Luz Demonio

Luz Demonio
42 - Pergerakan Terakhir



Wilayah desa [Ragemakura], dulunya itu adalah wilayah yang dipenuhi tumbuhan dengan buah yang segar. Semua bangsa-nya juga hidup dengan damai, mereka tidak pernah berperang melainkan mereka lebih memilih untuk menanam tanaman apapun agar semesta Zuusuatouri memiliki oksigen yang berkualitas dan buah-buah yang lezat.


Sekarang, karena perubahan drastis yang terus terjadi di semesta Zuusuatouri yaitu perang. Perang apapun itu pasti akan selalu terjadi dan menyebabkan kehancuran yang tak terbayangkan, tidak ada yang bisa menghentikan garis keturunan perang karena itu sudah menjadi keseharian di dunia Iblis.


"... ..." Rxeonal berdiri tegak dengan kedua lengannya yang kotor dengan darah. Seluruh tubuhnya terluka cukup parah sampai darahnya terus berjatuhan


Ceytamold bersama kembaran-nya hanya bisa diam dan tersenyum psikopat melihat Rxeonal yang masih bangkit dengan seluruh tenaga terakhir-nya. Di belakang Rxeonal terdapat Xirkitsu yang sedang berlutut karena tenaga-nya sudah habis untuk membuat dirinya sendiri berdiri.


"... ..."


Rxeonal dan Ceytamold menatap satu sama lain dengan tatapan yang tajam. Jumlah Ceytamold berkurang karena kekuatan kombinasi yang dilakukan oleh Rxeonal dan Xirkitsu tetapi sekarang Rxeonal berdiri sendiri untuk melawan Ceytamold dan kembaran-nya.


Rxeonal bisa merasakan beberapa perbedaan tentang kembaran Ceytamold, mereka tidak terlalu kuat seperti yang asli jadi tujuan utama-nya hanya untuk menghabiskan kembaran Ceytamold terlebih dahulu sebelum melawan yang asli.


Rxeonal maju ke depan dan melawan mereka semua dengan semua yang ia miliki. Kedua kaki saja sudah cukup untuk mengulurkan waktu agar adik-nya tidak terluka atau di serang oleh mereka semua. Kedua kaki Rxeonal bergerak seolah-olah ia menginjak sesuatu dan serangannya itu mampu memberi efek kepada Ceytamold dan kembaran-nya.


Serangan Rxeonal berhenti ketika Ceytamold menghantam wajahnya sampai ia terjatuh di atas tanah, ini bukan hal yang sulit bagi Rxeonal jika dia masih memiliki tenaga dan kekuatan untuk bisa menggunakan kedua lengan dan sihir-nya. Rxeonal selalu yakin sekarang bahwa musuh apapun itu ia tidak boleh meremehkan-nya, hal itu masih belum dipelajari secara sempurna oleh dirinya.


Walaupun dia sudah memotivasi dirinya untuk tidak pernah meremehkan musuhnya, tetapi ia terus melakukannya terus menerus. Rxeonal bisa saja kalah karena sikap meremehkan musuh-nya, dengan sisa tenaga yang ada Rxeonal kembali bangkit sambil menarik beberapa nafas cukup berat.


"Hah... hah... hah..."


"Apakah kau belum selesai, raja bangsa Oni?" Tanya Ceytamold.


"Raja sepertiku tidak akan selesai sampai aku bisa membunuh-mu dan mengambil alih bangsa Inugami...!" Jawab Rxeonal dengan tatapan serius-nya.


"Iblis bajingan... Sampah dan kampungan seperti-mu... lebih layak untuk tidur di atas tanah sambil menikmati bau kaki-ku...!" Rxeonal menggerakkan ekor-nya mencoba untuk menguji seberapa kuat ekornya dan ternyata memiliki daya serangan yang lumayan untuk melukai Ceytamold dan kembaran-nya.


"... ...!" 


Rxeonal melotot ketika melihat Ceytamold bersama kembaran-nya menyerang dirinya dengan cara bersamaan menggunakan kombinasi serangan yang rumit. Rxeonal sudah tidak bisa melakukan apapun kecuali menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya, Ceytamold yang asli mencabut ekor Rxeonal dan menghantam seluruh tubuhnya menggunakan ekor-nya sendiri hingga Rxeonal terpental ke belakang.


Wajah-nya terlihat pucat sekali karena rasa sakit dari ekor yang tercabut, ekor Rxeonal yang tercabut mengeluarkan darah hitam dan menguras tenaga-nya cukup besar. Ekor Iblis bisa saja menjadi inti kelemahan karena jika ekor-nya putus maka tenaga mereka akan terkuras cukup besar.


"Hah... Ugghhhh...!!! Aggghhhh...!!!" Teriak Rxeonal kesakitan sampai ia bangkit kembali.


Mata Rxeonal melebar melihat beberapa sesuatu yang jatuh menuju arah-nya dengan jumlah yang besar, Rxeonal melirik ke arah Xirkitsu dan menendangnya jauh dari wilayah tersebut. Rxeonal memiliki waktu yang sempat untuk menghindar, ia melompat menuju arah Xirkitsu dengan penuh tenaga sampai ia terjatuh di sebelahnya.


"Ughh....!"


"Hueeggghhh...!!!" Dengan memaksa tubuh-nya sendiri, Rxeonal memuntahkan darah hitam.


Rxeonal mengubah posisi berbaring-nya dan ia merangkak menuju arah Xirkitsu, terdapat buah [Fruit of Wisdom] yang tergeletak di sebelah Xirkitsu dan Rxeonal sendiri bisa melihat tumbuhan yang menghasilkan buah itu mulai layu karena wilayah ini sebentar lagi akan menjadi lautan api dan lautan darah.


"Ugghh...!" Rxeonal memaksa lengan kanan-nya untuk meraih buah itu dan mengambilnya. Ceytamold tidak menyadari bahwa Rxeonal baru saja mengambil buah itu karena ia dari belakang sana sedang tertawa terbahak-bahak bahwa ia berhasil mengalahkan dua raja dari bangsa yang berbeda.


Rxeonal segera memakan buah itu dan menyisakan-nya untuk Xirkitsu, Rxeonal membuka mulut Xirkitsu dan memasukkan sisa buah yang ia pegang itu ke dalam mulut-nya. Xirkitsu perlahan-lahan mengunyah buah itu dimana tenaga dan kekuatannya kembali pulih dengan perlahan.


Rxeonal melebarkan mata-nya karena merasakan bahwa tubuhnya kembali bugar, kedua lengannya mulai bisa digerakkan kembali tetapi ia masih merasa lelah dan pegal di bagian seluruh tubuhnya.


"Buah yang terbelah menjadi dua... Efek-nya tidak akan sepenuhnya bekerja..." Rxeonal mengepalkan kedua tinju-nya sampai berurat.


"Rxeonal..." Panggil Xirkitsu.


Rxeonal segera menatap Xirkitsu yang kembali pulih, "Apakah kau baik-baik saja, iblis kecil...?"


"Sedikit..." Xirkitsu perlahan-lahan bangkit dari atas tanah dan ia mulai meregangkan kedua lengan-nya.


"Untung-nya buah yang kau pernah tanam dulu tumbuh... Tetapi, sepertinya keberuntungan kita sudah habis." Xirkitsu membantu Rxeonal berdiri sambil menunjuk ke depan dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan, Rxeonal menatapnya bingung dan ia mulai mengalihkan pandangan-nya ke depan.


"[Bone Creation EX: Wall of Great Devourer]" Rxeonal menciptakan sebuah tembok dengan wajah iblis pemakan segala-nya.


Tembok itu mampu melindungi mereka berdua dari hujan meteor tersebut. Selepas hujan meteor telah berhenti, pasukan Giblis bagian depan dengan tombak dan pedang yang mereka pegang maju menuju arah Rxeonal dan Xirkitsu dengan kecepatan penuh.


"Mereka tidak akan pernah berhenti..." Ucap Xirkitsu.


"Kalau begitu kita tunjukkan kalau kita tidak akan pernah berhenti juga." Jawab Rxeonal.


Rxeonal dan Xirkitsu bergerak ke depan dan melakukan kombinasi serangan bersama. Serangan mereka berdua dapat membasmi habis pasukan Giblis itu dan mengakhiri mereka semua agar tidak membelah diri atau meregenerasi. Kombinasi serangan semakin lama semakin cepat sampai bangsa Giblis itu tidak diberi kesempatan untuk menyerang.


Kombinasi mereka gagal dalam waktu yang singkat karena buah itu tidak memulihkan kondisi mereka sepenuhnya, pasukan di bagian tengah dan kembaran Ceytamold mampu melukai mereka dengan beberapa serangan yang berakhir cukup fatal.


Rxeonal dan Xirkitsu kali ini sama-sama terluka parah karena Ceytamold tidak mengulang kesalahan-nya lagi, Ceytamold menginjak kaki mereka sampai patah dan Rxeonal merasa muak karena sudah merasakan kesakitan cukup lama. Ia menghancurkan tubuh kembaran Ceytamold dengan semburan api hitam di dalam mulut-nya.


Rxeonal mencekik Xirkitsu dan melemparnya ke daerah yang aman, ia segera berpikir cepat dan menyemburkan api yang besar di depan-nya dan membuat dirinya terpental menuju arah Xirkitsu. Mereka membutuhkan waktu yang singkat untuk melarikan diri, bukan hanya itu saja karena sebagian kaki mereka patah dan terasa mati.


"Bangkitlah, iblis...!!! Mari kita secepatnya mundur...!" Ucap Rxeonal kepada Xirkitsu yang terlihat lemah.


"Raja iblis tidak akan pernah mundur...! Apakah kau melupakan kebanggaan dirimu sebagai raja bangsa Oni!?" Tanya Xirkitsu kesal dimana ia mengeluarkan beberapa darah dari mulut-nya.


Luka Rxeonal dan Xirkitsu sama parah-nya, terdapat sebuah lubang di bagian perut dan punggung mereka karena serangan dari bangsa Giblis dan Ceytamold. Rxeonal merobek kain di celana-nya dan mulai membalut luka Xirkitsu serta menutup luka itu untuk menghentikan pendarahan.


"Kakak... Pedulikan tentang dirimu---" 


Rxeonal menutup mulut Xirkitsu, "Kau tidak boleh meninggalkan-ku...!" 


"Kakak... Semua ini sia-sia... Lebih baik kau mementingkan nyawa-mu sendiri dan biarkan aku mengorbankan diriku sendiri agar kau bisa kabur...!" 


"Kau tidaklah rendahan, raja Onimakura...! Kau tidak sama rendah-nya dengan bangsa Oni...! Kau pantas untuk hidup dan merasakan kedamaian untuk semesta pahit ini...!!!" Teriak Rxeonal penuh kesakitan.


"Kakak Rxeonal..." 


Rxeonal menyediakan sebuah tumpukan kain untuk Xirkitsu, ia menepatkan kepalanya di atas kain itu dan membuat Xirkitsu merasa nyaman. Rxeonal hanya bisa tersenyum pahit karena kesakitan yang menyengat di sekitar tubuhnya.


"Sepertinya hanya aku yang masih bisa bertahan dan memaksa tubuh-ku sendiri... Aku tahu bahwa seharusnya tindakan-ku ini gegabah, tetapi ketakutan itu bukan pilihan untuk kita bangsa Iblis."


"Serahkan semua-nya kepadaku, iblis kecil." Rxeonal bangkit dari atas tanah dan ia mulai menunjukkan sebuah senyuman kecil.


Rxeonal menggambar sebuah garis lurus yang menandakan bahwa seseorang yang melewati garis itu maka mereka akan terbunuh langsung oleh Rxeonal. Dengan tenaga yang terkuras setiap detik-nya, Rxeonal menatap pasukan Giblis itu yang berjalan dengan pelan menuju arah-nya.


"Kalian mampu membuat raja seperti-ku marah... Dasar bajingan sampah, kalian tidak akan bisa melewati dinding yang sangat tebal saat ini." Ucap Rxeonal.


"[Bone Creation EX: Spears of Kalavera]" 


Tercipta beberapa tulang tajam di belakang punggung Rxeonal dan semua tulang tajam itu melesat menuju arah pasukan Giblis, barisan depan pasukan Giblis langsung terbunuh dengan tertusuk di bagian vital mereka yaitu jantung.


Rxeonal hanya bisa menahan mereka semua sampai Oui-nya habis, Ceytamold menahan semua tulang tajam itu dengan kedua lengannya yang tebal lebih dari baja sampai tulang-tulang tajam itu tidak mampu melukai dirinya atau menggores-nya.


"Kalian masih bertahan seperti-nya." Rxeonal maju ke depan.


Kedua lengan Rxeonal meledak ketika ia memaksakan tubuhnya terlalu jauh, Oui-nya sudah habis dan Rxeonal hanya bisa diam sambil melebarkan mata-nya. Kematian sudah menunggu-nya di atas sana dan dia sebagai raja akan gugur sebentar lagi tanpa diketahui oleh bangsanya sendiri.


"KEPARAT---" Ketika Rxeonal mencoba untuk mengeluarkan sihir lainnya, kedua kakinya meledak dan menyisakan hanya tubuhnya saja yang tergeletak di atas tanah.


"Ahh..." Rxeonal sudah tidak bisa lagi menggerakkan tubuhnya.


"Hooo... Jadi ini kematian ya...?" Rxeonal memejamkan kedua matanya.