
Api masih terus menyala sehingga menimbulkan asap tebal yang bewarna hitam pekat. Sehingga dua mobil kebakaran datang ketempat kejadian setelah ditelpon oleh anak buah Ferel.
Tidak lupa pula satu mobil ambulance datang untuk menjemput Keyla yang sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Didalam mobil ambulance. Ferel juga ikut masuk kedalam mobil ambulance yang menjemput Keyla, dengan genggaman yang erat Ferel menggenggam tangan Keyla.
Setelah beberapa lama didalam perjalan kini ambulance telah sampai dirumah sakit terdekat, diturunkan nya Keyla menggunakan tandu. Tak lupa juga Ferel ikut turun dari ambulance dan terus berada disisi Keyla dengan cara berlari Ferel menyeimbangkan langkahnya sesuai dengan roda tandu yang didorong beberapa perawat.
Keyla dibawa keruang perawatan, didalam ruang perawatan dokter yang berkompeten dibidang nya langsung memeriksa Keyla.
Keyla diperiksa mulai dari mata, denyut jantung hingga bekas luka yang diakibatkan oleh bagian mobil berukuran kecil yang terpental mengenai dirinya.
Pemeriksaan pun selesai. " Pasien cuma mengalami pingsan saja. Ini semua karena pasien belum makan dari tadi pagi, dan juga kualitas tidur pasien yang kurang maksimal " Ujar dokter menjelaskan keadaan Keyla yang belum sadarkan diri kepada Ferel.
Ferel bernafas lega setelah mendengar penjelasan dokter, karena keadaan Keyla tidak separah yang dibayangkan oleh dirinya.
" Kalau begitu saya permisi " Pamit dokter itu dan pergi menuju ruangannya.
Farel duduk dikursi yang berada disamping tempat tidur rumah sakit. Diambilnya tangan Keyla dan digenggam olehnya. " Untung kamu cuma pingsan aja " Ucap batin Ferel sambil menatap wajah Keyla yang belum sadarkan diri.
Mami Keyla yang baru saja mengetahui anaknya sedang berada dirumah sakit melalui telfon dari Ferel, langsung segera bergegas pergi dengan supir pribadinya kerumah sakit tempat Keyla dirawat.
Setelah mobilnya sampai dirumah sakit mami Keyla langsung pergi ketempat resepsionis untuk menanyakan dimana putrinya berada. Setelah mengetahui dimana tempat putrinya dirawat mami Keyla langsung menuju kamar rawat yang diberitahu oleh perawat.
Pintu ruangan Keyla terbuka, masih terlihat Keyla yang sedang tidak sadarkan diri. " Keyla... " Ucap mami Keyla setelah melihat anaknya.
Dengan rasa kasih sayang mami Keyla mengelus kepala putrinya yang masih belum sadar. " Kata dokter apa rel? " Tanya mami Keyla.
" Dokter bilang kalau Keyla cuma pingsan aja " Jawab Ferel.
Mami Keyla mengehela nafas leganya begitu mengetahui bahwa putrinya itu cuma pingsan saja dan tidak lebih dari itu. Mami Keyla mencium bau bensin diruangan tempat Keyla dirawat. " Ini kok, kaya ada bau bensin ya? " Ucap nya bingung.
Ferel yang mendengar apa yang diucapkan oleh calon mertuanya langsung tegang, karena dirinya belum memberitau perihal Keyla yang membakar mobil dan menyiramkan bensin ketubuhnya. " Eh itu tan- te " Ucap Ferel yang ragu untuk memberitahu.
" Ada apa rel? " Tanya mami Keyla bingung.
" Sebenernya,.. Ferel lupa kas- " Ucapan nya terpotong saat mengetahui kalau ada pihak dari kepolisian yang datang.
" Selamat pagi semuanya, kami dari pihak kepolisian ingin mengetahui keadaan nona Keyla " Ujar polisi itu datang bersama dua rekannya.
" Kalau begitu kita bicara didepan aja pak, soalnya saya tadi ada dilokasi kejadian " Ucap Ferel memberi tau ketiga polisi itu.
" Baik, mari mas " Ucap salah satu polisi mempersilahkan Ferel untuk keluar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sekarang mari kita beralih ketiga orang yang tampan dan kaya. Masi disebuah kafe mereka bertiga bermain games setelah Ferel pergi.
" Giliran lo tu! " Ucap Diki kepada Rangga.
Yang mereka mainkan kali ini adalah permainan true or dear, sederhana saja alatnya mereka menggunakan sedotan sebagai alat untuk memutar.
Ken menutup telinga nya karena sudah lelah mendengar cekcok kedua sahabatnya. " Ah udah - udah, ngapain sih ribut - ribut kaya bocil rebutan ultraman! " Tegas Ken yang jengah karena kelakuan dua sahabatnya yang dari tadi ribut cuma perkara sedotan.
" Noh, si Rangga yang duluan! " Ujar Diki yang tidak mau mengaku dan lebih memilih memperpanjang masalah.
" Apa - apaan! lo tu yang duluan! " Jawab Rangga menyauti apa yang baru saja diucapkan oleh Diki.
" Eh lo ya yang duluan! " Ucap Diki yang tidak mau disalahkan.
" Pala lu lonjong! Ya elu lah, yang mulai dulua! " Jawab Rangga sambil berkacak pinggang dan beridiri dari duduknya.
Karena Rangga berdiri Diki juga ikut berdiri dan mereka saling menatap dengan tatapan seperti saling membenci antara satu sama lain. Ken yang melihat itu benar - benar ingin melempar meja kafe sehingga perkelahian mereka terhenti.
" Stooooooppp...!!! " Teriak Ken hingga membuat Rangga dan Diki menutup kedua telinga nya karena suara Ken terlalu besar untuk didengar.
" Udah cukup kelahinya! udah cukup semua games nya! capek, ya gue ngurusin dua anak TK! " Ucap Ken mengeluarkan unek - uneknya yang dari tadi ingin ditumpahkan.
" Udah ah, sekarang permainannya udah selesai. Kalian berdua... " Sambil bekacak pinggang bak ibu - ibu yang memarahi anaknya Ken berjalan kearah Rangga dan Diki. Jarinya mulai mencubit kedua kuping yang awalnya berwarna putih itu sehingga berubah menjadi warna merah. " Jangan berantem..!! sekarang... duduk! " Tegasnya masih dengan jarinya yang mencubit kuping Rangga dan Diki.
Nampak dua bule bertingkah bocah itu merasa kesakitan bahkan sampai memohon untuk Ken melepas cubitan nya. " Aaa.. ampun - ampun " Ucap Diki merengek kesakitan.
" Sakit woy! sakit! " Ucap Rangga sambil memukul - mukul tangan Ken.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah Ferel selesei berbicara dengan para polisi, Ferel masuk kembali kedalam ruang rawat. " Kata polisi apa rel? " Tanya mami Keyla yang penasaran.
" Katanya, kasus Keyla ngak akan diperpanjang " Jawab Ferel sambil berjalan kearah tempat duduk yang tadi diduduki olehnya.
" Lah, kenapa? kan seharus nya kasus Keyla diproses " Protes mami Keyla tidak terima dengan keputusan yang diambil polisi.
Ferel menghembuskan nafasnya. " Seharusnya gitu tante, tapi.. karena ini kasus tunggal, jadi ngak diperpanjang " Ucap Ferel memberi penjelasan.
" Mak- sud, kamu.. Keyla sengaja buat celaka dirinya sendiri? " Tanya mami Keyla yang masih belum faham dengan apa yang baru saja dijelaskan oleh Ferel. Ferel hanya mengangguk sebagai jawaban karena dirinya tidak ingin terlalu jelas memberi tau apa yang terjadi, dan juga Keyla belum menjelaskan yang sebenarnya.
Mami Keyla syok dengan apa yang telah putrinya lakukan, tak lama suara telfon berbunyi dari dalam tas jinjing yang dipakai oleh mami Keyla. Mami Keyla melihat siapa yang menelfon dirinya setelah mengetahui siapa yang menelfon dirinya, mami Keyla pamit untuk menerima telpon diluar. " Tante, keluar sebentar ya " Ucap mami Keyla.
" Iya tante " Jawab Ferel.
Tak lama setelah mami Keyla keluar untuk menerima telfon, Keyla sadar dari pingsannya.
~ Bersambung ~
Digantung dulu ceritanya yeorobun.✌