Luz Demonio

Luz Demonio
15 - Generasi Tujuh



"Luz Demonio: Generation Formation!"


Enam arwah pahlawan yang pernah mengangkat Luz Demonio muncul di belakang Yusa untuk menyambut generasi baru, semua iblis itu menggenggam pedang yang sama yaitu [Luz Demonio]. Yusa meneteskan beberapa darah karena ia merasakan firasat yang tidak enak di dalam tubuhnya.


"Generasi satu, Onijin Elmanio... Perang tidak pernah menjadi solusi abadi untuk masalah apa pun, hanya orang mati yang melihat akhir perang. Seseorang berperang untuk mendapatkan perhatian, semua pembunuhan adalah ekspresi kebencian diri"


Satu per satu semua iblis takdir mulai berbicara dan memberi Yusa sebuah kekuatan asli dari sang iblis takdir. Ia hanya bisa diam dan menangis mendengar perkataan mereka yang terus membuat jantung serta firasat-nya memburuk.


"Semua... iblis takdir yang pernah mengangkat Luz Demonio...? H-Hebat sekali, ternyata sejarah tentang Luz Demonio memang ada, itu bukan mitos lagi! Iblis takdir yang ditakdirkan untuk mengakhiri segala peperangan yang ada!" Alisha merasa terkesan melihatnya.


"Generasi dua, Onikami Monalir... Tidak ada bedanya siapa yang memenangkan perang untuk seseorang yang mati. Bukan iblis yang jahat, perang dan iblis-iblis yang memulai mereka, Perang tidak mengakhiri apa pun. Perang adalah permainan yang bisa dimainkan dengan senyum di wajah, tetapi tidak akan ada tawa di hati. Perang berarti kekerasan yang melahirkan kekerasan baru."


"Generasi tiga, Aruma Shinji... Menolak untuk memperjuangkan apa yang orang anggap benar bukanlah tindakan pengecut. Itu adalah kesadaran bahwa perang tidak ada gunanya. Tidak masalah perang apa yang sedang kita bicarakan, Kau tidak akan menemukan pemenang di sana. Kedua belah pihak kalah."


[Eateria] itu mengarahkan beberapa serangan yang bertubi-tubi ke arah Yusa, tetapi ia terlindungi oleh sebuah pelindung besar dimana Yusa sedang mengalami proses dalam pemilihan menjadi sang iblis takdir yang sah. Bola-bola mata itu mencoba untuk menyerang Yusa secara diam-diam, tetapi mereka berakhir dengan terbelah menjadi beberapa bagian.


"Generasi Empat, Ibaraki Ouima... Perang itu kedamaian. Kebebasan adalah perbudakan. Ketidaktahuan adalah kekuatan. Semakin banyak kau berkeringat dalam kedamaian maka semakin sedikit kau berdarah dalam perang!"


[Eateria] terus menyerang Yusa tanpa henti, tetapi semua serangannya itu tertangkis oleh beberapa iblis takdir dari berbagai generasi. Tidak ada yang bisa mengubah takdir secara paksa tentang pengangkat iblis takdir.


"Generasi lima, Oni Ryugaki... Damai bukanlah hubungan bangsa-bangsa. Ini adalah kondisi pikiran yang ditimbulkan oleh ketenangan jiwa. Damai bukan hanya tidak adanya perang. Ini juga merupakan kondisi pikiran. Perdamaian abadi hanya bisa datang kepada orang yang damai."


Seluruh tubuh Yusa terlindungi dengan semua jiwa iblis takdir dari generasi yang lalu, ia merasakan berbagai kekuatan yang menyebar di dalam tubuhnya, serta batin-nya bisa melihat sesuatu yang bercantum dengan peperangan dan konflik. 


"Generasi enam, Onikuma Zhin... Terkadang dengan kalah dalam pertempuran, Anda menemukan cara baru untuk memenangkan perang. Keunggulan tertinggi terdiri dari menghancurkan perlawanan musuh tanpa berkelahi. Tidak ada kemuliaan dalam pertempuran sepadan dengan darah yang harus dikeluarkan."


Yusa memegang erat gagang pedang-nya, ia bisa merasakan kekuatan dan keenam arwah iblis takdir itu merasuki tubuhnya. [Eateria] sudah mencoba segala cara sampai ia mendekati Yusa dan terpental ke belakang karena dorongan yang dilepas oleh pedang Luz.


"Aku adalah generasi tujuh pengangkat Luz Demonio... Oni Yusakage menyatakan bahwa dalam perang tidak ada hadiah, baik bagi yang menang, maupun bagi yang kalah. Sebagian besar perang tumbuh dari keinginan beberapa individu untuk mengambil keuntungan dari sesamanya..."


"Aku berjanji akan memenuhi tujuan diriku sebagai seorang iblis takdir... Iblis yang menciptakan kedamaian untuk semesta! Iblis takdir yang harus menghentikan segala peperangan tidak berguna...!!! Untuk apa kita bangsa iblis berperang?! Apa untungnya!?"


"[Eateria], kau bisa membawa konflik kepada desa iblis Oni... Anak-anakmu itu serta dirimu akan menciptakan wabah yang besar, desa-desa kita berpotensi untuk hancur karena kalian!"


[Eateria] itu mulai terus berkembang biak sampai memiliki anak yang berjumlah tak terhitung, Mobster itu sudah tidak memiliki ruangan untuk menampung anak-anak [Eateria] sampai-sampai Mobster runtuh dan mengorbankan beberapa bola-bola mata itu. Yusa hanya bisa diam dan mulai melirik ke belakang melihat Alisha.


"Alisha, lebih baik kau pergi saja. Biarkan aku mengurus [Eateria] sampai akhir!"


Yusa bergerak ke depan dan melakukan beberapa serangan bertubi-tubi menggunakan pedangnya sampai menimbulkan kehancuran Mobster, serangan itu menghabiskan jutaan bola mata itu, tetapi itu masih tidak cukup karena [Eateria] terus berkembang biak sambil menyerang Yusa dengan segala serangan yang dimiliki dirinya.


Alisha tidak menuruti perintah Yusa melainkan dia hanya diam dan menjaga kondisi Yusa, walaupun dia sudah bisa mengangkat Luz Demonio, sesuatu yang buruk terjadi yaitu seluruh tubuhnya terus terkena serangan oleh [Eateria] dan bola-bola mata itu. Iblis takdir sudah pasti akan terluka dan merasakan kesakitan yang sama sebelum Yusa mengangkat pedang-nya, tetapi semangat Yusa terus berkembang sampai ia mencoba untuk menghabisi [Eateria] tersebut.


Tekanan dari kekuatan Yusa bisa terasa oleh Alisha sendiri, aura merah dan hitam mulai keluar dari mulut Yusa seperti asap serta pedang-nya juga mulai dipenuhi dengan berbagai aura yang menyengat apapun di sekeliling-nya termasuk semua bola-bola mata itu yang sebagian terbelah menjadi beberapa bagian.


"AYO LAKUKAN INI, LUZ!!! LUZ DEMONIO: STRENGTH FORMATION!!!"


"Formasi di dengar... Bersiaplah untuk menambahkan daya serangan yang tinggi!"


Yusa melompat ke atas dan mengarahkan serangan kombinasi yang besar ke semua bola mata itu sampai-sampai Alisha sendiri tidak bias melihat Yusa yang bergerak cukup cepat. Bilah pedang dari Luz Demonio terbakar dengan api mimpi buruk karena Yusa-lah yang memasukkan-nya agar bisa menambahkan kekuatan lebih.


"JYAGGGHHHH!!!"


Yusa menebas semua bola-bola mata yang menghalang-nya bahkan semua serangan yang dilakukan oleh [Eateria] mampu tertangkis oleh Yusa dan semua serangan yang mereka arahkan langsung hilang karena kekuatan dari [Luz Demonio].


Yusa bersiap siaga dengan mengangkat pedang-nya ke atas. [Eateria] menembak sebuah laser yang mengenai perut Yusa cukup dalam, tetapi ia tidak berhenti menyerang melainkan ia langsung mengayunkan pedang-nya itu ke arah [Eateria] dengan sekuat tenaga sampai membentuk sebuah gelombang tebasan merah yang mengarah menuju [Eateria].


ZBASSSHHHHHH!!!


"GROAAGGHHH!!!"


Gelombang itu memiliki daya kehancuran yang besar sampai membuat wilayah yang terdapat di belakang [Eateria] terbelah menjadi dua, beberapa mata yang terdapat di [Eateria] hancur karena gelombang tadi.


Yusa tersenyum sinis dan ia mendarat di atas tanah.


"Luz Demonio: Deadly Formation I!"


"Formasi terdengar... Melaksanakan perintah kehancuran besar untuk mengakhiri sang musuh..." Yusa mengangkat pedang-nya ke atas dan itu membuat Alisha merasa takut karena ia mencoba untuk melakukan sesuatu yang ceroboh.


Gelombang merah menerobos keluar dari bilah pedang Yusa dan membuat wilayah itu bergetar sampai desa iblis Oni, hal itu sudah pasti akan menarik banyak perhatian iblis. Alisha berlutut di atas tanah lantas tekanan yang dikeluarkan oleh pedang itu sangatlah besar dan berlebihan sampai membuat beberapa lubang di sekitar Yusa.


"JUDGEMENT OF WARCRRYYYYYYY!!!!"


Yusa menancapkan pedang-nya ke atas tanah sampai membuat daratan retak serta mengeluarkan lahar api yang besar.


"YUSAA---" 


Alisha mencoba untuk menyelamatkan Yusa, tetapi terlambat karena seluruh tubuhnya terkena dengan api lahar sampai membuatnya terbakar. Sebuah aura merah mulai melingkari wilayah Mobster sampai perbatasan dari gerbang desa iblis Oni.


BAAAMMMMMMMMMM!!!


Aura merah itu menimbulkan sebuah ledakan besar karena kekuatan dari pedang Luz Demonio, tanpa disadari Yusa baru saja melakukan sebuah serangan yang dapat membunuh siapapun. Ledakan itu sampai menghancurkan gerbang desa iblis Oni dan memancing semua bangsa Oni untuk pergi untuk melihat penyebab ledakan dahsyat tersebut.


Beberapa prajurit Rxeonal mulai berbincang tentang ledakan tadi, sebagian dari mereka mengetahui bahwa terjadi sebuah perang yang berakhir oleh seorang iblis takdir. Ledakan tadi menandakan sesosok iblis takdir yang berhasil mengakhiri perang iblis gila atau perang antar bangsa iblis.


"Bagaimana bisa sebuah perang muncul di sekitar desa iblis Oni...? Apakah iblis takdir juga terkait soal perang itu?"


Raja dari bangsa Oni datang menghampiri semua prajurit itu yang sedang melihat ledakan yang masih terus berlanjut, ia bisa merasakan bahwa [Mobster] serta semua monster yang tinggal di dalam dungeon itu telah hancur.


"Itu bukan perang... Ledakan itu pasti memiliki tanda bahwa sang iblis yang hebat telah melaksanakan perintahku." Sang raja iblis Rxeonal mulai berbicara.


"Raja Rxeonal, apakah yang kau maksud itu [Mobster] telah hancur oleh seorang iblis...?"


"Tentu saja. Itu artinya kita bisa memperbesar desa ini. Sebentar lagi kita semua akan melaksanakan tugas untuk bisa mengajak beberapa iblis dari bangsa berbeda untuk tinggal di desa iblis Oni."


"Akan kami laksanakan, yang mulia!" Semua prajurit itu sujud kepada Rxeonal dan bergegas pergi.


"Sebelum itu..."


Prajurit-prajurit itu berhenti bergerak dan segara menghadapi Rxeonal kembali.


"Apa yang kau mau, raja Rxeonal...?"


"Bawa iblis hebat yang sudah menghancurkan [Mobster] itu kepadaku, setelah itu kalian harus menyiapkan sebuah pelantikan karena iblis yang melaksanakan perintah-ku berhak memiliki sesuatu seperti jabatan prajurit Rxeonal!"


"Akan kami laksanakan perintah-mu tuan!"