
Suasana menjadi tegang dan sunyi ketika melihat iblis Inugami yang datang mengunjungi desa iblis Oni, beberapa iblis yang ingin membeli mulai bubar karena mereka tidak ingin menciptakan konflik dengan iblis itu. Alter merasa rugi serta untung karena iblis Inugami itu ingin membeli semua barang yang ada di toko-nya.
Tapi, Alter juga merasa bersalah karena semua iblis yang berbaris rapi itu pasti ingin membeli sesuatu untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Yusa tidak bisa diam melainkan ia membawa beberapa barang yang ada di toko itu lalu pergi menghampiri semua iblis yang pergi dari toko Alter, ia melayani semua iblis itu dan mereka semua langsung membeli apa yang mereka butuhkan. Untungnya Iblis Inugami itu tidak melihat Yusa karena ukuran tubuhnya yang kecil.
Semua iblis itu membeli apa yang mereka butuhkan lalu Yusa mengalihkan pandangan-nya ke arah iblis Inugami itu dan sepertinya Alter terlihat seperti dipaksa, "Apa...?" Yusa segera menghampiri toko itu kembali.
"Semua barang dengan harga 500 Oro saja...? Bukannya itu terlalu murah...?" Tanya Alter.
"Oh, ayolah. Bukannya toko ini adalah toko yang sangat murah dan memiliki barang berkualitas? Seharusnya tawar menawarpun kau harus menerimanya."
Iblis Inugami itu menawari semua barang yang ada di toko itu dengan harga 500 Oro saja, hal itu bias di dengar oleh Yusa sendiri lalu membuatnya kesal karena Alter tidak akan mendapatkan modal apapun jika semua barang itu di jual dengan 500 Oro saja.
Yusa mulai mengambil semua barang yang tersisa di toko itu lalu memasukkan-nya ke dalam tas tulang yang besar, Yusa tidak ingin iblis Inugami ini untuk memaksa Alter atau menawarkan sesuatu dengan harga yang tidak logis.
"Wah wah... Kenapa terburu-buru, bocah? Bukannya kalian tutup ketika barang kalian habis?" Iblis Inugami itu mulai mengatakannya dengan sinis.
"Aku dan Ibu-ku tidak membutuhkan tawaran menawar dengan harga yang tidak logis, lebih baik kau mencari barang lain dari toko lain melainkan kau datang hanya untuk menawar semua barang kami dengan hanya 500 Oro?! Apa-apaan itu...? Dasar iblis serakah dan pelit." Jawab Yusa.
"Y-Yusa...!"
Alter terkejut mendengar jawaban Yusa yang sangat tidak sopan, iblis Inugami itu merasa kesal ketika mendengar seorang bocah yang berbicara seenak-nya saja walaupun dia ini masih kecil.
"Lebih baik kau pergi saja, Inaru..." Alisha mulai ikut campur dengan iblis Inugami itu dan sepertinya dia mengenal iblis tersebut, dia bernama Inaru.
"Ohh, ternyata jalang yang aku coba untuk beli, tetapi gagal karena succubus seperti-mu ini masih perawan. Kau sekarang bekerja disini?" Inaru mencoba untuk meraba tubuh Alisha, tetapi Alisha berjalan mundur karena ia tidak mau disentuh oleh siapapun bahkan oleh iblis yang mencoba untuk membeli-nya demi kepuasan nafsu.
"Jangan sentuh aku, Inaru. Cepatlah pergi dan mencari toko lain, kami tidak membutuhkan pembeli sepertimu."
"Bagaimana jika aku menolak?"
Yusa membawa Alter masuk ke dalam rumah-nya karena ia tidak mau Alter ikut berurusan dengan iblis Inugami itu, Alisha mulai menatap Inaru dengan tatapan yang mematikan sampai membuat Inaru segara membawa ketiga pasukannya pergi meninggalkan toko Alter yang sudah tutup.
"Aku akan kembali..." Ucap Inaru kesal.
Ketika Inaru melarikan diri bersama pasukan-nya, Yusa berjalan keluar dengan sebuah pedang tulang di tangan kanannya siap untuk memberi Inaru pelajaran, "Loh...? Iblis sialan tadi kemana...?" Tanya Yusa yang mulai melihat sekeliling.
"Iblis Inugami yang bernama Inaru itu melarikan diri berkat tatapan mematikan Alisha, hal itu membuat Inaru ketakutan sampai-sampai bulu kuduk-nya bangkit."
Luz melihat semua kejadian-nya dan Yusa merasa lega bahwa iblis tadi pergi tanpa menyebabkan konflik, ia memasukkan pedang-nya kembali ke dalam tubuhnya lalu mulai menatap Alisha yang sedang membersihkan toko.
"Apakah Alisha tidak bisa melihatmu, Luz...?"
"Ahhh~ Sepertinya aku akan menampakkan wujud-ku kepada tante Alisha yang imut, seksi, dan cantik~"
"Kamu memang tidak berguna terhadap gadis imut ya." Yusa menghela nafas-nya pelan.
Yusa menghampiri Alisha bersama Luz yang sedang berputar di sekeliling-nya karena terpesona dengan penampilan Alisha. Toko sudah tutup lantas bahan-bahan yang dijual mulai berkurang jadi Yusa harus mencari sesuatu yang baru agar pembeli bisa membeli suatu kebutuhan yang baru.
"Alisha."
"Mmm...?" Alisha melirik ke bawah dimana ia melihat Yusa.
"Kata Ibu toko ini tutup sampai besok lantas bahan-bahan yang sudah habis terjual oleh beberapa iblis yang tadi di usir. Sebaiknya kita mencari bahan-bahan lain untuk bisa di jual besok."
"Apakah Yusa kecil mengajak-ku untuk berburu monster?" Alisha tersenyum.
"Tentu saja, akhir-akhir ini dungeon yang terletak di sebelah barat desa ini memiliki monster yang sangat aktif dan agresif, semua monster itu terkadang menjadi liar bahkan pernah memasuki area desa ini dan memakan beberapa iblis. Sepertinya monster-monster itu kuat dan akan menjadi barang berkualitas yang bisa di jual!"
Eateria, monster yang memiliki penampilan berbentuk mata besar dimana mata itu bisa membuka sebuah mulut yang memiliki taring tajam dengan urat-urat merah yang mampu mendeteksi segala bahaya serta pergerakan. Eateria adalah monster langka dimana mereka memiliki pemikiran dan kemampuan yang sama dengan iblis, serta bisa berkembang biak dengan cepat.
Saat ini tidak ada yang berani mengunjungi dungeon itu, Rxeonal pernah masuk ke dalam-nya sekali dan ia menemukan banyak sekali populasi monster kuat. Dungeon itu diberi nama [Mobster], ada perintah yang diadakan oleh Rxeonal untuk menghabisi semua monster yang tinggal di Mobster agar dungeon itu bisa dihancurkan lalu di buat desa Oni lain.
Yusa, Alisha, dan Luz datang untuk mengunjungi kastil Rxeonal dimana mereka di sambut oleh beberapa penjaga bersenjata tajam, "Apa yang kalian inginkan...?" Tanya kedua penjaga itu bersamaan.
"Kami ingin membasmi semua monster yang tinggal di Mobster, apakah kami boleh mendiskusikan-nya bersama raja Rxeonal...?"
"Tentu saja tidak bisa karena raja Rxeonal sedang pergi mengunjungi desa lain, tetapi dia menyuruhku untuk memberi beberapa informasi kepada iblis yang siap untuk membasmi semua monster yang tinggal di Mobster."
"Populasi Iblis Oni terus berkurang setiap hari-nya ketika Mobster mengalami perubahan yang baru, rata-rata semua iblis berusia sepertimu dan iblis Succubus sepertimu juga menghilang dan kembali menyisakan hanya kepala di depan gerbang desa ini. Sangat mengerikan karena pasti terdapat seekor monster yang mengembalikan jasad mayat itu."
"Apakah goblin...?" Tanya Alisha.
"Tentu saja tidak, mana ada goblin yang mengembalikan bekas tubuh iblis. Biasanya bangsa goblin menculik lalu memperkosa semua iblis wanita. Mereka tidak pernah mengembalikan iblis wanita itu melainkan mereka di jadikan sebagai perkembangan biak generasi goblin yang baru."
"Goblin atau monster apapun itu, mereka tidak layak untuk diberi rasa belas kasihan... Tidak, semua makhluk yang berbuat kejam tidak wajib di beri satu kesempatan atau sedikit belas kasihan apapun. Jika kita memberi sebuah belas kasihan kepada musuh kita maka musuh itu pasti akan melakukan pergerakan licik lainnya bahkan bisa saja membunuh salah satu dari teman-ku...! Aku akan membasmi mereka semua...!" Yusa mengepalkan kedua tinju-nya, wajahnya terlihat serius.
"Y-Yusa..." Alisha merasa terkesan mendengar apa yang Yusa katakan, hal itu cukup membuat Alisha yakin bahwa Oni Yusakage adalah iblis yang akan sangat kuat ketika ia tumbuh besar nanti.
"Baiklah, beritahu raja Rxeonal bahwa aku akan melakukan... Demi keselamatan bangsa Oni, biarkan aku bersama Alisha membasmi semua monster yang ada di Mobster."
"Aku sebagai penjaga Yusa akan membantu-nya dalam membasmi semua monster yang tinggal di Mobster!"
Kedua penjaga itu dikejutkan dengan semangat dari kedua iblis itu, akhirnya terdapat beberapa iblis Oni yang ingin melaksanakan perintah raja Rxeonal sebelum dia marah besar. Salah satu dari penjaga itu mulai mengambil sebuah kertas dari jari goblin untuk menulis nama mereka berdua.
"Aku akan memberitahu keberanian kalian kepada raja Rxeonal. Bisakah kami tahu siapa nama kalian berdua...?"
"Oni Yusakage."
"Alisha Elonzo."
Penjaga itu menulis nama mereka berdua dengan tulisan yang rapi agar Rxeonal bisa membacanya, salah satu dari penjaga itu terlihat bingung melihat iblis kecil yang berusia empat tahun ingin melaksanakan perintah Rxeonal yang berbahaya.
"Apakah kalian yakin...?"
"Tentu saja."
"Jika kalian benar-benar berhasil membasmi semua monster yang ada di Mobster maka kalian akan diberi imbalan besar oleh raja Rxeonal sendiri, bisa-bisa kalian menjadi salah satu prajurit terkuat pasukan Rxeonal." Alisha dan Yusa langsung melotot ketika mendengar itu karena imbalan sangat berguna, impian Yusa bisa tercapai dengan mudah jika ia menyelesaikan perintah yang diberikan oleh raja Rxeonal itu sendiri.
"Tentu saja kami akan melakukannya dengan senang hati!" Mereka sama-sama merasa antusias.
***
"Aku membutuhkan beberapa pelindung untuk bisa melindungi tubuh kecil-ku yang masih lemah, Alisha." Yusa menatap Alisha yang terlihat bingung.
"Apakah kau yakin iblis berusia empat tahun sepertimu melaksanakan perintah yang raja Rxeonal berikan...? Aku merasa takut kalau kamu terluka dan Alter pasti akan marah besar kepadaku."
"Tenang saja, Alisha. Ibu dan Ayah sudah melatihku sampai-sampai mereka berdua mempercayai diriku yang berusia empat tahun ini untuk pergi berpetualang atau memburu monster yang kuat!" Yusa terlihat semangat.
"Hehehe~ Kamu ini imut dan penuh semangat ya, gemessss~" Alisha menggendong Yusa dan itu membuat dirinya panik karena seluruh tubuhnya merasakan sensasi kelembutan dari tubuh Alisha.
"Oi! Oi! Oi! Jangan gendong aku...!" Wajah Yusa mulai memerah karena beberapa iblis mulai melihat mereka seperti kakak beradik yang akur. Setelah Alisha membagi kasih sayang-nya kepada Yusa, mereka pulang ke rumah Alter untuk memberitahu dirinya bahwa mereka akan pergi untuk membasmi monster yang tinggal di Mobster.
Alter mengijinkan Yusa untuk pergi karena ia dijaga oleh Alisha, mereka berdua tidak akan pergi tanpa persiapan jadi Alisha memiliki sihir alkimia dimana ia mampu menciptakan beberapa botol yang berisi penyembuh luka dan tenaga sedangkan Yusa ia menciptakan beberapa senjata yang terbuat dari [Bone Creation.] miliknya.
Alter hanya bisa melihat mereka dengan sebuah senyuman karena mereka sudah terlihat akur seperti kakak beradik, besok adalah hari dimana Yusa dan Alisha akan mengunjungi Mobster. Persiapan yang mereka butuhkan sudah siap untuk hari ini jadi Alter besok hanya akan menjual beberapa bagian monster yang Yusa buru di malam hari.