
Alisha bersama Yusa dan Kizaru tiba di depan rumah-nya, Kizura merasa terkesan melihat rumah Alisha yang terlihat hampir sama seperti istana.
"Silahkan masuk, maaf ya, aku tidak memiliki makanan apapun untuk kita bertiga."
Ketika Alisha membuka pintu dari rumah-nya, beberapa Succubus yang berpakaian [Maid] dan [Suster] memeluk Alisha dengan sangat erat karena merasa rindu.
Alisha dikejutkan dengan pelukan mereka, ia tersenyum melihat adik-adik angkat-nya merindukan dirinya yang sudah pergi jauh untuk mencari pekerjaan.
Salah satu dari mereka meneteskan beberapa air mata dan menunjukkan ekspresi yang terlihat sedih, Alisha segera menyadarinya.
"Ada apa, Michan?" Alisha mengusap kepala seorang Succubus yang sedih itu.
"Kakak... Beberapa minggu yang lalu, kota Sermina di serang oleh pasukan iblis gila. Beberapa petarung di desa ini terluka parah sampai terdapat beberapa korban yang sudah gugur... Kita mencoba untuk menyelamatkan mereka tetapi tidak bisa."
Semua Succubus itu menangis karena merasa gagal untuk tidak bisa menyelamatkan sebuah nyawa, Kizura mengingat insiden penyerang pasukan iblis gila yang kadang berakhir dengan kehancuran atau korban-korban yang langsung kehilangan nyawa.
"Setidaknya... Kalian berusaha cukup keras." Alisha mencium kening mereka satu-satu.
"Kyra... Kyra... Kyra terluka parah karena menahan semua iblis gila itu untuk menghancurkan barrier desa kita, Alisha...!"
Alisha segera melotot ketika mendengar berita tersebut, ia memberikan Yusa kepada Kizura dan bergegas pergi menghampiri kamar seorang iblis yang bernama [Kyra].
"KYRA!!!"
Alisha masuk mendobrak pintu kamar Kyra disertai ketakutan yang luar biasa. Terdapat beberapa Succubus dan seorang suster yang sedang melakukan penyembuhan untuk Kyra yang terluka cukup parah di bagian seluruh tubuhnya. Alisha menghampiri Kyra dan melihat dirinya dipenuhi dengan luka-luka fatal sampai kedua matanya hancur.
Alisha memasang raut wajah kesal dan dendam terhadap iblis gila mulai membesar sampai ia tidak akan bisa memberi mereka ampun lagi, begitu Alisha menatap Kyra semua Succubus itu menyadari Alisha yang telah pulang kembali dengan sebuah luka di bagian mata kiri-nya.
"Kakak Alisha, ada apa dengan mata kirimu itu...? Apakah kamu bisa melihat dengan luka itu!?"
"Maaf, adik-adik... Aku mendapatkan luka ini pada saat dalam perjalanan, mata kiri-ku sudah tidak berfungsi."
"Kalau begitu aku akan mencoba sekuat mungkin untuk menyembuhkannya, kakak." Ucap suster itu.
"Tidak usah, nyawa Kyra lebih penting dibandingkan diriku, dia ini masih kecil dan membutuhkan penyembuhan lain, Mizuka."
Suster yang bernama Mizuka itu mencoba untuk membantu Alisha, tetapi Alisha mulai menahan Mizuka dan menggelengkan kepalanya karena ia tidak mau merepotkan siapapun yang merindukan dirinya. Kyra perlahan-lahan membuka kedua matanya dan menatap Alisha.
"Kakak...!"
Kyra memaksakan tubuhnya untuk berdiri dari kasur dan langsung melompat sampai memeluknya erat. Alisha menyambutnya dengan senyuman dan usapan di bagian kepalanya, ia juga melihat beberapa perban di seluruh tubuhnya sampai membuatnya cemas karena luka-luka yang diberikan iblis gila itu terkadang abadi dan susah untuk disembuhkan.
"Alisha Elonzo..."
Panggil seorang ratu, Alisha mengalihkan pandangannya kepada ratu itu dan ia menundukkan kepalanya.
"Ratu Dyiamire... Kenapa anda datang ke tempat tinggalku ini...?"
Ratu Dyiamire adalah seorang ratu Succubus yang memimpin desa [Sermina], Alisha tidak mempercayai apa yang baru saja ia lihat yaitu Dyiamire mendatangi tempat tinggal yang lumayan jauh dari desa.
"Saya sendiri datang hanya ingin berterima kasih kepada aksi heroik Kyra Elonzo, bangsa iblis gila tadi berjumlah hampir ribuan dan semua pasukan-ku terbantai habis... Entah kenapa keajaiban datang yaitu Kyra sendiri berhasil membunuh mereka dan membuat sebagiannya mundur."
"Bangsa iblis gila menyerang dan mundur...? Itu artinya penyerangan tahap kedua akan dilaksanakan oleh bangsa sehina mereka." Kizura mulai berbicara.
Dyiamire menatap Kizura, "Ahh... Ternyata Alisha tidak sendirian ya, dia membawa dua iblis laki-laki ke dalam tempat persembunyiannya."
"Dia rekan-ku dan iblis berusia empat tahun itu adalah anak yang harus aku jaga dan asuh."
"Begitu ya... Ngomong-ngomong penyerangan tahap kedua yang kau maksud itu apa?"
"Bangsa Iblis atau biasanya di panggil dengan sebutan [Giblis], Giblis biasanya akan menyerang berbagai desa atau menciptakan perang satu sama lain. Inti-nya jika salah satu dari mereka berhasil mundur dari medan perang maka mereka akan kembali membawa Giblis yang jauh lebih kuat!"
"Giblis sialan itu... Mereka akan membayarnya...!"
"Kakak...?" Kyra menatap Alisha.
Alisha mulai mengusap kepala-nya, "Mungkin sudah saatnya kalian pulang ya."
Alisha menyuruh beberapa Succubus yang masih berusia kecil itu untuk segera pulang kembali kepada orang tua-nya, tempat tinggal Alisha itu hampir sama seperti panti asuhan yang dulunya di jaga oleh dirinya dan sekarang di jaga oleh Mizuka.
"Biarkan saya yang membawa mereka pulang, Nona Alisha." Dyiamire mulai berbicara kembali.
"Tidak usah---"
"Lebih baik kau beristirahat saja disini sambil mengasuh Succubus yatim-piatu yang lainnya." Dyiamire memegang kedua bahu Alisha dan tersenyum, Alisha tidak memiliki pilihan lain selain membiarkan Dyiamire untuk membawa beberapa Succubus yang memiliki keluarga itu pulang.
***
Semua Succubus yang memiliki keluarga itu pergi meninggalkan tempat tinggal Alisha, Alisha melambaikan tangannya kepada mereka dan segera menutup pintu lalu mengunci-nya.
"... ..."
Alisha sudah menyuruh Mizuka dan Kizura untuk mengasuh Succubus yang lainnya serta memulihkan Kyra dan Yusa. Pikiran-nya saat ini dipenuhi dengan peperangan yang terus terjadi di Zuusuatouri.
Alisha masuk ke dalam kamar Yusa dan melihat Yusa yang sedang tertidur cukup lama. Sepertinya kondisi Yusa masih belum pulih karena ia tidak pernah bangun.
"Hahhh..." Alisha menghela nafas dan menutup pintu kamar tersebut.
Ia berjalan pergi menuju pemandian air panas yang terletak di bagian belakang tempat tinggal-nya, pemandian air panas adalah satu-satunya cara yang dapat membuat dirinya tenang untuk sementara.
"Jika mereka kembali... Aku akan membuat semua iblis gila itu menderita karena sudah melukai adik-adik asuhan-ku..."
Alisha melepas tank top-nya dan melanjutkannya dengan melepas rok-nya, ia menatap dirinya sendiri di depan cermin dan ternyata luka di bagian kirinya terlihat jelas.
"Yusakage kejam sekali... Hahhhh... Walaupun dia masih kecil, setidaknya dia bisa memiliki beberapa pengalaman penting."
Ketika Alisha beres melepas seluruh pakaian-nya, ia masuk ke dalam pemandian air panas itu dan menatap air-air hangat yang jernih itu.
"Dunia iblis... Aku tahu itu sangatlah pahit, tapi dunia ini kadang memberi sesuatu yang nikmat dan indah."
Alisha memasukkan kedua telapak kaki-nya terlebih dahulu dan melanjutkannya dengan duduk di atas batu-batu panas yang dapat merawat kulitnya menjadi mulus.
Alisha mengusap seluruh tubuhnya dan mulai tersenyum sinis.
"Hehhhh... Apa-apaan ini, kenapa pikiranku terasa seperti ingin membunuh dan memakan seseorang...?"
Alisha menjilat bibirnya dan menggigit ujung bibirnya sampai berdarah.
"... ..." Alisha memejamkan kedua matanya.
***
Kizura saat ini sedang berada di atas atap tempat tinggal Alisha sambil menjaga dewa Sermina ini dari serangan tahap kedua oleh bangsa iblis gila.
Kizura dapat melihat dari jauh dan itu membantunya karena ia melihat beberapa rumah-rumah yang terbuat dari batu serta lubang-lubang yang di tutup dengan daun-daun.
"Hohhhh... Sepertinya terdapat beberapa bangsa Iblis gila yang sedang tinggal di luar desa Sermina ya...? Sepertinya penyerangan tahap kedua akan terjadi!"
Kizura tersenyum sinis.