
"Semua ramuan yang kau butuhkan telah siap, Yusa. Di mulai dari ramuan yang mampu menyembuhkan luka sampai ramuan yang dapat membuat kita kebal terhadap serangan api." Ucap Alisha, ia memisahkan beberapa botol yang memiliki cairan aneh. Setiap botol itu akan digunakan untuk membasmi semua monster yang tinggal di Mobster.
"Ngomong-ngomong... Semua perlengkapan yang kau buat dengan tulang ini... Hebat juga."
"Iyakah...? Apakah semua senjata sementara ini cukup untuk membasmi semua monster yang ada di tempat itu...?"
"Tentu saja tidak, bodoh. Apa yang kamu pikirkan..." Alisha mengambil sebuah belati tulang dengan bilah yang berduri. Alisha merasa cukup terkesan melihat iblis empat tahun bisa menciptakan sesuatu dengan tulangnya sendiri.
"Hmmm... Kalau begitu aku harus menciptakan beberapa senjata dari tulang-ku lagi."
"Jangan terlalu banyak menggunakan [Bone Creation], Yusa. Lebih baik kau mengendalkan kemampuan dan sihir-mu yang lain." Alisha melarang Yusa untuk menggunakan sihir [Bone Creation] berlebihan. Ia mengambil sebuah botol cairan putih lalu memberikannya kepada Yusa.
"Ramuan apa ini...? Kok warnanya putih?"
"Benih kehidupan-ku~" Alisha terkekeh.
"Ehh...? Benih kehidupan...? Apa itu...?"
"Pfftt... Fufufu~ Yusa yang akan aku jaga mulai dari sekarang itu polos juga ya~" Alisha mulai merasa tergoda melihat kepolosan Yusa sampai-sampai ia memeluknya dengan erat.
"Alisha... Apa yang kamu lakukan... Jangan peluk aku sembarangan...!"
"Hehehe~ Tak apa 'kan?"
"Sekali lagi... Benih kehidupan itu apa?!"
"Aku hanya bercanda tentang benih kehidupan kok, ramuan putih itu aku ciptakan dengan menghancurkan semua tulang-tulang monster yang aku kumpulkan. Sekali kamu meminum botol yang memiliki cairan putih ini maka tulang milik-mu akan terasa kuat lebih dari sebelum-nya."
Yusa merasa tertarik mendengar efek dari ramuan tersebut, jika ia memiliki-nya dan mengetahui cara membuatnya maka dia akan membuat ribuan ramuan itu agar ia bisa menggunakan sihir tulang-tulang yang lainnya bukan hanya [Bone Creation].
Yusa membuka penutup botol itu dan meminum semua cairan putih itu sampai habis, Alisha hanya bisa tersenyum melihat Yusa yang bersinar untuk beberapa detik. Yusa berpikir-pikir untuk belajar tentang sihir alkimia agar ia bisa membuat beberapa ramuan yang berguna untuk dirinya berburu atau berpetualang.
"Apa nama dari ramuan penguat tulang ini...?" Tanya Yusa.
"[Bone's Booster]. Ramuan yang hanya bertahan selama lima menit saja, tetapi aku bisa menambahkan waktu penggunaan-nya. Sayang sekali bahan baku yang aku butuhkan untuk memperpanjang waktu kegunaan-nya tidak ada."
"Ajarkan aku, Alisha. Aku ingin bisa membuat beberapa ramuan yang sama seperti [Bone's Booster ini]."
"Dengan senang hati, asalkan kamu siap dengan latihan yang berat~"
Yusa dan Alisha mulai tersenyum kepada satu sama lain, Yusa mengemas semua barang yang ia dan Alisha butuhkan ketika masuk ke dalam wilayah Mobster, semua persiapan sudah siap dan mereka tidak ingin menghabiskan waktu lagi. Mereka langsung pergi meninggalkan wilayah desa iblis Oni dan mengunjungi medan perang dimana iblis gila bisa saja menyerang.
Yusa menyerahkan beberapa senjata yang terbuat dari tulang kepada Alisha untuk pemeriksaan. Ketika Alisha memeriksa semua senjata yang Yusa buat ternyata itu belum cukup kuat, setajam apapun senjata yang di ciptakan oleh Yusa itu masih belum cukup untuk bisa membunuh monster dengan satu tusukan atau tebasan.
"Bukankah kamu terlalu mengandalkan ketajaman terhadap senjata...? Senjata yang kau ciptakan ini hanya berdasarkan kekuatan saja bukan efek seperti merusak tubuh musuh-mu, seberapa tajam atau kuatnya senjata yang mampu menyebabkan luka fatal... Luka fatal itu masih bisa disembuhkan kecuali kau memberikan efek tambahan kepada senjata yang kau buat itu."
"[Alchemist Boost]." Alisha menggunakan sihir alkimia-nya untuk memberi efek-efek berguna ke setiap senjata yang diciptakan oleh Yusa seperti racun, penyerapan tenaga, dan semua efek-efek negatif yang berguna.
"H-Hebat...!" Alisha memberi sebuah belati dengan bilah hijau kepada Yusa dan ia tidak bisa lagi menahan perasaan untuk tidak terkejut, "Sihir alkimia ternyata hebat... Suatu saat aku ingin mempelajari-nya agar semua senjata tulang-ku itu berguna."
"Sepertinya kau mudah sekali untuk terbawa suasana oleh sihir yang pertama kali kau lihat ya, Yusa." Luz mulai berbicara, tetapi Yusa tidak menjawab-nya karena ia tidak mau berbicara sendiri di kedua pandangan Alisha.
"Baiklah... Hanya kita berdua melaksanakan perintah dari raja Rxeonal tentang membasmi semua monster yang ada di Mobster. Semoga saja kita diberikan keberuntungan yang besar agar masih bisa bertahan hidup!" Alisha mulai berharap bahwa semua rencana yang ia rencanakan bersama Yusa itu berhasil.
Yusa mengalihkan pandangan-nya kepada Luz dan Luz menjawab dengan menggelengkan kepala-nya, "Membutuhkan waktu untuk diriku bisa mempercayai Alisha. Dalam waktu dekat, aku akan memperkenalkan diriku kepadanya. Pokoknya, fokus kepada satu hal yang penting yaitu melaksanakan perintah raja Rxeonal."
"Kita berdua... Iblis yang lebih mengandalkan kekuatan dan sihir saja, tetapi sihir penyembuhan-pun kita tidak punya. Satu-satunya cara penyembuhan kita adalah ramuan [Blood Boosting] yang aku ciptakan dimana ketika kita meminumnya maka semua luka-luka yang ada di tubuh kita akan sembuh."
Yusa hanya bisa diam, ia menjelaskan kepada Alisha dimana Luz juga pasti akan mendengarnya bahwa dia menginginkan semua barang berharga yang dihasilkan oleh semua monster yang ada di Mobster termasuk [Eateria] karena dia memiliki dendam besar kepada makhluk yang memakan kedua kaki Ibu-nya.
Alisha dan Luz mengangguk, mereka dengan senang hati akan membantu Yusa untuk bisa memenuhi tujuannya sendiri. Kehadiran Luz dan Alisha ada agar bisa membantu Yusa berkembang dan mendapatkan apa yang sebenarnya ia inginkan, itu artinya mereka berdua hanya akan berpihak kepada Yusa saja.
Yusa bersama rekan-rekannya berangkat dengan penuh harapan untuk bisa kembali pulang ketika selesai melaksanakan perintah, hari sudah menjelang malam dan bulan yang berwarna merah muncul di atas langit untuk membangunkan semua monster berdarah dingin. Melewati beberapa monster ganas yang berkeliaran itu sudah menjadi keseharian mereka.
Selama perjalanan berlangsung, Yusa membunuh satu monster ganas dan membelah semua tubuhnya sehingga darah-darah yang ada di dalam monster itu Alisha gunakan untuk mereka bisa mengalami perjalan yang aman. Darah itu bisa menjadikan mereka sebagai salah satu dari monster ganas itu.
Beberapa iblis Oni yang sedang berburu mulai membicarakan Yusa bersama Alisha bahwa seorang iblis berusia empat tahun dan seorang Succubus mencoba untuk membantai semua monster yang ada di [Mobster]. Mereka ingin sekali tertawa dan bahkan protes kepada Rxeonal, tetapi tidak bisa karena itu sama saja melanggar aturan yang diciptakan oleh Rxeonal sendiri.
"Semoga kedua iblis itu mengalami kematian yang damai..."
"Hahaha, kau bercanda-nya keterlaluan, bukannya [Mobster] adalah dungeon yang sangat mengerikan akhir-akhir ini...?"
"Begitulah... Bahkan [Eateria] juga tinggal di dungeon tersebut..."
"Malang sekali takdir mereka..."
***
Mereka berhenti di depan dungeon yang bernama [Mobster], ternyata dungeon itu tertutup dengan sebuah pintu besi besar untuk mencegah beberapa monster keluar darinya, tetapi hal itu percuma karena pintu besi itu akan terus hancur oleh ribuan monster yang bekerja sama.
"Baiklah! Ternyata Mobster itu terletak di tempat yang cukup jauh sampai-sampai kedua lenganku sudah siap untuk membunuh sesuatu!" Alisha merenggangkan kedua otot-nya, dia membutuhkan pemanasan agar bisa melawan jutaan monster yang tinggal di dalam [Mobster].
Yusa membuka pintu itu dengan hati-hati karena ia merasakan sesuatu yang aneh di dalamnya, Yusa bersama rekan-rekannya segara masuk ke dalam dungeon tersebut dan menutup rapat pintu yang menghalangi jalan keluar.
Mereka melihat para monster yang sedang memakan satu sama lain bahkan sisa-sisa iblis yang mereka culik sebelumnya, para monster ini sepertinya kelaparan bahkan rela melakukan aksi kanibalisme. Diantara kelompok monster yang sedang melakukan aksi kanibalisme terlihat seekor naga berukuran sebesar Alisha mulai mengalihkan pandangan mereka kepada Yusa.
"Kita baru saja terdeteksi..."
"Aku tahu, Alisha..."
"[Dragolar], naga yang memiliki dua tangan berotot yang besar. Mereka dapat memanggil beberapa monster yang berbeda jenis dengan mengaum---"
GRAGGGGHHHH!!!
[Dragolar] yang melihat Alisha dan Yusa menyusup masuk ke dalam Mobster segara memperingati semua monster untuk segara menjadikan mereka sebagai makan malam. Semua monster itu mengalihkan pandangan mereka kepada Yusa.
"Sekarang, Alisha!" Perintah Yusa.
"Hahhhh!" Alisha mengeluarkan sebuah botol bulat yang terisi cairan hitam di dalamnya, ia melemparnya ke depan sampai pecah. Beberapa asap muncul di sekitar dungeon itu dan menghalangi pandangan semua monster, tetapi itu adalah rencana yang dirancang oleh Yusa sendiri.
Yusa memiliki strategi yang baik seperti biasanya, ia bersama Alisha harus menyerang monster yang terlihat kuat dan berbahaya, perlahan-lahan mengurangi jumlah monster tingkat tinggi serta menyisakan monster-monster yang tidak bisa membuat mereka kesulitan. Hanya saja mereka harus bisa menjaga kesabaran mereka untuk menyerang musuh dengan cara diam-diam, serangan yang akan mereka gunakan itu hanya satu percobaan karena semua monster itu tidak akan bisa tertipu dengan trik yang sama.
Belum lagi [Eateria], dia bisa saja datang dengan tiba-tiba lalu melahap Yusa dengan hanya satu gigitan. Kemungkinan besar yang bisa mereka lakukan adalah menyerang semua monster di bagian vital mereka, Alisha melesat menuju arah beberapa Dragolar lalu menusuk lehernya menggunakan tulang belati yang beracun.
RAGGGHHH!!!
Mendengar pergerakan Alisha yang mulai beraksi, Yusa mengeluarkan pedang tulang andalan-nya lalu melompat menuju arah batu-batu tinggi dan membunuh semua monster yang bisa menyerang dari jangkauan jauh.
Teriakan para monster yang kesakitan membuat beberapa monster mulai beraksi. Beberapa menit kemudian, pasukan Kalavera datang dan melahap apapun yang menghalangi mereka karena asap hitam itu masih menghalangi pandangan siapapun kecuali Yusa dan Alisha.
"Dengan jumlah monster sebanyak ini termasuk pasukan Kalavera yang datang entah darimana... Kita memiliki sedikit kesempatan untuk bertahan hidup." Insting Yusa bisa merasakan pasukan Kalavera yang datang dan menyerang monster lain.
"Apakah kau memberitahuku untuk menggunakan ramuan gas...?" Alisha mengeluarkan sebuah botol berisi asap coklat di dalam-nya.
Yusa mengangguk dan Alisha melempar botol itu ke arah daratan sampai asap-asap coklat itu mengalahkan asap-asap hitam yang menghalangi pandangan mereka. Alisha segera berlari menuju pintu keluar dan menciptakan sebuah tembok es tebal berwarna merah.
"Terbakarlah..." Bilah pedang Yusa mulai terbakar dengan api mimpi buruk, ia melompat menuju arah Alisha lalu melempar pedang-nya menuju daratan sampai api mimpi buruk itu membakar asap gas yang menimbulkan ledakan besar.
BAAMMMMM!!!!