
"... ..." Kizura duduk sila di atas batu nisan, ia tidak memiliki pekerjaan lain selain menjaga tempat istirahat terakhir semua anggota Truce Order yang gugur.
Di saat yang bersamaan juga Kizura melakukan sebuah meditasi untuk menenangkan pikiran-nya. Meditasi dalam istilah iblis juga bisa di jadikan latihan dimana Kizura melakukan meditasi tetapi pikiran-nya seperti membayangkan bahwa dirinya sedang bertarung di medan perang.
Metode itu juga mampu membuat Kizura bertambah kuat dan mendapatkan beberapa pengalaman, dalam waktu yang deket Kizura bisa mendengar suara yang jelas dari kedua telinga-nya.
"... ..." Kizura sadar bahwa ia tidak merasakan keberadaan siapapun di sekitarnya, ia berada di tempat itu sendirian.
"Kau ya..." Kizura baru saja mendapatkan sebuah pesan dari seseorang yang ia kenal. Orang itu berbicara dengannya melalui pikiran Kizura sendiri.
"Bukan-nya itu hal buruk jika aku berbicara dengan-mu... Kizura...?"
"Apa mau-mu...?"
"Konflik yang kau alami ini sepertinya pas juga dengan informasi yang akan aku berikan kepada-mu."
"Cepatlah beritahu aku... Aku tidak mempunyai banyak waktu untuk berbicara dengan orang sepertimu."
"Hooo... Kau sekarang terdengar seperti berpikir sebelum berbicara ya...? Baguslah, setidaknya kau bisa mengetahui arti dari sopan santun."
Kizura membuka kedua mata-nya dan melihat sesosok seperti manusia yang memakai sebuah jubah hitam untuk menghalangi seluruh tubuh-nya termasuk kepala-nya.
Rambut dan wajahnya masih bisa terlihat jelas oleh Kizura dan itu membuatnya kesal karena sesosok yang berada di depan Kizura adalah pemilik asli dari kekuatan tujuh dosa besar [Seven Deadly Sins].
"Jika anda membutuhkan saya maka segeralah untuk berbicara sebelum waktu-ku habis." Ucap Kizura dengan penuh hormat.
Pemilik asli dari kekuatan Seven Deadly Sins itu bernama Kuro, biasanya jika Kuro datang maka itu tidak akan jauh dari kata baik karena Kuro pasti akan memiliki informasi penting atau darurat yang harus Kizura dengarkan.
"Sepertinya terdapat seorang mortal iblis yang berani-beraninya memanggil dirinya sendiri sebagai pendosa segala-nya. Aku tahu ini masalah kecil, tetapi iblis seperti dia pantas untuk dihentikan secepatnya sebelum terlambat."
"Iblis yang kau maksud ini siapa...?"
"Inugami Ceytamold. Raja dari bangsa Inugami, aku dengar dia telah memiliki jantung Giblis yang sempurna. Jantung itu sudah digunakan oleh diri-nya dan kekuatan-nya itu tidak terbayangkan setiap detik terlewati."
"Apakah anda memberitahuku untuk segera membunuhnya...?"
"Itu tidak akan mudah. Jangan lakukan itu sendiri, bekerja samalah dengan seseorang yang kau anggap dekat. Lihat-lah lebih maju lagi bahwa kau sedang berada di sebuah aliansi dimana tujuan mereka semua sama yaitu kedamaian untuk semesta Zuusuatouri."
"Akan saya laksanakan dengan cepat, Kuro. Sepertinya Yusa dan yang lainnya sudah cukup untuk membantu-ku, terima kasih."
"Ya, aku serahkan padamu." Ucap Kuro.
Meditasi Kizura berhenti ketika Vier memanggilnya dari belakang dengan nada yang lumayan keras karena ia daritadi terus memanggil-nya.
Kizura mengalihkan pandangan-nya kepada Vier dengan wajah yang kesal karena ia baru saja di ganggu. Wajah Vier terlihat serius dan itu menandakan sesuatu hal yang aneh terjadi.
"Kenapa kau datang...? Apa mau-mu?"
"Ini penting, ketua dari aliansi ini bernama Vimu ingin kita segera ke ruang pertemuan." Ucap Vier.
Kizura mulai penasaran kenapa ketua dari aliansi itu memanggil mereka berdua, hal aneh lainnya adalah ia bisa melihat beberapa iblis dari bangsa Onimakura yang datang sambil melihat-lihat sekitar karena bingung melihat temen setenang ini.
"Kenapa bisa...? Aku merasakan banyak sekali keberadaan bangsa Onimakura."
"Itulah sebab-nya kenapa kita berdua di panggil ke ruang pertemuan...!" Vier tidak memiliki waktu lain untuk berbicara karena ini adalah keadaan darurat dan dia harus segera bergegas.
Kizura tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti Vier dari belakang, tak lama kemudian ia melihat Yusa dan Kyra yang datang menyusul dari belakang Kizura.
"Apakah kau dipanggil juga, Kizura?" Tanya Yusa.
"Kau siapa...?"
"Ini aku Oni Yusakage yang sudah besar." Yusa menghela nafas-nya.
"Pertumbuhan-mu cepat---"
"Kita bisa menjadi dewasa seperti ini karena bantuan dari ramuan milik Vimu." Kyra memotong pembicaraan Kizura.
"Hoohhh... Gitu ya, ngomong-ngomong kenapa kita semua di panggil?" Tanya Kizura dimana insting-nya mulai merasa tidak enak karena merasakan beberapa keberadaan yang kuat di depan-nya.
"Karla bilang bahwa Vimu baru saja mendapatkan pesan darurat dari seksi delapan yang bernama Onimakura Koreomi, siapa tahu dia memiliki informasi yang penting." Ucap Yusa karena tadi dia sedang bersama Karla berlatih terus.
Mereka melihat ruangan pertemuan itu, ketika Vier menginjak karpet yang terletak di depan pintu, pintu yang ada di depannya langsung terbuka dan membuatnya dirinya berhenti bergerak.
"Kalian datang lumayan terlambat." Mimu mulai berbicara dan menarik mereka semua masuk lalu menutup pintu ruangan pertemuan dengan sangat rapat.
Yusa baru pertama kali melihat ruangan yang sangat mewah dan nyaman dimana ia bisa merasakan udara yang dingin. Terdapat beberapa meja dan kursi yang berjajar, Vimu bersama Mimu duduk di kursi bagian tengah.
Ruangan itu terdapat meja lingkaran dengan kursi yang berjumlah 12. Dua untuk Vimu dan Mimu sedangkan sepuluh-nya lagi untuk semua ketua seksi dari Truce Order.
Yusa melihat Karla yang duduk di atas kursi dimana di depan-nya terdapat sebuah papan yang menunjukkan [Elder Section II - Onimaru Karla].
Bukan hanya itu, Yusa dan yang lainnya bisa melihat semua ketua seksi satu sampai sepuluh. Hal itu sudah tidak ragu lagi untuk Kizura karena mereka semua yang sangat kuat bisa berkumpul di satu tempat.
[Elder Section I - Onikage Takao - Boy]
[Elder Section II - Onimaru Karla - Girl]
[Elder Section III - Oniyami Aldine - Girl]
[Elder Section IIII - Vania Von Camellia - Girl]
[Elder Section V - Onikuma Gallius - Boy]
[Elder Section VI - Onigasaki Kurma - Boy]
[Elder Section VII - Onimusha Zakhr - Boy]
[Elder Section VIII - Onimakura Koreomi - Boy]
[Elder Section IX - Onijin Itsuki - Girl]
[Elder Section X - Oni Selvia - Girl]
Yusa merasa bingung kenapa harus ada informasi tentang jenis kelamin di semua papan itu. Vimu mulai menciptakan sebuah kursi di belakang Yusa dan yang lainnya, ia mengontrol mereka untuk secepatnya duduk.
"Baiklah, mari kita mulai dengan informasi yang kita dapatkan dari Koreomi." Ucap Mimu.
"Silahkan untuk menjelaskan, Koreomi." Vimu tersenyum.
Koreomi bangkit dari kursi-nya, tubuh-nya dipenuhi luka karena bekas dari medan tempur melawan bangsa Giblis. Koreomi menundukkan kepalanya sebentar untuk menunjukkan kehormatan dirinya kepada Vimu dan Mimu.
"Dengarkan aku...! Semua-nya...!" Koreomi mulai berbicara di depan mereka semua dan di depan sebuah alat yang mampu membuat suara Koreomi bisa terdengar di sekitar tempat aliansi Truce Order.
"Aku...! Iblis dari bangsa Onimakura serta ketua dari seksi delapan berhasil melarikan diri dari medan perang seperti seorang pengecut! Ini adalah darurat semua-nya, aku membutuhkan bantuan kalian semua untuk bisa menyerang bangsa Giblis yang berada di wilayah [Ragemakura]!"
Suara Koreomi bisa terdengar jelas di sekitar tempat aliansi itu.
"Terdapat dua raja yang hebat dan bijaksana yang bernama Oni Rxeonal dan Onimakura Xirkitsu sedang bertarung mati-matian melawan bangsa Giblis itu! Tolong lah...!!! Ini darurat karena kita membutuhkan kedua raja itu untuk bisa memenuhi tujuan kita...!"
"Oni Rxeonal...?" Aldine terlihat terkejut ketika mendengar itu.
"Mereka bisa saja mati...! Mereka mengorbankan diri mereka sendiri demi keselamatan bangsa Onimakura, kita sebagai anggota dari aliansi ini harus membantu mereka yang sedang berjuang melawan bangsa Giblis...!!!" Teriak Koreomi dengan suara panik.
Vimu dan Mimu mendapatkan informasi yang lengkap untuk bisa melaksanakan keinginan Koreomi.
"Disetujui." Ucap Vimu dan Mimu bersamaan, alat yang terletak di depan Koreomi mulai menghilang dan muncul di depan Vimu.
"Tugas darurat...! Misi darurat...! Semua anggota aliansi Truce Order yang minat untuk bertarung melawan bangsa Giblis dan menyelamatkan kedua nyawa raja maka segera berkumpul di luar tempat rahasia...!" Ucap mereka bersama.
Koreomi merasa lega mendengar-nya, masih ada waktu untuk menyelamatkan mereka berdua dari kematian.
"Misi darurat... Dilaksanakan sekarang." Ucap Vimu.
"Kalian para ketua seksi diwajibkan untuk ikut." Ucap Mimu.
"Dengan penuh kehormatan...! Kami akan melaksanakannya...!" Ucap semua ketua seksi sambil menundukkan kepala mereka.
Yusa bisa mendengar teriakan anggota aliansi Truce Order dari luar ruangan dan suara langkahan pasukan yang bergerak keluar bersiap untuk membantai bangsa Giblis.
"Baiklah... Waktunya untuk memberi mereka semua pelajaran...!" Ucap Yusa.