Luz Demonio

Luz Demonio
16 - Kemarahan Besar



Wilayah Mobster dipenuhi dengan api mimpi buruk yang sulit untuk padam serta terdapat beberapa lubang besar di sekitar daratan itu. Beberapa iblis Oni mengobservasi tempat itu dan mereka tidak menemukan siapapun bahkan Alisha dan Yusa.


"Sepertinya tidak ada satupun iblis atau monster yang tersisa di ledakan tadi. Bahkan [Mobster] sudah hancur karena ledakan itu."


"Ledakan kali ini hebat sekali... Aku tidak mempercayainya..."


Setelah mengobservasi wilayah tersebut, mereka semua pergi meninggalkan wilayah itu karena tidak memiliki urusan lain. Di dalam lubang yang dalam terdapat Alisha dimana ia mulai bisa membuka kedua matanya lagi, ia bisa merasakan seluruh tubuhnya dipenuhi dengan kesakitan karena ledakan yang dahsyat tadi.


Alisha mulai melihat sekeliling dan ia melihat Yusa tergeletak di depannya dengan kondisi yang sudah pingsan karena menggunakan Luz Demonio, pedang itu masih bisa terlihat oleh Alisha.


"Alisha, kemari...! Yusa tidak memiliki waktu lain!" Luz menyuruh Alisha untuk menghampirinya dan Alisha segera merangkak menuju arah Yusa tanpa harus memberi beberapa pertanyaan yang menghabiskan waktu.


Ia membuka sayap bagian kanannya dimana ia masih menyimpan sebuah botol berisi cairan merah, Alisha segera mengambilnya dan membuka penutup botol itu menggunakan taring-nya. Luz melihat bahwa Alisha hanya memiliki satu ramuan yang dapat memulihkan kondisi, sepertinya ia akan memberikan semuanya kepada Yusa.


Alisha mulai meneguk semua ramuan itu sampai membuat Luz terkejut karena Yusa tidak akan bisa pulih karena ramuan itu dihabiskan oleh Alisha.


"Apa yang kau lakukan, Alisha!? Yusa bisa saja mati---"


Alisha memegang kedua pipi Yusa dan segera mencium-nya bibirnya untuk memasukkan cairan merah yang tersisa di dalam mulutnya. Luz terkejut ketika melihat Alisha baru saja memberi Yusa sebuah ciuman di bibir, tetapi apa yang Alisha lakukan itu cukup logis karena Succubus mampu memulihkan kondisi ketika mereka mencium seseorang di bibir.


"Uckk... Ucckk..." 


Yusa menggerakkan beberapa jari-nya dan ia meminum semua cairan yang diberikan oleh Alisha, setelah habis Alisha bangkit dan mengusap bibir-nya. Tidak ada reaksi apapun dari dirinya dan Yusa kecuali Luz yang merasa iri.


"Alisha... Aku sebagai Luz Demonio juga membutuhkan sebuah pemulihan loh."


"Gunakanlah formasi penyembuhan-mu itu." Jawab Alisha. 


"Ugh... B-Baiklah."


Yusa perlahan-lahan membuka kedua matanya dan ia melihat Alisha yang sedang tersenyum, setelah Yusa bangun ia langsung mengangkat Yusa karena dia masih membutuhkan beberapa penyembuhan lain karena cairan tadi itu hanya sementara. Alisha segera menggerakkan kedua sayap-nya dan ia meluncur keluar dari lubang tersebut.


"Oi! Jangan tinggalkan aku!!!" 


Yusa menunjuk Luz dan pedang itu mulai tertarik oleh Yusa, gagang pedang Luz di pegang erat oleh tangan kanan Yusa karena pedang itu juga dapat memulihkan kondisi-nya untuk sementara. Alisha menghabisi waktu sekitar satu menit untuk melihat wilayah yang sudah hancur ini termasuk dungeon [Mobster].


"Syukurlah... Kamu berhasil dalam melaksanakan perintah raja Rxeonal, Yusa."


Alisha tersenyum, tetapi ia menyadari bahwa hanya dirinya yang merasa senang melihat [Mobster] hancur berbeda dari Yusa yang hanya diam, wajahnya dingin terlihat seperti ia merasakan sesuatu yang tidak enak di dalam hatinya.


"Bawa aku pulang secepatnya, Alisha..."


Suruh Yusa dengan nada yang terdengar dingin, Alisha mengangguk dan ia segara terbang menuju desa iblis Oni dimana ia melihat beberapa ledakan seperti kembang api di atas langit. Alisha mulai berpikir bahwa ledakan itu berasal dari sebuah pesta meriah, tapi pesta apa yang sedang dirayakan oleh bangsa Oni ini?


Alisha segara mendarat di atas gerbang pintu dan mencoba untuk melihat apa yang terjadi dengan kedua penglihatannya, ia melihat beberapa tulisan yang merayakan kehancuran dari dungeon [Mobster], revolusi baru akan dimulai ketika bangsa yang lain bergabung dengan bangsa Oni. Itulah sesuatu yang Alisha lihat.


"Apa yang terjadi...? Kenapa pestanya meriah sekali...? Kenapa terdapat beberapa pasukan Rxeonal sedang berbaring rapi?" Suara Yusa terdengar lemas.


"Bangsa Oni yang aku sayangi dan cintai!!! Mari kita sambut dua pahlawan baru kita...!!! Dua sosok iblis yang telah menghancurkan [Mobster]!!! Hari ini... adalah hari dimana mereka akan diangkat sebagai prajurit paling tinggi di pasukan Rxeonal!!!" Beberapa ledakan kembang api mulai muncul di atas langit.


"A-Apa...?" Alisha melotot ketika mendengar apa yang baru saja Rxeonal katakan.


Kedua iblis itu memegang [Eateria] yang sudah terbelah menjadi dua, kedua iblis itu terlihat tidak begitu asing oleh Alisha karena mereka berdua adalah penjaga gerbang menuju istana Rxeonal. Mereka juga menulis nama Alisha dan Yusa yang akan melaksanakan perintah Rxeonal yaitu menghancurkan [Mobster], tetapi mereka berdua di khianati oleh kedua iblis tersebut.


Alisha berharap bahwa Yusa tidak mendengar apa yang Rxeonal katakan, ia segera menoleh kepada Yusa dimana pandangan-nya menjadi dingin seolah-olah ia baru saja kehilangan banyak hal. Kedua tinju-nya terkepal keras sampai berurat dan membuat bilah pedang Luz Demonio terbakar dengan api mimpi buruk.


Tubuh-nya bergetar karena terpengaruh oleh amarah-nya yang muncul karena dikhianati, namun Yusa tidak mengeluarkan sedikit kata atau apapun itu melainkan ia hanya menatap pesta itu dengan tatapan yang mematikan.


"Yusa... Jangan, aku melarang-mu! Nurut! Nurut!" Suara Alisha mulai panik.


"BAJINGAAAANNNNNNNN!!!"


Amarah Yusa mulai melonjak, ia mencoba untuk melompat menuju arah pesta itu, tetapi Alisha segara menahannya dengan memeluk erat Yusa yang sedang merasakan amarah besar, kedua matanya mulai meneteskan beberapa air darah. Iblis ketika menangis sambil merasakan amarah maka mereka akan mengeluarkan tetesan air mata darah.


Alisha merasakan tenaga Yusa yang mulai membesar, tetapi ia dengan sekuat tenaga mencoba untuk menahan Yusa sampai kelelahan. Teriakan Yusa untungnya tidak terdengar karena ledakan kembang api yang terus terjadi di langit-langit, ini adalah pertama kalinya dimana Yusa merasakan pahit-nya kehidupan Iblis.


"Yusa...! Kau harus sadar dan bersikap dewasa di saat-saat seperti ini...! Aku tahu kau kesal dan sedih, akupun sama, tetapi semua ini adalah pasti akan terjadi karena kepahitan hidup iblis. Serakah, penghianatan, pembunuhan, dan semua hal yang buruk tentang iblis! Lupakan saja, lebih baik kita menjadi pasukan Rxeonal melalui kerja keras kita! Kita tunjukkan kepada raja Rxeonal bahwa kita ini adalah calon pasukan yang terhebat---"


Yusa memukul perut Alisha beberapa kali menggunakan sikut-nya, Alisha tidak mempercayai betapa tega-nya Yusa yang mulai menyerang dirinya dengan beberapa serangan yang cukup menyakitkan.


"Y-Yusa... H-Hentikan...!" 


Alisha tidak memiliki cara lain selain pergi menuju kediaman Yusa dan bertemu dengan Alter untuk mencoba menenangkan Yusa yang sedang merasakan amarah besar, ia segara terbang menuju arah kediaman Yusa.


Yusa berputar dan menendang pipi Alisha sampai ia terpental menuju daratan di depan kediaman Alter, Yusa mendarat di depan Alisha dan melirik ke arah pintu rumah yang sudah terbuka.


"S-Sakit..."


Yusa bergegas masuk ke dalam rumah Alter dimana kedua telapak kaki-nya menginjak beberapa genangan darah berwarna merah dan hitam, hal itu membuat Yusa melotot sampai-sampai ia melirik ke depan dan melihat Alter dengan kepala-nya yang tergeletak di atas tanah.


Yusa mendadak diam ketika melihat kepala sang ibu-nya yang tergeletak di atas lantai dan dikotori oleh darahnya sendiri, suara meriah dari pesta itu tidak terdengar oleh Yusa melainkan ia hanya bisa mendengar suara detakan jantung-nya yang terus berdetak cukup cepat.


"I-Ibu..."


Yusa menghampiri tubuh Alter dengan tatapan kosong, matanya segera mengarah ke arah kepala Alter yang tergeletak di atas lantai. Yusa segara mengangkatnya dan menatap wajah Alter yang terlihat seperti mengalami pembunuhan yang sadis.


Di sisi lain-nya, beberapa iblis melihat Alisha yang terluka di bagian pipi-nya yang merah karena bekas tendangan Yusa.


"Apakah kamu baik-baik saja...?" 


Iblis itu mencoba untuk menanyakan kondisi Alisha, tetapi ia hanya diam. Beberapa iblis lain-nya masuk ke dalam rumah Alter dimana mereka melihat Yusa yang berdiri tegak sambil memegang kepala Alter dengan ekspresi yang terlihat kosong.


"ASTAGA!? PEMBUNUHAN!?"


"A-Ada apa ini...!?"


Alisha bergegas masuk ke dalam rumah Alter dan melihat sesuatu yang menyedihkan, ia melihat Yusa sedang memegang kepala Alter. Ia mencoba untuk tidak panik dan teriak melainkan ia langsung memeluk Yusa dengan sangat erat mencoba untuk menenangkan-nya karena ia baru saja berpikir bahwa kemarahan Yusa membuat Alter terbunuh.


"Apa kau... melakukan ini, Yusa...?"


Yusa menggelengkan kepala-nya, "Ibu... dibunuh---"


BRAGGGHHH!!!


Beberapa tembok rumah itu hancur oleh beberapa prajurit Rxeonal, mereka semua mulai menunjuk Yusa dengan senjata yang mereka pegang.


"Hentikan!!! Anak ini tidak bersalah!!! Dia adalah anak dari Alter!"


Alisha mencoba untuk melindungi Yusa, tetapi sudah jelas bahwa semua prajurit itu tidak akan mempercayai kelicikan dari iblis yang sudah membunuh iblis lainnya.


"Anak yang baru saja membunuh ibu-nya... Sangat kejam sekali, waktu Alter habis karena anak adopsi itu!!!" Ucap salah satu prajurit itu yang merasa kesal.


Semua prajurit itu mengarahkan serangan mereka kepada Yusa, tetapi Alisha menggendong Yusa dan segara terbang ke atas menerobos atap yang menghalangi-nya. Tidak ada cara lain selain melarikan diri dari desa ini karena bangsa Oni baru saja mendapatkan kesalahpahaman, walaupun mencoba untuk menjelaskan sesuatu yang benar, bangsa Oni tidak akan mempercayainya karena mereka tahu karakteristik iblis yang jahat.


Jantung Alisha berdetak cepat karena ia merasakan seseorang sedang mengawasi-nya, ia mengalihkan pandangan-nya menuju pesta itu dan melihat Rxeonal yang sedang menatap-nya dengan kedua mata yang cukup tajam.


"Raja---"


Rxeonal menunjuk sayap bagian kanan Alisha menggunakan telapak tangan kanan-nya sampai hancur dan sobek membuatnya terbang tidak beraturan, Alisha tidak bisa mengontrol tubuh serta beban yang ia pegang yaitu Yusa, ia berharap untuk segara menemukan wilayah yang cukup jauh dari desa iblis Oni agar mereka tidak di kejar.


Alisha membuka telapak tangan kanan-nya dan lengan kirinya memegang erat Yusa, ia memejamkan kedua matanya untuk memfokuskan energi sihir agar ia bisa meluncurkan sebuah gelombang besar untuk membantunya terpental jauh dari desa Oni itu.


"Final...!"


Sebuah bola berwarna Crimson muncul di telapak tangan kanan-nya.


"Shine...!!!"


Alisha jatuh menuju daratan dan ia memiliki satu kesempatan untuk kabur, bola Crimson itu mulai dilindungi dengan beberapa kilat merah.


"ATTACK!!!!"


Alisha meluncurkan sebuah gelombang merah menuju daratan dan membuatnya terpental jauh beberapa kilometer dari desa iblis Oni, beberapa pasukan Rxeonal mencoba untuk mengejar mereka, tetapi Rxeonal mengangkat tangan kanannya.


"Raja Rxeonal...?!"


"Biarkan mereka pergi." 


Perintah Rxeonal sehingga membuat semua pasukan-nya tidak memiliki pilihan lain selain diam dan sujud kepadanya untuk melaksanakan perintah.


"Kita bunuh mereka di lain hari."


***


Alisha dan Yusa tergeletak di atas tanah berwarna merah dimana Yusa melepas genggam Alisha, ia segara menggali sebuah lubang untuk menguburkan kepala Alter yang putus dari tubuh-nya.


"... ..."


"Yusa... Ugh..."


Alisha meringis kesakitan karena sayap bagian kanan-nya sudah tidak berfungsi lagi, beberapa urat-nya putus karena serangan dari Rxeonal yang cukup kuat. Ia mencoba untuk menenangkan Yusa, tetapi tidak bisa karena ia terus merasakan kesakitan yang lebih sakit dari sebelum-nya.


Yusa memasukkan kepala Alter ke dalam lubang yang ia gali dan setelah itu menutupnya dengan beberapa tanah dan batu-batuan, ia mulai menebas telapak tangan kanan-nya dan meneteskan beberapa darah di sekitar kuburan-nya karena itulah ciri khas bangsa Oni ketika menguburkan seseorang yang sudah gugur.


"Ibu..." 


Yusa mulai menangis, tangisan-nya berubah menjadi warna hitam sekarang dimana ia mulai merasakan amarah yang lebih dahsyat. Seluruh tubuh Alisha tersengat oleh aura-aura amarah yang dimiliki oleh Yusa.


"YUSAAA!!! HENTIKAN!!!"


Alisha melompat menuju arah Yusa, tetapi Yusa mengarahkan sebuah serangan menuju arah mata kiri Alisha sampai membuat penglihatan kiri-nya hancur serta meninggalkan luka goresan yang lumayan besar.


"AGGGGGGHHHHHHHHHHHH!!!!"


Teriak Alisha kesakitan, ia terjatuh di atas tanah dan mulai memegang mata kiri-nya yang terus mengeluarkan darah merah dan setelah itu darah hitam, ia tidak bisa lagi melihat menggunakan mata kiri-nya. Yusa hanya bisa diam dan menunjukkan ekspresi kesal-nya.


"JANGAN MENGHALANGI JALANKU!!! ARRRGGHHHHH!!! SIALAN!!! SIALAN!!!"


Yusa mulai mengeluarkan teriakan yang cukup keras sampai menciptakan dorongan besar di sekitarnya, ia mencoba untuk kembali menuju desa Oni dengan lari menuju arah barat, tetapi seluruh tubuhnya bersinar merah darah dan ia langsung menghilang karena aura-aura aneh tersebut.


ZWOOOSSHHH!!!


Yusa berlutut di atas lantai karena ia baru saja sadar bahwa dirinya tiba-tiba terbawa oleh sebuah portal, ia melihat sekeliling dimana hanya terdapat beberapa api dengan warna yang berbeda serta pilar merah.


"GRRGGHHHH!!! TEMPAT APA INI!? APAKAH ADA YANG BERANI UNTUK MENCOBA MENGHALANGI JALANKU!?"


"AKU SUDAH MUAK!!! AKAN AKU BUNUH MEREKA!!! AKAN AKU BUNUH SEMUA IBLIS YANG MENGKHIANATI-KU SERTA IBLIS YANG MEMBUNUH IBUKU AKAN AKU BERIKAN SIKSAAN YANG ABADI...!!!"


"Seram-seram, seharusnya kau menenangkan amarah itu atau aku akan mendapatkan beberapa kekuatan yang besar."


Terdengar suara pria dari depan Yusa, ia segara menatap ke depan dan melihat seorang iblis yang tersenyum kepada-nya.


"Selamat datang, bocah... Sepertinya kemarahan-mu ini terasa cukup mengesankan ya..."