Luz Demonio

Luz Demonio
57 - Satu Tahap dengan Kesempurnaan



Tatapan yang tajam terpasang di wajah Selvia, Master mencoba untuk menghancurkan semua rantai yang mengikatnya tetapi tidak bisa karena semua tenaga dan sumber energi sihir-nya sendiri terus terkuras setiap Master mencoba untuk bebas dari rantai-rantai itu.


"[Crimson Cursed]!"


[Crimson Cursed], sihir Crimson milik Master yang mampu mengubah semua rantai yang mengikatnya menjadi rantai miliknya sendiri, warna yang tadinya ungu mulai berubah menjadi warna darah dimana Master dapat mengendalikan semua rantai itu.


Master menatap kejam Selvia karena sudah berani mengikatnya menggunakan rantai kuat itu, Master menggerakkan semua rantai itu dan ia segera mencambuk seluruh tubuh Selvia menggunakan semua rantai itu. Kecepatan dari pecutan rantai itu cepat sekali sampai Selvia tidak bisa melihatnya.


Terdengar suara keras yang bergema di wilayah sekitar ketika rantai itu mencambuk punggung Selvia sampai bajunya robek serta kulitnya tergores mengeluarkan darah. Master tidak menghentikan serangan-nya, Selvia segera terbang menjauhi Master karena rasa sakit dari cambukan itu membuatnya hampir menangis kesakitan.


"Daya serangan yang kuat sekali... Ughhhh... Apakah aku bisa melawan dewi Crimson seperti dia...?"


Selvia menggunakan sihir memanipulasi tulang dan ia menciptakan perisai yang berlapis-lapis, Master hanya bisa tersenyum sinis melihat semua perisai itu hancur dengan hanya satu serangan, Selvia mulai mempertebal perisai itu sampai ia memasukkan sihir [Void] di dalamnya dan menghisap masuk satu rantai milik Master.


Selvia segera terbang ke atas dan melesat menuju arah Master, Selvia melakukan beberapa serangan menggunakan dua pedang yang terbuat dari laser berwarna ungu.


Semua serangan Selvia mampu di tahan dengan semua rantai-rantai itu, setiap Selvia melakukan beberapa serangan, ia bisa merasakan bahwa Master menggunakan sihir Crimson-nya ke tahap selanjutnya dimana gravitasi terus menarik dan membuat tenaga Selvia terkuras.


Selvia mundur ke belakang dan Master terbang menghampirinya, terkejut melihat Selvia yang membidik dada Master menggunakan busur yang terpegang erat. Selvia melepas panah yang terbakar dengan api hitam ke arah Master, tetapi panah itu menembus tubuhnya.


"Apa---"


Master menendang wajah Selvia, tetapi Selvia menghilang dan muncul di atas langit, emosi kesal muncul di dalam dirinya bahwa Legenda satu ini memiliki sihir ilusi. Biasanya sihir Ilusi ini tidak bisa diremehkan begitu saja.


Master menunjuk Carmekuma itu dan merubahnya menjadi aura yang besar, Master segera menghisap semua aura itu dan menciptakan aura besar yang mampu membuat Selvia terdorong ke belakang.


"Kau meremehkan diriku, Iblis Oni...! Wilayah ini sebentar lagi akan menjadi kuburan-mu!!!"


Selvia memejamkan kedua matanya, jutaan portal muncul di wilayah tersebut dan menghisap semua aura yang muncul di sekitar tubuh Master. Selvia bersinar berwarna emas dan ia mulai menunjuk Master menggunakan jari telunjuk-nya.


"Jangan meremehkan iblis sepertiku... Aku adalah putri dari raja Rxeonal serta utusan terbaru sihir kuno yang bernama [Void]!  Demi melindungi semesta ini...! Demi membuat ibu dan ayah bangga...! Aku akan mengalahkanmu...!!!"


Selvia maju ke depan dengan seluruh tenaga yang ia dapatkan dari Master, Master segera mengeluarkan sihir gelombang menuju arah Selvia, tetapi Selvia masuk ke dalam gelombang itu dan menghantam wajah Master sampai terdorong ke belakang.


Selvia mengepalkan kedua tinju-nya dan jutaan pedang menusuk seluruh tubuh Master, ia mulai melakukan beberapa serangan kombinasi. Ia mengangkat kedua lengannya ke atas sehingga semua pedang yang tertusuk itu berputar di sekitar Master, Selvia mengubah semua pedang itu menjadi rantai untuk mengikat seluruh tubuh Master.


"Sihir kuno ap---" Mulut Master tertutup rapat karena rantai yang mengikatnya.


"[Void Sacrificition: End of World]"


Lengan kiri Selvia mulai terikat dengan rantai dan rantai itu memutuskan lengan kiri-nya untuk di jadikan sumber Oui yang dapat mengaktifkan sihir dahsyat milik Selvia. Semua rantai yang mengikat Master terbakar dengan api-api panas serta semua portal yang berada di wilayah itu bersinar cerah.


"Sekarang... Aku memanggil kekuatan demi keakhiran dari kekuatan yang hebat!" Selvia menjentikkan jari-nya.


Semua portal itu menembak laser emas yang mengenai seluruh tubuh Master. Itsuki, Yusa, dan bayi yang mereka selamatkan langsung terlindungi oleh rantai-rantai Selvia.


Selvia sendiri hanya bisa menyaksikan kehancuran dahsyat itu, wilayah itu sekarang sudah menjadi lautan api ketika Selvia mengerahkan sihir terkuatnya yang mampu membuat Master tergeletak di atas tanah dengan beberapa luka bakar di sekitar tubuh-nya.


"... ..." Selvia hanya bisa menatap Master dengan tatapan yang kesal, tanpa merasa lelah karena ia sudah mengambil alih semua tenaga dan energi sihir yang ada di dalam tubuh Master.


Sihir kuno [Void] memanglah berbahaya jika si pengguna dapat mengontrol penuh kekuatannya. Pengguna itu dapat memiliki kekuatan, tenaga, dan sumber energi sihir yang tidak terbatas dengan hanya menyerap seluruh tubuh musuh.


Selvia melihat Master yang tidak bernyawa, tugasnya sudah selesai dan saatnya untuk pulang melapor kepada Vimu. Selvia menghampiri Yusa dan Itsuki, ia merasa lega bahwa mereka berdua baik-baik saja.


Tiba-tiba Master muncul di belakang Selvia dengan kedua tinju yang mengandung Crimson, Selvia tidak melirik ke belakang atau terkejut bahwa Master masih belum terkalahkan.


Rantai itu menarik Master menuju daratan dan mengikat seluruh tubuhnya cukup ketat hingga sebuah portal besar muncul di atas master, sebuah tombak besar melesat keluar dari dalam portal tersebut dan menusuk perut Master cukup dalam.


"... ..." Selvia melirik ke belakang melihat wajah Master yang terlihat seperti pingsan, wajahnya cantik tetapi sikapnya tidak secantik yang dipikirkan.


[Bagi yang belum tau... Master itu Perempuan]


"... ..."


Selvia menghampiri Yusa dan Itsuki dengan wajah yang tenang, Yusa bangkit dari atas tanah, melihat Master yang terkalahkan begitu saja.


Itsuki tidak menyangka bahwa Selvia dari seksi sepuluh bisa memiliki kekuatan yang melampaui dewi itu sendiri. Vimu mungkin tidak mengetahui potensi Selvia sebenarnya karena setiap iblis memiliki potensi tersembunyi yang berbeda.


"S-Selvia... Maafkan aku." Itsuki berlutut kepada Selvia sambil menundukkan kepalanya.


"Tidak, itu semua salahku, Selvia. Aku lebih pantas di hukum." Yusa maju ke depan dan sujud kepada Selvia.


"Ahahaha... Kenapa kaliam harus bersikap hormat seperti itu kepadaku? Aku tidak membutuhkannya, aku hanya bersyukur bahwa aku datang tepat waktu untuk bisa menyelamatkan kalian berdua." Selvia tersenyum.


Api-api biru meledak dari belakang Selvia membuat wilayah itu bergetar, Selvia segera melirik ke belakang sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal karena keberadaan Master masih bisa ia rasakan, tetapi kali ini instingnya bisa merasakan bahwa Master melakukan sesuatu yang berbeda.


"Ahaha...!!! Hahahahaha...!!! HAHAHAHAHA...!!!"


Terdengar suara tawaan Master yang cukup mengerikan, hal itu membuat Selvia bersama yang lainnya terkejut karena Master telah bangkit kembali dari kematiannya, serangan Selvia masih belum terasa cukup kuat untuk bisa mengalahkan Master.


Selvia bisa melihat beberapa api biru muda menyala di sekitar wilayah itu karena Master yang kembali bangkit, rambut panjang hitam yang dimiliki Master telah berubah menjadi warna silver dengan beberapa aura biru tua yang melapisinya.


"Tidak mungkin... K-Kau memiliki sihir kuno yang lain...?"


"Mari kita mulai~ Permainan selanjutnya~"


Master mulai terbelah menjadi beberapa bagian menciptakan klon dirinya sendiri, Selvia hanya bisa mengerutkan kedua dahinya melihat Master yang sekarang dapat menggunakan sihir [Ilusi], sepertinya sihir kuno kali ini bisa saja menjadi kelemahan dari sihir [Void].


Master menyerang Selvia dengan seluruh klon yang ia miliki, Selvia tidak berniat untuk menghindar kali ini dia hanya diam dan membiarkan mereka semua menyerang untuk melukai dirinya sendiri.


Itsuki bisa merasakan keberadaan Selvia dimana-mana dan keberadaan Selvia yang sedang di serang itu mulai perlahan-lahan menghilang.


Seluruh klon Master tiba-tiba berhenti seolah-olah mereka tidak bisa bergerak karena perut mereka terbelit dengan rantai-rantai yang muncul di sekitar wilayah itu dimana Selvia mulai muncul dimana-mana.


"... ..." Selvia tersenyum serius.


"Cih... Sihir kuno-mu cukup menyebalkan juga."


"Bukan menyebalkan, tetapi kau tidak pernah mengetahui tentang potensi penuh dari sihir kuno yang kau miliki. Crimson dan Sacred itu seharusnya kau satukan karena kedua sihir tersebut cocok dengan satu sama lain."


"Bagaimana kau bisa mengetahui sihir yang aku gunakan...?!"


"Itu mudah. Aku sudah membaca sejarah asli tentang semesta yang bernama [Touri]. Sihir kuno yang kau miliki adalah [Sacred] dan [Crimson]"


"Dengan menggunakan insting iblis-ku serta potensi penuh dari [Void] maka aku memiliki kesempatan untuk bisa membunuhmu dan mengakhiri semua kehancuran ini...!" Tatap Selvia tajam.


"Hehhh..." Master tersenyum jahat.