
Dahlia menjalankan waktu kembali sampai Karla muncul di belakang mereka semua dan mengeluarkan angin yang cukup besar sampai membuat mereka terpental keluar dari dalam gua itu.
Bangsa Giblis yang ada di belakang Karla mulai tertindah oleh beberapa batu-batu yang besar, ia menggerakkan kedua sayapnya dan segera terbang keluar dari gua itu untuk menghabisi semua Giblis yang melarikan diri, tidak ada satupun Giblis yang berhasil kabur atau menyerang Karla karena setiap angin yang ia lepaskan melalui kipas.
Angin-angin itu mampu menebas mereka semua menjadi beberapa bagian dan angin itu juga membentuk sebuah es tajam yang menusuk bagian vital mereka semua.
Kizura bersama rekan-rekannya berhasil keluar, ia melihat Karla yang dengan mudahnya menghabisi semua Giblis itu dengan menggunakan [Moirai Arma]-nya sendiri, tidak salah lagi bahwa Karla ini adalah iblis takdir kuat yang baru ia lihat untuk pertama kalinya berbeda dari Yusa.
Karla mendarat di depan Kizura sambil memegang erat kedua kipas-nya, "Pasukan Giblis di wilayah ini sudah tidak menjaminkan akan habis sepertinya, kita semua terlambat, Dahlia, Jesper... Sepertinya wilayah ini akan menjadi wilayah pembentuknya bangsa Giblis yang baru."
"Apa yang kau maksud...?" Tanya Majin.
"Wilayah ini sudah tidak bisa lagi terselamatkan, semua Giblis itu akan terus datang dan menyerang karena mereka sudah menjadikan wilayah ini sebagai tempat tinggal abadi mereka. Apakah kau sadar bahwa Giblis juga dapat melakukan proses fragmentasi tanpa batas?" Tanya Dahlia.
"Fragmentasi...? Jangan bilang kalau bangsa Giblis ini dapat menciptakan pasukan mereka sendiri dengan membelah diri!?" Vier yang tadinya tenang mulai terkejut ketika mendengarnya.
"Sepertinya kemunculan bangsa Giblis itu memanglah berbahaya, bayangkan saja jika populasi Giblis meningkat... Bukan hanya semesta Zuusuatouri saja yang terancam, tetapi seluruh semesta seperti Xuusuatouri dan Yuusuatouri akan terancam." Kizura mengepalkan tinju-nya sampai memerah.
"Inilah kenapa kita bangsa Iblis seharusnya bersatu untuk mengalahkan bangsa Giblis, tujuan kita sebenarnya tinggal di Zuusuatouri itu adalah memunahkan bangsa Giblis, tetapi bangsa iblis telah terbelah menjadi beberapa bagian dan sebagiannya bekerja sama dengan bangsa Giblis ini. Katanya mereka ingin keadilan dan kedamaian untuk semesta mereka sendiri, tetapi kenapa harus ada bangsa yang berbeda-beda?" Tanya Jesper.
"Itulah logika iblis, Jesper. Kami bangsa iblis sudah pasti akan memiliki sikap keserakahan." Karla merasakan keberadaan Giblis lainnya yang mulai menggali beberapa lubang dimana semua lubang itu keluarlah beberapa Giblis yang sudah berevolusi.
"Giblis lainnya datang." Vier melihat beberapa pasukan Giblis yang mulai terbang ke atas, di bagian timur ia melihat beberapa pasukan Giblis yang sedang menunggangi naga.
"Ini seperti neraka saja...! Mereka tidak ada habisnya...!" Majin mulai berkeringat, ia melihat seluruh tempat mulai dikepung oleh pasukan Giblis.
Wilayah itu mendadak bergetar untuk beberapa detik yang mendatang, Karla melotot ketika merasakan getaran itu berasal dari arah barat dan timur. Dua Giblis yang berukuran besar bergerak menuju arah Karla dan itu membuat-nya berkeringat.
"Ada dua Giblis yang berevolusi menjadi [Greablis]....? T-Tidak mungkin."
[Greablis] adalah evolusi bangsa Giblis dimana mereka akan berubah menjadi monster yang berukuran besar, mereka sudah pasti akan menghancurkan dan memakan apapun yang mereka lihat. Biasanya [Greablis] ini tidak main-main dalam hal bertarung karena mereka ini sangatlah kuat sampai membuat Karla tidak yakin untuk bisa menang melawannya sendiri.
"Lebih baik kita secepatnya pergi sebelum menjadi tulang-tulang rapuh..." Karla mengalihkan pandangan-nya kepada Kizura, "Kau carilah teman-mu itu...! Kita akan pergi sekarang juga!"
Kizura mengangguk dan segera pergi menghampiri ledakan yang berasal dari arah barat, ia melihat Yusa yang sedang melawan jutaan pasukan Giblis yang tidak ada habisnya, Kizura tidak pergi sendirian melainkan Majin dan Vier ikut bersama-nya sambil menggendong Alisha dan Majiru.
"Dahlia... Jesper... Lebih baik kalian berdua menjaga iblis-iblis itu atau Oni Yusakage akan membunuh mereka secara tidak sengaja." Karla membuka kedua kipas-nya dan ia mulai memejamkan kedua matanya.
"Bukankah hari ini kau sudah terlalu banyak bersikap gegabah...?" Dahlia terlihat ragu.
"Jangan khawatir, aku sudah berjanji bahwa aku tidak akan mati sebelum [Truce Order] berhasil memenuhi tujuan-nya sampai semesta yang sangat aku cintai ini bisa diselimuti dengan kedamaian!" Jawab Karla.
"Jika kau terluka maka aku tidak akan memaafkanmu, Karla." Jesper dan Dahlia segera pergi menghampiri Kizura.
""GRAAAAGGGHHH!!!""
Teriak kedua Greablis itu yang mulai mengamuk, Karla hanya bisa diam di atas langit selagi memejamkan kedua matanya untuk mengumpulkan beberapa kekuatan dan energi sihir, ia tidak akan bisa menang jika ia tidak menggunakan sihir.
"Kau bukanlah penyihir, Karla." Kipas Karla yang bernama [Hielo] mulai berbicara, ia bahkan memperingati Karla untuk tidak menggunakan sihir terlalu berlebihan.
"Tentu saja aku mempercayai-mu, aku memilihmu karena kau adalah gadis yang cukup menarik! Ayo kita lakukan, master. Aku akan mendengarkan formasi apapun dari dirimu."
"Baiklah...!!! Aku hanya harus menggunakan kemampuan diriku sebagai bangsa Onimaru...!!!"
Beberapa tato berwarna merah mulai muncul di seluruh tubuh Karla, tato-tato itu menandakan kemampuan dirinya sebagai bangsa Onimaru dimana tato itu menandakan sebuah energi sihir dan kekuatan sihir yang akan bertambah kuat tiada batas-nya, "[Onimaru's Mark I]"
[Onimaru's Mark I] kemampuan khusus untuk bangsa Onimaru sendiri, dimana muncul-nya tato merah di seluruh tubuh dan tato itu akan meningkatkan seluruh kekuatan sihir serta tato itu juga bisa menjadi energi sihir cadangan untuk bangsa Onimaru sendiri, jadi Karla bisa sepuasnya mengeluarkan sihir apapun yang ia mau tanpa harus khawatir kelelahan dan melemah.
"[Hielo Demonio: Frostbite Formation III]" Kedua mata Karla berubah menjadi warna biru muda serta rambutnya juga ikut berubah menjadi warna biru muda dengan beberapa warna merah di sekitarnya.
"Formasi di dengar, siap untuk menjalankan formasi ketiga!"
Karla mengayunkan kedua kipas-nya beberapa kali sampai melepaskan angin yang mampu membuat semua pasukan Giblis itu terbelah menjadi beberapa bagian lalu membuka, Greablis itu mencoba untuk menghindari semua angin itu, tetapi tidak bisa sampai kedua lengannya berubah menjadi es.
Karla melepaskan angin lainnya sampai semua angin itu mulai membentuk sebuah es merah yang sangat tajam dan menghabisi semua Giblis itu dengan hanya satu serangan, Karla melempar kedua kipas-nya ke arah Greablis yang ada di depannya sampai terbelah menjadi beberapa bagian dan membeku.
Karla menarik kedua kipas-nya lagi menuju arah dirinya sendiri, tetapi ia menghindar sampai kedua kipas itu membelah Greablis yang ada di belakang dirinya menjadi beberapa bagian sampai membeku.
"Serangan terakhir...!!!" Karla berputar seperti ** beliung dan melepaskan dorongan besar sampai membuat semua pasukan Giblis yang ada di sekitarnya terbunuh dan membeku.
Karla berhenti berputar dan mulai menatap semua Giblis yang sudah ia habiskan, tetapi walaupun dia terus bertarung pasukan Giblis lainnya muncul dengan perlengkapan yang lebih kuat dari sebelum-nya, Greablis juga mulai bertambah menjadi sepuluh dan itu membuat Karla menghela nafasnya.
"Aku menghabiskan waktu saja." Karla menutup kedua kipas-nya sampai kipas yang ia pegang di tangan kirinya berubah menjadi sebuah aura putih.
Semua es yang ada di bawahnya pecah ketika Karla menutup kipas-nya, ia mengalihkan pandangannya ke arah Yusa dimana ia mendarat di atas tanah dan dikelilingi oleh Kizura dengan yang lainnya.
"Sepertinya [Wrath Formation I] milik Atroz Demonio sudah berakhir, master Karla." Hielo bisa melihatnya sendiri.
"Kalau begitu bagus, wilayah ini sudah sepenuhnya hancur karena formasi itu." Karla terbang menuju arah Yusa dan mendarat di depannya dimana ia melihat Yusa berlutut di atas tanah dengan zirah-nya yang perlahan retak dan menjatuhkan beberapa serpihan logam yang menghilang menjadi kegelapan.
"Oni Yusakage... Apakah kau bisa mendengarkanku...?" Tanya Karla.
"... ..."
"Atroz... Aku tidak menyangka bahwa kau akan muncul lagi." Hielo mulai berbicara
"Heh... Apa salahnya, Hielo...? Bukannya Atroz Demonio sudah ditakdirkan untuk menghancurkan apapun yang menghalangi-nya...? Semua bangsa Giblis itu memang menyebalkan jadi aku putuskan untuk ikut campur." Jawab Atroz.
"Sepertinya tubuh bocah ini tidak terlalu bisa menahan pedang Atroz Demonio, sayang sekali---" Pedang yang dipegang oleh Yusa mulai berubah kembali menjadi Luz Demonio.
Zirah yang Yusa gunakan mulai menghilang dan perlahan-lahan ia menatap wajah Karla dengan tatapan yang terlihat lemah, "Apakah semuanya berakhir...?"
"Belum..."
""GRAAAAAAAAAAAAGGGGGHHHHHH!!!""