
Seluruh tubuh Ceytamold bergetar hingga ia melepaskan kekuatan besar yang mampu membuat Yusa bersama yang lainnya tidak bisa bergerak. Terdapat beberapa urat muncul di seluruh tubuhnya karena sebentar lagi Ceytamold akan memasuki tahap selanjutnya, melihat Ceytamold yang perlahan-lahan berevolusi membuat wajah mereka pucat.
Kizura memaksakan seluruh tubuhnya untuk bergerak, ia mengeluarkan api kemarahan yang cukup besar ke arah Ceytamold tetapi serangan-nya itu tidak mempan berkat kegelapan yang menyelimuti dirinya sendiri. Ceytamold meraung dan mencuri seluruh sumber tenaga dan Oui yang dimiliki oleh Yusa bersama yang lainnya.
Perlahan-lahan penampilan Ceytamold mulai berubah dimana ukuran tubuhnya mulai membesar bahkan ukuran tubuh Kizura hanya bisa dibandingkan dengan telapak kaki Ceytamold. Jutaan duri mulai muncul di punggungnya serta duri yang lebih tajam dan panjang muncul di kedua lengan-nya.
Tanduk-nya juga mulai membesar serta memanjang, bentuknya benar-benar terlihat seperti setan yang mengerikan. Ceytamold meraung untuk sekali lagi dan menyerap seluruh sumber tenaga dan Oui yang ada di sekitarnya, menyebabkan Yusa tidak bisa menggerakkan tubuh-nya sendiri.
Penampilan evolusi baru Ceytamold dapat membuat seluruh pasukan musuh dan aliansi merinding ketakutan karena duri-duri yang beracun serta terdapat juga kekuatan Crimson dan Sacred di dalam-nya. Ekor-nya yang panjang dan besar itu bergerak sedikit sampai menimbulkan getaran yang cukup besar di wilayah tersebut.
"Dia memang monster...!" Kizura mundur beberapa langkah mencoba untuk memulihkan kondisi-nya.
"Aku bukanlah Monster...!!! AKU ADALAH SETAN...!!!" Teriak Ceytamold keras.
Perang berhenti sejenak ketika Ceytamold membuka mulutnya selebar mungkin untuk menghisap seluruh pasukan Giblis masuk ke dalam mulut-nya dan setelah itu ia memakan mereka semua, menyebabkan tubuh Ceytamold bersinar merah. Pasukan Aliansi mencoba sekuat mungkin untuk menahan posisi mereka karena satu pergerakan yang salah bisa saja menyebabkan kematian.
Ceytamold meraung lagi dan membuat seluruh pasukan-nya bersemangat dan merasakan kekuatan yang diberikan dari raungan tadi. Raungan tadi terus memberi pasukan aliansi efek negatif yang bertahan cukup lama, beberapa pasukan aliansi segera terbantai oleh pasukan musuh.
"A... Aku tidak bisa bergerak..." Ucap Karla.
Vimu dan Mimu hanya bisa diam melihat kelahiran evolusi baru Ceytamold, tidak ada yang bisa mereka lakukan kecuali menerima takdir kematian mereka. Setiap Ceytamold menginjak daratan seluruh pasukan aliansi akan mendapatkan efek negatif lagi dimana mereka akan terus kehilangan tenaga untuk bergerak.
"Majulah...!!! Truce Order...!!! Jangan menjadikan kematian kita ini sia-sia...!!! Lebih baik memperjuangkan sesuatu terus mati dibandingkan mati tanpa memperjuangkan apapun...!!! Menyerah bukanlah pilihan yang pas di perang seperti ini...!!!" Elvano memberi mereka semangat dimana ia menggunakan sihir darah-nya.
Seluruh darah yang bergenang mulai membentuk bulat, seluruh darah itu masuk ke dalam tubuh pasukan aliansi dan memulihkan kondisi mereka serta membuat mereka kebal dari efek negatif apapun untuk sementara.
Yusa dan Karla terbang ke atas langit, menggenggam erat senjata mereka masing-masing. Setelah itu mereka mengangkat senjata mereka ke atas sampai kedua senjata itu mengeluarkan sinar yang mampu membuat seluruh pasukan musuh tidak bisa bergerak untuk sementara.
"Luz Demonio: Warcry Formation!"
"Hielo Demonio: Warcry Formation!"
Itsuki terbang menuju arah Yusa dan itu membuat dirinya terkejut karena Itsuki masih hidup, Yusa tersenyum lega dan merasa bersyukur melihat dirinya bertahan bersama bayi yang ia gendong di belakang punggung-nya.
"Mortaz Demonio: Warcry Formation!"
Ketiga iblis takdir itu menggunakan formasi yang dapat memberi kekuatan dan tenaga untuk pasukan aliansi, sebuah sinar cahaya menyinari seluruh pasukan aliansi kecuali Elvano dan Vania dimana mereka memejamkan kedua matanya karena mereka adalah Vampire, merasakan cahaya saja sudah cukup karena mereka sudah kebal terhadapnya.
"Pasukan aliansi...!!! Maju...!!!" Yusa menunjuk seluruh pasukan musuh menggunakan pedang-nya.
Selvia menebas perut Master dan ia terdorong ke belakang karena kekuatan Selvia terus bertambah kuat berkat sihir kuno-nya yang terus menyerap kekuatan dan energi sihirnya sendiri, Master hanya bisa diam melihat Selvia karena dia adalah iblis yang dapat membuatnya kesusahan.
"Kenapa kau tidak membantu aliansi itu...?" Tanya Master.
"Aku ingin membunuh kalian berdua terlebih dahulu, kehilangan rekan itu tidak seberapa dari kehilangan seorang ibu..." Tatap Selvia tajam.
Ceytamold bergerak cukup cepat walaupun tubuhnya itu besar, ia berhasil menghancurkan beberapa pasukan aliansi yang berjumlah ratusan. Hal itu membuat Yusa segera menghampirinya dan menahan serangan lain dari Ceytamold menggunakan Luz Demonio.
CLAAANGGG!!!
Kali ini Yusa sendiri bertarung melawan Ceytamold dari jarak yang dekat sedangkan yang lainnya menyerang dari jarak yang aman, Yusa rela mengorbankan dirinya untuk keselamatan rekan-nya karena ia tidak mau melihat rekan-nya sendiri mata lagi dan lagi.
Dalam beberapa menit kemudian, Yusa memiliki kemampuan untuk melawan Ceytamold dari jarak yang dekat. Tetapi Ceytamold terus mengamuk sampai ia menginjak daratan yang mampu membasmi beberapa pasukan musuh dan aliansi. Karla mengerutkan dahinya melihat Yusa yang bertarung sambil memejamkan kedua matanya, apakah ini yang dimaksud dengan potensi iblis takdir?
Bertarung dengan pikiran yang tenang, kemarahan bukanlah kekuatan tetapi hambatan untuk seorang iblis takdir. Tetapi kemarahan itu bisa saja menjadi sumber kekuatan jika kau bisa mengontrolnya. Ceytamold kesulitan untuk mengenai serangannya kepada Yusa karena ia bergerak cukup gesit sampai membuat dirinya jatuh beberapa kali.
Ceytamold meraung keras dan berhasil membuat kombinasi serangan Yusa gagal menyebabkan dirinya terpental menjauh. Elvano membawa Kurma ke belakang karena kondisi-nya terus memburuk, ia tidak bisa bertarung selain menjaga kondisi Kurma sampai ia bisa menjaga dirinya sendiri.
Yusa hanya bisa menatap Ceytamold yang terus bertambah kuat, kali ini ia dapat menggunakan raungan-nya sebagai senjata mematikan. Seluruh pasukan musuh dan aliansi terus berkurang karena Ceytamold yang menyerang membabi buta tanpa mengenal siapa musuh dan rekan, Yusa menatap Itsuki yang mulai mundur, ia terlihat sudah kehilangan semangat untuk berjuang melawan Ceytamold.
"Tunjukkan lah jati dirimu yang sebenarnya, Yusa... Kau adalah iblis takdir, sebentar lagi kau pasti akan menemukan kekuatan yang kau incar untuk bisa meraih kedamaian itu." Luz mulai berbicara.
"Menggunakan Atroz Formation adalah pilihan yang terbaik..."
"Apa kau bilang...?" Yusa melotot ketika mendengar Luz yang mengijinkan Yusa untuk menggunakan formasi yang sangat berbahaya.
"Aku tidak akan menggunakan formasi itu, aku tidak ingin menyakiti perasaan-mu lagi, Luz." Yusa maju ke depan dan melebarkan kedua sayapnya bersiap untuk terbang, ia tidak ingin menggunakan formasi itu di saat-saat seperti ini karena dia hanya ingin bertarung dengan partner-nya sendiri yaitu Luz Demonio.
Ketika Yusa mencoba untuk menyerang, ia segera mundur ke belakang karena insting iblis-nya. Kedua lengannya bergetar menandakan sesuatu buruk akan terjadi dalam waktu yang dekat.
Yusa berhenti sejenak dan melihat sekitar dimana ia melihat banyak sekali kehancuran serta rekan-rekannya yang gugur. Ia juga melihat Zakhr yang tercekik oleh Yure sampai tubuhnya berubah menjadi tengkorak biasa, pasukan aliansi sebentar lagi akan kalah dan Yusa tidak bisa melakukan apapun kecuali melihat mereka gugur.
"... ..."
HROAAAGGGHHH!!!
Ceytamold mengamuk sampai kedua matanya bersinar merah menandakan ia menggunakan sihir Crimson, seluruh pasukan tidak bisa bergerak kecuali pasrah melihat Ceytamold yang mulai memegang tubuh Gallius dengan mulut yang dipenuhi busa. Ceytamold langsung memakan Gallius, dengan satu gigitan kecil akhirnya Gallius gugur.
"Semua pasukan...!!! Mundur...!" Teriak Elvano.
Elvano memerintah seluruh pasukan aliansi untuk mundur dan menyelamatkan diri, tetapi teriakan-nya tidak dapat di dengar oleh beberapa pasukan hingga mereka akhirnya gugur di lahap habis oleh pasukan Giblis.
"... ...!!!" Yusa menggenggam erat gagang pedang-nya dan ia mulai memejamkan kedua mata-nya.
Dengan suara teriakan pasukan musuh dan aliansi yang gugur membuat Yusa semakin berkonsentrasi, amarah dan kesedihan bisa terasa di dalam dirinya tetapi membalaskan dendam mereka adalah hal yang dapat membuat kematian mereka semua tidak menjadi sia-sia.
Kizura mundur beberapa langkah menatap Yusa yang sedang berada di atas langit, ia tersenyum serius karena Yusa benar-benar berubah karena latihan yang ia berikan. Seluruh mayat yang berada di wilayah itu mulai berubah menjadi cahaya serta menjadi partikel-partikel kecil yang terbang menuju bilah pedang Luz.
Selvia dan Master berhenti seketika melihat tubuh Aldine berubah menjadi cahaya lalu pecah menjadi partikel-partikel emas, Master segera menatap Yusa dan mencoba untuk menyerangnya menggunakan [Crimson Chronicles] tetapi Selvia menarik seluruh sihir itu menggunakan rantai-nya dan menyerang Master menggunakan sihirnya sendiri.
"Aku tidak akan membiarkan dirimu menggagalkan formasi potensi iblis takdir..." Selvia tersenyum sinis.
"Kepercayaan mereka... Mereka yang gugur mempercayaiku sebagai pengguna Luz Demonio! Cahaya kedamaian untuk bangsa Giblis...!!! Untuk Zuusuatouri...!" Seluruh tubuh Yusa bersinar emas serta terdapat beberapa kegelapan suci yang mulai melingkari tubuhnya.
"[Luz Demonio: Potential Unleash]!"