
Suasana mansion keluarga Adimaja sudah ramai diisi oleh kehadiran tamu undangan mereka untuk melihat acara pertunangan antara Mia dan Reyhan.
Mia saat ini sedang berada dikamarnya , wajahnya sedang diriasi oleh make-up yang membuat wajahnya semakin cantik . Dirinya menatap cermin meja rias senyum terukir diwajahnya saat melihat betapa cantik wajahnya saat ditambahkan sedikit polesan make-up.
" Tersenyum lah nanti , seolah kita mencintai satu sama lain " Ucapan Reyhan masi terngiang dipikirannya. Apakah salah dirinya karena tidak membalas perhatian yang Reyhan berikan setiap saat?. Ya itulah pertanyaan yang terus menghantui dirinya.
" Nona.. gaun anda sudah siap " Ucap pelayan memberitau.
Mia yang mendengar itu langsung beranjak dari duduknya dan mengikuti langkah pelayan kearah ruang ganti pakaian. Sesampainya disana , dilihatnya betapa mewah dan cantik gaun yang akan digunakannya untuk acara pertunangan malam ini.
Dua pelayan membawakan gaun kearah Mia. Kedua pelayan itu membantu Mia memakaikan gaunnya , gaun berwarna ungu cerah yang dipadupadankan dengan warna putih sangat pas ditubuh mungilnya ditambahan mutiara dan berlian kecil menambah sisi elegan dan mahal dari gaun itu.
Semua sudah selesai. Sekarang saatnya Mia turun lantai bawah. Reyhan yang melihat Mia turun dengan dua pelayan disampingnya terpesona karena kecantikan Mia malam ini.
" Sekarang kita akan masuk ke sesi yang paling penting.." Ucap si MC . " Dipersilahkan.. kepada nona Mia dan tuan Reyhan untuk berdiri dan menuju panggung tempat penukaran cincin " sambung MC kemudian.
Mia dan Reyhan berdiri dari posisi duduknya . Mia dibantu oleh dua pelayan yang berada disampingnya saat menuruni tangga tadi untuk memegangi gaunnya yang sangat berat pada bagian bawah.
Reyhan sudah selesai memasangkan cincin kejari manis Mia , kini giliran Mia yang akan memasangkan cincin kejari manis Reyhan. Senyum palsunya terukir saat sudah selesai memakaikan Reyhan cincin . Semua para tamu undagan bertepuk tangan.
Sebelum Mia kembali keposisi duduknya Reyhan membisikan sesuatu ketelingan Mia. " Kamu cantik malam ini " Ucap Reyhan jujur sambil tersenyum.
Mia malah langsung menghilangkan senyumnya dan melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti karena bisikan dari Reyhan.
Semua proses saat acara pertunangan berjalan dengan lancar. Sekarang sudah jam setengah dua belas malam , Mia yang sudah menghapus make-up dan menganti baju merasakan perutnya tiba-tiba mual.
Dengan cepat dirinya berlari kekamar mandi. Didalam kamar mandi dirinya memuntahkan semua isi perutnya. Sekarang kepalanya terasa pusing badannya pun sangat lelah dibanding malam malam biasanya.
Mungkin ini juga karena acara pertunangannya. Akhirnya Mia memutuskan untuk tidur agar dirinya tidak sakit karena dirinya juga memperhatikan kesehatan janin yang sedang dikandungnya.
Dengan posisi tidur Mia memandangi cincin yang sudah berada dijari manisnya. " Akh.. kenapa waktu berjalan cepat " Ucapnya mengeluh.
Karena tidak mau memikirkan hal - hal yang akan membuat dirinya bertambah pusing , akhirnya Mia memutuskan untuk tidur dan bermimpi Indah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tetanga barunya yang bernama Natalaie pagi - pagi sekali sudah bertamu kerumah Tasya. Mumpung ini hari libur jadi Tasya tidak apa - apa jika ada orang yabv bertamu sepagi ini.
" Silakan diminum tehnya " Ucap Tasya sambil menaruh cankir teh dan kue.
Mereka berdua sedang duduk disofa ruang tamu Tasya . " Terimakasi ya.. karena kemarin sudah menolong aku , untuk beres - beres rumah " Ucap Natalie sambil tersenyum ramah.
" Ah iya, ngak apa - apa " Ucap Tasya membalas sambil tersenyum.
" Ngomong - ngomong , kamu.. kerja dimana? " Tanya natalie.
" Sebenarnya sih.. ngak terlalu jauh dari sini . Aku kerja di perusahaan RJA Group " Ucap Tasya menjawab.
Natalie terkejut . " Oh ya..! , beruntung sekali kamu " Ucap Natalie yang merasa kagum dengan Tasya karena bisa bekerja diperusahaan besar seperti RJA Group.
" Ah.. terimakasi " Jawab Tasya sambil tersenyum karena tersanjung akan pujian yang Natalie berikan.
Natalie meminum tehnya sampai habis. " Kalau begitu.. aku pulang dulu " Ucap Natalie pamit.
" Kenapa cepat sekali ? " Tanya Tasya .
" Iya... soalnya aku ada urusan " Jawab Natalie.
" Yasudah.. tidak apa - apa " Ucap Tasya.
Setelah berpamitan , Natalie pergi meninggalkan ruamah Tasya dan kembali kerumahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi - Pagi sekali Rangga sudah pergi meninggalkan Indonesia untuk mengurus bisnisnya di Korea.
Saat dimeja makan Mia mencium aroma bau yang tidak disukainya. Perut nya langsung mual dan dengan cepat Mia berlari kearah kamar tamu agar lebih cepat memuntahkan mualnya.
Reyhan yang melihat itu merasa khawatir dan dengan segera dirinya menyusul Mia kekamar tamu. Mama Erina yang ingin ikut menyusul Mia dan Reyhan langsung ditahan dengab suaminya.
" Pa.. aku mau lihat Mia.. " Ucap mama Erina protes.
" Biarin saja mereka. Jugakan itu hal yang wajar kalau lagi hamil " Ucap papa Adi.
Mama Erina berfikir memang benar apa yang dikatakan oleh suaminya . Dan dengan terpaksa dirinya kembali duduk dimeja makan.
Sementara didalam kamar mandi tamu , Mia terus memuntahkan rasa mualnya tadi.
" Tisu kak tisu " Ucap Mia. Dengan sigap Reyhan memberikan tisu kearah Mia.
Hoekk... Semua mualnya sudah berhenti sekarang dirinya hanya merasa pusing saja.
Mia sudah duduk disofa kamar tamu , tentunya dengan Reyhan juga disampingnya . " Kamu ngak papakan " Tanya Reyhan.
Mia mengangguk sambil memejamkan matanya dan menyenderkan badannya disofa. " Kita kedokter ya " Tawar Reyhan sangat khawatir , takut nanti akan terjadi hal yang tidak diinginkan.
" Iya " Jawab Mia lemas karena pusing.
" Aku bantu kekamar kamu ya... supaya bisa istirahat " Tawar Reyhan.
Mia menggelengkan kepalanya . " Kenapa ngak mau ? " Tanya Reyhan yang bingung.
" Mau nya tidur disini " Jawab Mia sambil melihat wajah Reyhan yang masi khawatir.
Reyhan menganggukkan kepalanya mengerti. " Yaudah.. ayo aku bantu naik kekasur " Ucapnya.
" Iya " Jawab Mia. Sebenarnya dirinya ingin menolak tapi karena merasa badannya sangat lemas dan kepalanya pusing jadi dia mengiyakan.
Reyhan membaringkan Mia diatas kasur. Saat dirinya ingin pergi tangannya langsung dipegang oleh Mia , Reyhan heran dengan tingkah Mia yang tiba - tiba manja. " Kenapa ? " Tanya Reyhan dengan suara yang lembut.
" Aku mau tidur sama kakak " Mendengar ucapan dari Mia , Reyhan terkejut sekaligus senang. Apa mungkin Mia sudah mulai menerima dirinya ? tanya Reyhan didalam hati.
Reyhan sudah ikut berbaring bersama Mia diatas kasur. Perasaan berbeda kink dirasakan oleh Reyhan , selain senang dirinya juga merasa gugup. " Emm Mia.. " Panggil Reyhan.
" Hmm " Jawab Mia yang sekarang sudah membalikan badannya menghadap Reyhan yang semula tadi membelakangi Reyhan.
" Kamu... kenapa tiba - tiba jadi manja begini..? " Tanya Reyhan. Yang masi dengan posisi tidur terlentang.
" Ngak tau.. , mungkin bawaan baby nya kali " Jawab Mia . Tanpa ada persetujuan Mia memeluk Reyhan , Reyhan yang merasakan itu sekarang sudah benar - benar gugup.
" Emm.. Mi-mia " Ucapnya dengan gugup.
" Hmm.. " Jawabnya sambil memeluk erat tubuh Reyhan seperti menjadikannya guling.
" Boleh ngak ? " Tanya Reyhan yang sekarang sudah tidur menghadap Mia. Tangannya juga memeluk mia.
" Apa.. " jawabnya dengan lembut sambil menatap wajah Reyhan yang kelihatan sudah tidak gugup lagi.
" Aku.. cium kening kamu " Tanya nya menatap wajah Mia.
" Boleh.. " Jawab Mia tanpa basa basi. Reyhan yang mendengar itu langsung mengukirkan senyumnya.
Saat akan mencium kening Mia , percikan air membasahi wajahnya . " Kak rey,... bangun kak " Ucap Mia masi dengan memercikan air kewajah Reyhan yang belum membuka matanya.
Matanya terbuka dirinya langsung bangun dan mendudukan dirinya diatas kasur. " Ah.. sial cuma mimpi ternyata ! " Kesalnya sambil mengusap wajahnya kasar. Selamat anda kena prank!!.
" Mandi gih sana,.. Oh ya nanti jam sepuluh ada jadwal pemeriksaan kedokter . Kata mama kak rey yang nganterin aku " Ucap Mia.
Muka Reyhan sudah kecut karena ternyata kejadian tadi cuma mimpi bukan kenyataan. " Tolong ambilin handuk dong.. " Ucap nya dengan manja.
Mia merasa jijik dengan ucapan manja Reyhan. " Dih... jangan manja deh,... ambil saja sendiri " Ucap mia menolak.
Reyhan mendengus kesal. " Ayolah.. kan kamu juga akan jadi istri aku.. " Rengek Reyhan sambil mengerucutkan bibirnya. fiks ini bukan Reyhan yang Mia kenal! , ucap mia dalam hati semakin jijik
" Ambil sendiri ya,.. Mia mau kebawah... " Jawab Mia.
Brak.. pintu kamar Reyhan ditutup oleh Mia.
sambil menuruni anak tangga , dirinya merasa jijik akan sikap dari calon suaminya itu. " Amit.. amit.. yaallah , kalau besok kak Reyhan pas sudah jadi suami kaya gitu.. " Ucapnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Didalam kamar keyla sedang menelpon orang suruhanya.
" Bagimana? dia tidak curiga kan? " Tanya keyla sambil memandang foto Rangga.
" Tenang aja.. gue yakin seratus persen kalau cewe iti ngam curiga sama sekali.. " Ucap wanita disebrang telepon yang sedang berada didalam kamarnya dan menatap ke arah rumah tetangga yang berada didepan rumahny.
" Bagus kalau begitu.. lakukan tugaa berikutnya " Ucap keyla dan langsung mematikan teleponnya. Senyum smrik sudah terukir diwajahnya sambil memandangi foto Rangga.
~ Bersambung ~