
"... ..." Kizura membuka kedua matanya, hal yang ia lihat hanyalah beberapa serpihan batu yang masuk ke dalam kedua matanya dan itu membuatnya merasa kesal. Kizura duduk di atas tanah selagi melihat sekeliling dan ia sadar bahwa ia berada di dalam tanah yang cukup dalam karena serangan mendadak dari semua Giblis itu.
"Mereka terlalu kuat sepertinya..."
Kizura bangkit dari atas tanah dan mulai meraba tembok yang tiba-tiba retak dengan sendirinya, ia bisa merasakan goncangan besar di atasnya yang mengartikan bahwa perang terus terjadi, Kizura tersenyum psikopat ketika merasakan kemarahan besar dari Yusa dan ia bisa mengetahui situasinya ketika merasakan amarah tersebut.
"Hmph, iblis takdir... Apa yang aku harapkan terhadap kemampuan mereka yang bertarung di medan perang...?"
Kizura mulai berjalan pergi mencari jalan keluar, tetapi ia menemukan Majin dan Majiru yang tergeletak di atas tanah, mereka terlihat pingsan karena luka-luka yang disebabkan Giblis itu mampu mengenai tubuh Majiru sampai ia bisa melihat beberapa darah di bagian perut-nya.
"Cih... Menyusahkan saja!"
Kizura mulai membangunkan Majin yang terlihat biasa saja dengan menginjak perut-nya sampai bangun.
"Uhugghh!"
Majin membulatkan kedua matanya dan ia melihat Kizura yang tersenyum sadis.
"Aku bukan masokis, goblok!" Majin menunjukkan ekspresi kesal dan ia segera bangun lalu mengusap-usap bajunya, ia mengalihkan pandangannya kepada Majiru yang terluka cukup parah di bagian perut dan bahu-nya, Majin mulai merasa bersalah karena dirinya baru saja terselamatkan oleh kakak-nya karena penyergapan sebelumnya.
"K-Kakak...!"
Majin merobek baju-nya dan membuat kain yang ia dapatkan dari baju itu untuk membalut luka-luka Majiru, Kizura tidak bisa terlalu lama menatap kedua adik dan kakak itu karena ia mulai mengingat kakak-nya yang hilang entah kemana sekarang, ia segera mencari jalan keluar dari dalam tanah itu atau mereka semua akan mati karena tertindih.
"Apa yang terjadi...? Bagaimana bisa kita terjebak di tempat sempit seperti ini...?"
"Berkat bantuan dari [Flag of Warcry], semua Giblis itu bertambah kuat dan memiliki kemampuan untuk cepat berevolusi, tetapi sayangnya bendera itu tidak berguna karena iblis takdir yang bernama Oni Yusakage itu. Biasanya jika iblis takdir siap bertempur dan memiliki niat untuk mengakhiri perang maka bendera itu tidak berguna sama sekali."
Majin baru saja selesai melakukan penyembuhan sementara untuk Majiru, ia mulai memangku-nya dengan sekuat tenaga karena ia harus membalas perbuatan baik Majiru kepada dirinya yang sudah menyelamatkannya dari penyergapan itu.
"Mari kita pergi, kakak. Aku bersama iblis aneh ini akan mencari jalan keluar dan kita akan segera mencari tempat untuk dirimu beristirahat."
"Iblis aneh yang kau maksud itu adalah Kizura. Namaku adalah Shimatsu Kizura, salam kenal, bangsa Oni."
"Aku mengenali dirimu kok." Majin menendang batu besar yang menghalangi jalan-nya.
"Benarkah...?"
"Aku merasakan kekuatan dari [Seven Deadly Sins], tetapi yang aku rasakan hanyalah dosa [Wrath] mungkin saja kau memiliki kekuatan dari dosa amarah, heh."
"Sudah jelas sih, aku bisa melihatmu bertarung menggunakan kekuatan itu. Ternyata kau ini kuat!!!"
Majin tersenyum serius kepada Kizura, Kizura hanya bisa senyum sinis. Kedua senyuman mereka bisa saja disebut mengerikan oleh iblis atau ras lain, ruangan itu terus berguncang dan Kizura tidak menjamin bahwa mereka akan keluar dengan selamat.
"Sial... Kekuatan apa yang aku rasakan di luar sana...?"
Majin menghancurkan semua tembok yang menghalang-nya, Kizura bisa merasakan keberadaan Alisha di depan-nya, Alisha tidak sendiri sepertinya karena ia bisa merasakan keberadaan yang lainnya.
"Majin, berhenti sebentar. "
"Hah...?"
Majin dan Kizura berhenti bergerak untuk seketika, mereka bisa mendengar suara jeritan dari Giblis yang terbunuh dengan cara sadis. Kizura menghampiri suara jeritan itu dan ia melihat Alisha yang berdiri lesu sambil membunuh semua Giblis yang masih berusia kecil, di setiap serangan Alisha tidak terdapat belas kasihan apapun.
"... ..." Majin hanya bisa diam karena Alisha baru saja bersikap seperti seorang iblis yang dingin karena ia membunuh semua Giblis yang tidak berdaya itu tanpa ampun, ia juga tidak memberi belas kasihan apapun.
"Untuk apa kita melarikan diri dari membunuh semua Giblis yang berusia kecil seperti ini...? Kita kabur maka kita akan menciptakan kehancuran yang baru karena telah memberi belas kasihan kepada semua Giblis ini, apakah kau tahu Giblis itu cerdas dalam hal membunuh dan bertarung...? Mereka itu sangat cepat untuk beradaptasi."
Jeritan Giblis semakin kencang dan cara membunuh Alisha itu cukup sadis juga, Kizura tidak menyangka bahwa Succubus sepertinya bisa membunuh siapapun dengan cara yang sadis. Seluruh tubuh Alisha telah terkotori oleh darah-darah dan terdapat beberapa luka-luka yang cukup berat di bagian tubuhnya.
"Lebih baik kau berhenti sekarang juga, Alisha, kondisi-mu saat ini tidak baik." Kizura bisa melihatnya.
Majin berniat untuk menggunakan kesempatan ini dengan mencari jalan keluar karena keselamatan itu prioritas ke satu dirinya, Kizura menghampiri Alisha dan mencoba untuk menghentikannya, tetapi Alisha menjauh dan melanjutkan beberapa serangan mematikan kepada semua Giblis yang masih belum habis itu.
"Alisha, lebih baik kau berhenti sebelum kondisi-mu memburuk, kau tadi menyelamatkan Yusa dan menahan semua serangan itu bukan...?! Dengan kau terus bertarung maka luka-mu akan semakin parah, bodoh---"
Alisha berlutut dengan kedua lengan-nya yang gemetar, penglihatannya sudah buram disertai dengan kedua telinga-nya sudah tidak bisa mendengar apa-apa lagi. Kizura segera menghampiri Alisha dan melihat mata kanan yang terlihat kosong.
"...bunuh."
Alisha terjatuh di atas tanah dengan kondisi yang tidak sadar, Kizura segera mengangkat-nya dan mencoba untuk merasakan urat nadi-nya yang berdetak cukup pelan. Beberapa luka yang Alisha alami sepertinya tidak biasa karena beberapa dari pasukan Giblis lain sepertinya mampu meninggalkan luka kutukan untuk Alisha sendiri.
"Dasar Succubus bodoh---"
Ruangan bawah tanah itu mulai bergetar bahkan beberapa batu kecil mulai mengenai kepala Kizura, Kizura segera pergi dan mengikuti Majin dimana ia sudah menciptakan sebuah jalan keluar yang lumayan jauh, tetapi ruangan bawah tanah itu semakin lama semakin sempit sampai retak dan menjatuhkan batu-batu besar.
Majin menggali lubang yang lumayan panjang sampai ia menemukan sebuah gua yang memiliki ruangan cukup besar, terdapat banyak sekali pintu masuk dan Majin merasa bingung untuk memilih harus pergi kemana. Kizura melihat ke atas dimana ia melihat beberapa batu besar yang jatuh menuju Majin.
Kizura menendang pantat-nya dan ia segera mengangkat Majin dan Majiru menggunakan seluruh tenaga-nya, Kizura maju ke depan tanpa melihat ke belakang dimana terdapat beberapa ledakan yang berasal dari bangsa Giblis itu, sepertinya mereka sudah mulai dekat dengan tempat tinggal sementara bangsa Giblis.
Kizura memasuki ruangan dimana ia melihat tiga pintu masuk di depan, kiri, dan kanan. Arah kiri dan kanan mengeluarkan sebuah ledakan yang besar sampai membuat Kizura terpental ke depan dan menjatuhkan ketiga Iblis yang ia angkat.
"Cih... Yusa dan pasukan Giblis itu seperti berperang habis-habisan di atas sana." Kizura kembali bergerak sambil menggendong Alisha di belakang-nya, tetapi ia segera berhenti ketika melihat beberapa air lahar muncul.
"Cih... Jika saja aku tidak terjatuh di situasi menyebalkan seperti ini, aku pasti akan kabur sendirian."
"Oi, bukannya itu tindakan penghianatan!?"
"Kita tidak punya waktu debat, bodoh!!!" Kizura mencari arah lain bersama Majin dan mereka berhenti seketika ketika melihat semua jalan terhalang dengan batu-batuan yang terlumuri dengan racun dari Giblis serta air lahar lainnya mulai keluar dari retakan tanah tersebut.
"Oi, bukannya kau memiliki dosa [Wrath]?! Kenapa tidak berjalan masuk saja ke dalam lahar itu saja dan mencari jalan keluar lainnya!?"
"Bukan itu masalahnya...! Aku membawa Alisha, bodoh. Percuma saja jika aku memberinya kekuatan dosa amarah di kondisi-nya seperti ini!"
Majin tidak memiliki waktu lainnya untuk berbicara, ia menggunakan [Bone Creation] untuk menghalang semua air lahar itu, setelah selesai ia segera menggali ke atas dan menemukan gua lainnya dimana terdapat beberapa tulang-tulang di dalam sana.
Majin melompat keluar dan menarik Majiru, ia segera menciptakan beberapa tembok tulang di sekitarnya untuk menahan daya tahan ruangan tersebut dari kehancuran yang ada di medan perang, Kizura melompat keluar dari dalam lubang yang ia ciptakan bersama Alisha dan mereka bisa merasakan keberadaan Giblis yang terletak tepat di atas mereka.
"Kita sudah dekat, ikuti aku!"
Majin bergerak ke depan dan menghancurkan tembok yang ada di depan-nya sehingga ia bertemu dengan seorang iblis yang sedang memakan menggunakan tangan kiri-nya, tetapi Majin baru saja lengah ketika melihat Iblis yang langsung menghantam wajahnya menggunakan tinju kanannya.
Majin langsung terjatuh bersama Majiru.
"... ..." Kizura berhenti bergerak dan ia mulai menatap iblis tersebut.
"Giblis...?"