibat pusing yang dirasanya.


Ke kanan Ke kiri Rangga menoleh saat mendengar ada orang yang meneriaki kebakaran , namun tidak ada tu aroma asap dari benda benda yang terbakar .


Rangga menatap dari bawah sepatu Tasya sampai ke atas yang memperlihatkan wajah Tasya yang sedang tersenyum menahan tawa nya saat melihat bos nya yang kebingungan.


" Kamu .. ! " Ucap Rangga dengan geram .


" Iya saya " Jawab Tasya biasa saja seolah tidak ada yang terjadi.


" Kamu ya yang bikin suara kaya kucing kejepit ..?! " tanya masih dengan suara geram . Karena tadi saat Tasya teriak terdengarlah suara yang sangat nyaring nan cempreng khas dari seorang wanita.


" Hah ? , perasaan disini ngak ada kucing pak ? " Jawabnya pura - pura bodoh.


" Dasar sekertaris kurang ajar ! " ketusnya.


" Ma - maaf pak " Ucap Tasya menunduk.


" Hah... , sudahlah saya pusing mau pulang ! " Ucapnya masi dengan raut wajah kesal .


" Baik pak , mari saya antar " Tawarnya.


" Ya cepatlah bantu saya berdiri " Ucapnya lagi.


Tasya pun membantu Rangga berdiri dan keluar dari ruangannya sambil mempah Rangga . Ntah itu hanya modus atau tidak . Terserah orang ganteng aja.


Saat sudah tiba di depan gedung kantor Tasya melepas Rangga . " Huh berat banget sih " sambil memengang bahunya yang terasa berat akibat memapah bos nya itu.


" Kamu pesenin saya taksi online " perintahnya.


" Bapak yakin ? " Tanya nya dengan heran.


" Iya , cepat pesankan saya ! " Perintahnya lagi .


" Baik pak " .


Tasya memesan taksi online , dan hanya menunggu dua menit saja taksi online itu sudah datang menjemput bos nya . dan setelah itu Tasya pulang dengan memesan taksi online setelah bos nya pergi.


Flas back selesai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Akhirnya .. , Gue bebas ! " Ucapnya dengan senang karena hari ini dan besok bos nya tidak ada dalam hidupnya.


" Oke Tasya saat nya kerja " .


Tik tik tik suara jarum jam yang berputar di dinding berwarna cream ruangan Tasya .


Kini jam menunjukan masih jam sembilan pagi , begitu cepat berlaku bukan .


" Bosen juga lama - lama " Ucapnya sambil merebahkan tububnya di atas kursi kantor berwarna hitam itu.


" Ah iya , dengerin lagu aja kali ".


Lagu berjudul Roar di putar oleh Tasya saat sedang bekerja , dengan semangat nya ia menyelesaikan pekerjaannya .


~ Bersambung ~


Tahap revisi.