
"Hm! Hm! Yusakage! Kamu adalah Yusakage!" Pedang itu mulai mengangkat bilahnya ke atas dan ke bawah seolah-olah menunjukkan perasaan yang senang, walaupun Luz ini sebuah pedang tapi dia memiliki perasaan juga layaknya seperti manusia dan iblis, "Yusakageeee~" Luz terus mengucapkan namanya beberapa kali dan bayi itu hanya bisa tertawa selagi berguling-guling di atas tanah.
"Agu... Agugugu~" Bayi Yusa mulai berbicara bahasa bayi dan itu membuat Luz yakin bahwa ia menjawab perkataannya, "Benar sekali, bayi muda! Kau adalah iblis yang akan dipilih menjadi iblis takdir dimana kau bersamaku akan menghentikan segala perang yang ada termasuk semesta yang hancur ini!" Luz mulai membuat batang silang-nya seperti kedua lengannya, ia mulai menepatkan kedua lengannya di bilah pedang itu seperti manusia yang menempatkan kedua tangannya di sebelah pinggangnya.
Seketika Luz menoleh ke arah Yusa yang sedang melahap semua serpihan mobil itu sampai habis serta ia memadamkan semua api itu dengan menarik nafasnya, Yusa melihat Luz dan ia merangkak menuju arahnya begitu imutnya dengan kedua pupil matanya yang berwarna ungu kehitaman seperti warna malam hari di dunia iblis ini, taring kecil di bagian tertentu, dan beberapa helai rambut silver di bagian ujung kepalanya. Luz melihat dua sayap iblis di belakangnya yang terlihat kecil sekali.
Tapi kenapa Luz saat ini berbicara dengan seorang walaupun bayi Yusa tidak mengerti apa yang ia ucapkan? Serta Luz berlaga sok tahu untuk mengetahui apa yang Yusa katakan.
"Baiklah, sepertinya kau mengerti bahwa aku adalah partner-mu, Yusakage. Mulai dari sekarang sampai tujuanmu selesai nanti, kau harus menuruti perintahku!" Ucapnya selagi menggerakkan batang silangnya seperti berinteraksi dengan seseorang.
Yusa hanya bisa melihat Luz dengan tatapan imutnya, ia meneteskan beberapa air liur melalui mulutnya dan membuat Luz seolah-olah ia berbicara sendiri, "Ini buruk... Kenapa Yusakage tidak mau menjawabku? Jangan-jangan dia membenciku?!" Lirih Luz.
"Tidak perlu merasa benci atau hina seperti itu. Di dunia ini... Dunia yang lumayan rusak sih karena para iblis memihak diri mereka sendiri kecuali iblis yang memiliki raja, kita berdua ini diberikan tugas untuk membasmi segala perang yang ada termasuk dunia atau semesta yang bernama Zuusuatouri ini, Yusakage. Kau adalah penggunaku dan aku adalah partner-mu yang mengartikan bahwa dirimu adalah iblis takdir generasi tujuh dan diriku masih akan terus bertahan sampai sekarang berkat generasi pengangkat Luz Demonio terus berjalan! Jika kau tidak terlahir kembali atau... Samudra ya...? Namanya aneh sekali..." Luz terus berbicara karena ia tidak terlalu mengetahui informasi tentang bayi, seharusnya ia tahu bahwa bayi tidak akan mendengarkan siapapun termasuk penjelasannya.
Walaupun Yusa adalah bayi iblis, tidak ada sejarah dimana seorang bayi dari berbagai ras bisa mengerti apa yang seseorang katakan bahwa otak mereka masih belum bekerja dan berukuran kecil hampir sama seperti hewan yang berusia muda sampai mati nanti, tetapi otak bayi akan terus berevolusi dengan cepat.
"Sebelum itu seharusnya kau bersyukur bahwa kau telah menjadi sang iblis takdir, Yusa, bahkan bisa memiliki pedang sehebat diriku! Hehehe! Semua iblis ingin memiliki diriku loh, jadi... Selamat karena sudah menjadi pengguna selanjutnya~" Luz tertawa dan bilah-nya mulai bergerak ke depan dan belakang. Hebat, tetapi kenapa ia terus berbicara dengan seorang bayi yang tidak mengerti apapun?
Luz sekali lagi tidak mendapatkan jawaban yang jelas dari Yusa, "Sepertinya kau adalah generasi tujuh yang cukup sombong dan tidak banyak berbicara ya? Menarik sekali... Entah kenapa generasi tujuh itu dipenuhi dengan iblis-iblis arogan dan sombong bahkan mereka tidak ingin berbicara sedikitpun. Tapi itu tidak penting karena kau adalah penggunaku, kau ini sama halnya dengan seseorang yang menciptakanku walaupun aku kadang akan memberimu perintah dan jalan yang harus kau tujui."
Di saat Luz berbicara, Yusa sedang melakukan aktifitas seperti seorang bayi biasa yaitu memakan apapun, menggerakan ekornya yang kecil serta kedua sayap kecilnya, dan ia juga terus meneteskan beberapa air liur. Untungnya Luz memiliki kesabaran yang tinggi.
"Semesta Zuusuatouri... Atau bisa disebut sebagai semesta yang tinggal di dalam inti semesta bernama Touri. Touri itu inti semesta, inti itu jadi seperti kalian semua ras yang memiliki jantung ketika hancur dan tidak berfungsi maka kalian akan mati, sama halnya dengan Touri... Jika Touri hancur maka Zuusuatouri juga akan ikut hancur. Semesta Touri itu sangatlah besar bahkan di dalamnya terdapat tiga semesta besar dan tiga semesta kecil yang mengelilingi semesta kecil itu."
"Di setiap semesta juga terdapat bangsa atau ras yang tinggal contohnya Zuusuatouri dimana bangsa iblis dan ras iblis. Bangsa-bangsa iblis sepertinya tidak bisa membuat semesta ini menjadi lebih melainkan mereka hanya membuatnya menjadi lebih buruk. Zuusuatouri dikelilingi dengan semesta kecil bernama Zuutouri dimana di dalamnya terdapat bangsa vampir, mereka itu rekan para bangsa iblis. Kadang-kadang sih."
"Kita sebagai Demon Bloodes ditugaskan untuk mengubah Zuusuatouri menjadi semesta yang seimbang! Dimana kebaikan dan keburukan itu tertimbang cukup baik dimana persentase kebaikan dan keburukan itu sama-sama lima puluh persen, bukan hanya Zuusuatouri yang harus kita seimbangkan tetapi seluruh semesta dan planet yang ada di jagat raya. Tugas kita hanyalah untuk menyeimbangkan segalanya dari perang dan tujuan yang mampu membuat ketidakseimbangan itu menjadi seimbang! Aku sebuah pedang yang dijuluki sebagai Moirai Arma!" Luz masih terus menjelaskan situasi yang dialami oleh Yusakage walaupun dia tidak mengerti apa yang sedang ia jelaskan dan bicarakan.
"Moirai dalam mitologi Yunani adalah tiga orang dewi takdir. Mereka mengendalikan nasib setiap manusia sejak lahir hingga mati. Aku tahu Moirai adalah mitologi yang mengartikan tiga orang dewi takdir, tetapi aku sendiri atau kami semua bukanlah dewa atau dewi melainkan kami hanyalah senjata yang hanya bisa digunakan oleh Demon Bloodes atau iblis takdir itu sendiri, jika ada seseorang yang nekat mengangkat kami maka dia akan dikutuk, entah itu kutukan apa karena aku tidak memiliki informasi tentang kutukannya. Arma, dalam bahasa semesta Yuutouri dimana bangsa manusia tinggal, para manusia menyebutnya dengan bahasa Spanyol. Arma itu adalah bahasa spanyol dari senjata." Luz mulai membuat bilah pedang-nya jadi lentur dan ia mulai duduk di depan Yusakage, ia bisa mengendalikan tubuh pedangnya itu dengan apapun yang ia mau sama seperti tubuh manusia atau iblis.
"Cahaya iblis atau pemilik dari berbagai generasi yang lalu bisa menyebut diriku sebagai cahaya untuk para iblis yang membutuhkan keselamatan dan kedamaian! Cahaya iblis yang mampu menyadarkan semua iblis jahat, gila, dan egois!!! WAHAHAHAHA!!!" Luz tanpa sengaja membuat bilah pedang-nya terbakar dengan api yang berwarna hitam biru serta ia menyinarkan cahaya laser emas ke depan melalui pangkal atau kenop pedang itu.
ZWOOOSSHHH!
Sebuah ledakan besar muncul di atas Yusakage dan itu membuatnya terkejut sampai kedua matanya mulai berkaca-kaca, beberapa air darah mulai menetes dari ujung kedua matanya yang artinya sebentar lagi dia akan menangis karena betapa menyeramkan Luz ketika dia mengeluarkan kekuatan dan sihirnya, "HWAAAHHHHHHHHHHH!!!" Yusakage mulai menangis dengan nada yang keras dan bisa saja ia menarik perhatian iblis yang berada di tempat tersebut, Luz mendadak panik melihat Yusakage yang menangis tanpa alasan. Pangkal pedangnya naik ke atas seolah-olah menunjukkan ekspresi yang terkejut.
"Kenapa kau menangis, Yusakage?! Hei, Yusakage!?" Luz mulai mencoba untuk membuatnya berhenti menangis dengan mengusap-usap kepalanya dengan kedua bilah silangnya, "HUUUHHHHH!!!" Yusakage menjulurkan lidahnya karena ia sekarang membenci Luz yang membuatnya menangis karena kejutan dari kekuatan dan sihir yang ia keluarkan tanpa sengaja, "K-K-Kalau begitu..." Luz mencoba dengan sekuat mungkin untuk menghibur Yusakage yaitu dengan mundur ke belakang lalu menebas daratan dan membuat sebuah lambang iblis yang sedang melakukan cilukba.
"HWEEEHHHHHHH!!!" Yusakage masih terus menangis dan posisinya mulai berubah, ia berguling-guling di atas tanah selagi mengangkat kedua tinju-nya ke atas dan ke bawah seolah-olah ia menghantam daratan merah itu, Luz baru saja sadar bahwa Yusakage masih belum bisa terbang dan ia tidak bisa melihat iblis yang ia gambar. Luz mulai menepuk-nepuk kenop-nya karena ia merasa bodoh sudah membuat Yusakage menangis seperti seorang gadis kecil, "Apa yang harus aku lakukan...!? Ughhh... Bingung... Bingung... Ahhhh!!!" Api berbentuk bola lampu muncul di atas kenop pedang-nya.
Luz bergerak menuju Yusakage lalu ia menepuk-nepuk kepala Yusakage menggunakan bilah pedangnya sehingga terdengar suara yang agak keras hampir sama seperti suara palu yang memukul paku tersebut dan ya, berkat tepukan itu tubuh bagian bawah Yusakage terjebak di dalam tanah dan hanya memperlihatkan kepalanya saja, "HWAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!" Teriak Yusakage keras dan itu membuat Luz lebih panik karena ia membuat tubuh bagian bawah sampai lehernya terjebak di dalam tanah, ia dengan cepat mengangkat kepala Yusakage menggunakan kedua bilah silangnya agar bisa menarik keluar Yusakage yang terjebak di dalam daratan.
"HUEGGGHHH!!! BAU APA NIH!?" Tanya Luz yang melihat aura hijau muda dan kuning tepat di bagian belahan pantat Yusakage yang terlihat karena Luz berhasil menarik seluruh tubuhnya keluar dari dalam tanah itu, ia juga bisa melihat lubang dimana Yusakage tadi berada di dalamnya mulai dipenuhi dengan cairan berwarna hijau dan cairan padat berwarna kuning, "K-Kotoran!? YUSAKAGE, KAMU MEMBUANG KOTORAN DENGAN SEMBARANGAN!!!?"
Luz tidak menyangka bahwa pemilik atau partner-nya yang baru bersikap sangat tidak sopan kepada dirinya dan bertingkah seperti iblis lemah yang akan mati dalam beberapa detik, Luz mulai melayang ke atas lalu membakar semua kotoran Yusakage menggunakan bilah pedangnya yang mengeluarkan api hitam, *ZWUUUSHHH!* Api itu membakar kotoran Yusakage sampai habis sehingga Luz merasakan keberadaan dua iblis kuat yang bergerak menuju arah mereka berdua, "Keberadaan iblis Oni...? K-Kenapa mereka berani-beraninya keluar dari kandang mereka...? Tempat ini baru saja hancur karena perang yang disebabkan pasukan iblis gila." Ucap batin Luz.
Ia dengan cepat menaruh Yusakage di atas tanah lalu menulis nama Yusakage di sebelahnya menggunakan bilah pedangnya, "Soul of Demonio." Ucap Luz sehingga ia berubah menjadi aura hitam yang masuk ke dalam tubuh Yusakage untuk bersembunyi di dalam tubuhnya agar kedua iblis itu tidak menemui pedang takdir Moirai Arma serta ia tidak mampu kedua iblis tidak berdosa itu untuk terkutuk karena mencoba untuk mengangkat dirinya.
"Lihat, Raijin! Prediksiku ternyata benar bahwa terdapat seorang bayi iblis yang terdampar disini!" Ucap seorang iblis gadis dimana ia memiliki firasat bahwa dari ledakan tadi terdapat fenomena yang aneh terjadi ternyata ia menemukan seorang bayi iblis yang terlihat sedih, Raijin, atau iblis laki-laki yang pergi bersamanya melihat sebuah tulisan 'Yusakage.' dan di saat itulah Raijin yakin bahwa bayi ini sudah tidak memiliki kedua orang tua-nya lagi mungkin saja mereka berdua gugur karena bertarung melawan iblis gila, "Yusakage..." Raijin mulai mengangkat bayi itu sehingga ketika ia memanggil dirinya Yusakage, bayi itu langsung tersenyum karena dia sudah terbiasa dengan nama Yusakage karena Luz yang terus memanggilnya begitu.
"Yusa ya... Bisa kita panggil Yusa loh, Alter!" Ucap Raijin yang memanggil gadis itu dengan nama Alter, "Raijin!!! Bagaimana kalau kita mengadopsinya!? Dia bisa menjadi anak pertama kita loh...!" Alter mulai merasa bersemangat untuk mengadopsi Yusakage karena dia terlihat imut serta ia bisa merasakan bahwa Yusakage memiliki potensi yang besar untuk menjadi seorang iblis yang kuat dan hebat, "Lalu mengubah namanya menjadi Oni Yusakage ya...? Ide bagus, Yusa bisa menjadi pengganti anak kita yang pernah... gugur... dalam kandungmu..." Nada Raijin mulai berubah menjadi nada yang terdengar sedih.
"Itu semua salahku karena aku memaksakan diriku untuk ikut bertarung." Jawab Alter yang merasa bersalah, Raijin merasa sedih mendengarnya dan Yusakage langsung meraba kedua pipinya mencoba untuk menenangkan iblis yang akan menjadi ayah angkatnya, "Gwahh~" Raijin langsung tersenyum melihat Yusakage yang mencoba untuk menenangkannya, Alter ikut tersenyum lalu ia mencium pipi Raijin dan menatapnya dengan tatapan yang lembut, "Mari kita bawa Oni Yusakage pulang dan memberitahu sang raja." Ucap Alter.
"Baiklah!"
Raijin dan Alter membawa Yusakage pulang karena mereka sudah setuju terhadap pilihan mereka yaitu mengadopsi Yusakage untuk menjadi anak mereka, Luz sendiri merasa lega bahwa pemiliknya bisa mendapatkan keluarga atau teman, "Itu artinya Yusakage akan menjadi seorang iblis yang dijuluki sebagai Oni... Menarik juga, semoga saja suatu saat nanti dia menjawab pertanyaan atau ucapanku." Ungkap Luz dengan nada yang lega, ia membiarkan mereka berdua untuk membawa Yusakage pulang.