Luz Demonio

Luz Demonio
64 - Demi Kedamaian



Pasukan aliansi dan musuh segera bergerak penuh dengan semangat, tidak ada yang namanya kesenangan tetapi memperjuangkan kedamaian walaupun itu menyakitkan. Vier mengangkat crossbow-nya ke atas dan seluruh pasukan yang memegang senjata jarak jauh membidik semua kepala pasukan itu sampai meledak.


"Dengan menggunakan rencana pertama yaitu seluruh pasukan yang menggunakan senjata jarak jauh serta sihir akan menyerang pertama, jika terdapat beberapa pasukan musuh yang berhasil melewati serangan itu maka sudah saatnya kita memulai rencana selanjutnya." Ucap Elvano dan seluruh pasukan yang menjalankan rencana kedua mulai bersiap.


"Seluruh pasukan yang melaksanakan rencana B, aku akan memimpin kalian!" Ucap Zakhr yang memegang sebuah sabit.


Seluruh pasukan B bergerak mengikuti Zakhr dari belakang sambil menebas semua Giblis yang mencoba untuk menerobos masuk pasukan C, dengan bergerak-nya pasukan B bersama A yang masuk melewati beberapa pasukan Giblis tanpa harus takut untuk mati.


Bangsa Inugami segera di tebas menjadi beberapa bagian oleh pasukan A dan B, Elvano melihat dari jauh dan ia mengangguk karena semuanya berjalan dengan lancar. Vimu dan Mimu segera mengisi sihir mereka untuk mengeluarkan sihir terkuat mereka dan Vier sibuk dengan melawan seluruh pasukan Giblis yang terus maju tanpa mundur.


Aldine menggunakan formasi Monstruo yaitu memanggil beberapa peliharaan-nya yang dapat membantu menghabiskan sebagian pasukan musuh, seluruh monster yang Aldine panggil berukuran cukup besar hingga beberapa Giblis mulai beradaptasi menjadi Montoblis dengan ukuran tubuh yang sama.


"Cih..." Aldine terlihat kesal ketika melihat Giblis yang berevolusi menjadi besar.


Gobun, sang pemimpin pasukan Giblis terus memerintah pasukannya sendiri untuk terus maju dan melakukan tahap fragmentasi terakhir, dengan ekspresi yang terlihat biasa saja Gobun yakin bahwa sebentar lagi pasukan Giblis akan menang kelak melawan pasukan aliansi yang lebih kuat di awal bukan di akhir.


Zakhr memimpin seluruh pasukan B cukup baik, tetapi semua pasukan Giblis dan Inugami itu mengamuk sehingga bertambah kuat. Seluruh anggota pasukan B mulai berkurang berkat kekuatan musuh yang terus meningkat, Zakhr hanya harus mengontrol situasi dan mencoba sekuat mungkin untuk tidak terbunuh.


Zakhr membelah seluruh tubuh Giblis itu menjadi beberapa bagian hanya menggunakan sabit-nya sendiri, seluruh pasukan Inugami yang mencoba untuk mengepungnya berakhir menjadi potongan daging kecil. Kedua mata Zakhr terbakar dengan api hijau dan ia segera bertarung sambil mendengarkan irama musik yang terdengar di dalam pikirannya.


"[Dancing Flaming Venoms]!


[Dancing Flaming Venoms], kemampuan Zakhr dalam menggunakan sabit yang mampu membuat dirinya berdansa dan menari di medan perang tanpa harus mengkhawatirkan musuhnya yang mencoba untuk menyerang atau mengepungnya karena mereka akan berakhir menjadi debu-debu yang bertebaran.


Vier mengganti senjata crossbow-nya dengan sniper, ia membidik seluruh kepala pasukan Giblis itu dan satu senapan saja sudah mampu menembus kepala tengkorak dari semua Giblis tersebut.


Karla maju dengan melempar kipas-nya yang mampu menebas semua pasukan musuh menjadi beberapa bagian, setiap musuh yang terkena kipas itu akan langsung beku dan hancur menjadi serpihan es merah. Takao hanya bertarung dengan ekspresi yang mengantuk karena sebentar lagi dia juga akan mundur.


Kizura menyerang dengan penuh kesenangan menggunakan kedua tinju dan kakinya yang menyebabkan tulang musuh terbakar hangus dan hancur. Beberapa senjata yang terbuat dari api kemarahan segera menghancurkan seluruh tubuh iblis yang menghalang jalan Kizura.


Kurma melompat ke atas dan beberapa pasukan musuh mencoba untuk menyerangnya dengan melompat juga, tetapi Kurma menggerakan kedua tombak-nya untuk mencabik-cabik musuh di sekitarnya sampai menciptakan hujan darah, pergerakan kedua tombak Kurma tidak bisa terlihat dengan mudah sampai di setiap kedipan musuh salah satu anggota tubuh mereka pasti hilang.


Terlihat Vania yang melempar kapak-nya ke depan dan menyebabkan seluruh pasukan Giblis terbelah menjadi dua, Vania melompat ke atas dan menarik kembali kapak tersebut tetapi ia menendang gagang-nya dengan sekuat tenaga menyebabkan kapak itu terpental menuju daratan dan membelahnya menjadi dua.


Beberapa pasukan musuh terjatuh ke dalam lubang tersebut dan Kurma melompat ke atas lalu meludah sebuah cairan coklat yang mampu membakar jurang tersebut dengan api-api coklat. Vier terus menembak menuju pasukan musuh dan mengenai bagian vital mereka yaitu kepala dan jantung.


Vimu dan Mimu bersama-sama menggunakan sihir petir dimana petir mereka mampu menyebar ke arah lainnya, seperti Giblis yang berada di barisan depan terkena petir dan petir itu akan mengenai Giblis yang berada di barisan belakang.


Yusa maju dengan seluruh tenaga yang ia miliki sampai ia berhasil menghancurkan pertahanan pasukan Inugami, ia melompat ke atas dan melempar pedang-nya ke arah semua Giblis itu sampai terbelah menjadi beberapa bagian.


Pasukan aliansi berhenti bertarung ketika melihat Yusa yang masuk ke dalam lautan Giblis itu, seluruh pasukan musuh tiba-tiba menyerang Yusa sendirian karena perhatian mereka serta tubuh mereka teralihkan oleh sebuah cahaya yang bersinar di bagian gagang pedang Yusa.


"Ada apa ini...? Kenapa mereka hanya menyerang, Yusa?" Tanya Takao yang mulai membersihkan noda di pedang-nya.


"Padahal aku baru saja menikmati senjata baruku ini." Vier menghela nafas-nya.


Kizura tidak berniat untuk kembali bertarung melainkan ia hanya ingin melihat hasil dari latihan yang Yusa alami, dirinya sendiri sudah mampu bertahan melawan pasukan Giblis, walaupun Yusa di kepung seperti itu ia masih bisa bertahan tanpa harus merasa kesusahan.


"Jadi apa yang dikatakan sejarah benar ya." Gallius tersenyum lebar.


"Cahaya untuk bangsa Iblis..." Lanjut Zakhr.


"...Satu-satunya Moirai Arma yang ditakdirkan untuk mengakhiri segala peperangan..." Lanjut Aldine.


"...Jadi ini ya, potensi yang disembunyikan oleh Zhin, dia menunggu potensi itu muncul di anak satu ini..." Mimu tersenyum serius.


"...Luz Demonio!" Teriak Vimu.


Kedua mata Yusa mulai menajam dan bersinar merah, pergerakannya semakin gesit sehingga seluruh pasukan Giblis yang mengepungnya langsung terbelah menjadi beberapa bagian.


Rxeonal dan Master terlihat kesal karena Yusa bisa saja menggagalkan rencana mereka dengan cepat, Rxeonal tersenyum jahat karena ia memiliki sebuah rencana yang mampu membuat tujuan mereka tercapai lebih cepat lagi.


"Tidak perlu khawatir, Master."


"Aku tidak mengkhawatirkan sesuatu."


"Oni Yusakage, anak itu masih belum mengerti tentang dunia iblis. Pikiran-nya masih belum cukup dewasa untuk bisa mengerti tentang ideal dan tujuan sebenarnya, dia bisa saja menjadi alat yang baik untuk kita gunakan."


Master tersenyum jahat, "Iblis takdir sepertinya kita jadikan alat agar bisa meraih kedamaian yang kita incar...? Aku suka itu."


Seluruh pasukan aliansi mengambil kesempatan itu untuk memulihkan diri dan beristirahat sambil melihat Yusa yang bertarung sendirian, seluruh perhatian teralihkan kepada Yusa termasuk pasukan terkuat musuh karena mereka mencoba untuk mencari kelemahannya sendiri.


Yusa tidak menggunakan kekuatan penuh bahkan setengah dari kekuatan-nya, ia hanya mengandalkan Luz untuk membasmi seluruh pasukan Giblis itu, pasukan Giblis itu tidak bisa melakukan kemampuan untuk fragmentasi dan adaptasi berkat formasi yang dapat menyegel segala kemampuan untuk beberapa detik.


Seluruh Giblis yang kemampuan-nya tersegel segera dihabisi oleh Yusa sebelum mereka bertambah kuat, Rxeonal menatap cahaya yang bersinar dari jarak jauh dan Master segera menghalang kedua penglihatan Rxeonal.


"Cahaya itu berbahaya... Jangan coba-coba untuk melihat cahaya godaan untuk bangsa Iblis."


"Cahaya godaan...?"


"Moirai Arma itu sepertinya memiliki sebuah formasi yang dapat menarik perhatian musuh secara paksa, termasuk tubuh iblis juga akan bergerak dengan sendirinya mencoba untuk menyerang pengguna Luz Demonio itu."


Rxeonal mencoba sekuat mungkin untuk tidak melihat cahaya itu karena kedua lengan-nya bergerak dengan sendirinya, tetapi ia merasakan sesuatu yang tidak masuk akal yaitu seluruh perhatian dari pasukan aliansi tidak teralihkan kepada Yusa, bahkan mereka tidak menyerangnya.


"Kenapa pasukan aliansi itu tidak menyerang Yusa?"


"Dasar bodoh, Yusa sudah dapat mengontrol penuh formasi tersebut jadi dia bisa menggunakan formasi itu kepada iblis yang ia anggap musuh." Master menghela nafasnya.


Master tidak tahan melihat Yusa yang bertarung sendirian membasmi pasukan-nya, ia segera memberi seluruh pasukannya aura Crimson, aura yang dapat menghancurkan segel dan juga mereka segera teralihkan ke arah pasukan aliansi yang sedang beristirahat.


Ceytamold maju ke depan dengan kedua kaki-nya yang mampu membuat lubang besar ketika menginjak daratan, beberapa pasukan aliansi lengah sampai mereka terbunuh termasuk Aldine yang terpental ke belakang oleh Ceytamold.


"Ughh...!" Katana Aldine terpental ke belakang dan ia mencoba untuk mengambilnya, tetapi seluruh tubuh Aldine mendadak lumpuh karena sebuah merah darah yang melumuri seluruh tubuhnya.


"A-Ack..."


Ceytamold berada di depan Aldine bersiap untuk menghabisinya dengan satu injakan, Aldine tidak bisa melakukan apapun kecuali menghadapi takdir kematian-nya sendiri.


"ALDINE...!!!" Teriak Rxeonal keras, ia segera maju menuju Ceytamold dan menebas-nya mundur, menyebabkan bilah pedang itu mengeluarkan ledakan kecil yang mampu mendorong Ceytamold mundur.


"R-Rxeonal...!" Aldine tersenyum.